Jumat, 05 Desember 2008

Belajar ngeblog

Seperti sudah kuceritakan dulu bahwa niat untuk buat blog sudah lama, tapi setelah dapat dorongan plus desakan dari my best friend, afifah, akhirnya kubulatkan tekad untuk buat blog. Awalnya tertatih-tatih juga membuat blog.

Setelah blog jadi, aku coba posting. Berhasil, walau saat itu aku gak tahu kenapa nama blog-ku gak bisa kucari lewat google. Kemudian ada keinginan untuk mengganti template-nya. Setelah cari-cari dari beberapa yang menyediakan template gratisan, aku nemu juga tempalate yang aku suka. Aku coba untuk mengganti template klasik dengan template yang menurutku lebih keren. Ternyata..., blog-ku malah rusak ! Oalah..., sudah susah payah kok malah jadi kacau blog-nya. Pokoknya aku gak bisa menjelaskan kenapa blog-ku jadi kacau begitu. Karena aku buat blog juga awalnya dari klik sana sini sih... Akhirnya daripada pusing, blog-ku yang baru beberapa hari jadi itu aku hapus. Hiks.
Tapi aku jadi semakin penasaran untuk bisa membuat blog yang lebih bagus. Aku mulai lagi dari nol. Aku buat blog baru. Aku posting lagi cerita baru. Niat untuk ganti template masih tetap ada. Hingga suatu hari aku membuka blog ini. Dalam blog-nya mbak Kuyus merekomendasikan beberapa template yang menurutnya keren.
Dari beberapa template yang direkomendasikannya itu ternyata ada 1 template yang membuatku terkesan sekali. Akhirnya aku coba lagi (dengan debar-debar di hati ... hehehe, akrena takut gagal lagi) untuk ganti template-ku. Ternyata... kali ini berhasil !! Alhamdulillah.
Dengan perasaan gembira aku sampaikan terima kasih pada mbak Kuyus karena template yang direkomendasikannya berhasil menggantikan template klasikku. Sekarang dengan template yang baru itu..., blog-ku semakin manis (menurutku tentu saja. Hehe)
Setelah itu mbak Kuyus jadi visitor pertama di blog-ku. Dengan kebaikan hatinya dia menyarankan padaku beberapa hal untuk mempercantik blog-ku. Waktu aku pengen buat "read more.." untuk artikelku, sekali lagi mbak Kuyus bantuin aku. Terimakasih ya mbak Kuyus.
Soal artikel, memang dari awal aku mau-nya menulis apa yang aku suka. Tentang diriku, hidup-ku, keluarga-ku dan seputar-ku. Aku memang cuma ingin menuangkan apa yang aku rasakan dan apa yang aku pikirkan. Dan aku senang punya tempat untuk itu : sebuah blog yang manis... (lagi-lagi menurut penilaian-ku sendiri hehehe...)

Belajar ngeblog

Seperti sudah kuceritakan dulu bahwa niat untuk buat blog sudah lama, tapi setelah dapat dorongan plus desakan dari my best friend, afifah, akhirnya kubulatkan tekad untuk buat blog. Awalnya tertatih-tatih juga membuat blog.

Setelah blog jadi, aku coba posting. Berhasil, walau saat itu aku gak tahu kenapa nama blog-ku gak bisa kucari lewat google. Kemudian ada keinginan untuk mengganti template-nya. Setelah cari-cari dari beberapa yang menyediakan template gratisan, aku nemu juga tempalate yang aku suka. Aku coba untuk mengganti template klasik dengan template yang menurutku lebih keren. Ternyata..., blog-ku malah rusak ! Oalah..., sudah susah payah kok malah jadi kacau blog-nya. Pokoknya aku gak bisa menjelaskan kenapa blog-ku jadi kacau begitu. Karena aku buat blog juga awalnya dari klik sana sini sih... Akhirnya daripada pusing, blog-ku yang baru beberapa hari jadi itu aku hapus. Hiks.
Tapi aku jadi semakin penasaran untuk bisa membuat blog yang lebih bagus. Aku mulai lagi dari nol. Aku buat blog baru. Aku posting lagi cerita baru. Niat untuk ganti template masih tetap ada. Hingga suatu hari aku membuka blog ini. Dalam blog-nya mbak Kuyus merekomendasikan beberapa template yang menurutnya keren.
Dari beberapa template yang direkomendasikannya itu ternyata ada 1 template yang membuatku terkesan sekali. Akhirnya aku coba lagi (dengan debar-debar di hati ... hehehe, akrena takut gagal lagi) untuk ganti template-ku. Ternyata... kali ini berhasil !! Alhamdulillah.
Dengan perasaan gembira aku sampaikan terima kasih pada mbak Kuyus karena template yang direkomendasikannya berhasil menggantikan template klasikku. Sekarang dengan template yang baru itu..., blog-ku semakin manis (menurutku tentu saja. Hehe)
Setelah itu mbak Kuyus jadi visitor pertama di blog-ku. Dengan kebaikan hatinya dia menyarankan padaku beberapa hal untuk mempercantik blog-ku. Waktu aku pengen buat "read more.." untuk artikelku, sekali lagi mbak Kuyus bantuin aku. Terimakasih ya mbak Kuyus.
Soal artikel, memang dari awal aku mau-nya menulis apa yang aku suka. Tentang diriku, hidup-ku, keluarga-ku dan seputar-ku. Aku memang cuma ingin menuangkan apa yang aku rasakan dan apa yang aku pikirkan. Dan aku senang punya tempat untuk itu : sebuah blog yang manis... (lagi-lagi menurut penilaian-ku sendiri hehehe...)

Rabu, 03 Desember 2008

Akhirnya.... Maryamah Karpov !!

Minggu, tanggal 30 Nopember 2008, saat aku sedang lembur di kantor, ada sms masuk dari Mas Mursid. Dia mengabarkan bahwa Maryamah Karpov sudah terbit. Kebetulan temannya yang dari Surabaya akan pulang ke Ponorogo. Dan (seperti biasa...) Mas Mursid menawarkan padaku apakah aku mau nitip dibelikan Maryamah Karpov.

Mas Mursid dan temannya yang dari Surabaya itu memang sangat baik padaku. Dari mereka berdualah aku sering mendapatkan buku-buku yang selama ini tak bisa kudapatkan di Madiun. Apalagi untuk buku-buku baru yang aku ingin segera punya..., lewat mereka berdualah impianku itu terwujud. How kind of them !!
Maka... tanpa membuang waktu lagi aku langsung menjawab : "Ya !! Aku mau !!" Jawaban sms dari Mas Mursid membuatku malu : "Wah... nafsu banget !!" **tersipu**
Akhirnya, hari Senin pagi mas Mursid memberikan sebungkus kantong plastik padaku. Maryamah Karpov!! Olala..., seneng sekali aku. Akhirnya buku yang kutunggu-tunggu sejak lama kini sudah ada di tanganku. Hemmm seneng sekali.
Sayang sekali pekerjaan kantorku yang sedang menumpuk menghalangiku untuk segera menuntaskan buku setebal 504 halaman itu. Biasanya aku tidak bisa menahan diri untuk langsung menuntaskan buku yang aku baca. Tapi kali ini, di sela-sela waktu-ku aku menyempatkan membacanya, walau aku sering menyerah oleh rasa kantuk dan capek yang menderaku.
Walaupun sampai hari ini aku belum tuntas membacanya. Aku betul-betuk keasyikan membacanya. Cara Andrea Hirata menyampaikan cerita sungguh sangat kusuka. Sepertinya aku tidak sedang membaca buku tapi sedang mendengarkan Andrea menceritakan kisah hidupnya secara langsung padaku.
Dan tetap saja aku masih berkali-kali tersenyum karena kisah yang disampaikan Andrea Hirata benar-benar menggelitikku. Tapi begitu sampai halaman 249 aku mulai merinding dan terharu. Masuk halaman 253..., aku tak sanggup lagi membendung air mataku. (jangan diketawain yach...?!). Cerita tentang persahabatan Laskar Pelangi betul-betul indah, begitu menyentuh, begitu tulus dan murni.
Makin tak sabar saja aku menuntaskan buku ke-4 dari Tetralogi Laskar Pelangi ini.

Akhirnya.... Maryamah Karpov !!

Minggu, tanggal 30 Nopember 2008, saat aku sedang lembur di kantor, ada sms masuk dari Mas Mursid. Dia mengabarkan bahwa Maryamah Karpov sudah terbit. Kebetulan temannya yang dari Surabaya akan pulang ke Ponorogo. Dan (seperti biasa...) Mas Mursid menawarkan padaku apakah aku mau nitip dibelikan Maryamah Karpov.

Mas Mursid dan temannya yang dari Surabaya itu memang sangat baik padaku. Dari mereka berdualah aku sering mendapatkan buku-buku yang selama ini tak bisa kudapatkan di Madiun. Apalagi untuk buku-buku baru yang aku ingin segera punya..., lewat mereka berdualah impianku itu terwujud. How kind of them !!
Maka... tanpa membuang waktu lagi aku langsung menjawab : "Ya !! Aku mau !!" Jawaban sms dari Mas Mursid membuatku malu : "Wah... nafsu banget !!" **tersipu**
Akhirnya, hari Senin pagi mas Mursid memberikan sebungkus kantong plastik padaku. Maryamah Karpov!! Olala..., seneng sekali aku. Akhirnya buku yang kutunggu-tunggu sejak lama kini sudah ada di tanganku. Hemmm seneng sekali.
Sayang sekali pekerjaan kantorku yang sedang menumpuk menghalangiku untuk segera menuntaskan buku setebal 504 halaman itu. Biasanya aku tidak bisa menahan diri untuk langsung menuntaskan buku yang aku baca. Tapi kali ini, di sela-sela waktu-ku aku menyempatkan membacanya, walau aku sering menyerah oleh rasa kantuk dan capek yang menderaku.
Walaupun sampai hari ini aku belum tuntas membacanya. Aku betul-betuk keasyikan membacanya. Cara Andrea Hirata menyampaikan cerita sungguh sangat kusuka. Sepertinya aku tidak sedang membaca buku tapi sedang mendengarkan Andrea menceritakan kisah hidupnya secara langsung padaku.
Dan tetap saja aku masih berkali-kali tersenyum karena kisah yang disampaikan Andrea Hirata benar-benar menggelitikku. Tapi begitu sampai halaman 249 aku mulai merinding dan terharu. Masuk halaman 253..., aku tak sanggup lagi membendung air mataku. (jangan diketawain yach...?!). Cerita tentang persahabatan Laskar Pelangi betul-betul indah, begitu menyentuh, begitu tulus dan murni.
Makin tak sabar saja aku menuntaskan buku ke-4 dari Tetralogi Laskar Pelangi ini.

Minggu, 30 November 2008

Kenangan tentang mbak Unik

Dulu waktu aku kuliah di Yogyakarta, aku kost di daerah Karangmalang. Di tempat kost-ku ini aku harus berbagi kamar dengan orang lain, karena 1 kamar ditempati berdua. Aku kerasan banget kost di tempat itu dan tidak pernah pindah kost sampai aku lulus. Praktis dalam jangka waktu kurang lebih 5 tahun aku kost di sana, aku berganti-ganti teman sekamar.
Ada yang keluar karena pindah tempat kost ada juga yang keluar karena telah lulus kuliah. Dari beberapa teman sekamarku, aku sangat terkesan mbak Unik.
Mbak Unik adalah mahasiswi Pendidikan Bahasa Jerman IKIP Negeri Yogyakarta. Gadis kelahiran Cirebon ini betul-betul membuatku kerasan di tempat kost. Apalagi mbak Unik sangat ceria. Dia sayang banget padaku dan memperlakukan aku seperti adiknya sendiri. Bahkan dengan kekasihnya saat itu (Hai Mas Iman…! Apa kabar?) aku juga sangat dekat. Aku sangat sayang pada keduanya seperti pada kakakku sendiri (apalagi aku anak sulung, jadi seneng banget bisa “menemukan” kakak di rantau…).
Terkadang kalau aku harus begadang karena belajar sampai jauh malam, mbak Unik membuatkan aku mie goreng dan tak segan-segan nyuapin aku. Hehehe… Enak banget rasanya dimanjain begitu.
Ada satu kejadian lucu yang aku inget banget. Dulu semasa kuliah aku sama sekali gak pernah dandan. Kalau ke kampus ya cuma nyisir rambut dan pake bedak trus cabut deh. Suatu hari saat aku akan nyari data di sekolah-sekolah untuk bahan skripsiku, mbak Unik memaksaku untuk pake lipstik. Alasannya supaya aku kelihatan lebih “dewasa”. Maklum dengan tubuhku yang kecil dan kurus (saat itu aku masih kurus, kalau sekarang sih sudah memuai hihihi…) aku dapat dianggap masih anak SMA. Aku nolak pake lisptik yang disodorkan mbak Unik di depanku. Tapi mbak Uniknya ngotot maksa aku pake lisptik. Setelah berjuang sekuat tenaga aku berhasil meloloskan diri dan sembunyi di kolong tempat tidur !! Tapi ternyata mbak Unik nekad nyusul aku ke kolong tempat tidur juga !! Astaga…. Nekad juga tuh mbak yang satu ini. Akhirnya mbak Unik nyerah juga karena aku tetap ngotot belum mau pake lisptik hehehe…
Tibalah saat “perpisahan” antara aku dan mbak Unik, karena mbak Unik telah berhasil menamatkan pendidikannya. Sebelum berpisah, aku menyelipkan sepucuk surat untuknya di dalam tas tangannya. Aku ngantarin dia ke stasiun. Pulang dari stasiun aku naik becak sendiri. Sampai di tempat kost aku langsung masuk kamar dan …. nangis !! Karena aku merasa kamarku begitu sepi tanpa ada dia. Aku tiba-tiba merasa kosong karena tidak lagi mendengar candanya. Sepulang dari stasiun itu sengaja kamar dan jendela kamar aku tutup rapat. Biar tidak ada yang tahu kalau aku nangis di kamar. Bahkan teman-teman kost mengira aku belum pulang karena kamarku yang tertutup rapat dari pagi. Akhirnya, sore hari Mbak Iin (sahabatku di tempat kuliah) datang ke kostku. Dia nekad ngetuk-ngetuk pintu kamarku dan akhirnya aku buka pintu juga karena tahu dia yang datang. Melihat mataku yang bengkak karena kebanyakan nangis, mbak Iin menghiburku. Dan dia menyemangati aku agar aku tidak larut dalam kesedihan karena keesokan harinya aku harus menghadapi ujian semesteran. Untung ada mbak Iin yang menyemangati aku sehingga ujianku lulus.
Kurang lebih 1 minggu kemudian aku dapat surat dari Mbak Unik. Dalam suratnya dia bercerita bahwa dia baru tahu bahwa ada surat dariku di dalam tasnya. Dia bilang setelah membaca suratku dia nangis. Mbak Unik juga berkata bahwa suratku tidak akan pernah dia lupakan dan akan dia simpan selamanya. Membacanya membuatku nangis lagi (hehe… cengeng benget ya aku waktu itu).
Sayang sekali…, sekarang ini aku tidak bisa berkomunikasi lagi dengannya. Entah apa yang terjadi. Tapi dari semua teman-temannya dan mantan kekasihnya (Mas Iman) aku dapat kabar bahwa mbak Unik menarik diri dan tidak pernah lagi mau berhubungan dengan mereka. Entah apa yang terjadi padanya. Berita terakhir yang aku dengar dia telah menikah dan menetap di Cirebon. Mbak Unik, kenapa harus menarik diri dari kami ? Aku dan semua teman-teman mbak Unik sangat rindu akan keceriaan mbak Unik. Bagaimanapun terima kasih sekali untuk waktu yang telah kita lalui bersama selama di Yogya. Karena mbak Unik aku sempat merasakan kasih sayang seorang kakak. Semua itu adalah kenangan terindah dari mbak Unik yang tidak akan pernah aku lupakan.