Senin, 20 Juli 2009

Rasa ikut memiliki

Hidup kita senantiasa bersinggungan dengan berbagai hal yang bukan merupakan privasi kita. Seringkali kita berurusan dengan hal-hal yang menjadi milik umum, milik bersama. Akan sangat mudah bagi kita untuk menjaga segala apa yang menjadi milik pribadi kita. Namun untuk menumbuhkan rasa ikut memiliki terhadap barang-barang yang bukan milik kita apakah juga semudah itu ?

Ternyata, rasa ikut memiliki terhadap barang-barang yang bukan merupakan milik pribadi belum dimiliki oleh semua orang. Yang aku tahu, selama ini beberapa fasilitas umum yang ada di Indonesia tidak terawat dengan baik. Tempat-tempat seperti itu seringkali rusak dan kotor, bahkan tak jarang tangan-tangan jahil memperburuk penampilannya dengan aneka coretan yang sebetulnya tidak perlu.

Contoh yang paling gampang adalah rasa ikut memiliki kota dimana kita tinggal. Kalau kita merasa ikut memilikinya, maka harusnya kita peduli dengan kebersihan dan keindahannya, bukan ? Tapi ternyata..., seringkali kita justru ikut andil membuatnya menjadi kotor. Misalkan saja saat kita sedang berkendaraan, seringkali kita dengan sengaja membuang sampah di jalan. Bisa saja kita mengatakan bahwa sampah yang kita buang adalah bungkus permen yang kecil. Tapi, kalau setiap orang berpikiran sama dengan kita, maka di jalan-jalan kota itu akan penuh dengan sampah bungkus permen.

Itu baru bungkus permen, belum lagi kalau ada yang yang membuang kantong plastik bekas tempat kue, kulit pisang, bekas botol air mineral dan lain-lain. Jika semua orang bersikap seperti itu, bisa dipastikan jalan-jalan di kota yang kita tinggali akan sangat kotor. Kalau semua orang berpikir bahwa ada petugas kebersihan yang membersihkannya, maka itu menunjukkan bahwa kita memang benar-benar tidak memiliki rasa ikut memiliki terhadap kota kita sendiri.

Beberapa hari yang lalu aku kembali dihadapkan dengan ketiadaan rasa ikut memiliki itu lagi. Suatu sore Shasa meminta bantuanku untuk memberi sampul buku-buku BOS yang dipinjamkan oleh pihak sekolah kepadanya. Di bangku kelas 4 ini Shasa mendapatkan pinjaman buku BOS sebanyak 3 buah, yaitu buku paket Sains, Bahasa Indonesia dan Matematika. Shasa mengeluh karena buku-buku yang dipinjamkan kepadanya, meminjam istilah Shasa, jelek banget !!

Waktu buku-buku itu diserahkannya kepadaku, aku trenyuh sekali. Buku-buku BOS yang dipinjamkan pihak sekolah kepada murid-muridnya setiap tahun itu ternyata sudah parah sekali kondisinya, terlebih buku Sains-nya. Mungkin saja murid yang terdahulu dipinjami buku itu tidak merawatnya dengan baik, sehingga cover buku sudah terkoyak, ujung-ujung buku berlipat semua. Sisi pinggir buku (bagian yang dijilid) sudah koyak, malah ada yang sudah diisolasi.

Kondisi buku saat pertama kali diterima Shasa

Akhirnya, aku memerlukan banyak waktu untuk 'menangani' buku pinjaman itu. Cover buku yang sudah terkoyak terpaksa aku tambal dengan kertas lain. Bagian sisi buku aku isolasi semua, dan (yang paling menyebalkan) aku harus membuka satu persatu ujung halaman yang berlipat-lipat. Baru setelah semua selesai, aku memasangkan sampul plastik. Lama dan melelahkan sebenarnya...


Usaha maksimalku membenahi buku BOS (cover buku Sains sampai harus ditembel)

Aku yang selama ini sangat rewel untuk urusan kebersihan buku, sangat trenyuh melihat buku-buku BOS yang tidak terawat seperti itu. Yang ada dalam pikiranku cuma satu, kalau bukunya saja sudah rusak seperti itu, bagaimana anak mau tertarik untuk mempelajari isinya ? Mengapa murid-murid yang sudah jelas-jelas diberi pinjaman buku gratis dari sekolah tidak mau merawatnya dengan baik ? Apakah mereka tidak menyadari bahwa buku-buku itu nantinya akan dipakai juga oleh adik kelas mereka ?

Aku pikir pihak sekolah sudah harus mengajarkan arti rasa memiliki itu kepada seluruh anak didiknya. Bukan saja terhadap buku-buku BOS yang dipinjamkan, tetapi juga terhadap seluruh fasilitas sekolah, seperti buku-buku yang ada di perpustakaan, inventaris yang ada di ruang kelas masing-masing, bahkan sampai pada lingkungan sekolah (termasuk kamar mandi dan WC).

Semoga dengan ditanamkannya rasa ikut memiliki sejak dini, anak-anak itu nanti akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kepedulian yang tinggi kepada lingkungannya. Selanjutnya, mereka akan menjadi pribadi-pribadi yang bertanggung jawab tidak saja atas kehidupan pribadinya namun juga kepada kehidupan orang lain. Semoga....

Rasa ikut memiliki

Hidup kita senantiasa bersinggungan dengan berbagai hal yang bukan merupakan privasi kita. Seringkali kita berurusan dengan hal-hal yang menjadi milik umum, milik bersama. Akan sangat mudah bagi kita untuk menjaga segala apa yang menjadi milik pribadi kita. Namun untuk menumbuhkan rasa ikut memiliki terhadap barang-barang yang bukan milik kita apakah juga semudah itu ?

Ternyata, rasa ikut memiliki terhadap barang-barang yang bukan merupakan milik pribadi belum dimiliki oleh semua orang. Yang aku tahu, selama ini beberapa fasilitas umum yang ada di Indonesia tidak terawat dengan baik. Tempat-tempat seperti itu seringkali rusak dan kotor, bahkan tak jarang tangan-tangan jahil memperburuk penampilannya dengan aneka coretan yang sebetulnya tidak perlu.

Contoh yang paling gampang adalah rasa ikut memiliki kota dimana kita tinggal. Kalau kita merasa ikut memilikinya, maka harusnya kita peduli dengan kebersihan dan keindahannya, bukan ? Tapi ternyata..., seringkali kita justru ikut andil membuatnya menjadi kotor. Misalkan saja saat kita sedang berkendaraan, seringkali kita dengan sengaja membuang sampah di jalan. Bisa saja kita mengatakan bahwa sampah yang kita buang adalah bungkus permen yang kecil. Tapi, kalau setiap orang berpikiran sama dengan kita, maka di jalan-jalan kota itu akan penuh dengan sampah bungkus permen.

Itu baru bungkus permen, belum lagi kalau ada yang yang membuang kantong plastik bekas tempat kue, kulit pisang, bekas botol air mineral dan lain-lain. Jika semua orang bersikap seperti itu, bisa dipastikan jalan-jalan di kota yang kita tinggali akan sangat kotor. Kalau semua orang berpikir bahwa ada petugas kebersihan yang membersihkannya, maka itu menunjukkan bahwa kita memang benar-benar tidak memiliki rasa ikut memiliki terhadap kota kita sendiri.

Beberapa hari yang lalu aku kembali dihadapkan dengan ketiadaan rasa ikut memiliki itu lagi. Suatu sore Shasa meminta bantuanku untuk memberi sampul buku-buku BOS yang dipinjamkan oleh pihak sekolah kepadanya. Di bangku kelas 4 ini Shasa mendapatkan pinjaman buku BOS sebanyak 3 buah, yaitu buku paket Sains, Bahasa Indonesia dan Matematika. Shasa mengeluh karena buku-buku yang dipinjamkan kepadanya, meminjam istilah Shasa, jelek banget !!

Waktu buku-buku itu diserahkannya kepadaku, aku trenyuh sekali. Buku-buku BOS yang dipinjamkan pihak sekolah kepada murid-muridnya setiap tahun itu ternyata sudah parah sekali kondisinya, terlebih buku Sains-nya. Mungkin saja murid yang terdahulu dipinjami buku itu tidak merawatnya dengan baik, sehingga cover buku sudah terkoyak, ujung-ujung buku berlipat semua. Sisi pinggir buku (bagian yang dijilid) sudah koyak, malah ada yang sudah diisolasi.

Kondisi buku saat pertama kali diterima Shasa

Akhirnya, aku memerlukan banyak waktu untuk 'menangani' buku pinjaman itu. Cover buku yang sudah terkoyak terpaksa aku tambal dengan kertas lain. Bagian sisi buku aku isolasi semua, dan (yang paling menyebalkan) aku harus membuka satu persatu ujung halaman yang berlipat-lipat. Baru setelah semua selesai, aku memasangkan sampul plastik. Lama dan melelahkan sebenarnya...


Usaha maksimalku membenahi buku BOS (cover buku Sains sampai harus ditembel)

Aku yang selama ini sangat rewel untuk urusan kebersihan buku, sangat trenyuh melihat buku-buku BOS yang tidak terawat seperti itu. Yang ada dalam pikiranku cuma satu, kalau bukunya saja sudah rusak seperti itu, bagaimana anak mau tertarik untuk mempelajari isinya ? Mengapa murid-murid yang sudah jelas-jelas diberi pinjaman buku gratis dari sekolah tidak mau merawatnya dengan baik ? Apakah mereka tidak menyadari bahwa buku-buku itu nantinya akan dipakai juga oleh adik kelas mereka ?

Aku pikir pihak sekolah sudah harus mengajarkan arti rasa memiliki itu kepada seluruh anak didiknya. Bukan saja terhadap buku-buku BOS yang dipinjamkan, tetapi juga terhadap seluruh fasilitas sekolah, seperti buku-buku yang ada di perpustakaan, inventaris yang ada di ruang kelas masing-masing, bahkan sampai pada lingkungan sekolah (termasuk kamar mandi dan WC).

Semoga dengan ditanamkannya rasa ikut memiliki sejak dini, anak-anak itu nanti akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kepedulian yang tinggi kepada lingkungannya. Selanjutnya, mereka akan menjadi pribadi-pribadi yang bertanggung jawab tidak saja atas kehidupan pribadinya namun juga kepada kehidupan orang lain. Semoga....

Sabtu, 18 Juli 2009

Misteri cinta

Bagiku... cinta tetap memiliki misterinya sendiri, yang tak akan pernah aku pahami. Selalu saja aku temukan banyak kejutan dalam cerita tentang cinta. Banyak pertanyaan yang sampai kini tak juga aku temukan jawabannya. Ataukah aku yang terlalu banyak bertanya ? Atau aku yang terlalu dangkal memahami arti cinta ?

Seorang temanku sampai kini memilih masih melajang, karena dia belum mampu melepaskan cinta pertamanya. Padahal, sang kekasih hati telah 2 kali menyakiti hatinya. Yang pertama, saat sang kekasih hatinya memutuskan sepihak pertunangan mereka 3 bulan sebelum resepsi pernikahan akan digelar. Ternyata hati sang kekasih hati telah berpaling kepada wanita lain. Yang aku herankan, temanku ini tetap bertahan menunggu sang kekasih hati kembali kepadanya.

Baru berjalan 5 tahun, rumah tangga sang kekasih hati temanku itu berakhir pada perceraian. Entah apa yang mendorongnya, yang jelas sang kekasih hati kembali mengemis cinta kepada temanku itu. Pucuk dicinta ulam tiba.., temanku pun dengan suka cita menyambutnya. Pembicaraan ke arah pernikahan kembali dilakukan, bahkan temanku sudah meminta ijin cuti kepada atasan kantornya.

Hari yang ditunggu untuk pembicaraan lebih lanjut tentang pernikahan tiba juga. Temanku yang kebetulan bertempat tinggal yang berlainan kota dengan sang kekasih hati menunggu kedatangan kekasih hatinya. Namun.., yang ditunggu tak juga muncul di hadapan. Baru beberapa bulan kemudian... diketahui bahwa ternyata sang kekasih hati telah menjatuhkan pilihan kepada wanita lain, dan meninggalkan begitu saja temanku tanpa pesan. Kejadian yang lama terulang lagi.. dan hati temanku berdarah lagi.

Yang lebih menyakitkan adalah berita pernikahan sang kekasih hati dengan wanita lain justru diketahuinya melalui internet ! Suatu hari dia menemukan sebuah alamat friedster dan sebuah alamat blog yang berkaitan dengan nama sang pujaan hati. Betapa hancur hatinya saat friendster dan blog itu dibuka, ternyata isinya adalah foto-foto bahagia pernikahan sang kekasih hati dengan wanita lain. Bahkan blognya pun berisi perjalanan cinta kilat mereka.

Aku yang selama ini hanya sebagai saksi bisu terhadap perjalanan cinta temanku ini tak mampu menahan sakit di dada. Namun temanku memang orang yang sangat luar biasa. Dalam tangis yang dalam dan luka yang sangat pedih, dia tetap mampu berkata bahwa dia masih sangat mencintai sang kekasih hati. Segudang pemakluman dan maaf telah diberikannya kepada sang kekasih hati. Dan sampai kini pun dia tetap memilih untuk tetap sendiri, karena dia masih sulit membuka pintu hatinya untuk orang lain.

Begitulah salah satu misteri cinta yang tak mampu aku pahami. Masih ada beberapa lagi kisah yang bagiku sama rumitnya. Mungkin saja lain kali aku akan berbagi. Namun kali ini aku ingin mengatakan bahwa sebuah misteri cinta (karena cinta hadir tidak pada tempatnya) telah membawaku kepada sebuah award yang istimewa dari Gusti dan Hana.
gustihana "met pagi...,jika berkenan,awardnya di ambil ya....,thx n sukses selalu..." 2009-07-18 8:24 AM
Ceritanya, dulu aku pernah memberikan komentar (singkat) atas sebuah perjalanan cinta yang terlarang antara Lisa dan Doni. Yang tak pernah kusangka bahwa kemudian Gusti dan Hana, pemilik blog tempat kisah cinta terlarang itu dipublikasikan, telah mempersembahkan sebuah award kepada semua Blogger yang telah mengomentari dengan memberikan saran dan masukan bagi Donni dan Lisa. Dan setelah aku cek, namaku ada di urutan ke-9. Duh..senengnya.., maka tanpa menunggu waktu aku langsung mengambil award yang keren banget ini.


Selain itu, aku juga menerima award yang dikirimkan mbak Tisti dengan penuh cinta kepadaku. Terima kasih ya mbak untuk awardnya yang indah ini.



Sekarang waktunya untuk bagi-bagi award (seperti biasa). Kali ini aku akan memberikan award ini kepada yang selama ini rajin berkunjung ke rumahku ini, yaitu :


mbak Kuyus, mbakFanda, mbak Tisti, mbak Penny, mbak Elly, mbak Irma, mbak Sinta, mbak Fanny, mbak Linda Belle, Bang Seti@wan, Marcellino Agatha, Buwel, Bang Eri, Bang Dinoe, Bung Attayaya, mas Tukang Komen, Jimox, Bang Budiawan, mas Yudie, Rangga, mbak Ateh75, mbak Eha, mas Cahyadi, Henny, Inuel, Itik Bali, Bli Jhoni, Jonk, Jeng Sri, mas Awal Sholeh, Yanuar, Yunna, mbak Nura, mbak Narti, mas Trimatra, mbak Anazkia, mbak Dwina, Kang Dwi, mbak Ajeng, Zujoe, mbak Aishalife-line, YolizZ, mbak Anita Rosalina, mbak Nietha, Ajieee, Genial, Agoez3, Ferdivolutions, dan Shasa Imutz.

Kalau ada yang terlewatkan jangan sungkan mengingatkan aku ya, agar bisa aku revisi lagi. Ohya, aku juga minta maaf, saking banyaknya aku tak sempat pasang link-nya. Semoga kali ini dimaklumi.

Misteri cinta

Bagiku... cinta tetap memiliki misterinya sendiri, yang tak akan pernah aku pahami. Selalu saja aku temukan banyak kejutan dalam cerita tentang cinta. Banyak pertanyaan yang sampai kini tak juga aku temukan jawabannya. Ataukah aku yang terlalu banyak bertanya ? Atau aku yang terlalu dangkal memahami arti cinta ?

Seorang temanku sampai kini memilih masih melajang, karena dia belum mampu melepaskan cinta pertamanya. Padahal, sang kekasih hati telah 2 kali menyakiti hatinya. Yang pertama, saat sang kekasih hatinya memutuskan sepihak pertunangan mereka 3 bulan sebelum resepsi pernikahan akan digelar. Ternyata hati sang kekasih hati telah berpaling kepada wanita lain. Yang aku herankan, temanku ini tetap bertahan menunggu sang kekasih hati kembali kepadanya.

Baru berjalan 5 tahun, rumah tangga sang kekasih hati temanku itu berakhir pada perceraian. Entah apa yang mendorongnya, yang jelas sang kekasih hati kembali mengemis cinta kepada temanku itu. Pucuk dicinta ulam tiba.., temanku pun dengan suka cita menyambutnya. Pembicaraan ke arah pernikahan kembali dilakukan, bahkan temanku sudah meminta ijin cuti kepada atasan kantornya.

Hari yang ditunggu untuk pembicaraan lebih lanjut tentang pernikahan tiba juga. Temanku yang kebetulan bertempat tinggal yang berlainan kota dengan sang kekasih hati menunggu kedatangan kekasih hatinya. Namun.., yang ditunggu tak juga muncul di hadapan. Baru beberapa bulan kemudian... diketahui bahwa ternyata sang kekasih hati telah menjatuhkan pilihan kepada wanita lain, dan meninggalkan begitu saja temanku tanpa pesan. Kejadian yang lama terulang lagi.. dan hati temanku berdarah lagi.

Yang lebih menyakitkan adalah berita pernikahan sang kekasih hati dengan wanita lain justru diketahuinya melalui internet ! Suatu hari dia menemukan sebuah alamat friedster dan sebuah alamat blog yang berkaitan dengan nama sang pujaan hati. Betapa hancur hatinya saat friendster dan blog itu dibuka, ternyata isinya adalah foto-foto bahagia pernikahan sang kekasih hati dengan wanita lain. Bahkan blognya pun berisi perjalanan cinta kilat mereka.

Aku yang selama ini hanya sebagai saksi bisu terhadap perjalanan cinta temanku ini tak mampu menahan sakit di dada. Namun temanku memang orang yang sangat luar biasa. Dalam tangis yang dalam dan luka yang sangat pedih, dia tetap mampu berkata bahwa dia masih sangat mencintai sang kekasih hati. Segudang pemakluman dan maaf telah diberikannya kepada sang kekasih hati. Dan sampai kini pun dia tetap memilih untuk tetap sendiri, karena dia masih sulit membuka pintu hatinya untuk orang lain.

Begitulah salah satu misteri cinta yang tak mampu aku pahami. Masih ada beberapa lagi kisah yang bagiku sama rumitnya. Mungkin saja lain kali aku akan berbagi. Namun kali ini aku ingin mengatakan bahwa sebuah misteri cinta (karena cinta hadir tidak pada tempatnya) telah membawaku kepada sebuah award yang istimewa dari Gusti dan Hana.
gustihana "met pagi...,jika berkenan,awardnya di ambil ya....,thx n sukses selalu..." 2009-07-18 8:24 AM
Ceritanya, dulu aku pernah memberikan komentar (singkat) atas sebuah perjalanan cinta yang terlarang antara Lisa dan Doni. Yang tak pernah kusangka bahwa kemudian Gusti dan Hana, pemilik blog tempat kisah cinta terlarang itu dipublikasikan, telah mempersembahkan sebuah award kepada semua Blogger yang telah mengomentari dengan memberikan saran dan masukan bagi Donni dan Lisa. Dan setelah aku cek, namaku ada di urutan ke-9. Duh..senengnya.., maka tanpa menunggu waktu aku langsung mengambil award yang keren banget ini.


Selain itu, aku juga menerima award yang dikirimkan mbak Tisti dengan penuh cinta kepadaku. Terima kasih ya mbak untuk awardnya yang indah ini.



Sekarang waktunya untuk bagi-bagi award (seperti biasa). Kali ini aku akan memberikan award ini kepada yang selama ini rajin berkunjung ke rumahku ini, yaitu :


mbak Kuyus, mbakFanda, mbak Tisti, mbak Penny, mbak Elly, mbak Irma, mbak Sinta, mbak Fanny, mbak Linda Belle, Bang Seti@wan, Marcellino Agatha, Buwel, Bang Eri, Bang Dinoe, Bung Attayaya, mas Tukang Komen, Jimox, Bang Budiawan, mas Yudie, Rangga, mbak Ateh75, mbak Eha, mas Cahyadi, Henny, Inuel, Itik Bali, Bli Jhoni, Jonk, Jeng Sri, mas Awal Sholeh, Yanuar, Yunna, mbak Nura, mbak Narti, mas Trimatra, mbak Anazkia, mbak Dwina, Kang Dwi, mbak Ajeng, Zujoe, mbak Aishalife-line, YolizZ, mbak Anita Rosalina, mbak Nietha, Ajieee, Genial, Agoez3, Ferdivolutions, dan Shasa Imutz.

Kalau ada yang terlewatkan jangan sungkan mengingatkan aku ya, agar bisa aku revisi lagi. Ohya, aku juga minta maaf, saking banyaknya aku tak sempat pasang link-nya. Semoga kali ini dimaklumi.

Jumat, 17 Juli 2009

Dunia yang kulihat

Mungkin dunia di luar sana sedang kacau balau dan gundah gulana. Mungkin dunia di luar sana sedang merana oleh akibat dari luapan kebencian dan kesewang-wenangan. Mungkin di luar sana sedang menangis karena penderitaan yang berkepanjangan. Mungkin di luar sana sedang berlomba mencari jalan keluar dari kegetiran yang mendera.

Mungkin di luar sana hati nurani sudah semakin tumpul. Mungkin juga di luar sana muncul kerinduan untuk mempercayai orang lain. Mungkin juga di luar sana seolah telah kehilangan kedamaiannya. Mungkin juga di luar sana rasa cinta kasih terhadap sesama kian mahal harganya. Mungkin di luar sana banyak pertanyaan yang tak mampu terjawab bahkan hingga kini....

Itulah gambaran di luar sana yang aku lihat dari sini. Gambaran buram yang membuatku bertanya-tanya. Mungkin aku memang tak memahami sepenuhnya apa yang terjadi di luar sana. Sedikitnya pemahamanku tentang kondisi di luar sana, membuatku tak mampu menangkap semuanya secara utuh. Logika yang kumiliki pun tak mampu memahami apa yang sesungguhnya terjadi. Sehingga pertanyaan yang muncul dalam hati pun tak juga menemukan jawabnya.

Sekuat apapun aku berusaha, hanya itulah yang aku dapatkan. Tak lebih, tak kurang. Kelelahan karena tak mampu memahami apa yang terjadi di luar sana, membuatku kembali kepada apa yang ada saat ini, di sini. Ternyata kehangatan masih ada di sini. Kehangatan yang membuatku mampu mempercayai bahwa sambutan hangat dan penerimaan kental terasa. Masih pula kurasakan kedamaian dan kebahagiaan. Ternyata masih kumiliki cinta dan kasih sayang, persaudaraan serta persahabatan.

Bicara tentang cinta dan kasih sayang, aku merasa beruntung karena aku mendapatkannya. Bukan saja dari keluarga dan saudaraku, namun juga dari sahabat-sahabat di dunia maya. Terimakasih tak terhingga untuk Mas Cahyadi, mbak Evy dan mas Agoez3 yang kali ini telah berbagi award denganku sebagai bentuk persahabatan dan persaudaraan di antara kita.

Mas Cahyadi telah meluangkan waktu khusus untuk mendisain 4 buah award yang indah dan bertemakan award kasih dan dibagikannya kepada para sahabatnya. Dan keempat award yang spesial ini akan aku bagikan kepada : mbak Uke Poet, mbak Loly, mbak Atik, mbak Kuyus is cute dan mbak Linda Belle plus Shasa Imutz. Inilah award itu....



Selanjutnya award dari mbak Evy aku mengambil 2 award yang menurutku keren banget. Award ini selanjutnya aku bagikan kembali kepada mbak Elly, Mas Awal Sholeh, Bung Attayaya, Jonk, si Tukang Komen dan... Shasa Imutz. Dan inilah award itu...



Yang terakhir adalah award dari mas Agoez3 berupa sebuah award "The Best Comment". Kali ini award ini akan aku bagikan kepada mbak Fanda, Bang Seti@wan, mas Buwel, Jimox, mas Yanuar, Bang Dinoe, Ferdivolutions, YolizZ, dan Azarre serta yang tak boleh ketinggalan adalah Shasa Imutz. Ini award yang aku bagikan....


Photobucket

Semoga saja dengan berbagi award ini aku dapat semakin merasakan persahabatan dan persaudaraan dengan sahabat semua. Semoga saja aku dapat merasakan lebih banyak cinta dan penerimaan. Karena aku yakin bahwa kehangatan dan kedamainan memang didamba siapa saja, termasuk diriku....