Dia salah satu dari sahabat mayaku....
Aku mengenalnya sewaktu aku baru beberapa saat mulai ngeblog dan belum punya terlalu banyak sahabat dari blog. Saat itu kami setiap hari saling mengunjungi blog masing-masing, maklum saja... karena memang blog-blog yang aku kunjungi masih bisa dihitung dengan jari. Kalaupun tak ada postingan baru yang bisa dikomentari, kami saling meninggalkan jejak di kotak pesan.
Dia salah satu dari sahabat mayaku....
Seiring dengan makin bertambahnya sahabat mayaku dan makin dikenalnya blogku... maka makin sibuklah aku membagi perhatianku kepada seluruh sahabat mayaku. Secara kebetulan, aktivitasnya dalam ngeblog sedikit demi sedikit menurun... walaupun tidak berhenti total. Mau tak mau hal itu membuatku menjadi agak berjarak dengannya.
Dia salah satu dari sahabat mayaku....
Betapa gembiranya saat aku menemukan dia kembali, meski kali ini lewat Facebook. Persahabatan yang bermula dari blog itu kembali kami rajut lewat facebook. Walau kami saling menyapa lewat komentar-komentar di status masing-masing, namun tetap saja belum banyak yang aku ketahui darinya, karena dia begitu tertutup.
Dia salah satu dari sahabat mayaku....
Karena ketidaktahuanku tentang dirinya, pernah suatu kali aku menyakiti hatinya secara tak sengaja. Waktu itu aku menulis status di Facebook, dan ternyata status yang aku tuliskan itu seolah 'menyindir'nya. Aku benar-benar
salah kata... dan aku telah meminta maaf karena tanpa sengaja statusku telah melukai hatinya. Untungnya dia mengerti, sehingga persahabatan di antara kami masih dapat berjalan dengan baik.
Dia salah satu dari sahabat mayaku....
Hingga suatu hari aku berada di titik jenuh dengan Facebook. Selain itu.., aku tak memiliki banyak waktu untuk Facebook, karena aku sedang sangat kecanduan dengan blog. Maka kuputuskan untuk pamitan kepadanya, bahwa untuk sementara waktu aku akan 'mundur' dari Facebook. Kurang lebih 2 minggu setelah itu, kami melakukan kontak (nyata) via telepon sesaat setelah dia keluar dari Rumah Sakit. Percakapan kami pun hanya singkat saja, dan masih lebih banyak basa-basi dan dia juga mengabarkan kondisinya setelah keluar dari Rumah Sakit.
Dialah salah satu dari sahabat mayaku....
Yang kemarin tiba-tiba saja menelponku hampir selama setengah jam. Dan berbeda dari teleponnya pertama kali dulu, kemarin dia tiba-tiba sangat terbuka padaku. Ternyata, kini dia sudah mundur dari blog dan Facebook karena dilarang oleh orang tuanya. Penyebabnya adalah... sakitnya sudah semakin serius dan dia tidak boleh kelelahan. Selain itu, blog dan facebook saat ini membawa kesedihan kepadanya karena keduanya mengingatkannya pada lelaki yang pernah sangat berarti baginya yang kini tiba-tiba menghilang.
Dialah salah satu dari sahabat mayaku....
Ternyata, awal keterlibatannya dengan blog dan Facebook adalah berkat seorang laki-laki yang dulunya sangat peduli dam perhatian kepadanya. Bahkan blog dan Facebooknya pun tercipta karena dibuatkan oleh laki-laki itu. Lelaki yang karena kebaikan hatinya dan kepeduliannya telah membuat sahabat mayaku ini menaruh hati kepadanya... namun tiba-tiba sang lelaki menghilang begitu saja tanpa pesan, setelah kondisi kesehatan sahabat mayaku menurun drastis.
Dialah salah satu dari sahabat mayaku....
Yang berusaha menelan kegetirannya saat menceritakan semua kisah hidupnya yang selama ini disimpannya rapat-rapat. Dialah yang menceritakan semuanya hanya untuk meringankan bebannya, bukan untuk dikasihani. Dialah yang telah membuatku tak mampu berkata-kata di ujung telepon, sementara dia di ujung telepon nun jauh disana mengeluarkan begitu banyak duka yang selama ini disimpannya sendiri.
Dialah salah satu dari sahabat mayaku....
Yang semoga telah merasa lega setelah mengeluarkan sebagian besar kesedihannya dan kepahitan hidupnya pada 30 menit percakapan jarak jauh kami.... Meskipun kami belum saling mengenal secara langsung, dan belum pernah sekalipun bertemu muka... semoga saja kehadiranku sebagai sahabat mayanya dapat memberikan sedikit kebahagiaan dalam hidupnya. Semoga saja, meskipun sedikit... aku dapat memberikan semangat dalam hidupnya.