Kamis, 06 November 2008

Waktu untuk Shasa


Gambar diambil dari sini

Akhir-akhir ini waktuku untuk Shasa sedikit berkurang. Ada 2 penyebabnya, yang pertama adalah karena setelah Idul Fitri kemarin aku tidak lagi punya pembantu, sehingga kalau biasanya aku pulang kantor punya banyak waktu untuk Shasa, sekarang pulang kantor waktuku banyak yang terpakai untuk kugunakan membereskan pekerjaan rumah tangga.
Mungkin ada hikmahnya juga, karena Shasa lebih bisa mandiri dalam mengurusi dirinya sendiri.

Penyebab kedua adalah kesibukan di kantorku yang akhir-akhir ini semakin meningkat. Kondisi ini akan terus berlanjut dan akan semakin meningkat sampai akhir tahun ini. Mungkin malah semakin mendekati akhir tahun, waktuku akan lebih banyak kugunakan kerja lembur di kantor.

Untung sekali, kedua orangtuaku dan kedua mertuaku semuanya ada di Madiun. Keberadaan orang tuaku dan mertuaku dalam saat seperti ini terasa sangat meringankan bebanku, karena jadi ada yang jagain Shasa dan ada yang bantuin Shasa ngerjain PR sewaktu aku dan suamiku repot dengan pekerjaan kantor.

Waktu untuk Shasa terasa semakin sempit karena kemarin siang sewaktu aku di kantor suamiku memberi kabar bahwa dia dan 4 orang teman sekantornya harus mengikuti pendidikan di Surabaya. Walaupun diklatnya cuma 4 hari tapi tetap saja waktu yang diterima Shasa dari kedua orang tuanya jadi menurun drastis. Sebetulnya suamiku sudah mencoba meminta pengertian dari pimpinan di kantornya untuk dapat mengikuti pendidikan itu lain kali sewaktu aku tidak sedang repot dengan pekerjaan kantor, sehingga tetap ada yang jagain Shasa. Tetapi ternyata permintaan suamiku tidak dapat dipenuhi. Akhirnya..., mulai besok suamiku akan berada di Surabaya untuk mengikuti pendidikan itu.

Waktu untuk Shasa semakin mahal terasa akhir-akhir ini. Semoga saja Shasa mengerti bahwa walaupun waktu kami berkurang untuknya tetapi kasih sayang kami terhadapnya tidak berkurang sama sekali. Semoga lain kali kami punya waktu untuk "membayar" waktu yang tidak dapat kami lalui bersamanya.

Waktu untuk Shasa


Gambar diambil dari sini

Akhir-akhir ini waktuku untuk Shasa sedikit berkurang. Ada 2 penyebabnya, yang pertama adalah karena setelah Idul Fitri kemarin aku tidak lagi punya pembantu, sehingga kalau biasanya aku pulang kantor punya banyak waktu untuk Shasa, sekarang pulang kantor waktuku banyak yang terpakai untuk kugunakan membereskan pekerjaan rumah tangga.
Mungkin ada hikmahnya juga, karena Shasa lebih bisa mandiri dalam mengurusi dirinya sendiri.

Penyebab kedua adalah kesibukan di kantorku yang akhir-akhir ini semakin meningkat. Kondisi ini akan terus berlanjut dan akan semakin meningkat sampai akhir tahun ini. Mungkin malah semakin mendekati akhir tahun, waktuku akan lebih banyak kugunakan kerja lembur di kantor.

Untung sekali, kedua orangtuaku dan kedua mertuaku semuanya ada di Madiun. Keberadaan orang tuaku dan mertuaku dalam saat seperti ini terasa sangat meringankan bebanku, karena jadi ada yang jagain Shasa dan ada yang bantuin Shasa ngerjain PR sewaktu aku dan suamiku repot dengan pekerjaan kantor.

Waktu untuk Shasa terasa semakin sempit karena kemarin siang sewaktu aku di kantor suamiku memberi kabar bahwa dia dan 4 orang teman sekantornya harus mengikuti pendidikan di Surabaya. Walaupun diklatnya cuma 4 hari tapi tetap saja waktu yang diterima Shasa dari kedua orang tuanya jadi menurun drastis. Sebetulnya suamiku sudah mencoba meminta pengertian dari pimpinan di kantornya untuk dapat mengikuti pendidikan itu lain kali sewaktu aku tidak sedang repot dengan pekerjaan kantor, sehingga tetap ada yang jagain Shasa. Tetapi ternyata permintaan suamiku tidak dapat dipenuhi. Akhirnya..., mulai besok suamiku akan berada di Surabaya untuk mengikuti pendidikan itu.

Waktu untuk Shasa semakin mahal terasa akhir-akhir ini. Semoga saja Shasa mengerti bahwa walaupun waktu kami berkurang untuknya tetapi kasih sayang kami terhadapnya tidak berkurang sama sekali. Semoga lain kali kami punya waktu untuk "membayar" waktu yang tidak dapat kami lalui bersamanya.

Minggu, 02 November 2008

Pameran Buku

Hari Sabtu tanggal 1 November 2008 aku berencana ke Ponorogo untuk melihat Pesta Buku Murah. Rencananya aku dan suamiku akan berangkat ke Ponorogo setelah jemput Shasa pulang sekolah. Dan agar perjalanan kami ke Ponorogo lebih seru maka aku ngajak sahabatku, dik Nuke dan anaknya (Diva, 4 tahun) karena kebetulan suaminya dik Nuke juga sedang tidak di rumah karena sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Gambar diambil dari sini

Sebetulnya aku iri banget dengan Ponorogo, karena di Ponorogo sering sekali ada pameran buku. Seingatku setelah Idul Fitri 1429 H kemarin di Ponorogo juga baru saja menggelar Pameran Buku dan mulai tanggal 30 Oktober s/d 5 November 2008 ada Pameran Buku lagi. Hmmm..., di Madiun Kotaku tercinta kapan ya akan diadakan Pameran Buku ?

Akhirnya Shasa keluar dari kelasnya jam 10.15 WIB. Setelah ganti baju dan sepatu, kami segera menjemput dik Nuke dan Diva. Dengan berdasar petunjuk arah dari seorang teman yang kebetulan rumahnya di Ponorogo, akhirnya kami tidak mengalami kesulitan menemukan tempat diselenggarakannya Pesta Buku Murah.

Kami tidak membuang waktu lama untuk segera memasuki gedung tempat diselenggarakannya Pesta Buku Murah. Dan... sudah bisa ditebak, kami jadi lapar mata begitu melihat tumpukan buku di setiap sudut ruangan !! Rasanya pengen banget borong semua buku-buku keren yang ditawarkan itu. Tapi kali ini aku harus mengalah untuk tidak belanja banyak buku... karena ternyata Shasa-ku sudah memilih 12 buku untuk dibeli dan tidak mau ditawar-tawar lagi !!

Belum lagi suamiku yang kegirangan karena menemukan 2 buah buku. Yang pertama adalah buku yang dicari-carinya selama ini dan baru ketemu di Pameran Buku ini. Sedangkan buku yang kedua adalah sebuah buku bagus yang harganya dipotong sebanyak 30%. Sementara buku-buku lainnya hanya dapat diskon 10% - 20%. Sehingga, aku di pameran ini akhirnya memutuskan hanya membeli sebuah buku saja. Gigit jari deh ....
Padahal aku sampai bingung memilih buku apa yang hendak aku beli karena sebetulnya banyak buku yang ingin kubeli. Tapi hari ini adalah rejekinya Shasa karena dia yang membeli banyak buku.

Walau di pameran buku tidak lama (karena ruangannya sangat panas ditambah dengan pengunjung yang cukup padat) sehingga membuatku tidak bisa berlama-lama menikmati Pameran Buku. Selain itu... aku harus segera mengakhiri acara jalan-jalanku melihat-lihat buku karena Shasa-ku udah kelaparan.... !! Ya sudah ... akhirnya kami segera keluar dari gedung itu dan segera mencari tempat untuk makan.

Semoga pada Pameran Buku berikutnya aku akan lebih "beruntung" mendapatkan lebih banyak buku.

Pameran Buku

Hari Sabtu tanggal 1 November 2008 aku berencana ke Ponorogo untuk melihat Pesta Buku Murah. Rencananya aku dan suamiku akan berangkat ke Ponorogo setelah jemput Shasa pulang sekolah. Dan agar perjalanan kami ke Ponorogo lebih seru maka aku ngajak sahabatku, dik Nuke dan anaknya (Diva, 4 tahun) karena kebetulan suaminya dik Nuke juga sedang tidak di rumah karena sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Gambar diambil dari sini

Sebetulnya aku iri banget dengan Ponorogo, karena di Ponorogo sering sekali ada pameran buku. Seingatku setelah Idul Fitri 1429 H kemarin di Ponorogo juga baru saja menggelar Pameran Buku dan mulai tanggal 30 Oktober s/d 5 November 2008 ada Pameran Buku lagi. Hmmm..., di Madiun Kotaku tercinta kapan ya akan diadakan Pameran Buku ?

Akhirnya Shasa keluar dari kelasnya jam 10.15 WIB. Setelah ganti baju dan sepatu, kami segera menjemput dik Nuke dan Diva. Dengan berdasar petunjuk arah dari seorang teman yang kebetulan rumahnya di Ponorogo, akhirnya kami tidak mengalami kesulitan menemukan tempat diselenggarakannya Pesta Buku Murah.

Kami tidak membuang waktu lama untuk segera memasuki gedung tempat diselenggarakannya Pesta Buku Murah. Dan... sudah bisa ditebak, kami jadi lapar mata begitu melihat tumpukan buku di setiap sudut ruangan !! Rasanya pengen banget borong semua buku-buku keren yang ditawarkan itu. Tapi kali ini aku harus mengalah untuk tidak belanja banyak buku... karena ternyata Shasa-ku sudah memilih 12 buku untuk dibeli dan tidak mau ditawar-tawar lagi !!

Belum lagi suamiku yang kegirangan karena menemukan 2 buah buku. Yang pertama adalah buku yang dicari-carinya selama ini dan baru ketemu di Pameran Buku ini. Sedangkan buku yang kedua adalah sebuah buku bagus yang harganya dipotong sebanyak 30%. Sementara buku-buku lainnya hanya dapat diskon 10% - 20%. Sehingga, aku di pameran ini akhirnya memutuskan hanya membeli sebuah buku saja. Gigit jari deh ....
Padahal aku sampai bingung memilih buku apa yang hendak aku beli karena sebetulnya banyak buku yang ingin kubeli. Tapi hari ini adalah rejekinya Shasa karena dia yang membeli banyak buku.

Walau di pameran buku tidak lama (karena ruangannya sangat panas ditambah dengan pengunjung yang cukup padat) sehingga membuatku tidak bisa berlama-lama menikmati Pameran Buku. Selain itu... aku harus segera mengakhiri acara jalan-jalanku melihat-lihat buku karena Shasa-ku udah kelaparan.... !! Ya sudah ... akhirnya kami segera keluar dari gedung itu dan segera mencari tempat untuk makan.

Semoga pada Pameran Buku berikutnya aku akan lebih "beruntung" mendapatkan lebih banyak buku.

Selasa, 28 Oktober 2008

Kegiatan Baru Shasa



Hari ini Shasa punya kegiatan baru. Setelah dalam minggu kemarin dia bekerja keras untuk mempersiapkan diri menghadapi UTS dan lomba komputer serta speech contest, maka malam ini dia menyibukkan diri dengan kegiatan yang menyenangkan.


Setelah selesai mengerjakan PR sekolah dan belajar, Shasa mulai membuat gelang dari manik-manik yang dibelikan ayahnya. Rencananya Shasa akan mencoba untuk menawarkan gelang-gelang itu pada teman-teman sekolahnya. Tentu saja Shasa tidak akan menawarkan dengan harga tinggi karena niatnya hanya untuk belajar mencari uang sendiri. Gelang-gelang itu akan ditawarkan dengan harga mulai dari Rp. 1.500 s/d Rp. 2.500.

Tekun sekali dia membuat gelang-gelang itu, sampai-sampai jam tidur malamnya jadi molor. Malam ini ada kurang lebih 15 buah gelang yang akan dibawa ke sekolah besok. Semoga saja Shasa akan mendapat banyak manfaat dari kegiatannnya ini. Yang jelas dia sudah mulai memahami bahwa untuk mendapatkan uang tidak mudah, butuh usaha dan perjuangan. Tinggal besok Shasa akan mendapatkan wawasan baru bagaimana cara menarik minat teman-temannya untuk mau membeli gelang-gelangnya itu.

Sebetulnya saat Shasa kelas 2 tahun lalu, dia sudah pernah mencoba "bisnis" pertamanya lho. Saat itu Shasa menjual pembatas buku yang terbuat dari kertas kecil-kecil yang diberi gambar dan tulisan-tulisan motivasi plus hiasan pita kecil di atasnya. Untuk pembatas buku Shasa hanya menjualnya Rp. 500/lembar. Tapi untuk kegiatan itu, yang lebih banyak mengerjakan aku karena Shasa belum bisa mengerjakannya sendiri. Yang bisa dia lakukan untuk membantuku hanyalah memasang pita-pita kecil di ujung pembatas buku itu. Saat itu aku sempat kerepotan melayani pesanan teman-teman Shasa.

Kupikir setelah itu Shasa tidak punya ide lain untuk berbisnis, ternyata di kelas 3 ini Shasa punya bisnis baru hehehe... Semoga saja apa yang dilakukannya saat ini bisa menjadikan Shasa seorang entrepreneur sejati kelak. Amien...