Tampilkan postingan dengan label curhat-ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat-ku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Agustus 2010

Gara-gara kecanduan buku

Apakah yang terjadi jika seseorang kecanduan buku ? Yang jelas, dia jadi lupa waktu. Itulah yang terjadi pada Shasa-ku. Jika sudah membaca buku bacaannya (di kamarnya), dia tak bisa diganggu, dan sulit untuk meninggalkan bukunya sebelum selesai dibaca. Bahkan, waktu belajarnya pun rela tersita oleh keasyikannya membaca buku.

Tentu saja hal itu membuat ayahnya sempat gusar. Ayahnya sudah meminta Shasa untuk mengurangi kegiatan membacanya dan lebih fokus pada pelajaran sekolahnya. Tapi, anjuran ayahnya itu tak mempan bagi Shasa, karena dia terlanjur kecanduan buku dan sulit meninggalkan buku-bukunya.

Setiap hari, masih saja Shasa asyik dengan buku-buku bacaannya. Buku-buku yang telah dan akan dibacanya berserakan di lantai kamarnya. Shasa memang lebih suka membaca di kamarnya, karena tak akan ada yang mengganggu. Dan yang pasti, karena di kamar Shasa bisa membaca dalam posisi yang disukainya : tengkurap di kasur...! Sulit sekali mengubah kebiasaan itu, setidaknya dia tidak mencontoh perilaku buruk ibunya yang lebih suka membaca buku sambil tiduran... hehehe.


Akibat dari tidak patuhnya Shasa atas anjuran ayahnya untuk lebih fokus pada pelajaran sekolahnya, akhirnya si Ayah terpaksa membuat peraturan baru. Aturan itu adalah : Shasa hanya boleh membaca buku-buku bacaannya pada hari Sabtu dan Minggu saja, selain hari itu Shasa hanya boleh membaca buku pelajaran. Bukan hanya itu, aku pun dilarang sering-sering membelikan Shasa buku bacaan baru lagi... Hikss...

Yup, aku akui... bahwa akhir-akhir ini (jika ada uang lebih) aku lebih suka membelikan Shasa buku baru. Aku malah jarang membeli buku untukku sendiri, karena aku sekarang lebih suka berburu buku gratis hehehe. Itu sebabnya, buku bacaan koleksi Shasa bisa dibilang cukup banyak. Jika ingin tahu buku-buku koleksi Shasa, silahkan klik tombol "tampilkan" di bawah ini.

buku pertama yang menarik minat membaca Shasa adalah Komik Doraemon

buku cerita anak dan dongeng

koleksi Kecil-Kecil Punya Karya

koleksi biografi tokoh terkenal

koleksi buku-buku pengetahuan

koleksi Chicken Soup for Children

buku-buku hadiah dari produk susu

buku-buku karya Enid Blyton

koleksi buku seri matematika

koleksi buku kisah Islami

koleksi buku 'budi pekerti' ala perpustakaan sekolah

koleksi novel anak Islam dan cerita anak Islam


Nah..., itulah koleksi buku-buku Shasa, yang meskipun sudah dibacanya tapi Shasa masih saja tetap rajin membaca ulang... hehehe. Bagaimana pengalaman sobat semua dengan buku ? Sharing dikotak komentar ya..? Terima kasih.




Selasa, 03 Agustus 2010

Hasil Speech Competition

Seperti yang kuceritakan beberapa waktu yang lalu, bahwa Sabtu 31 Juli 2010 yang  Shasa ditunjuk sekolahnya untuk mewakili mengikuti Speech Competition yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga pendidikan Bahasa Inggris di kotaku. Dalam kesempatan itu, Shasa mewakili sekolahnya bersama dengan 9 murid yang lain. 

Sebagaimana kuceritakan sebelumnya, Shasa ingin sekali aku bisa hadir di acara itu, tapi berhubung aku harus dinas ke Bandung, maka keinginan itu terpaksa tak dapat aku penuhi. Itu sebabnya, Shasa berharap bisa masuk ke babak final yang diselenggarakan pada hari Minggu, 1 Agustus 2010. Sebab, aku sudah pulang ke Madiun lagi pada hari Minggu dini hari.


Sabtu kemarin, aku dapat kabar bahwa ternyata acaranya terbagi dalam 2 kategori yaitu : Speech Competition dan News Reading Competition. Untuk Speech Competition, terbagi dalam 3 kategori : Kindergarten, Primary School (1,2,3) dan Primary School (4,5,6). Shasa masuk kategori ketiga, karena Shasa sudah di kelas 5 SD. Sementara untuk News Reading Competition terbagi dalam 2 kategori : Junior High School dan Senior High School. 

Jumlah total peserta (kabarnya) lebih dari 300 orang, sementara peserta di kategori yang diikuti Shasa yaitu Primary School (4,5,6) sejumlah 107 orang. Dengan jumlah peserta sebanyak itu, aku terus terang aja tak berani berharap terlalu banyak pada Shasa, karena kulihat kemampuan Shasa dalam berpidato tidak terlalu menonjol. Namun ternyata, Allah mengijinkan aku untuk menyaksikan Shasa dalam Speech Competition itu, karena pada Sabtu malam (21.00) diumumkan bahwa ternyata Shasa masuk sebagai salah satu dari 17 anak kategori Primary School (4,5,6) yang masuk final..! Alhamdulillah...

Jadinya, Minggu pagi sepulang dari Bandung, aku tak bisa beristirahat di rumah, karena sejak jam 8 pagi aku dan suami harus antar Shasa ke tempat lomba. Aku sempat melihat pengumuman nilai seluruh peserta, dan ternyata nilai Shasa cukup bagus : 90. Sementara itu, di kelompok Shasa nilai tertingginya 95,5. Jadi, menurutku nilai yang didapat Shasa juga sudah cukup memuaskan aku.

Saat lomba, Shasa bisa tampil dengan baik di depan 3 orang juri (native speaker semua lho..!), namun... penampilan finalis-finalis lainnya juga tak kalah baiknya. Aku sendiri tak berharap Shasa bisa masuk ke 6 besar, karena peserta lainnya sangat bagus. Shasa sangat nervous sewaktu pengumuman akan dibacakan, karena dia berharap bisa masuk sebagai salah satu juara meskipun hanya juara harapan. Sewaktu juara harapan 1 dan juara harapan 2 disebutkan namanya (dan itu bukan nama Shasa), dia langsung berkata bahwa dia tak menang. Ternyata benar... Shasa tak berhasil menang dalam kompetisi kali ini.

Awalnya terlihat sekali bahwa Shasa sangat kecewa karena tak berhasil menang. Beberapa kali dia memastikan padaku bahwa aku tak akan marah atas kekalahannya itu. Meskipun aku sudah berulang kali juga mengatakan bahwa aku tak marah dan sudah puas dengan pencapaiannya sejauh ini, nampaknya Shasa belum puas juga. Namun untungnya, beberapa waktu kemudian akhirnya Shasa bisa menerima kekalahannya dengan lapang dada.

Terima kasih banyak untuk semua sahabat yang telah ikut membantu Shasa dengan doa. Berkat doa sahabat semua, Shasa berhasil masuk final dan meskipun Shasa belum berhasil menang, tapi Shasa telah mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman yang pasti berguna baginya. Semoga semua itu akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi masa depannya kelak. Amin.

Senin, 02 Agustus 2010

Bahagiaku

Alhamdulillah... aku bahagia sekali dan aku ingin berbagi bahagia ini dengan semua sobat yang telah mampir ke sini. Yang pertama, aku bahagia karena perjalanan dinasku ke Bandung sejak Kamis hingga Minggu dini hari telah berjalan lancar. Yang membuat acara-ku di Bandung makin menyenangkan adalah karena aku dapat kesempatan untuk kopdar dengan Mbak Vicky (cerita lengkapnya nyusul ya..).

Yang kedua, aku bahagia karena bisa kembali lagi mengunjungi rumah mayaku ini setelah terlantar selama berhari-hari karena aku tinggal pergi. Terima kasih untuk semua yang tetap setia mampir kesini. Maaf jika aku belum sempat berkunjung balik ya... Insya Allah aku akan meluangkan waktu untuk nyicil mengunjugi sobat semua. Sabar ya...

Yang paling membahagiakan aku adalah hari ini... Yups, hari ini adalah Hari Ulang Tahun Pernikahanku yang ke-12. Tak terasa sudah 12 tahun aku lewati hari dalam suka dan duka bersama  dengan suami tercinta. Sebuah perjalanan yang memberikan banyak pelajaran hidup dan memberikan kenangan yang tak terlupakan bagi kami berdua. Sebuah perjalanan yang telah mendewasakan aku....

Teruntuk suamiku...
tetaplah mencintaiku dan menerimaku sebagaimana aku adanya
tetaplah menjadi cahaya dalam hidupku
tetaplah menjadi penuntun dalam tiap langkahku
tetaplah menjadi penguat dalam setiap keterpurukanku
tetaplah gandeng tanganku hingga akhir nanti

Teruntuk suamiku...
terima kasih yang tak terhingga untukmu karna telah :
menemani hari-hariku
menampung semua keluh kesahku
berbagi tawa bahagia bersamaku
berlapang dada menerima segala marahku
menerima segala kekurangan dan kelemahanku

Teruntuk suamiku...
cinta dan hidupku telah tercurahkan sepenuhnya untukmu
kesetiaan ini aku persembahkan hanya untukmu
semoga pondasi cinta kita makin kukuh dari hari ke hari
hingga bangunan yang kita bangun mampu mengayomi kita bersama
dalam membimbing dan mengasuh buah hati kita

Terima kasih suamiku telah menemaniku dalam perjalanan ini
semoga saja sinergi yang terbangun antara kita
dapat mengantarkan Shasa menuju kebahagiaan dan keberhasilan
Amin...






Sebagai penutup aku ingin menyalin lirik lagu CINTA PUTIH yang telah dibuat Katon Bagaskara, karena lirik lagu itu benar-benar mewakili apa  yang ingin aku sampaikan...

Mari kita jaga sebentuk cinta putih yang telah terbina
Sepenuhnya terjalin pengertian antara engkau dan aku
Masihlah panjang jalan hidup mesti ditempuh
S’moga tak lekang oleh waktu

Cukup bagiku hadirmu
Membawa cinta selalu
Lewat warna sikap kasihku
Kau ungkap tlah terjawab

Jika kau bertanya sejauh mana cinta membuat bahagia
Sepenuhnya t‘rimalah apa adanya dua beda menyatu
Saling mengisi tanpa pernah mengekang diri
Jadikan percaya yang utama

Jumat, 30 Juli 2010

Speech Competition

Besok, hari Sabtu, tanggal 31 Juli 2010 Shasa akan mengikuti lomba lagi, yaitu Speech Competition. Selama beberapa hari ini Shasa sibuk berlatih, siang hari di sekolah dengan guru pembimbing Bahasa Inggrisnya dan sore hari berlatih lagi di tempatnya les Bahasa Inggris. Beberapa hari yang sibuk, tak hanya bagi Shasa tapi juga bagi ayahnya yang harus bolak balik antar jemput Shasa.

Dalam lomba kali ini, salah satu tema yang diangkat dalam pidato itu adalah masalah teknologi. Untuk itu, Shasa telah mencoba membuat sendiri naskah pidatonya. Naskah yang dibuatnya tidaklah panjang, yang bercerita tentang kemajuan teknologi dan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari. Yang dijadikan contoh oleh Shasa adalah internet dan telepon seluler. Naskah itu sempat direvisi oleh guru les Bahasa Inggrisnya, karena ada beberapa kata yang dipilih Shasa dinilai kurang tepat.

Seperti biasa, Shasa sangat antusias sekali dalam mempersiapkan diri dalam lomba ini. Naskah pidato itu telah berhasil dihafal Shasa sejak jauh-jauh hari, mungkin karena hasil karya sendiri sehingga mudah baginya untuk menghafal naskah itu. Setelah naskah dikuasai, Shasa bisa fokus pada tekniknya.

Sebenarnya, Shasa ingin sekali aku bisa hadir dan menyaksikannya berlomba pada hari Sabtu itu. Namun sayang sekali, aku sedang dinas ke Bandung sehingga tidak bisa mendampinginya kali ini. Untuk menyemangati Shasa, ayahnya dan juga Ibuku akan hadir menemani Shasa. Semoga saja Shasa bisa tampil maksimal dalam lombanya nanti. Amin....

Shasa sangat berharap bisa lolos sampai ke babak final, agar aku bisa menyaksikannya berlomba. Menurut rencana babak final akan diselenggarakan pada hari Minggu 1 Agustus 2010 dan pada Minggu dini hari aku sudah sampai kembali di Madiun. Aku sendiri pun berharap dapat menyaksikan Shasa pada tanggal 1 Agustus nanti.

Sobat semua..., mohon doanya untuk Shasa ya, agar dia mampu menampilkan yang terbaik yang dia bisa, dan syukur-syukur bisa masuk final. Terima kasih...

Kamis, 29 Juli 2010

Bersaing dengan batuk

Beberapa hari ini aku terserang penyakit yang selama ini paling aku 'hindari' yaitu... batuk ! Karena, batukku memang bukan termasuk batuk yang ringan. Kalau aku sudah batuk pasti yang mendengarnya akan kasihan sekaligus risih, karena gak berhenti-berhenti bahkan sampai memerah mukaku. Itu sebabnya, aku tersiksa sekali jika sedang batuk. Aku malu bertemu banyak orang dalam keadaan seperti itu. Kalau teman-teman sekantorku, yang sudah lama kenal aku, tahu banget bagaimana beratnya batukku.

Cerita tentang bagaimana repotnya aku kalau sedang batuk pernah aku ceritakan di Rapat Batuk. Entah mengapa sejak kecil aku paling mudah terserang batuk. Kali ini batuk yang aku rasakan adalah karena kondisi tidak menguntungkan yang aku alami selama perjalanan dinasku ke Makasar beberapa hari yang lalu. Mungkin karena kondisi fisik yang lelah ditambah dengan masuk angin (karena tak terbiasa dengan AC), sehingga sang batuk kembali menyambangi aku.

Masalahnya adalah... Jumat dan Sabtu yang akan datang aku kembali harus melakukan perjalanan dinas ke Bandung. Sebenarnya acara dinas ke Bandung ini sudah bukan tugasku lagi semenjak aku dialihtugaskan ke bidang lain pada pertengahan bulan ini. Namun karena penggantiku masih berkewajiban menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya di tempat kerjanya yang lama sampai akhir bulan ini, maka my boss memintaku untuk pergi ke Bandung.

Rencananya aku akan berangkat ke Bandung dengan menggunakan kereta api pada hari Kamis malam dan akan kembali ke Madiun pada Minggu pagi. Yang menjadi pikiranku saat ini adalah batukku harus sembuh dulu sebelum berangkat. Tentu saja aku malu jika selama rapat berlangsung aku terbatu-batuk dengan sangat hebatnya. Alasan lainnya adalah kata kakak iparku yang tinggal di Bandung, saat ini Bandung sedang sangat dingin dan hampir tiap hari hujan. Nah.., aku takut jika batukku belum sembuh malah akan semakin parah.

Itu sebabnya aku sekarang bersaing dengan batuk. Kuat usahaku menghentikan batukku atau kuat batuk yang menguasaiku. Aku berjuang dengan barbagai cara agar kali ini aku yang menang bersaing melawan batuk. Bepergian dengan kondisi badan yang kurang fit sama sekali tidak menyenangkan bukan..?

Sobat..., bantu aku dengan doa ya semoga saja batukku segera berhenti dan aku siap menjalankan tugas untuk mengikuti rapat dinas ke Bandung. Amin.

Rabu, 28 Juli 2010

Laundry oh Laundry

Pada saat ini, makin banyak orang yang mencoba peruntungan mereka dalam dunia usaha. Bahkan dengan makin berkembangnya dunia ini, jenis usaha pun kian beragam. Kalau dulu orang-orang cenderung mencoba usaha di bidang makanan dan busana, kini tidak lagi. Ada yang mencoba usaha yang menyangkut buku, kerajinan tangan dll. Apalagi internet sangat mendukung dilakukannya toko online.

Yang saat ini sedang menjamur di kotaku adalah usaha laundry. Jika dulu pengusaha laundry hanya ada 1 dan itupun menarik biaya yang mahal, kini keadaan sudah berubah. Sudah banyak laundry di setiap pelosok kota, mulai dari sistem kiloan ataupun bijian. Kebetulan, aku punya beberapa pengalaman dengan beberapa laundry di kotaku. Karena aku tak punya asisten rumah tangga, maka terkadang aku membutuhkan jasa laundry untuk membantuku ketika waktuku sedang sangat sempit.

Semula aku mencoba laundry "D" yang memberikan fasilitas antar jemput dan sehari jadi. Selama ini aku cukup puas dengan pelayanannya karena tak pernah mengecewakan. Hanya saja, laundry "D" itu terhitung sedikit lebih mahal dibandingkan dengan laundry kiloan, karena laundry "D" menerapkan biaya untuk tiap potong baju. Namun untuk baju-baju itu penanganan khusus, seperti jas, kebaya atau baju yang berpayet-payet, aku lebih percaya kepada laundry "D".

gambar diculik dari sini

Aku pernah juga mencoba laundry "H" yang menerapkan sistem kiloan. Saat itu aku sedang sangat repot dan hendak bepergian, sehingga aku mencoba menggunakan jasa laundry "H". Kalau tidak salah, selama 3 kali aku menggunakan jasanya, aku selalu saja kecewa. Penyebabnya adalah waktu yang dijanjikan untuk selalu saja molor. Bahkan yang terakhir, janji 3 hari jadinya malah 6 hari...!

Kejadian itu membuatku kapok menggunakan jasa laundry "H" dan aku beralih ke laundry "K". Untuk urusan antar jemput cucian laundry "K" tak mengalami masalah dan selalu tepat waktu. Tapi, setelah 2 kali menggunakan jasanya, aku melihat bahwa hasil setrikaannya kurang rapi. Bahkan ada baju kerjaku yang 'rusak' karena setrikanya terlalu panas. Jadi, kuputus kerjasamaku dengan laundry "K".

Lama tak menggunakan jasa laundry, kembali aku mencari laundry baru setelah aku pulang dari Makasar. Maklum saja, sepulangnya dari Makasar aku malah masuk angin dan batuk-batuk. Sehingga untuk cucian yang besar-besar seperti jeans, sprei dll aku kembali mencari jasa laundry. Kali ini pilihan jatuh pada laundry "Q". Alhamdulillah..., setelah 3 kali menggunakan jasa laundry "Q" aku cukup puas dengan pelayanannya. Cucian yang dijanjikannya selesai dalam 2 hari selalu tepat waktu dan setrikaannya pun lumayan rapi.

Dari kejadian itu aku berpikir bahwa memanjakan pelanggan memang sulit dan membutuhkan kesungguhan hati. Jika seseorang menjalankan usaha tapi lupa mengutamakan kepentingan/kepuasan pelanggan, aku yakin usahanya akan dengan mudah gulung tikar. Seperti laundry "H" yang tergolong pelopor dalam bisnis laundry kiloan, setelah usahanya laris manis kini malah keteteran mengurus pelanggannya sehingga janji 3 hari jadi selalu saja mundur.

Padahal, kini banyak sekali laundry baru bermunculan di kotaku. Laundry "K" termasuk yang baru dan masalah janji masih bisa ditepati, mungkin karena pelanggannya belum banyak. Hanya sayangnya dia tak menjaga kerapian setrikaannya, sehingga pelanggan sepertiku yang merasa kesal karena bajunya jadi rusak karena seterika yang terlalu panas memilih mundur.

Ternyata... jika ada kemauan disitu ada jalan. Begitu banyak peluang usaha yang bisa dimanfaatkan karena mengingat makin sempitnya waktu para orang tua yang bekerja. Hanya saja, usaha tak hanya membutuhkan modal semata, tapi juga kemauan untuk memberikan pelayanan dan kepuasan bagi pelanggannya. Tanpa itu semua.., rasanya tinggal menunggu tutup saja.

Selasa, 27 Juli 2010

Belajar dari anak-anak

Cerita kali ini masih ada kaitannya dengan cerita tentang belajar tentang arti kelompok dan kepemimpinan yang aku ceritakan kemarin. Jadi, setelah aku melaporkan masalah anak-anak kelas 5 itu kepada bapak pembina Pramuka, rupanya kemarin siang langsung ditindaklanjuti oleh beliau.

Saat beliau masuk ke kelas 5, beliau meminta ketua Pramuka regu putri maju ke depan. Shasa dan satu lagi temannya (sebut saja namanya Tyas) maju. Setelah itu, bapak pembina Pramuka itu menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah mendapat penjelasan dari anak-anak itu, akhirnya beliau memberikan penjelasan panjang lebar tentang arti kelompok. Beliau menekankan agar regu yang terbentuk jangan sampai dirubah-rubah lagi.

Akhirnya, memang regu Pramuka di kelas Shasa tidak mengalami perubahan. Semua bisa menerima dengan baik. Yang menarik, Tyas sebagai ketua regu putri kelompok lainnya, yang berencana untuk mengambil 4 orang anggota regu dari Shasa tanpa diminta meminta maaf pada Shasa. Selain itu, Mita (sebut saja begitu) sebagai salah satu dari 4 orang yang akan berpindah regu, juga meminta maaf pada Shasa. Shasa pun menerima permintaan maaf itu dengan tangan terbuka.

Lihatlah..., betapa anak-anak ternyata mampu bersikap lebih bijak daripada orang-orang dewasa. Anak-anak tanpa diminta telah dengan mudah meminta maaf atas kesalahannya. Mereka tak merasa gengsi meminta maaf. Sementara anak-anak pun dengan tulus memaafkannya, tanpa mengungkit-ungkit lagi semua yang telah terjadi. Sekarang pun pertemanan di antara mereka berjalan dengan normal, tanpa ada rasa sakit hati atau dendam. Bahkan, kemarin siang pun Shasa sudah berlatih lagi menari bersama-sama dengan anggota regunya.


Tak hanya Shasa dan teman-temannya yang belajar banyak dari kejadian kemarin itu. Tapi aku, yang kebetulan tahu permasalahan itu, jadi mendapat pelajaran berharga pula dari anak-anak. Aku belajar menjadi bijak, agar aku dapat mengajarkannya kepada Shasa. Aku belajar tentang ketulusan karena kulihat anak-anak dengan mudah melakukannya. Aku belajar lebih banyak tentang kekuatan maaf yang telah mampu mengukir kembali senyum di bibir mereka-mereka yang semula bermasalah.

Apakah kita, selaku orang dewasa akan dengan mudah meminta maaf pada siapa saja (termasuk kepada anak-anak sekalipun) saat kita melakukan kesalahan ? Apakah kita, selaku orang dewasa akan dengan tulus hati memberikan maaf pada orang-orang yang telah menyakiti kita ? Apakah kita, selaku orang-orang dewasa, akan dengan mudah melupakan rasa sakit hati dan dendam di hati kita ? Apakah kita, lebih baik daripada anak-anak itu ?

Kali ini..., rasanya yang mendapat pelajaran berharga lebih banyak adalah aku dari Shasa (dan teman-temannya) ... dan bukan  sebaliknya.

Senin, 26 Juli 2010

Belajar tentang arti kelompok dan kepemimpinan

Baru-baru ini Shasa belajar banyak tentang arti kelompok dan kepemimpinan. Untuk pelaksanaan perkemahan Pramuka yang akan diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (tanggal 7-8 Agustus 2010 nanti) di kelas shasa sudah dibentuk 4 regu, 2 regu putra dan 2 regu putri. Shasa ditunjuk oleh Pembima Pramuka sebagai salah satu ketua dari regu putri dengan membawahi 9 orang anggota.

Mereka bersepuluh sudah seminggu kemarin berlatih atraksi yang akan ditampilkan dalam acara api unggun. Rencananya regunya Shasa akan menari. Namun sayang, ada 1 orang dalam kelompok Shasa yang sering tidak hadir saat latihan menari. Anggota regu Shasa yang lain meminta Shasa untuk mengeluarkan 1 orang yang tak pernah latihan itu (sebut saja namanya Cindy), karena regu yang satunya juga telah mengeluarkan 4 orang dari kelompoknya.

Sewaktu Shasa meminta pendapatku tentang usulan teman-temannya agar dia mengeluarkan Cindy, aku dengan tegas melarangnya. Kukatakan pada Shasa bahwa tugas ketua regu salah satunya adalah untuk menjaga kekompakan dan keutuhan kelompok. Memang tidak mudah karena karakter tiap anak berbeda-beda, tapi kutegaskan pada Shasa bahwa ini kesempatan istimewa baginya untuk berlatih mengatur banyak orang dengan banyak karakter. Kukatakan juga pada Shasa, baik buruknya anggota dan sukses tidak suatu regunya, semua itu tergantung pada pemimpinnya.

Kujelaskan juga kepadanya bahwa mungkin saja selama ini Cindy tak ikut berlatih karena tak ada orang tua yang mengantarkannya. Untuk anak-anak seusia Shasa, mobilitas mereka memang masih sangat tergantung pada orang tua mereka. Apalagi tempat dilakukannya latihan menari tempatnya kebetulan jauh dari rumah Cindy. Kuminta Shasa untuk membayangkan dirinya andai jadi Cindy yang dikeluarkan dari regunya, sementara regu yang lain juga tak mau menerimanya, bagaimana sedih dan terpukulnya perasaan Cindy. Itu makanya aku (dan ayahnya), meminta Shasa untuk tetap memberikan tempat bagi Cindy dalam regunya itu.

Aku (dan ayahnya) terus menerus memompa semangat Shasa untuk sebisa mungkin menyatukan anggota regunya. Ayahnya semula mengusulkan agar selama pelaksanaan api unggun itu, Cindy ditugasi untuk menjaga tenda karena dia tak bisa menari karena tak pernah latihan. Namun ternhyata Shasa punya solusi sendiri yang lebih bagus (menurutku). Dia meminta Cindy untuk tampil sendiri di acara api unggun itu dengan membaca puisi, sementara teman-teman lainnya menari.

Setelah keadaan berjalan 'normal' tiba-tiba Sabtu kemarin ada berita mengejutkan dari Shasa. Regu putri satunya yang telah mengeluarkan 4 orang anggotanya, tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan telah menarik 4 orang dari kelompok Shasa. Hal itu tentu saja memukul perasaan Shasa, apalagi selama ini dia sudah berjuang keras menjaga keutuhan kelompoknya.

Kali ini aku tak mau tinggal diam, karena kejadian bongkar pasang kelompok di kelas Shasa sudah terjadi sejak kelas 4 dulu. Aku melihat bahwa anak-anak itu belum diajar tentang arti kelompok, sehingga bagi mereka sah-sah saja mengeluarkan anggota kelompoknya dan menggantinya dengan orang lain sekehendak sendiri. Aku melihat bahwa anak-anak di kelas Shasa cenderung mengambil jalan termudah, tak cocok dibuang. Sehingga tak ada upaya untuk menyatukan visi dan misi dan membawa kelompok tetap utuh sampai tujuan.

Aku tak ingin perilaku seperti itu tetap jadi kebiasaan, sehingga terbawa pada dunia kerja nantinya. Sering aku melihat bahwa staf-staf yang bermasalah selalu saja diusulkan untuk dipindahkan ke bidang/kantor yang lain, dan mereka meminta ganti staf yang baik. Semua minta yang enak-enak saja. Padahal salah satu tugas dari pemimpin itu adalah memberikan pembinaan kepada anggotanya, sehingga baik buruknya anggota adalah menjadi tanggung jawab pemimpin.

Dengan dasar pemikiran itulah, aku tadi pagi sengaja menemui bapak guru pembimbing Pramuka di sekolah Shasa. Kujelaskan pada beliau tentang kondisi anak-anak perempuan kelas 5. Aku meminta bantuan kepada beliau untuk dalam kegiatan kepramukaan lebih menekankan dan melatih masalah kerjasama kelompok. Ternyata tanggapan dari guru pembimbing Pramuka sangat baik, bahkan beliau sendiri mengaku bahwa Sabtu kemarin sudah ada anak yang mengadu padanya kalau dia dikeluarkan dari regu Pramukanya. Hanya saja, Sabtu kemarin beliau belum sempat menindaklanjuti laporan tersebut.

Alhamdulillah, kejadian itu telah memberikan banyak pelajaran berharga pada Shasa. Dan kulihat Shasa tetap mau menerima 4 orang anggota regunya yang semula ingin pindah ke regu lain. Kukatakan padanya bahwa inilah pelajaran berharga yang tak dapat ditemukannya dari buku-buku. Aku bangga dengan kebesaran hatinya yang mau menerima kembali 4 orang anggotanya. Semoga saja, peristiwa itu juga memberikan pelajaran berharga bagi anggota regu yang lain.

Sabtu, 24 Juli 2010

Bersiap untuk boyongan

Sobat.., beberapa saat yang lalu telah kuceritakan bahwa aku telah dimutasi ke tempat baru. Namun..., aku tak bisa langsung boyongan ke tempatku yang baru. Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa aku tak bisa langsung menduduki tempatku yang baru. Yang pertama tentu saja karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan, begitu juga dengan penggantiku. Oleh sebab itu, kami sepakat untuk menyelesaikan tugas masing-masing terlebih dahulu.

Sehari setelah aku dimutasi, aku masih bertugas untuk menghadiri acara sosialisasi yang diselenggerakan di Makasar. Sementara penggantiku mempersiapkan acara yang akan diselenggarakan mulai tanggal 23 s/d 31 Juli di Bandung. Jadi, penggantiku baru bisa aktif bekerja menggantikan aku terhitung mulai 1 Agustus 2010 nanti. Itu sebabnya, sampai akhir bulan ini aku masih bertanggung jawab menyelesaikan tugas-tugasku yang (seharusnya) telah menjadi tugas-tugasnya.

Sebenarnya, aku dimutasi ke tempat yang 'kosong' karena orang yang menduduki tempat itu sebelumnya telah meninggal beberapa bulan yang lalu. Kekosongan itulah yang menyebabkan aku bisa langsung masuk tanpa menunggu apa-apa lagi, namun karena resiko dan beban pekerjaannya relatif lebih ringan maka aku bisa mendelegasikannya pada anggota timku yang baru, yang kebetulan orang-orang lama semua di bidangnya.

Memang, aku tidak dimutasi keluar dari kantorku yang sekarang, hanya ganti bidang yang aku tangani saja. Dan... Insya Allah Senin besok aku benar-benar akan menduduki posisi baruku. Makanya, beberapa hari ini aku mulai sibuk beres-beres, bersiap untuk boyongan. Mulai dari membongkar semua arsip-arsip pekerjaan sampai membersihkan mejaku. Hampir setiap hari aku memindahkan barang-barang pribadiku ke meja baruku (yang ada di ruangan lain). Alhamdulillah ..., Jum'at kemarin semua barangku sudah beralih tempat di mejaku yang baru... siap untuk aku gunakan Senin depan.

Sobat.., doakan aku semoga aku bisa menjalankan tugas baru di tempat baru dengan baik ya..?

Jumat, 23 Juli 2010

Sayangi anak-anak kita

Ingatkah kita
pada sesosok kecil yang tak berdaya saat baru saja dilahirkan
pada sorot mata bening yang memandang kita dengan penuh tanya
pada senyum manisnya yang membuat kita bahagia luar biasa
pada celoteh riangnya yang membuat kita tersenyum bangga
pada jari-jari mungilnya yang mengharapkan bimbingan kita
pada setapak demi setapak langkahnya tertatih-tatih menuju masa depan

Apakah ingatan kita akan semua itu mampu menumbuhkan kembali rasa sayang kita pada anak-anak kita ? Apakah kenangan akan anak-anak kita mampu menggetarkan sanubari kita ? Jika jawabannya adalah YA, mengapa masih saja ada anak-anak yang terlantar dan teraniaya ?

Anak-anak itu adalah makhluk yang 'lemah'. Mereka belum memiliki kekuatan sebesar kita. Mereka belum memiliki keberanian sekuat kita. Mereka belum memiliki pengetahuan sebanyak kita. Mereka belum memiliki pengalaman sekaya kita. Dan, tanpa memiliki semua itu... anak-anak tak memiliki senjata apapun untuk melawan kita, orang-orang dewasa. Satu-satunya yang mereka miliki (dan sudah tak kita miliki lagi) adalah kepolosan mereka. Sayangnya, tak banyak lagi orang dewasa yang tergetar oleh kepolosan anak-anak itu hingga akhirnya banyak anak-anak yang menjadi korban kekejaman dan kesewenang-wenangan.

Apakah kita sebagai orang tua sering (tanpa sengaja) menggunakan otoritas kita sebagai orang tua dalam 'menekan' anak ? Dan apakah yang kita dapatkan dari hal tersebut ? Tak lain dari anak-anak yang keras kepala dan suka memberontak di masa remajanya. Mengapa tak kita gunakan saja senjata kasih sayang, perhatian dan kepedulian pada anak-anak itu ? Dengan demikian kita akan mendapatkan anak-anak yang penuh kasih dan peduli pada sesama.

Sayangnya..., pada saat ini banyak sekali orang tua yang menderita stress akibat beratnya beban kehidupan di pundak mereka. Dan, yang lebih disayangkan lagi adalah... anak-anak yang seringkali menjadi korban dan pelampiasan rasa stress itu. Anak-anak yang masih lemah itu memang merupakan sasaran empuk untuk menerima semua kekesalan dan kekecewaan kita, karena mereka tak mampu mengelak. Bisakah kita membayangkan, akan jadi apa anak-anak yang bertahun-tahun dalam hidupnya hanya menjadi tumpuan kekesalan dan kekecewaan semata ?

Anak-anak adalah masa depan kita. Mereka adalah harapan kita di masa yang akan datang. Itu sebabnya sangat penting bagi kita untuk mempersiapkan masa depan yang indah bagi kita dan anak-anak kita. Kita perlu mempersiapkan anak-anak menjadi pribadi-pribadi yang pandai, peduli, penuh kasih, beriman dan tangguh dalam menghadapi segala halangan yang menghadang di depan mata. Untuk mewujudkan itu semua, cukup kita melimpahi anak-anak kita dengan kasih sayang dan kesempatan untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan sebanyak-banyaknya.

Ingatkah kita pada syair Khahlil Gibran yang bicara tentang anak ? Syair itu menurutku indah sekali dan sangat bagus jika kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Inilah syair itu.....

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu
Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

Tepat pada Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2010 ini..., marilah kita memperbaiki sikap dan perlakuan kita terhadap anak-anak. Sayangi anak-anak kita, agar hidup ini pun mencintai anak-anak kita. Sehingga anak-anak kita akan mampu memberikan lebih banyak cinta pada sesama.

Pada Hari Anak Nasional (HAN) 2010 ini, Indonesia mengambil tema “Anak Indonesia Belajar untuk Masa Depan.” Dan, dalam rangka memperingati HAN 2010 ini, para narablog kembali ingin berpartisipasi dengan membuat postingan kolaborasi yang kali ini diprakarsai oleh Bang Iwan. Postingan ini pun dibuat untuk berpartisipasi dalam postingan kolaborasi itu. Semoga bermanfaat.



gambar diculik dari sini

Kamis, 22 Juli 2010

Yang membuatku kangen

Ada yang membuatku kangen setiap kali bepergian jauh dari rumah, apalagi jika (terpaksa) harus menginap. Yang pertama tentu saja Shasa, anakku tercinta. Setiap kali pergi jauh darinya, wajah dan senyumnya selalu terbayang. Aku tak akan tenang bepergian jika selama aku pergi Shasa menelpon atau SMS untuk mengatakan rasa kangennya atau menceritakan kesedihannya hari itu. Soalnya, saat aku mengetahui Shasa kangen padaku atau sedang sedih, yang terbayang adalah wajahnya yang menjadi sendu dan bibirnya yang manyun. Mengingat itu... membuatku ingin berlari pulang dan segera memeluknya.

Aku justru akan merasa tenang jika Shasa telpon atau SMS untuk cerita sesuatu yang menyenangkannya hari itu. Mendengarkan tawanya dan membayangkan wajah cerianya membuatku merasa tenang berada jauh darinya. Itu makanya, setiap kali aku hendak bepergian, aku suka berpesan pada suamiku untuk membuat Shasa selalu enjoy. Harapanku, dengan begitu Shasa tak akan telpon atau SMS yang isinya mengatakan dia kangen atau dia sedang sedih.

Selain itu.., yang membuatku kangen jika sedang jauh dari rumah adalah... suamiku. Tak nyaman rasanya berada jauh darinya, meskipun terkadang dia sukses membuatku kesal... hehehe. Namun, sekali-kali jauh dari pasangan ada bagusnya juga. Karena dengan begitu, kita jadi merindukannya dan mengenang semua hal indah yang telah dilalui bersama selama ini.

Selama aku pergi ke Makasar kemarin... aku sempatkan untuk membuka facebook via handphone-ku. Sementara aku libur tak blogging selama di Makasar, walau aku sebenarnya kangen banget untuk blogging. Ternyata, aku tak telaten membuka blog via HP.. hehehe. Selama ini aku hanya telaten buka FB dan cek email saja via HP.

Nah. pas aku buka FB dalam perjalanan dinasku ke Makasar itulah aku membaca status dari suamiku yang membuatku kangen ingin segera pulang ke rumah. Ini dia statusnya  (jika tak jelas, bisa klik gambar utk memperjelasnya) :

karena aku berangkat jam 02.30 suamiku rela bergadang dan memasak air untukku

status ini dibuatnya saat aku baru berangkat ke Surabaya

status ini dibuatnya untuk memenuhi pesanku agar selalu membuat Shasa enjoy selama aku pergi

Nah..., kalau membaca status suami seperti itu... pasti pengen pulang kan..? Apalagi setelah aku sampai ke rumah kembali (Sabtu jam 00.02 WIB), suamiku nulis status seperti ini :

siapa yang tak senang jika kedatangannya disambut gembira ?!

Tuh kan..., jadi kangen untuk berada di rumah terus... hehehe.

Selasa, 13 Juli 2010

Permulaan kelas 5

Ini adalah hari kedua Shasa duduk di kelas 5. Kemarin, di hari pertamanya masuk sekolah lagi setelah 2 minggu libur, Shasa minta diantarkan pagi-pagi. Alasannya dia ingin mendapatkan tempat duduk paling depan dan Shasa tak ingin keduluan teman lainnya. Akhirnya, jam 6 pagi kami berangkat mengantarkan Shasa ke sekolahnya.

Sesampai di sekolah, ternyata sudah lumayan ramai. Rupanya, anak-anak itu memang bersemangat mencari tempat duduk di tengah depan, karena dianggap paling strategis (padahal jaman kuliah dulu tempat duduk yang strategis tuh yang di belakang ya ? hehehe). Ternyata, dua baris bangku depan yang di tengah sudah ada yang menempati. Akhirnya, Shasa memilih duduk di baris paling kanan. Untungnya, masih dapat pada deret pertama.

Di hari pertamanya di kelas 5 itu, Shasa bersemangat sekali. Segala persiapannya untuk ke sekolah sudah ditatanya jauh-jauh hari. Hari Minggu kemarin pun aku sudah sibuk membantu Shasa menyampul semua buku-buku tulis barunya. Sedangkan buku-buku pelajaran baru akan dimiliki seminggu kemudian.

Di hari pertamanya di kelas 5 itu, pelajaran belum dimulai dan Shasa diajari baris berbaris oleh gurunya. Pulangnya pun juga sudah siang, jam 11. Padahal biasanya di minggu pertama sekolah, pulangnya lebih awal, kurang lebih jam 9. Tapi ternyata di kelas 5 ini lain....

Ya, Shasa sudah kelas 5 SD sekarang. Ya Allah, betapa cepatnya waktu berlalu. Rasanya baru beberapa tahun yang lalu Shasa aku daftarkan ke Play Group di saat usianya menjelang 4 tahun. Sekarang dia sudah duduk di kelas 5 SD. Tinggi tubuhnya sudah hampir sama denganku bahkan berat tubuhnya hanya berselisih beberapa kg saja denganku.

Putri kecilku yang dulu kutimang dengan kedua tanganku, kini sudah tumbuh dengan cepatnya. Putri kecilku sudah tumbuh makin besar sekarang. Mengamati perkembangannya aku masih sering tak percaya betapa sebenarnya masa lalu telah tertinggal jauh di belakang.

Di permulaan kelas 5 SD ini aku merindukan tingkah polah lucunya dulu. Di permulaan kelas 5 SD ini aku merindukan celotehnya yang khas kanak-kanak dan menggemaskan. Semoga di permulaan kelas 5 SD ini, Shasa dapat makin mengobarkan semangatnya dalam menuntut ilmu yang setinggi-tingginya. Semoga di permulaan kelas 5 SD ini, Shasa dapat makin merindukanNya dalam setiap langkahnya.

Ya Allah..., kutitipkan buah hatiku padaMu, karena aku tak bisa selalu mendampingi setiap langkahnya. Ku tak mampu menjaganya sepenuh hariku, seperti Engkau menjaganya. Ya Allah, berikan segala yang terbaik untuknya karena tak sepantasnya kekurangan dan keburukan kami menghalangi kebahagiaan yang menjadi haknya. Ya Allah, ku hanya mampu memberikan segala yang aku bisa untuk bekal hidupnya nanti, dan  semoga semuanya menjadi berkah baginya. Amin.

Sabtu, 10 Juli 2010

Mengapa jadi begini ?

Beberapa hari terakhir aku dibuat penasaran oleh paket yang tak ada kabarnya. Sebenarnya paket tersebut sudah dikirimkan padaku sejak tanggal 18 Juni 2010 yang lalu, tapi anehnya sudah lewat 3 minggu paket yang aku tunggu-tunggu itu belum datang juga. Menunggu tanpa kepastian memang tak menyenangkan, mau bertanya kepada teman yang mengirimkan paket itu juga gak enak. Aku takutnya, paket itu salah alamat dan diterima oleh alamat yang salah.

Akhirnya, aku mencoba menghubungi teman yang mengirimkan paket itu padaku untuk menanyakan lewat mana paket itu dikirimkan. Ternyata, paket itu dikirimkan dengan menggunakan jasa perusahaan pelayanan pengiriman barang (Sebut saja PT. *****) yang sudah biasa aku pakai. Selama ini aku tak pernah kecewa atas pelayanan PT. *****  tersebut, karena paket yang aku terima dan aku kirimkan lewat perusahaan itu selalu sampai dalam keadaan baik.

Berdasarkan informasi yang kudapatkan dari teman yang mengirimkan paket itu, ternyata alamat yang tertulis dalam paket itu sudah benar. Bahkan nomor teleponku yang juga dicantumkan dalam paket itu juga benar. Tapi anehnya, paket itu tak sampai kepadaku dan tak kembali pada temanku (jika ternyata memang salah alamat). Jadi, kemana paket itu berada ?

Setelah melakukan konfirmasi kesana kemari, aku peroleh informasi bahwa paket itu dikembalikan dengan catatan : Alamat Tidak Dikenal. Padahal, biasanya jika alamat tidak ditemukan, maka pihak PT. ***** itu akan menelpon si penerima. Jika tidak berhasil baru dikembalikan. Tapi aku belum pernah ditelpon, tapi kok barang sudah dikembalikan kepada pengirim.

Setelah kami tanyakan kembali, ternyata kantor cabang PT. ***** yang ada di kotaku menjelaskan bahwa sebenarnya memang ada paket untukku. Tapi, pada alamat yang tertulis dalam paket itu beralamat di Situbondo, sementara resi (consignment note) yang ditempel pada paket itu tertulis alamatku. Karena kesalahan itu, maka pihak kantor cabang PT. ***** mengembalikan paket itu kepada pengirim dengan catatan Alamat Tidak Dikenal.

Lucunya, temanku diminta mengambil sendiri paket tersebut di kantor PT. ***** itu. Dan, saat temanku mengambil paket itu, ternyata bukti pengiriman dari yang ditempel di paket sudah dirobek. Sedangkan kondisinya sudah agak lecek kertasnya. Sudah begitu, pihak kantor PT. ***** tidak memberikan penjelasan sama sekali pada temanku mengapa paket itu kembali, padahal alamat lengkap dan nomot telepon sudah benar.

Mengapa jadi begini..? Padahal selama ini kami percaya sekali dengan layanan jasa PT. ***** itu. Kalau sudah begini kan jadi memudar kepercayaan kami. Untungnya, dalam 2 hari ini aku mendapat penghiburan dengan datangnya 2 buah paket dari Mbak Eka dan Riesta Emy. Keduanya datang tepat waktu, bahkan Riesta yang berdomisili di Riau mengirimkan paket itu padaku pada tanggal 6 Juli dan pada tanggal 9 Juli sudah sampai di tanganku.

 paket dari Mbak Eka, lengkap dengan surat mini di kertas pink

paket dari Riesta 2 buku dengan surat mini di kertas biru

Yang mengejutkan, sebelumnya yang aku tahu Riesta akan mengirimkan 1 buku untukku. Namun ternyata saat paket aku buka... isinya 2 buah buku. Surprise... Untuk Mbak Eka dan Riesta, terima kasih sekali untuk paketnya ya.. Aku suka sekali....