Tampilkan postingan dengan label berita-ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita-ku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Juni 2010

Penghargaan untuk kotaku tercinta

Bertepatan dengan perayaan Hari Jadi ke-92 kotaku tercinta, ada kado yang sangat istimewa. Kado itu berupa Piala Adipura, Piala Wahana Tata Nugraha dan Sertifikat Calon Adiwiyata Tingkat Nasional. Penghargaan berupa Piala Adipura dan Sertifikat Calon Adiwiyata itu diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Selasa kemarin, tanggal 8 Juni 2010. Sementara Piala Wahana Tata Nugraha kabarnya baru akan diserahkan pada pertengahan bulan ini.

Alhamdulillah, pada tahun 2010 ini Madiun kembali berhasil mendapatkan Piala Adipura untuk keenam kalinya dalam kategori Kota Sedang. Piala Adipura adalah bentuk penghargaan yang diberikan untuk kota-kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementrian Negara Lingkungan Hidup.

Penilaian Adipura untuk kota-kota di Indonesia dibagi dalam 4 kategori yang berdasarkan jumlah penduduk, yaitu:
  • Kota Metropolitan (lebih dari 1 juta jiwa)
  • Kota Besar (500.001 - 1.000.000 jiwa)
  • Kota Sedang (100.001 - 500.000 jiwa)
  • Kota Kecil (sampai dengan 100.000 jiwa)
Sementara Adiwiyata adalah salah satu program dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup yang bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional. Program ini berupaya mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah dapat ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan yang negatif. Dalam mewujudkan Program Adiwiyata telah ditetapkan 4 (empat) indikator yaitu :
  1. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan
  2. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  3. Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif
  4. Pengembangan dan atau Pengelolaan Sarana Pendukung Sekolah Yang Ramah Lingkungan
Adapun bentuk penghargaan sebagai berikut:
  • Sertifikat untuk Calon Sekolah Adiwiyata diberikan bagi sekolah yang dapat memenuhi 4 indikator Adiwiyata di tahun pertama.
  • Trophy perak untuk Sekolah Adiwiyata diberikan bagi sekolah yang telah mengembangkan 4 indikator Adiwiyata di tahun kedua dan tahun ketiga.
  • Trophy emas untuk Sekolah Adiwiyata Mandiri dari Presiden RI diberikan bagi sekolah yang selama 3 tahun berturut-turut telah menunjukkan perkembangan kinerja 4 indikator Adiwiyata secara konsisten.
Pada tahun 2010 ini adalah kali pertama Kota Madiun menerima penghargaan itu, yang masih berupa Sertifikat Calon Adiwiyata Tingkat Nasional yang diterima oleh SMPN 7 Madiun. Semoga saja penerimaan Sertifikat Calon Adiwiyata ini dapat mendorong Kota Madiun, khususnya sekolah-sekolah, untuk mampu meraih penghargaan Adiwiyata maupun Adiwiyata Mandiri di tahun-tahun yang akan datang.

Hari ini, Rabu 9 Juni 2010 dilaksanakan upacara penyerahan Piala Adipura dan Sertifikat Calon Adiwiyata dari Walikota Madiun kepada Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Kepala SMPN 7 Madiun. Selanjutnya Piala Adipura dan Sertifikat Calon Adiwiyata itu dikirab keliling Kota Madiun.

Keberhasilan Kota Madiun tahun ini juga diikuti oleh kota-kota lainnya di Jawa Timur. Bahkan Provinsi Jawa Timur mengukuhkan diri sebagai provinsi dengan penghargaan lingkungan hidup terbanyak tahun 2010, dengan rincian : 31 piala Adipura, dua piagam Adipura, empat Kalpataru. Sementara itu, dari total 129 penghargaan Adiwiyata yang diperebutkan secara nasional, sebanyak 42 sekolah di Jatim mendapatkan 42 penghargaan dengan perincian : 14 sekolah calon Adiwiyata, 19 sekolah Adiwiyata, dan 9 sekolah Adiwiyata mandiri.

Semoga kotaku semakin bersih di tahun-tahun yang akan datang. Amin.

*dari berbagai sumber*


Sabtu, 29 Mei 2010

Ada perayaan lagi...

Tak lama lagi Pemerintah Kota Madiun akan merayakan Hari Jadinya yang ke-92. Sebenarnya perayaan hari jadi itu tepat tanggal 20 Juni 2010, namun karena tanggal itu bertepatan dengan hari Minggu maka upacara untuk memperingatinya dijadwalkan akan dilangsungkan pada tanggal 21 Juni 2010. Seperti biasa, upacara itu akan dilaksanakan di halaman depan Balaikota Madiun.

Untuk merayakannya serangkaian acara dan kegiatan telah dilaksanakan mulai bulan Mei 2010 ini sampai dengan 3 Juli nanti. Berbagai kegiatan telah dijadwal dalam rentang waktu itu. Dalam bidang kesehatan digelar kegiatan yang antara lain meliputi : senam lansia, bulutangkis, futsal, sepakbola, sepeda santai dan jalan sehat. Di bidang pelayanan akan diselenggarakan pelayanan kesehatan gratis, pelayanan KB gratis, pelayanan akte kelahiran, KK serta KTP gratis.

Bakti sosial pun dilakukan dalam bentuk nikah massal dan khitanan massal. Sementara yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat adalah yang menyangkut seni budaya. Direncanakan akan digelar berbagai kegiatan kesenian antara lain : Reog, Wayang kulit, Ludruk, Ketoprak, Campursari, Pentas Musik dan tak lupa acara Dangdut.

logo hari jadi Pemerintahan Kota Madiun

Sebenarnya masih banyak kegiatan lainnya, tapi dari sekian banyak kegiatan yang direncanakan itu, aku tertarik pada 5 kegiatan saja. Ada 3 kegiatan yang menarik perhatianku karena ada kaitannya dengan Shasa, yaitu : Bazaar mainan anak-anak, lomba telling strory dan pawai budaya. Sementara 2 kegiatan lain yang menarik minatku sendiri adalah : pelatihan resensi buku dan ..... pagelaran musik "Ungu"...!

Untuk pawai budaya, aku yakin kalau sekolahnya Shasa pasti ambil bagian dalam kegiatan itu dan akan menampilkan drumband-nya. Dan Shasa pasti akan ikut karena dia anggota kelompok drumband sekolahnya. Jadi tak sabar menunggu kelima kegiatan yang aku tunggu-tunggu itu.

Kamis, 27 Mei 2010

Peringatan Hari Jadi Ke-92 Kota Madiun

Tak lama lagi Pemerintah Kota Madiun akan merayakan Hari Jadinya yang ke-92. Sebenarnya perayaan hari jadi itu tepat tanggal 20 Juni 2010, namun karena tanggal itu bertepatan dengan hari Minggu maka upacara untuk memperingatinya dijadwalkan akan dilangsungkan pada tanggal 21 Juni 2010. Seperti biasa, upacara itu akan dilaksanakan di halaman depan Balaikota Madiun.

Untuk merayakannya serangkaian acara dan kegiatan telah dilaksanakan mulai bulan Mei 2010 ini sampai dengan 3 Juli nanti. Berbagai kegiatan telah dijadwal dalam rentang waktu itu. Dalam bidang kesehatan digelar kegiatan yang antara lain meliputi : senam lansia, bulutangkis, futsal, sepakbola, sepeda santai dan jalan sehat. Di bidang pelayanan akan diselenggarakan pelayanan kesehatan gratis, pelayanan KB gratis, pelayanan akte kelahiran, KK serta KTP gratis.

Bakti sosial pun dilakukan dalam bentuk nikah massal dan khitanan massal. Sementara yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat adalah yang menyangkut seni budaya. Direncanakan akan digelar berbagai kegiatan kesenian antara lain : Reog, Wayang kulit, Ludruk, Ketoprak, Campursari, Pentas Musik dan tak lupa acara Dangdut.

logo hari jadi Pemerintahan Kota Madiun

Sebenarnya masih banyak kegiatan lainnya, tapi dari sekian banyak kegiatan yang direncanakan itu, aku tertarik pada 5 kegiatan saja. Ada 3 kegiatan yang menarik perhatianku karena ada kaitannya dengan Shasa, yaitu : Bazaar mainan anak-anak, lomba telling strory dan pawai budaya. Sementara 2 kegiatan lain yang menarik minatku sendiri adalah : pelatihan resensi buku dan ..... pagelaran musik "Ungu"...!

Untuk pawai budaya, aku yakin kalau sekolahnya Shasa pasti ambil bagian dalam kegiatan itu dan akan menampilkan drumband-nya. Dan Shasa pasti akan ikut karena dia anggota kelompok drumband sekolahnya. Jadi tak sabar menunggu kelima kegiatan yang aku tunggu-tunggu itu.

Selasa, 25 Mei 2010

Beasiswa

Minggu kemarin, di Tempo Interaktif ada berita yang menarik perhatianku. Seorang pembina di Yayasan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), Hendra Kwee (30 tahun) diberitakan mendapatkan pengalaman yang menyesakkan dada pada tahun lalu. Hal itu dialaminya pada saat dia bermaksud membantu anak didiknya di TOFI (yang menjadi jawara Olimpiade Fisika di tingkat Asia) agar mendapatkan beasiswa di ITB. Ternyata, prestasi anak didiknya itu tak serta merta menjadi jaminan bisa menikmati beasiswa untuk bisa menuntut ilmu di perguruan tinggi terbaik di negeri ini.

Saat Hendra menyampaikan maksudnya, seorang pejabat di Kementrian Pendidikan Nasional meminta agar anak tersebut masuk kuliah dulu, setelah itu baru mengajukan beasiswa. Menurut salah seorang pejabat dalam Kementrian Pendidikan Nasional, pemberian beasiswa di Tanah Air harus melalui prosedur yang ada. Hal itu dilakukan karena Pemerintah tak mau kecolongan. Sebab, ada kalanya terjadi si penerima beasiswa ternyata kuliah di kampus lain, atau bahkan tidak mengikuti kuliah sementara uang telah digelontorkan. Padahal uang beasiswa itu adalah uang negara sehingga harus bisa dipertanggungjawabkan.

Bagi Hendra, doktor fisika dari College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat, 'penolakan' dari Kementrian Pendidikan Nasional itu terasa sangat menyakitkan. Dia merasa prestasi anak didiknya tak dihargai. Ia tak habis mengerti, seorang peraih medali emas kompetisi pelajar tingkat Asia, yang sudah mengharumkan nama negara, harus berjuang sendiri untuk bisa kuliah di dalam negeri. Apalagi mengingat betapa mahalnya biaya pendidikan di Tanah Air dan selain itu tak semua anak-anak yang berprestasi dan cemerlang itu berlatar belakang sosial ekonomi yang cukup. Bahkan bukan tak mungkin jika para jawara dalam olimpiade itu bisa saja tak mampu melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi hanya gara-gara terkendala biaya. Jika untuk mendaftarkan diri ke PTN saja sudah tak ada biaya, bagaimana mereka bisa menjalani perkuliahan sebelum mereka bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa ? Padahal menurut Hendra, di universitas luar negeri manapun beasiswa akan diberikan sejak murid itu mendaftar.


Sementara pengalaman Hendra saat kuliah di ITB 13 tahun yang lalu memberinya pemahaman yang berbeda tentang beasiswa di Tanah Air. Dia melihat, para penerima beasiswa di Tanah Air tak lantas bisa tenang karena mereka harus berutang kanan-kiri sebelum uang beasiswa cair. Biasanya pencairan beasiswa itu molor lima bulan. Pengalaman temannya itulah yang membuat Hendra tak tertarik mengurus beasiswa untuk dirinya sendiri, meskipun ia adalah jawara olimpiade fisika pada 1996.

Kondisi-kondisi seperti itu yang membuat Winson Tanputraman, 17 tahun, peraih medali emas Olimpiade Fisika tingkat Asia di Thailand tahun 2009 mengambil keputusan untuk masa depannya. Dia lebih memilih mengajukan beasiswa dan kuliah di National University of Singapore mulai Juni nanti. Menurutnya, semua biaya kuliah dan biaya hidupnya sudah ditanggung oleh kampus itu.

Ketua Yayasan TOFI Profesor Yohanes Surya mengaku terpaksa tak lagi mencampuri keikutsertaan Indonesia dalam Olimpiade Fisika tingkat internasional tahun depan. Yohanes terpaksa hanya bisa mengikutkan anak didiknya di olimpiade tingkat Asia. Menurut pengakuan Yohanes, selama ini dana dari pemerintah tidak selalu tersedia dan kegiatan TOFI lebih banyak didanai oleh sponsor.

Mau tak mau, berita di atas membuatku miris. Aku merasa gelisah, membayangkan Indonesia kehilangan aset yang berharga di masa yang akan datang. Jika anak-anak cemerlang dari Tanah Air lebih diterima dan diakomodir kebutuhannya oleh negara lain, maka tak akan menuntut kemungkinan jika setelah mereka lulus maka kepandaian mereka akan dimanfaatkan oleh negara-negara itu. Seperti BJ Habibie..., yang kepandaiannya lebih diakui di Jerman daripada di Indonesia.

Sementara yang aku tahu Yohannes Surya sendiri telah mengorbankan kehidupannya yang mapan di USA, dan memilih tinggal di Tanah Air demi cita-cita untuk memajukan generasi muda. Bahkan, hanya agar tak tergoda untuk kembali pada kemapanan hidup di USA, Greencard yang dimilikinya terpaksa dihancurkannya.

Tak sedikit upaya yang telah dilakukan oleh Yohannes Surya dalam beberapa tahun ini. Telah banyak bibit unggul dari daerah yang berhasil dalam pembinaannya, bahkan pelajar-pelajar dari Papua bisa menunjukkan kecemerlangan mereka setelah mereka dibina olehnya, meskipun mereka berlatar belakang kehidupan yang miskin. Berkat tangan dinginnya, nama Indonesia telah berkibar dalam berbagai ajang olimpiade fisika. Sayang sekali, jika ternyata semua yang dilakukannya itu kemudian sia-sia...

Sekedar informasi, bahwa alokasi dana beasiswa Kementerian Pendidikan Nasional tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun. Dana itu direncanakan untuk membiayai lebih dari 3 juta siswa dan mahasiswa kurang mampu. Selain itu kementerian juga telah menyiapkan Program Beasiswa Bidik Misi sebesar Rp 200 miliar untuk 20 ribu mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Semoga saja beasiswa itu mampu membuat masa depan generasi muda yang semula tampak gelap menjadi terang benderang. Semoga saja beasiswa itu membuka harapan yang semula layu termakan ketiadaan biaya.Amin.


*dari berbagai sumber*

Beasiswa

Minggu kemarin, di Tempo Interaktif ada berita yang menarik perhatianku. Seorang pembina di Yayasan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), Hendra Kwee (30 tahun) diberitakan mendapatkan pengalaman yang menyesakkan dada pada tahun lalu. Hal itu dialaminya pada saat dia bermaksud membantu anak didiknya di TOFI (yang menjadi jawara Olimpiade Fisika di tingkat Asia) agar mendapatkan beasiswa di ITB. Ternyata, prestasi anak didiknya itu tak serta merta menjadi jaminan bisa menikmati beasiswa untuk bisa menuntut ilmu di perguruan tinggi terbaik di negeri ini.

Saat Hendra menyampaikan maksudnya, seorang pejabat di Kementrian Pendidikan Nasional meminta agar anak tersebut masuk kuliah dulu, setelah itu baru mengajukan beasiswa. Menurut salah seorang pejabat dalam Kementrian Pendidikan Nasional, pemberian beasiswa di Tanah Air harus melalui prosedur yang ada. Hal itu dilakukan karena Pemerintah tak mau kecolongan. Sebab, ada kalanya terjadi si penerima beasiswa ternyata kuliah di kampus lain, atau bahkan tidak mengikuti kuliah sementara uang telah digelontorkan. Padahal uang beasiswa itu adalah uang negara sehingga harus bisa dipertanggungjawabkan.

Bagi Hendra, doktor fisika dari College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat, 'penolakan' dari Kementrian Pendidikan Nasional itu terasa sangat menyakitkan. Dia merasa prestasi anak didiknya tak dihargai. Ia tak habis mengerti, seorang peraih medali emas kompetisi pelajar tingkat Asia, yang sudah mengharumkan nama negara, harus berjuang sendiri untuk bisa kuliah di dalam negeri. Apalagi mengingat betapa mahalnya biaya pendidikan di Tanah Air dan selain itu tak semua anak-anak yang berprestasi dan cemerlang itu berlatar belakang sosial ekonomi yang cukup. Bahkan bukan tak mungkin jika para jawara dalam olimpiade itu bisa saja tak mampu melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi hanya gara-gara terkendala biaya. Jika untuk mendaftarkan diri ke PTN saja sudah tak ada biaya, bagaimana mereka bisa menjalani perkuliahan sebelum mereka bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa ? Padahal menurut Hendra, di universitas luar negeri manapun beasiswa akan diberikan sejak murid itu mendaftar.


Sementara pengalaman Hendra saat kuliah di ITB 13 tahun yang lalu memberinya pemahaman yang berbeda tentang beasiswa di Tanah Air. Dia melihat, para penerima beasiswa di Tanah Air tak lantas bisa tenang karena mereka harus berutang kanan-kiri sebelum uang beasiswa cair. Biasanya pencairan beasiswa itu molor lima bulan. Pengalaman temannya itulah yang membuat Hendra tak tertarik mengurus beasiswa untuk dirinya sendiri, meskipun ia adalah jawara olimpiade fisika pada 1996.

Kondisi-kondisi seperti itu yang membuat Winson Tanputraman, 17 tahun, peraih medali emas Olimpiade Fisika tingkat Asia di Thailand tahun 2009 mengambil keputusan untuk masa depannya. Dia lebih memilih mengajukan beasiswa dan kuliah di National University of Singapore mulai Juni nanti. Menurutnya, semua biaya kuliah dan biaya hidupnya sudah ditanggung oleh kampus itu.

Ketua Yayasan TOFI Profesor Yohanes Surya mengaku terpaksa tak lagi mencampuri keikutsertaan Indonesia dalam Olimpiade Fisika tingkat internasional tahun depan. Yohanes terpaksa hanya bisa mengikutkan anak didiknya di olimpiade tingkat Asia. Menurut pengakuan Yohanes, selama ini dana dari pemerintah tidak selalu tersedia dan kegiatan TOFI lebih banyak didanai oleh sponsor.

Mau tak mau, berita di atas membuatku miris. Aku merasa gelisah, membayangkan Indonesia kehilangan aset yang berharga di masa yang akan datang. Jika anak-anak cemerlang dari Tanah Air lebih diterima dan diakomodir kebutuhannya oleh negara lain, maka tak akan menuntut kemungkinan jika setelah mereka lulus maka kepandaian mereka akan dimanfaatkan oleh negara-negara itu. Seperti BJ Habibie..., yang kepandaiannya lebih diakui di Jerman daripada di Indonesia.

Sementara yang aku tahu Yohannes Surya sendiri telah mengorbankan kehidupannya yang mapan di USA, dan memilih tinggal di Tanah Air demi cita-cita untuk memajukan generasi muda. Bahkan, hanya agar tak tergoda untuk kembali pada kemapanan hidup di USA, Greencard yang dimilikinya terpaksa dihancurkannya.

Tak sedikit upaya yang telah dilakukan oleh Yohannes Surya dalam beberapa tahun ini. Telah banyak bibit unggul dari daerah yang berhasil dalam pembinaannya, bahkan pelajar-pelajar dari Papua bisa menunjukkan kecemerlangan mereka setelah mereka dibina olehnya, meskipun mereka berlatar belakang kehidupan yang miskin. Berkat tangan dinginnya, nama Indonesia telah berkibar dalam berbagai ajang olimpiade fisika. Sayang sekali, jika ternyata semua yang dilakukannya itu kemudian sia-sia...

Sekedar informasi, bahwa alokasi dana beasiswa Kementerian Pendidikan Nasional tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun. Dana itu direncanakan untuk membiayai lebih dari 3 juta siswa dan mahasiswa kurang mampu. Selain itu kementerian juga telah menyiapkan Program Beasiswa Bidik Misi sebesar Rp 200 miliar untuk 20 ribu mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Semoga saja beasiswa itu mampu membuat masa depan generasi muda yang semula tampak gelap menjadi terang benderang. Semoga saja beasiswa itu membuka harapan yang semula layu termakan ketiadaan biaya.Amin.


*dari berbagai sumber*

Belajar demokrasi, belajar politik

Sobat.., aku adalah orang awam yang kurang paham tentang hiruk pikuk politik di negeri yang sedang belajar demokrasi ini. Aku tak punya tokoh politik dan partai politik favorit. Aku bahkan tak hafal dengan nama-nama partai politik yang ada di Indonesia dewasa ini. Semua itu terus terang menjadi kendala terbesarku saat Pilpres beberapa tahun yang lalu.... :D

Satu hal yang membuatku kurang suka dengan politik karena dalam gambaranku politik itu ruwet bin njlimet. Apalagi ditambah dengan berita-berita tentang perebutan kekuasaan yang melibatkan politik uang. Atau munculnya kebijakan-kebijakan politis yang seringkali tak berpihak pada rakyat kecil. Dan... masih banyak lagi contoh-contoh yang membuatku tak nyaman bersinggungan dengan politik.

Namun, Minggu kemarin ada sesuatu yang baru. Dalam Kongres II Partai Demokrat di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Jawa Barat telah dilakukan pemilihan ketua umum baru Partai Demokrat periode 2010-2015. Hasil dari pemilihan itu, Anas Urbaningrum terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat pemilihan suara terbanyak (voting) dua putaran, setelah mengalahkan dua calon lainnya, yaitu : Marzuki Ali dan Andi Mallarangeng.

Anas Urbaningrum menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, partai pemenang Pemilu 2009, untuk menggantikan Ketua Umum sebelumnya yang dipegang oleh Hadi Utomo. Dalam usia yang relatif muda (41 tahun), Anas telah sukses mencapai posisi tertinggi di partai terbesar di negeri ini.

foto diculik dari sini

Dari berbagai sumber aku dapatkan bahwa pemilihan ketua partai terbesar di Indonesia itu berjalan dengan demokratis. Tak terdengar ada politik uang di balik kemenangan Anas Urbaningrum. Kemenangan Anas telah membawa Partai Demokrat mendapatkan 'tokoh baru' selain SBY. Tak ada kabar tentang pertikaian di dalam tubuh partai atas kemenangan Anas. Pihak2 yang bersaing meraih jabatan Ketua Umum partai tersebut bisa legowo atas hasil pemilihan . Mereka bisa saling berangkulan setelah ketua umum terpilih diumumkan. Bahkan Anas pun tak lantas jumawa atas kemenangannya, dan dia  meminta dukungan seluruh kader Partai Demokrat untuk bersama-sama membangun Partai Demokrat menjadi lebih baik dan lebih besar.

Pemilihan ketua partai terbesar di Indonesia  yang dapat berjalan dengan demokratis tanpa ada keributan itu mau tak mau sedikit menghapus rasa getir yang aku rasakan atas berita-berita perebutan kekuasaan dengan cara-cara yang tidak sehat. Setidaknya, kali ini aku dapat belajar tentang arti demokrasi sekaligus belajar [tentang tokoh] politik.

*dari berbagai sumber*
To : Bang Iwan dan Kang Enes... aku tak jadi menuliskan biografi AU... malah jadinya seperti ini  :D

Belajar demokrasi, belajar politik

Sobat.., aku adalah orang awam yang kurang paham tentang hiruk pikuk politik di negeri yang sedang belajar demokrasi ini. Aku tak punya tokoh politik dan partai politik favorit. Aku bahkan tak hafal dengan nama-nama partai politik yang ada di Indonesia dewasa ini. Semua itu terus terang menjadi kendala terbesarku saat Pilpres beberapa tahun yang lalu.... :D

Satu hal yang membuatku kurang suka dengan politik karena dalam gambaranku politik itu ruwet bin njlimet. Apalagi ditambah dengan berita-berita tentang perebutan kekuasaan yang melibatkan politik uang. Atau munculnya kebijakan-kebijakan politis yang seringkali tak berpihak pada rakyat kecil. Dan... masih banyak lagi contoh-contoh yang membuatku tak nyaman bersinggungan dengan politik.

Namun, Minggu kemarin ada sesuatu yang baru. Dalam Kongres II Partai Demokrat di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Jawa Barat telah dilakukan pemilihan ketua umum baru Partai Demokrat periode 2010-2015. Hasil dari pemilihan itu, Anas Urbaningrum terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat pemilihan suara terbanyak (voting) dua putaran, setelah mengalahkan dua calon lainnya, yaitu : Marzuki Ali dan Andi Mallarangeng.

Anas Urbaningrum menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, partai pemenang Pemilu 2009, untuk menggantikan Ketua Umum sebelumnya yang dipegang oleh Hadi Utomo. Dalam usia yang relatif muda (41 tahun), Anas telah sukses mencapai posisi tertinggi di partai terbesar di negeri ini.

foto diculik dari sini

Dari berbagai sumber aku dapatkan bahwa pemilihan ketua partai terbesar di Indonesia itu berjalan dengan demokratis. Tak terdengar ada politik uang di balik kemenangan Anas Urbaningrum. Kemenangan Anas telah membawa Partai Demokrat mendapatkan 'tokoh baru' selain SBY. Tak ada kabar tentang pertikaian di dalam tubuh partai atas kemenangan Anas. Pihak2 yang bersaing meraih jabatan Ketua Umum partai tersebut bisa legowo atas hasil pemilihan . Mereka bisa saling berangkulan setelah ketua umum terpilih diumumkan. Bahkan Anas pun tak lantas jumawa atas kemenangannya, dan dia  meminta dukungan seluruh kader Partai Demokrat untuk bersama-sama membangun Partai Demokrat menjadi lebih baik dan lebih besar.

Pemilihan ketua partai terbesar di Indonesia  yang dapat berjalan dengan demokratis tanpa ada keributan itu mau tak mau sedikit menghapus rasa getir yang aku rasakan atas berita-berita perebutan kekuasaan dengan cara-cara yang tidak sehat. Setidaknya, kali ini aku dapat belajar tentang arti demokrasi sekaligus belajar [tentang tokoh] politik.

*dari berbagai sumber*
To : Bang Iwan dan Kang Enes... aku tak jadi menuliskan biografi AU... malah jadinya seperti ini  :D

Minggu, 23 Mei 2010

Penderita atresia billier itu berpulang

Ramdan Aldiel Syahputra (3,5) yang telah berganti nama menjadi Slamet Hadi Syahputra, penderita atresia billier atau tidak berfungsinya kelenjar empedu akhirnya meninggal dunia Minggu (23 Mei 2010) dini hari. Putra tak mampu melalui masa kritis dan meninggal karena kegagalan fungsi organ yang dipicu infeksi di paru-paru. Akibatnya, paru-paru tidak bisa menyerap oksigen dengan baik.

Putra telah sukses menjalani pencangkokan hati pertama di Indonesia yang dilakukan RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Sabtu (24 April 2010) yang lalu. Hati Putra yang telah mendapatkan cangkok hati dari 20 persen hati ibunya, Sulistyowati sebenarnya telah berkembang dengan baik. Namun Putra terus didera persoalan pada organ lainnya seperti pendarahan otak dan saluran pencernaan. Dan sejak itu, Putra telah menjalani operasi sebanyak tujuh hingga akhirnya infeksi paru merenggut nyawanya.

Ketua Tim Teknis Cangkok Hati RSUD dr Soetomo, dr Poerwadi SpBA, mengatakan bakteri yang menginfeksi paru-paru Putra sudah masuk ke dalam darah. Meski ruang perawatan sudah diupayakan sangat steril, kemungkinan bakteri masuk masih ada. ’’Dengan operasi sebanyak itu, transfusi sekian banyak, kemungkinan itu terbuka. Bisa jadi juga bakteri tumbuh dari dalam ususnya sendiri," ujarnya.

Sebenarnya setelah mendapatkan transplantasi hati dari ibu kandungnya, kondisi Putra selalu naik-turun. Suatu ketika Putra berada dalam kondisi yang cukup baik, saat itulah orang tua dan tim dokter bersepakat untuk mengganti namanya. Namun rupanya Tuhan berkehendak lain, setelah berbagai upaya yang dilakukan orangtuanya dan semua pihak, akhirnya bocah yang berasal dari Trenggalek itupun kembali kepada Sang Pencipta.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf sempat melayat Putra di ruang Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSU dr Soetomo pagi tadi. Gus Ipul mengatakan bahwa proses pemakaman Putra di kampung halamannya ditanggung Pemprov Jatim melalui RSU Dr Soetomo. 

Begitulah, manusia berusaha tapi Tuhanlah yang menentukan segalanya. Mungkin memang inilah yang terbaik untuk semuanya. Semoga keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Selamat jalan Putra....

*dari berbagai sumber*

Penderita atresia billier itu berpulang

Ramdan Aldiel Syahputra (3,5) yang telah berganti nama menjadi Slamet Hadi Syahputra, penderita atresia billier atau tidak berfungsinya kelenjar empedu akhirnya meninggal dunia Minggu (23 Mei 2010) dini hari. Putra tak mampu melalui masa kritis dan meninggal karena kegagalan fungsi organ yang dipicu infeksi di paru-paru. Akibatnya, paru-paru tidak bisa menyerap oksigen dengan baik.

Putra telah sukses menjalani pencangkokan hati pertama di Indonesia yang dilakukan RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Sabtu (24 April 2010) yang lalu. Hati Putra yang telah mendapatkan cangkok hati dari 20 persen hati ibunya, Sulistyowati sebenarnya telah berkembang dengan baik. Namun Putra terus didera persoalan pada organ lainnya seperti pendarahan otak dan saluran pencernaan. Dan sejak itu, Putra telah menjalani operasi sebanyak tujuh hingga akhirnya infeksi paru merenggut nyawanya.

Ketua Tim Teknis Cangkok Hati RSUD dr Soetomo, dr Poerwadi SpBA, mengatakan bakteri yang menginfeksi paru-paru Putra sudah masuk ke dalam darah. Meski ruang perawatan sudah diupayakan sangat steril, kemungkinan bakteri masuk masih ada. ’’Dengan operasi sebanyak itu, transfusi sekian banyak, kemungkinan itu terbuka. Bisa jadi juga bakteri tumbuh dari dalam ususnya sendiri," ujarnya.

Sebenarnya setelah mendapatkan transplantasi hati dari ibu kandungnya, kondisi Putra selalu naik-turun. Suatu ketika Putra berada dalam kondisi yang cukup baik, saat itulah orang tua dan tim dokter bersepakat untuk mengganti namanya. Namun rupanya Tuhan berkehendak lain, setelah berbagai upaya yang dilakukan orangtuanya dan semua pihak, akhirnya bocah yang berasal dari Trenggalek itupun kembali kepada Sang Pencipta.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf sempat melayat Putra di ruang Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSU dr Soetomo pagi tadi. Gus Ipul mengatakan bahwa proses pemakaman Putra di kampung halamannya ditanggung Pemprov Jatim melalui RSU Dr Soetomo. 

Begitulah, manusia berusaha tapi Tuhanlah yang menentukan segalanya. Mungkin memang inilah yang terbaik untuk semuanya. Semoga keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Selamat jalan Putra....

*dari berbagai sumber*

Senin, 03 Mei 2010

Pendidikan Karakter dan Siswa Berprestasi

Hari Pendidikan Nasional tahun 2010 ini mengambil tema “Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa”. Apakah yang dimaksud dengan karakter itu ? Karakter dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk secara bebas mengatasi keterbatasan kondisi yang dihadapinya.

Mengapa pendidikan karakter perlu ? Karena, melalui pendidikan karakter anak didik dilatih untuk mengenali keterbatasan diri, potensi-potensi, serta kemungkinan-kemungkinan bagi perkembangan dirinya. Menurut Pengamat sosial-ekonomi Drs. Kresnayana Yahya, M.Sc., anak didik perlu dibekali dengan pendidikan karakter, di antaranya mereka harus dapat aktif beradaptasi, berani mengambil keputusan, belajar bertanggung jawab, fokus dalam satu ketrampilan, dan sebagainya.

Orang yang berkarakter kuat akan mampu membangun dan merancang masa depannya sendiri. Ia tidak mau dikuasai oleh kondisi yang dapat menghambat pertumbuhannya. Karakter yang berkualitas adalah sebuah respon yang sudah teruji berkali-kali dan telah menghasilkan kemenangan. Seseorang yang berkali-kali melewati kesulitan dengan kemenangan akan memiliki kualitas yang baik. Tidak ada kualitas yang tidak diuji dan jika seseorang berhasil melewatinya, bukan hanya sekali tapi berkali-kali, maka kita akan memiliki kualitas tersebut.

Oleh karena itulah, guna menghadapi tantangan masa depan, pendidikan karakter akan jauh lebih penting dibanding pendidikan (keahlian). Pendidikan karakter lebih cocok untuk masa depan karena tak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan, karena peluang masa depan tidak sama dengan sekarang. Maka, jika generasi muda sudah memiliki karakter yang kuat mereka pasti siap menyongsong perubahan yang ada di depan mereka.

Anak-anak yang telah membangun karakternya akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berhasil. Oleh karena itulah, seiring dengan tema Hari Pendidikan Nasional 2010 ini Pemerintah Kota Madiun memberikan penghargaan kepada siswa-siswa berprestasi dan juga sekolah berprestasi di tahun 2010. 

Daftar siswa berprestasi yang mendapat penghargaan adalah :
  1. Aditya Yanuar Dwi Praditya  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara I Lomba CNC Milling pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  2. Andik Fathur Rokim  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara I Lomba Fisika Terapan pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  3. Kunto Arief Wibowo  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara III Lomba Debat Bahasa Inggris Klp. Teknologi pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  4. Muhamad Vista Nurhasan  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara III Lomba Debat Bahasa Inggris Klp. Teknologi pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010  
  5. Nanda Firsta Perdamenta  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara III Lomba Debat Bahasa Inggris Klp. Teknologi pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  6. Agung Eko Wahyu Saputro  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara Harapan I Lomba Mobile Robotic pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  7. Nanang Warihandoko  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara Harapan I Lomba Mobile Robotic pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  8. Hapid Yusuf  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara Harapan I Lomba Industrial Control pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  9. Rima Melati  (SMKN 3 Madiun)  -->  Juara I Lomba Chemistry pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  10. Luthfi Hanifah  (SMKN 4 Madiun)  -->  Juara III Lomba Restaurant Service pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  11. Deby Kumalasari  (SMKN 4 Madiun)  -->  Juara II Lomba Debat Bahasa Inggris Klp. Pariwisata pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  12. Yovy Kurniawati   (SMKN 4 Madiun)  -->  Juara II Lomba Debat Bahasa Inggris Klp. Pariwisata pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  13. Wanda Ayu Permata Putri  (SMKN 4 Madiun)  -->  Juara II Lomba Debat Bahasa Inggris Klp. Pariwisata pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  14. Saukhi Abdul Rahman  (SMPN 2)  -->  Juara III Matematika Tingkat Nasional RSBI
  15. Akbar Ardan  (SDN Madiun Lor 2)  -->  Lomba Renang Juara II Gaya Bebas Dada 100 meter putra
  16. Arsina Yumarianin P. (SDN Mojorejo 2)  -->  Lomba Renang Juara II Gaya Dada Kupu-kupu 100 meter putri
  17. Zulfa Majidah  (TK Pembina)  -->  Lomba Melukis Peringkat IV se Jawa Timur
  18. Leona Tiara Samudra  (TK Mitra Harapan)  -->  Lomba Menyanyi Peringkat II se Jawa Timur
Daftar prestasi yang diperoleh oleh sekolah pada tahun 2010 adalah sebagai berikut :
  • Nilai Ujian Nasional rata-rata tertinggi se-Jawa TImur diraih oleh SMK Bina Farma Madiun
  • Juara I Lomba Lingkungan Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Jawa Timur diraih oleh SMPN 7 Madiun
  • Juara Harapan I Lomba Lingkungan Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Jawa Timur diraih oleh SMKN 3 Madiun
  • Juara Adhiwiyata Tingkat I Jawa Timur diraih oleh SMPN 7 Madiun 
  • Masuk 6 besar Lomba Gugus TK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010 atas nama Gugus II Kec. Manguharjo dengan TK Inti (TK Bhayangkari 53) dan TK Imbas adalah TK YWKA dan TK Rejoagung.
Semoga akan lebih banyak lagi prestasi yang diraih dari dunia pendidikan di Kota Madiun, baik itu lewat siswa-siswi maupun dari guru-guru dan sekolahnya. Amin.


Pendidikan Karakter dan Siswa Berprestasi

Hari Pendidikan Nasional tahun 2010 ini mengambil tema “Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa”. Apakah yang dimaksud dengan karakter itu ? Karakter dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk secara bebas mengatasi keterbatasan kondisi yang dihadapinya.

Mengapa pendidikan karakter perlu ? Karena, melalui pendidikan karakter anak didik dilatih untuk mengenali keterbatasan diri, potensi-potensi, serta kemungkinan-kemungkinan bagi perkembangan dirinya. Menurut Pengamat sosial-ekonomi Drs. Kresnayana Yahya, M.Sc., anak didik perlu dibekali dengan pendidikan karakter, di antaranya mereka harus dapat aktif beradaptasi, berani mengambil keputusan, belajar bertanggung jawab, fokus dalam satu ketrampilan, dan sebagainya.

Orang yang berkarakter kuat akan mampu membangun dan merancang masa depannya sendiri. Ia tidak mau dikuasai oleh kondisi yang dapat menghambat pertumbuhannya. Karakter yang berkualitas adalah sebuah respon yang sudah teruji berkali-kali dan telah menghasilkan kemenangan. Seseorang yang berkali-kali melewati kesulitan dengan kemenangan akan memiliki kualitas yang baik. Tidak ada kualitas yang tidak diuji dan jika seseorang berhasil melewatinya, bukan hanya sekali tapi berkali-kali, maka kita akan memiliki kualitas tersebut.

Oleh karena itulah, guna menghadapi tantangan masa depan, pendidikan karakter akan jauh lebih penting dibanding pendidikan (keahlian). Pendidikan karakter lebih cocok untuk masa depan karena tak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan, karena peluang masa depan tidak sama dengan sekarang. Maka, jika generasi muda sudah memiliki karakter yang kuat mereka pasti siap menyongsong perubahan yang ada di depan mereka.

Anak-anak yang telah membangun karakternya akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berhasil. Oleh karena itulah, seiring dengan tema Hari Pendidikan Nasional 2010 ini Pemerintah Kota Madiun memberikan penghargaan kepada siswa-siswa berprestasi dan juga sekolah berprestasi di tahun 2010. 

Daftar siswa berprestasi yang mendapat penghargaan adalah :
  1. Aditya Yanuar Dwi Praditya  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara I Lomba CNC Milling pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  2. Andik Fathur Rokim  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara I Lomba Fisika Terapan pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  3. Kunto Arief Wibowo  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara III Lomba Debat Bahasa Inggris Klp. Teknologi pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  4. Muhamad Vista Nurhasan  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara III Lomba Debat Bahasa Inggris Klp. Teknologi pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010  
  5. Nanda Firsta Perdamenta  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara III Lomba Debat Bahasa Inggris Klp. Teknologi pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  6. Agung Eko Wahyu Saputro  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara Harapan I Lomba Mobile Robotic pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  7. Nanang Warihandoko  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara Harapan I Lomba Mobile Robotic pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  8. Hapid Yusuf  (SMKN 1 Madiun)  -->  Juara Harapan I Lomba Industrial Control pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  9. Rima Melati  (SMKN 3 Madiun)  -->  Juara I Lomba Chemistry pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  10. Luthfi Hanifah  (SMKN 4 Madiun)  -->  Juara III Lomba Restaurant Service pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  11. Deby Kumalasari  (SMKN 4 Madiun)  -->  Juara II Lomba Debat Bahasa Inggris Klp. Pariwisata pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  12. Yovy Kurniawati   (SMKN 4 Madiun)  -->  Juara II Lomba Debat Bahasa Inggris Klp. Pariwisata pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  13. Wanda Ayu Permata Putri  (SMKN 4 Madiun)  -->  Juara II Lomba Debat Bahasa Inggris Klp. Pariwisata pada LKS SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010
  14. Saukhi Abdul Rahman  (SMPN 2)  -->  Juara III Matematika Tingkat Nasional RSBI
  15. Akbar Ardan  (SDN Madiun Lor 2)  -->  Lomba Renang Juara II Gaya Bebas Dada 100 meter putra
  16. Arsina Yumarianin P. (SDN Mojorejo 2)  -->  Lomba Renang Juara II Gaya Dada Kupu-kupu 100 meter putri
  17. Zulfa Majidah  (TK Pembina)  -->  Lomba Melukis Peringkat IV se Jawa Timur
  18. Leona Tiara Samudra  (TK Mitra Harapan)  -->  Lomba Menyanyi Peringkat II se Jawa Timur
Daftar prestasi yang diperoleh oleh sekolah pada tahun 2010 adalah sebagai berikut :
  • Nilai Ujian Nasional rata-rata tertinggi se-Jawa TImur diraih oleh SMK Bina Farma Madiun
  • Juara I Lomba Lingkungan Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Jawa Timur diraih oleh SMPN 7 Madiun
  • Juara Harapan I Lomba Lingkungan Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Jawa Timur diraih oleh SMKN 3 Madiun
  • Juara Adhiwiyata Tingkat I Jawa Timur diraih oleh SMPN 7 Madiun 
  • Masuk 6 besar Lomba Gugus TK Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2010 atas nama Gugus II Kec. Manguharjo dengan TK Inti (TK Bhayangkari 53) dan TK Imbas adalah TK YWKA dan TK Rejoagung.
Semoga akan lebih banyak lagi prestasi yang diraih dari dunia pendidikan di Kota Madiun, baik itu lewat siswa-siswi maupun dari guru-guru dan sekolahnya. Amin.


Minggu, 25 April 2010

Kabar gembira

Kemarin malam aku dapat kabar gembira dari mbak Anaz yang ditulisnya di kotak komenku seperti ini :
Mbak, saya dah berhasil link mbak Reni, alhamdulilah.. :)
Bagi yang baru berkunjung ke blogku ini mungkin heran dengan kabar gembira yang disampaikan mbak Anaz padaku karena aku yakin bagi setiap blogger memasang link sahabat sangat mudah. Tinggal buka dasbor, klik tata letak, klik tambah gadget, klik daftar link/daftar blog, masukkan URL blog, simpan dan... beres sudah. Jadi apa istimewanya kabar gembira dari mbak Anaz ?

Bagi yang heran aku cerita deh, biar tak makin bingung. Jadi gini..., bulan Pebruari 2010 yang lalu aku boyongan dari dari www.renijudhanto.com kembali ke renijudhanto.blogspot.com. Awal mula aku ngeblog aku memang pakai blogspot (yang gratis hehehe) tapi dalam perjalanannya ada seorang sahabat yang memberiku hadiah domain dotcom selama setahun. Jadilah selama 1 tahun itu blogku ini dapat diakses melalui 2 alamat yaitu dotcom dan blogspot. Namun akhir Pebruari kemarin (sebelum masa pemakaian dotcom berakhir) aku memutuskan kembali ke blogspot dan tidak memperpanjang dotcom.

Ternyata keputusanku itu mendatangkan masalah. Bagi sahabat-sahabat blogger yang sejak awal memasang URL renijudhanto.blogspot.com tak mengalami masalah sama sekali. Tapi bagi yang memasang URL www.renijudhanto.com ternyata mendapat masalah yaitu tak bisa menggantinya ke renijudhanto.blogspot.com. Termasuk blogku sendiri yang The Others... tak berhasil mengganti link Catatan Kecilku dari dotcom ke blogspot. Berapa kali diganti dengan blogspot, tetap saja yang muncul URL yang dotcom. *pusing*

Akibatnya tentu saja yang muncul dalam blogroll itu adalah postinganku yang terakhir aku tulis sewaktu aku menggunakan dotcom yaitu : Peristiwa dan Mood-ku yang aku publish tanggal 22 Pebruari 2010 (2 bulan yang lalu...). Jadi banyak sahabat mengira setelah hari itu aku sama sekali tak update blog, padahal setelah hari itu aku rajin update... dan sayangnya tak terdeteksi lewat blogroll sahabat-sahabatku. *sigh*

Akhirnya..., masalah itu berakhir juga setelah mbak Anaz berhasil memasang link-ku di blogroll-nya. Senangnya hatiku atas kabar gembira ini. Hal pertama yang aku lakukan adalah segera mengganti link blog Catatan Kecilku yang aku pajang di The Others...  Ternyata memang sudah bisa lagi... Alhamdulillah...

Jadi, bagi sahabat-sahabat semua... mulai sekarang sudah bisa lagi memasang kembali link blog ini. Bagi yang sudah memasang yang link yang lama (www.renijudhanto.com), tolong dihapus ya... dan segera diganti dengan renijudhanto.blogspot.com. Terima kasih.....

Kabar gembira

Kemarin malam aku dapat kabar gembira dari mbak Anaz yang ditulisnya di kotak komenku seperti ini :
Mbak, saya dah berhasil link mbak Reni, alhamdulilah.. :)
Bagi yang baru berkunjung ke blogku ini mungkin heran dengan kabar gembira yang disampaikan mbak Anaz padaku karena aku yakin bagi setiap blogger memasang link sahabat sangat mudah. Tinggal buka dasbor, klik tata letak, klik tambah gadget, klik daftar link/daftar blog, masukkan URL blog, simpan dan... beres sudah. Jadi apa istimewanya kabar gembira dari mbak Anaz ?

Bagi yang heran aku cerita deh, biar tak makin bingung. Jadi gini..., bulan Pebruari 2010 yang lalu aku boyongan dari dari www.renijudhanto.com kembali ke renijudhanto.blogspot.com. Awal mula aku ngeblog aku memang pakai blogspot (yang gratis hehehe) tapi dalam perjalanannya ada seorang sahabat yang memberiku hadiah domain dotcom selama setahun. Jadilah selama 1 tahun itu blogku ini dapat diakses melalui 2 alamat yaitu dotcom dan blogspot. Namun akhir Pebruari kemarin (sebelum masa pemakaian dotcom berakhir) aku memutuskan kembali ke blogspot dan tidak memperpanjang dotcom.

Ternyata keputusanku itu mendatangkan masalah. Bagi sahabat-sahabat blogger yang sejak awal memasang URL renijudhanto.blogspot.com tak mengalami masalah sama sekali. Tapi bagi yang memasang URL www.renijudhanto.com ternyata mendapat masalah yaitu tak bisa menggantinya ke renijudhanto.blogspot.com. Termasuk blogku sendiri yang The Others... tak berhasil mengganti link Catatan Kecilku dari dotcom ke blogspot. Berapa kali diganti dengan blogspot, tetap saja yang muncul URL yang dotcom. *pusing*

Akibatnya tentu saja yang muncul dalam blogroll itu adalah postinganku yang terakhir aku tulis sewaktu aku menggunakan dotcom yaitu : Peristiwa dan Mood-ku yang aku publish tanggal 22 Pebruari 2010 (2 bulan yang lalu...). Jadi banyak sahabat mengira setelah hari itu aku sama sekali tak update blog, padahal setelah hari itu aku rajin update... dan sayangnya tak terdeteksi lewat blogroll sahabat-sahabatku. *sigh*

Akhirnya..., masalah itu berakhir juga setelah mbak Anaz berhasil memasang link-ku di blogroll-nya. Senangnya hatiku atas kabar gembira ini. Hal pertama yang aku lakukan adalah segera mengganti link blog Catatan Kecilku yang aku pajang di The Others...  Ternyata memang sudah bisa lagi... Alhamdulillah...

Jadi, bagi sahabat-sahabat semua... mulai sekarang sudah bisa lagi memasang kembali link blog ini. Bagi yang sudah memasang yang link yang lama (www.renijudhanto.com), tolong dihapus ya... dan segera diganti dengan renijudhanto.blogspot.com. Terima kasih.....

Minggu, 18 April 2010

Di balik peristiwa

Tragedi Koja masih menyisakan duka. Banyak pihak yang dirugikan. Banyak pihak yang menjadi korban. Banyak pihak yang masih menyimpan trauma hingga sekarang. Bahkan, kepala Satpol PP mengatakan bahwa masih banyak anak buahnya yang belum diketahui nasibnya.

Aku.... adalah penonton dari tragedi tersebut dan hatiku benar-benar miris melihat kekerasan yang terjadi. Meskipun media elektronik (televisi) berlomba-lomba mempertontonkan kerusuhan dan aksi anarkis itu, aku tak tahu siapa yang memicu kerusuhan itu pertama kali. Yang aku tahu hanyalah setiap orang bisa berubah menjadi anarkis dan brutal. Setiap orang bisa dikuasai oleh amarah dan ingin menyakiti orang lain.

Itulah wajah negeri kita, yang anarkis dan brutal, yang dipertontonkan oleh berbagai stasiun televisi kita kepada dunia luar. Aku setuju... bahwa informasi harus disampaikan kepada masyarakat. Tapi... apakah tidak bisa informasi disampaikan dengan 'bijaksana' ? Bagaimanapun informasi yang kita dapatkan akan menggiring kita pada sebuah pemahaman dan opini. Jika informasi yang disampaikan 'tidak tepat' maka akan membuat kita sampai pada pemahaman dan opini yang tidak tepat juga.

 Foto oleh Yudhi Mahatma (Antara)

Terus terang.., aku sempat gusar dengan salah seorang pembawa acara di sebuah stasiun televisi yang mewawancarai narasumbernya dengan sangat berapi-api. Ujung-ujungnya, yang terjadi adalah perseteruan antara pihak-pihak yang bertikai malah semakin memanas. Mengapa berita yang disampaikan bisa memicu kebencian pada salah satu pihak, padahal yang terjadi sebenarnya juga masih belum jelas benar ? Mengapa semua justru sibuk mencari siapa yang salah ? Mengapa tidak dicari solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut dan agar masalah serupa tidak akan pernah terjadi lagi ?

Seandainya media elektronik tak terburu nafsu mengumbar aksi anarkis dan brutal itu dan memilih untuk memberitakan sebuah peristiwa secara 'bijaksana'.... rasanya aroma kebencian dan kemarahan tak akan menyebar sedemikian cepatnya. Bagaimanapun.... media adalah ujung tombak yang dipercaya untuk memenuhi kebutuhan informasi. Semoga tragedi itu dapat menjadi pembelajaran bagi banyak pihak. Semoga....


Di balik peristiwa

Tragedi Koja masih menyisakan duka. Banyak pihak yang dirugikan. Banyak pihak yang menjadi korban. Banyak pihak yang masih menyimpan trauma hingga sekarang. Bahkan, kepala Satpol PP mengatakan bahwa masih banyak anak buahnya yang belum diketahui nasibnya.

Aku.... adalah penonton dari tragedi tersebut dan hatiku benar-benar miris melihat kekerasan yang terjadi. Meskipun media elektronik (televisi) berlomba-lomba mempertontonkan kerusuhan dan aksi anarkis itu, aku tak tahu siapa yang memicu kerusuhan itu pertama kali. Yang aku tahu hanyalah setiap orang bisa berubah menjadi anarkis dan brutal. Setiap orang bisa dikuasai oleh amarah dan ingin menyakiti orang lain.

Itulah wajah negeri kita, yang anarkis dan brutal, yang dipertontonkan oleh berbagai stasiun televisi kita kepada dunia luar. Aku setuju... bahwa informasi harus disampaikan kepada masyarakat. Tapi... apakah tidak bisa informasi disampaikan dengan 'bijaksana' ? Bagaimanapun informasi yang kita dapatkan akan menggiring kita pada sebuah pemahaman dan opini. Jika informasi yang disampaikan 'tidak tepat' maka akan membuat kita sampai pada pemahaman dan opini yang tidak tepat juga.

 Foto oleh Yudhi Mahatma (Antara)

Terus terang.., aku sempat gusar dengan salah seorang pembawa acara di sebuah stasiun televisi yang mewawancarai narasumbernya dengan sangat berapi-api. Ujung-ujungnya, yang terjadi adalah perseteruan antara pihak-pihak yang bertikai malah semakin memanas. Mengapa berita yang disampaikan bisa memicu kebencian pada salah satu pihak, padahal yang terjadi sebenarnya juga masih belum jelas benar ? Mengapa semua justru sibuk mencari siapa yang salah ? Mengapa tidak dicari solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut dan agar masalah serupa tidak akan pernah terjadi lagi ?

Seandainya media elektronik tak terburu nafsu mengumbar aksi anarkis dan brutal itu dan memilih untuk memberitakan sebuah peristiwa secara 'bijaksana'.... rasanya aroma kebencian dan kemarahan tak akan menyebar sedemikian cepatnya. Bagaimanapun.... media adalah ujung tombak yang dipercaya untuk memenuhi kebutuhan informasi. Semoga tragedi itu dapat menjadi pembelajaran bagi banyak pihak. Semoga....


Senin, 12 April 2010

Shoutcamp dan Kumpulan Blogger Indonesia

Informasi mengenai Shoutcamp yang error aku ketahui secara tak sengaja sewaktu aku membuka Facebook-nya mbak Anie. Informasi yang mengejutkan aku tentu saja, apalagi setelah aku beberapa hari vakum dari blogging. Terlebih lagi karena kedua blogku dan blog Shasa yang menggunakan Shoutcamp tidak mengalami masalah waktu aku buka. Jadi aku benar-benar tidak tahu bahwa Shoutcamp sedang errror.

Ternyata, beberapa sahabat yang mencoba masuk kedua blogku tidak bisa karena dialihkan ke Shoutcamp. Kang Enes, kemudian menganjurkan agar aku menghapus shoutcamp dan menggantinya dengan CBox. Namun untuk sementara ini aku tidak menyediakan kotak pesan dulu saja di kedua blogku, daripada nanti muncul masalah baru lagi seperti Shoutmix dan Shoutcamp. Jadi.., lebih baik "teriak-teriak"nya langsung di kotak komentara aja ya...? ^_^

Meskipun baru saja mengalami hal yang kurang menyenangkan dengan shoutcamp, tapi ada juga hal menyenangkan yang aku alami beberapa hari yang lalu. Radhitya Note's telah memasukkan blog Catatan Kecilku ke dalam Kumpulan Blogger Indonesia, dalam kategori "Blog Cuap-Cuap". Sepertinya, kedua blogku memang masuknya ke dalam kategori blog cuap-cuap ya...? hehehe

Bagi Blogger yang linknya sudah terpasang di "Kumpulan Blogger Indonesia" diharapkan untuk memasang Barner "Kumpulan Blogger Indonesia" atau membuat review tentang "Kumpulan Blogger Indonesia". Nah.., karena blog Catatan Kecilku sudah masuk ke dalamnya, maka aku akan pasang Barner "Kumpulan Blogger Indonesia".



Bagi teman-teman yang ingin tahu, blog apa yang sudah tercantum kesana.., bisa langsung menuju blog Radhitya Note's ya....

Shoutcamp dan Kumpulan Blogger Indonesia

Informasi mengenai Shoutcamp yang error aku ketahui secara tak sengaja sewaktu aku membuka Facebook-nya mbak Anie. Informasi yang mengejutkan aku tentu saja, apalagi setelah aku beberapa hari vakum dari blogging. Terlebih lagi karena kedua blogku dan blog Shasa yang menggunakan Shoutcamp tidak mengalami masalah waktu aku buka. Jadi aku benar-benar tidak tahu bahwa Shoutcamp sedang errror.

Ternyata, beberapa sahabat yang mencoba masuk kedua blogku tidak bisa karena dialihkan ke Shoutcamp. Kang Enes, kemudian menganjurkan agar aku menghapus shoutcamp dan menggantinya dengan CBox. Namun untuk sementara ini aku tidak menyediakan kotak pesan dulu saja di kedua blogku, daripada nanti muncul masalah baru lagi seperti Shoutmix dan Shoutcamp. Jadi.., lebih baik "teriak-teriak"nya langsung di kotak komentara aja ya...? ^_^

Meskipun baru saja mengalami hal yang kurang menyenangkan dengan shoutcamp, tapi ada juga hal menyenangkan yang aku alami beberapa hari yang lalu. Radhitya Note's telah memasukkan blog Catatan Kecilku ke dalam Kumpulan Blogger Indonesia, dalam kategori "Blog Cuap-Cuap". Sepertinya, kedua blogku memang masuknya ke dalam kategori blog cuap-cuap ya...? hehehe

Bagi Blogger yang linknya sudah terpasang di "Kumpulan Blogger Indonesia" diharapkan untuk memasang Barner "Kumpulan Blogger Indonesia" atau membuat review tentang "Kumpulan Blogger Indonesia". Nah.., karena blog Catatan Kecilku sudah masuk ke dalamnya, maka aku akan pasang Barner "Kumpulan Blogger Indonesia".



Bagi teman-teman yang ingin tahu, blog apa yang sudah tercantum kesana.., bisa langsung menuju blog Radhitya Note's ya....

Jumat, 02 April 2010

Jembatan 2 negara

Indonesia dan Australia adalah 2 negara yang bertetangga, namun sayangnya selama ini hubungan kedua negara ini tak selalu berjalan mulus. Berbagai peristiwa dan kejadian memang sempat membuat hubungan kedua negara itu memburuk. Prasangka yang salah pun semakin memperburuk kondisi yang ada.

Namun, ternyata semenjak 3 tahun yang lalu telah ada "jembatan" yang menghubungkan kedua negara itu. Bukan jembatan dalam arti fisik, namun jembatan itu berupa "program kemitraan" yang dijalin oleh Australia dengan Indonesia. Program kemitraan itu bernama BRIDGE atau Building Relationship and Growing Engament Australia – Indonesia.

 Gambar diculik dari sini

Program BRIDGE ini mendapat kucuran dana dari Yayasan Myer dan AusAid. Dalam program BRIDGE inilah jembatan persahabatan antara Indonesia dan Australia terjalin melalui dunia pendidikan. Banyak hal yang telah dilakukan program itu antara lain membangun sekolah di Indonesia. Selain itu BRIDGE juga memberikan kesempata kepada guru-guru dari berbagai sekolah di Indonesia untuk melakukan studi banding di sekolah-sekolah yang ada di Australia.

Guru-guru yang dikirim ke Australia itu selain mendapat kesempatan untuk mengajar di sekolah-sekolah setempat, juga mendapat kesempatan luas belajar karena mereka tinggal di rumah-rumah guru Australia. Walau mereka hanya tinggal di Australia selama 3 minggu (21 hari) namun ternyata banyak sekali pengalaman berharga yang dapat dipetik. Rata-rata mereka terkesan dengan minat dari warga Australia dalam mempelajari bahasa dan budaya Indonesia, karena sebagian besar sekolah di Australia ternyata juga mempunyai pelajaran Bahasa Indonesia.

Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang diperoleh dari program itu. Semua guru yang pulang dari Australia setelah mengikuti program BRIDGE tak segan-segan untuk menerapkan hal-hal positif yang mereka peroleh dari Australia di sekolahnya masing-masing. Hal itu dilakukan semata-mata untuk memajukan dunia pendidikan umumnya, dan khususnya kemajuan anak didiknya masing-masing.

Banyak pihak yang sudah mengakui manfaat dari program BRIDGE tersebut, bukan hanya guru yang mendapatkan kesempatan ke Australia namun juga pihak sekolah dan para murid. Dengan terobosan-terobosan yang dilakukan oleh guru-guru yang baru pulang dari Australia, ternyata membuat suasana belajar mengajar lebih menggairahkan.

Semoga jembatan yang sudah dibangun lewat dunia pendidikan ini dapat menjadi jembatan bagi hubungan yang harmonis antara Indonesia dan Australia. Bagaimanapun juga, pengalaman dan pelajaran dapat kita petik dari siapa saja, bahkan dari orang yang paling kita benci sekalipun. Lewat program BRIDGE ini setidaknya kita mendapatkan 2 hal positif yaitu : adanya kesempatan untuk memajukan dunia pendidikan (berikut tenaga pendidiknya) dan membuat hubungan yang harmonis antara Australia dan Indonesia.

Jadi..., mengapa kita tidak memanfaatkan kesempatan untuk membuat dunia yang damai dan yang lebih baik bagi generasi penerus kita ?

*terinspirasi oleh tayangan Kick Andy : Berguru ke Negeri Kanguru*

Jembatan 2 negara

Indonesia dan Australia adalah 2 negara yang bertetangga, namun sayangnya selama ini hubungan kedua negara ini tak selalu berjalan mulus. Berbagai peristiwa dan kejadian memang sempat membuat hubungan kedua negara itu memburuk. Prasangka yang salah pun semakin memperburuk kondisi yang ada.

Namun, ternyata semenjak 3 tahun yang lalu telah ada "jembatan" yang menghubungkan kedua negara itu. Bukan jembatan dalam arti fisik, namun jembatan itu berupa "program kemitraan" yang dijalin oleh Australia dengan Indonesia. Program kemitraan itu bernama BRIDGE atau Building Relationship and Growing Engament Australia – Indonesia.

 Gambar diculik dari sini

Program BRIDGE ini mendapat kucuran dana dari Yayasan Myer dan AusAid. Dalam program BRIDGE inilah jembatan persahabatan antara Indonesia dan Australia terjalin melalui dunia pendidikan. Banyak hal yang telah dilakukan program itu antara lain membangun sekolah di Indonesia. Selain itu BRIDGE juga memberikan kesempata kepada guru-guru dari berbagai sekolah di Indonesia untuk melakukan studi banding di sekolah-sekolah yang ada di Australia.

Guru-guru yang dikirim ke Australia itu selain mendapat kesempatan untuk mengajar di sekolah-sekolah setempat, juga mendapat kesempatan luas belajar karena mereka tinggal di rumah-rumah guru Australia. Walau mereka hanya tinggal di Australia selama 3 minggu (21 hari) namun ternyata banyak sekali pengalaman berharga yang dapat dipetik. Rata-rata mereka terkesan dengan minat dari warga Australia dalam mempelajari bahasa dan budaya Indonesia, karena sebagian besar sekolah di Australia ternyata juga mempunyai pelajaran Bahasa Indonesia.

Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang diperoleh dari program itu. Semua guru yang pulang dari Australia setelah mengikuti program BRIDGE tak segan-segan untuk menerapkan hal-hal positif yang mereka peroleh dari Australia di sekolahnya masing-masing. Hal itu dilakukan semata-mata untuk memajukan dunia pendidikan umumnya, dan khususnya kemajuan anak didiknya masing-masing.

Banyak pihak yang sudah mengakui manfaat dari program BRIDGE tersebut, bukan hanya guru yang mendapatkan kesempatan ke Australia namun juga pihak sekolah dan para murid. Dengan terobosan-terobosan yang dilakukan oleh guru-guru yang baru pulang dari Australia, ternyata membuat suasana belajar mengajar lebih menggairahkan.

Semoga jembatan yang sudah dibangun lewat dunia pendidikan ini dapat menjadi jembatan bagi hubungan yang harmonis antara Indonesia dan Australia. Bagaimanapun juga, pengalaman dan pelajaran dapat kita petik dari siapa saja, bahkan dari orang yang paling kita benci sekalipun. Lewat program BRIDGE ini setidaknya kita mendapatkan 2 hal positif yaitu : adanya kesempatan untuk memajukan dunia pendidikan (berikut tenaga pendidiknya) dan membuat hubungan yang harmonis antara Australia dan Indonesia.

Jadi..., mengapa kita tidak memanfaatkan kesempatan untuk membuat dunia yang damai dan yang lebih baik bagi generasi penerus kita ?

*terinspirasi oleh tayangan Kick Andy : Berguru ke Negeri Kanguru*

Senin, 29 Maret 2010

Alhamdulillah, I'm OK...

Alhamdulillah..., I'm OK. Tak ada hal buruk yang sedang terjadi padaku, kawan. Mengapa aku berkata begini ? Karena banyak kawan yang mempertanyakan postinganku yang berjudul "Sesak" Jumat yang lalu. Sebagian mempertanyakan mengapa aku menulis puisi seperti itu dan yang terbanyak mempertanyakan mengapa gambar yang aku pilih begitu 'dramatik'. ^_~

Sebenarnya, Jumat yang lalu aku mendengar sebuah berita yang tidak menyenangkan. Aku merasa bahwa siapa pun yang berada dalam situasi seperti berita yang aku dengar itu akan merasa 'sesak'. Entah mengapa, tiba-tiba ada dorongan dalam hatiku membuat puisi untuk menyuarakan pikiranku saat itu. Saat niatku itu aku sampaikan pada seorang teman, dengan serta merta dia berkata agar aku hati-hati dan tidak menyinggung siapa-siapa. Terus terang, perkataan temanku itu membuatku tersenyum, rupanya dia tak ingin kasus Prita terjadi padaku. Thanks for you, friend...

Dan..., sewaktu aku mencari-cari gambar yang cocok untuk mewakili isi puisiku itu, entah mengapa aku sangat tertarik dengan gambar tali itu. Kesan 'jerat' yang kuat... seakan terwakili oleh gambar tali yang serem itu hehehe. Maaf jika ternyata gambar itu membuat beberapa teman merasa ngeri ^_^

Dan, Sabtu aku tak bisa blogging dan blogwalking dengan leluasa. Pagi-pagi aku sudah meluncur ke rumah Ibu, karena Saudara Sepupu-ku datang dari Jakarta. Wuih... senang sekali, setelah bertahun-tahun tak jumpa bisa ketemu lagi. Dan, aku baru pulang dari rumah Ibu setelah hari beranjak sore. Malam mau blogging pun tak leluasa, karena aku berinisiatif ikut dalam gerakan Earth Hour. So.., kemarin aku memilih tidur sore-sore, karena aku malas memulai Blogging setelah acara Earth Hour berakhir.

Ada satu lagi berita menggembirakan yang aku terima kemarin sore. Ternyata Shasa lolos ke Babak Semifinal Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2010. Alhamdulillah... Padahal saat Shasa mengikuti babak Penyisihan OSK 2010 bulan Pebruari yang lalu, dia sedang sakit campak. Aku sejak semula tak berharap banyak padanya, mengingat kondisi fisiknya yang sedang sangat lemah. Selain itu, persiapan Shasa untuk OSK 2010 itu kurang maksimal sebenarnya. Tapi ternyata Shasa berhasil melaju ke babak berikutnya. Alhamdulillah... kami benar-benar tak menduga.






Maaf nama sekolah Shasa aku tutup ya..?

Ini berarti, sudah keempat kalinya Shasa maju ke Babak Semifinal OSK sejak keikutsertaannya yang pertama kali tahun 2007 yang lalu. Namun, selama ini Shasa harus cukup puas berlaga sampai babak Semifinal saja. Ternyata untuk sampai ke babak final dan berlaga di Jakarta, terlalu berat buat Shasa. Berdasar pengalaman itu, aku tak mentargetkan Shasa bisa melaju ke babak final tahun ini. Cukuplah pengalaman berkompetisi ini menambah pengalaman dan pengetahuan Shasa.

Begitulah kawan.., tak ada yang buruk sedang terjadi padaku. Alhamdulillah, I'm OK....