Bagiku, dunia kini terasa makin kecil saja. Semenjak aku makin mudah menemukan jejak teman-teman lamaku. Atau saat aku dapat dengan leluasa berbicara dengan mereka yang ada di seberang sana. Juga saat aku dapat dengan mudah mengikuti kabar mereka yang berjarak ribuan kilometer jauhnya. Dan.., semenjak aku menemukan kenyataan bahwa ada tali penghubung antara aku dengan mereka.
Kemarin, aku semakin sadar bahwa duniaku memang kian sempit. Aku yang sedang mencari jejak teman lamaku (mulai SMP sampai SMA) yang sudah 19 tahun tak bertemu. Setelah sekian lama, entah mengapa baru kemarin aku berniat untuk mencari lagi jejaknya. Lewat bantuan facebook kucoba mencarinya dengan berbekal namanya. Kebetulan namanya terdiri dari 3 kata, dan yang berhasil aku ingat-ingat hanya 2 nama depannya saja sementara nama belakangnya aku lupa. Jadinya aku tuliskan saja namanya : Ana Nani.
Dan.., kutemukan namanya diantara sekian nama yang ditampilkan oleh facebook. Melihat fotonya, aku terus terang masih sedikit ragu. Maklum, kami sudah sangat lama tak bertemu. Kulihat ada 1 orang 'mutual friend' di datanya. Untuk lebih meyakinkanku, maka aku mencoba mencari tahu siapa kira-kira temannya yang aku kenal itu. Setelah aku klik... ternyata.... yang muncul adalah fotonya mbak Kuyus !! Ya, bener mbak Kuyus sahabat dunia mayaku yang baru aku kenal kira-kira 11 bulan yang lalu itu ternyata mengenal teman masa kecilku..!! Benar-benar sesuatu yang diluar dugaan...
Dengan rasa penasaran yang amat sangat, maka aku mencoba menelepon mbak Kuyus. Aku ingin memastikan apakah betul Ana Nani dikenalnya. Ternyata mbak Kuyus sama surprise-nya denganku. Ana Nani ternyata adalah teman kerja mbak Kuyus dulu, dan sampai sekarang mereka tetap berhubungan lewat facebook meskipun mbak Kuyus sudah mengundurkan diri sejak 8 tahun yang lalu. Yang tak kami sangka, seseorang dimasa laluku ternyata menjadi seseorang dimasa lalu mbak Kuyus juga. Sesuatu yang tak terbayangkan olehku sebelumnya.
Akhirnya, dengan berbekal kepastian dari Mbak Kuyus bahwa Ana Nani yang kucari adalah benar dia, maka aku langsung berhubungan dengannya. Sewaktu mengetahui aku mengenal mbak Kuyus juga, dia juga sangat surprise. Senang sekali aku berhasil menemukan jejaknya, apalagi kemudian setelah menemukan jejaknya aku dapat menemukan jejak teman-temanku yang lain pula. Lebih menggairahkan lagi karena komunikasi kami akhirnya lebih sering terjalin lewat telepon.
Sewaktu hal ini aku ceritakan kepada salah seorang teman sekantorku, ternyata aku menemukan kejutan lagi. Saat aku mengatakan dimana teman yang lama kucari-cari itu bekerja selama ini, temanku terkejut. Rupanya dia tahu siapa 'teman' yang aku maksudkan itu. Ternyata selama ini teman sekantorku ini bersahabat dengan orang tua dari Ana Nani. Subhanallah... Ternyata dunia benar-benar makin kecil rasanya.
Seandainya sejak dulu aku tahu bahwa mbak Kuyus dan teman sekantorku mengenal Ana Nani, aku tak akan kebingungan sekian lama mencari jejaknya. Tapi mungkin memang seperti inilah jalan yang harus aku tempuh..., dan setelah usahaku menemukannya aku menemukan banyak 'benang merah' yang terentang yang semakin mendekatkan kami berdua.
Apakah dunia juga terasa makin kecil buatmu, kawan...?
Kemarin, aku semakin sadar bahwa duniaku memang kian sempit. Aku yang sedang mencari jejak teman lamaku (mulai SMP sampai SMA) yang sudah 19 tahun tak bertemu. Setelah sekian lama, entah mengapa baru kemarin aku berniat untuk mencari lagi jejaknya. Lewat bantuan facebook kucoba mencarinya dengan berbekal namanya. Kebetulan namanya terdiri dari 3 kata, dan yang berhasil aku ingat-ingat hanya 2 nama depannya saja sementara nama belakangnya aku lupa. Jadinya aku tuliskan saja namanya : Ana Nani.
Dan.., kutemukan namanya diantara sekian nama yang ditampilkan oleh facebook. Melihat fotonya, aku terus terang masih sedikit ragu. Maklum, kami sudah sangat lama tak bertemu. Kulihat ada 1 orang 'mutual friend' di datanya. Untuk lebih meyakinkanku, maka aku mencoba mencari tahu siapa kira-kira temannya yang aku kenal itu. Setelah aku klik... ternyata.... yang muncul adalah fotonya mbak Kuyus !! Ya, bener mbak Kuyus sahabat dunia mayaku yang baru aku kenal kira-kira 11 bulan yang lalu itu ternyata mengenal teman masa kecilku..!! Benar-benar sesuatu yang diluar dugaan...
Dengan rasa penasaran yang amat sangat, maka aku mencoba menelepon mbak Kuyus. Aku ingin memastikan apakah betul Ana Nani dikenalnya. Ternyata mbak Kuyus sama surprise-nya denganku. Ana Nani ternyata adalah teman kerja mbak Kuyus dulu, dan sampai sekarang mereka tetap berhubungan lewat facebook meskipun mbak Kuyus sudah mengundurkan diri sejak 8 tahun yang lalu. Yang tak kami sangka, seseorang dimasa laluku ternyata menjadi seseorang dimasa lalu mbak Kuyus juga. Sesuatu yang tak terbayangkan olehku sebelumnya.
Akhirnya, dengan berbekal kepastian dari Mbak Kuyus bahwa Ana Nani yang kucari adalah benar dia, maka aku langsung berhubungan dengannya. Sewaktu mengetahui aku mengenal mbak Kuyus juga, dia juga sangat surprise. Senang sekali aku berhasil menemukan jejaknya, apalagi kemudian setelah menemukan jejaknya aku dapat menemukan jejak teman-temanku yang lain pula. Lebih menggairahkan lagi karena komunikasi kami akhirnya lebih sering terjalin lewat telepon.
Sewaktu hal ini aku ceritakan kepada salah seorang teman sekantorku, ternyata aku menemukan kejutan lagi. Saat aku mengatakan dimana teman yang lama kucari-cari itu bekerja selama ini, temanku terkejut. Rupanya dia tahu siapa 'teman' yang aku maksudkan itu. Ternyata selama ini teman sekantorku ini bersahabat dengan orang tua dari Ana Nani. Subhanallah... Ternyata dunia benar-benar makin kecil rasanya.
Seandainya sejak dulu aku tahu bahwa mbak Kuyus dan teman sekantorku mengenal Ana Nani, aku tak akan kebingungan sekian lama mencari jejaknya. Tapi mungkin memang seperti inilah jalan yang harus aku tempuh..., dan setelah usahaku menemukannya aku menemukan banyak 'benang merah' yang terentang yang semakin mendekatkan kami berdua.
Apakah dunia juga terasa makin kecil buatmu, kawan...?

