Jumat, 12 Desember 2008

Hewan Qurban

Senin tanggal 8 Desember 2008 yang lalu adalah Hari Raya Idul Adha. Untuk qurban kali ini dan beberapa kali qurban sebelumnya aku mengirimkan hewan qurban kami ke sebuah sekolah dasar di pinggir Kota Madiun. Kami memilih sekolah itu karena menurut kami itulah tempat yang pas bagi kami untuk menyalurkan hewan qurban kami

Dahulu kami lebih memilih menyalurkan hewan qurban kami ke musholla / masjid di dekat rumah. Tapi karena ternyata yang menyalurkan hewan qurban di musholla / masjid tersebut banyak, sehingga penduduk di sekitar musholla / masjid semua mendapat bagian tanpa terkecuali. Hal seperti itu tidak hanya terjadi di lingkungan rumahku saja, tapi juga di beberapa tempat di daerah tempat tinggal teman-teman sekantorku. Bahkan ada yang mengadakan "memasak dan makan bersama" daging qurban karena daging qurban yang tersisa dari yang sudah dibagi-bagikan masih banyak.
Karena hal itulah, maka aku dan suamiku kemudian mencari informasi tentang daerah / sekolah yang menurut kami lebih "pas" menerima hewan qurban. Dari rekomendasi seorang teman, akhirnya kami mendapat informasi tentang sekolah dasar tersebut. Kebetulan sekolah dasar itu berada di lokasi yang kebanyakan penduduknya adalah masyarakat yang kurang mampu. Siswa-siswi di sekolah itu kebanyakan tergolong kurang mampu karena sebagian besar merupakan anak dari pengamen jalanan dan anak gelandangan dan berdomisili di Liposos.
Keadaan siswa-siswi sekolah dasar itulah yang menguatkan niat kami untuk menyalurkan hewan qurban kami ke sana. Karena kami memandang mereka lebih layak menerimanya.
Pernah suatu kali kami tidak mengirimkan hewan qurban ke sekolah tersebut, dan kami coba kembali menyalurkan hewan qurban ke musholla / masjid. Tapi keputusan tersebut kami sesali karena ternyata sekolah dasar yang biasa menerima kiriman hewan qurban dari kami saat itu tidak mampu menyembelih seekor hewan qurban-pun untuk dibagikan kepada siswa-siswinya. Padahal di sekolah anakku, Shasa, pada setiap kali pelaksanaan qurban mampu menyembelih beberapa hewan qurban sekaligus. Setelah kejadian tersebut, kami memutuskan untuk selalu mengirimkan hewan qurban kami ke sekolah itu.
Sampai saat ini aku merasa bahwa terlalu banyak hewan qurban yang "membanjiri" kota. Bahkan karena menumpuknya daging qurban, bisa dipergunakan untuk "pesta" warganya. Sementara di daerah-daerah yang miskin mereka bahkan tidak mampu menyembelih seekor hewan qurban-pun. Sebenarnya masih banyak masyarakat yang lebih membutuhkan daging qurban tetapi ternyata sampai saat ini masih sulit menjangkau mereka.
Mungkin diperlukan manajemen yang lebih bagus untuk penyaluran hewan qurban. Agar hewan qurban diterima oleh yang lebih berhak menerima. Mungkin diperlukan lebih banyak informasi kepada masyarakat di perkotaan, di daerah mana saja yang masih sangat membutuhkan bantuan dan berhak mendapatkan hewan qurban.

Hewan Qurban

Senin tanggal 8 Desember 2008 yang lalu adalah Hari Raya Idul Adha. Untuk qurban kali ini dan beberapa kali qurban sebelumnya aku mengirimkan hewan qurban kami ke sebuah sekolah dasar di pinggir Kota Madiun. Kami memilih sekolah itu karena menurut kami itulah tempat yang pas bagi kami untuk menyalurkan hewan qurban kami

Dahulu kami lebih memilih menyalurkan hewan qurban kami ke musholla / masjid di dekat rumah. Tapi karena ternyata yang menyalurkan hewan qurban di musholla / masjid tersebut banyak, sehingga penduduk di sekitar musholla / masjid semua mendapat bagian tanpa terkecuali. Hal seperti itu tidak hanya terjadi di lingkungan rumahku saja, tapi juga di beberapa tempat di daerah tempat tinggal teman-teman sekantorku. Bahkan ada yang mengadakan "memasak dan makan bersama" daging qurban karena daging qurban yang tersisa dari yang sudah dibagi-bagikan masih banyak.
Karena hal itulah, maka aku dan suamiku kemudian mencari informasi tentang daerah / sekolah yang menurut kami lebih "pas" menerima hewan qurban. Dari rekomendasi seorang teman, akhirnya kami mendapat informasi tentang sekolah dasar tersebut. Kebetulan sekolah dasar itu berada di lokasi yang kebanyakan penduduknya adalah masyarakat yang kurang mampu. Siswa-siswi di sekolah itu kebanyakan tergolong kurang mampu karena sebagian besar merupakan anak dari pengamen jalanan dan anak gelandangan dan berdomisili di Liposos.
Keadaan siswa-siswi sekolah dasar itulah yang menguatkan niat kami untuk menyalurkan hewan qurban kami ke sana. Karena kami memandang mereka lebih layak menerimanya.
Pernah suatu kali kami tidak mengirimkan hewan qurban ke sekolah tersebut, dan kami coba kembali menyalurkan hewan qurban ke musholla / masjid. Tapi keputusan tersebut kami sesali karena ternyata sekolah dasar yang biasa menerima kiriman hewan qurban dari kami saat itu tidak mampu menyembelih seekor hewan qurban-pun untuk dibagikan kepada siswa-siswinya. Padahal di sekolah anakku, Shasa, pada setiap kali pelaksanaan qurban mampu menyembelih beberapa hewan qurban sekaligus. Setelah kejadian tersebut, kami memutuskan untuk selalu mengirimkan hewan qurban kami ke sekolah itu.
Sampai saat ini aku merasa bahwa terlalu banyak hewan qurban yang "membanjiri" kota. Bahkan karena menumpuknya daging qurban, bisa dipergunakan untuk "pesta" warganya. Sementara di daerah-daerah yang miskin mereka bahkan tidak mampu menyembelih seekor hewan qurban-pun. Sebenarnya masih banyak masyarakat yang lebih membutuhkan daging qurban tetapi ternyata sampai saat ini masih sulit menjangkau mereka.
Mungkin diperlukan manajemen yang lebih bagus untuk penyaluran hewan qurban. Agar hewan qurban diterima oleh yang lebih berhak menerima. Mungkin diperlukan lebih banyak informasi kepada masyarakat di perkotaan, di daerah mana saja yang masih sangat membutuhkan bantuan dan berhak mendapatkan hewan qurban.

Jumat, 05 Desember 2008

Belajar ngeblog

Seperti sudah kuceritakan dulu bahwa niat untuk buat blog sudah lama, tapi setelah dapat dorongan plus desakan dari my best friend, afifah, akhirnya kubulatkan tekad untuk buat blog. Awalnya tertatih-tatih juga membuat blog.

Setelah blog jadi, aku coba posting. Berhasil, walau saat itu aku gak tahu kenapa nama blog-ku gak bisa kucari lewat google. Kemudian ada keinginan untuk mengganti template-nya. Setelah cari-cari dari beberapa yang menyediakan template gratisan, aku nemu juga tempalate yang aku suka. Aku coba untuk mengganti template klasik dengan template yang menurutku lebih keren. Ternyata..., blog-ku malah rusak ! Oalah..., sudah susah payah kok malah jadi kacau blog-nya. Pokoknya aku gak bisa menjelaskan kenapa blog-ku jadi kacau begitu. Karena aku buat blog juga awalnya dari klik sana sini sih... Akhirnya daripada pusing, blog-ku yang baru beberapa hari jadi itu aku hapus. Hiks.
Tapi aku jadi semakin penasaran untuk bisa membuat blog yang lebih bagus. Aku mulai lagi dari nol. Aku buat blog baru. Aku posting lagi cerita baru. Niat untuk ganti template masih tetap ada. Hingga suatu hari aku membuka blog ini. Dalam blog-nya mbak Kuyus merekomendasikan beberapa template yang menurutnya keren.
Dari beberapa template yang direkomendasikannya itu ternyata ada 1 template yang membuatku terkesan sekali. Akhirnya aku coba lagi (dengan debar-debar di hati ... hehehe, akrena takut gagal lagi) untuk ganti template-ku. Ternyata... kali ini berhasil !! Alhamdulillah.
Dengan perasaan gembira aku sampaikan terima kasih pada mbak Kuyus karena template yang direkomendasikannya berhasil menggantikan template klasikku. Sekarang dengan template yang baru itu..., blog-ku semakin manis (menurutku tentu saja. Hehe)
Setelah itu mbak Kuyus jadi visitor pertama di blog-ku. Dengan kebaikan hatinya dia menyarankan padaku beberapa hal untuk mempercantik blog-ku. Waktu aku pengen buat "read more.." untuk artikelku, sekali lagi mbak Kuyus bantuin aku. Terimakasih ya mbak Kuyus.
Soal artikel, memang dari awal aku mau-nya menulis apa yang aku suka. Tentang diriku, hidup-ku, keluarga-ku dan seputar-ku. Aku memang cuma ingin menuangkan apa yang aku rasakan dan apa yang aku pikirkan. Dan aku senang punya tempat untuk itu : sebuah blog yang manis... (lagi-lagi menurut penilaian-ku sendiri hehehe...)

Belajar ngeblog

Seperti sudah kuceritakan dulu bahwa niat untuk buat blog sudah lama, tapi setelah dapat dorongan plus desakan dari my best friend, afifah, akhirnya kubulatkan tekad untuk buat blog. Awalnya tertatih-tatih juga membuat blog.

Setelah blog jadi, aku coba posting. Berhasil, walau saat itu aku gak tahu kenapa nama blog-ku gak bisa kucari lewat google. Kemudian ada keinginan untuk mengganti template-nya. Setelah cari-cari dari beberapa yang menyediakan template gratisan, aku nemu juga tempalate yang aku suka. Aku coba untuk mengganti template klasik dengan template yang menurutku lebih keren. Ternyata..., blog-ku malah rusak ! Oalah..., sudah susah payah kok malah jadi kacau blog-nya. Pokoknya aku gak bisa menjelaskan kenapa blog-ku jadi kacau begitu. Karena aku buat blog juga awalnya dari klik sana sini sih... Akhirnya daripada pusing, blog-ku yang baru beberapa hari jadi itu aku hapus. Hiks.
Tapi aku jadi semakin penasaran untuk bisa membuat blog yang lebih bagus. Aku mulai lagi dari nol. Aku buat blog baru. Aku posting lagi cerita baru. Niat untuk ganti template masih tetap ada. Hingga suatu hari aku membuka blog ini. Dalam blog-nya mbak Kuyus merekomendasikan beberapa template yang menurutnya keren.
Dari beberapa template yang direkomendasikannya itu ternyata ada 1 template yang membuatku terkesan sekali. Akhirnya aku coba lagi (dengan debar-debar di hati ... hehehe, akrena takut gagal lagi) untuk ganti template-ku. Ternyata... kali ini berhasil !! Alhamdulillah.
Dengan perasaan gembira aku sampaikan terima kasih pada mbak Kuyus karena template yang direkomendasikannya berhasil menggantikan template klasikku. Sekarang dengan template yang baru itu..., blog-ku semakin manis (menurutku tentu saja. Hehe)
Setelah itu mbak Kuyus jadi visitor pertama di blog-ku. Dengan kebaikan hatinya dia menyarankan padaku beberapa hal untuk mempercantik blog-ku. Waktu aku pengen buat "read more.." untuk artikelku, sekali lagi mbak Kuyus bantuin aku. Terimakasih ya mbak Kuyus.
Soal artikel, memang dari awal aku mau-nya menulis apa yang aku suka. Tentang diriku, hidup-ku, keluarga-ku dan seputar-ku. Aku memang cuma ingin menuangkan apa yang aku rasakan dan apa yang aku pikirkan. Dan aku senang punya tempat untuk itu : sebuah blog yang manis... (lagi-lagi menurut penilaian-ku sendiri hehehe...)

Rabu, 03 Desember 2008

Akhirnya.... Maryamah Karpov !!

Minggu, tanggal 30 Nopember 2008, saat aku sedang lembur di kantor, ada sms masuk dari Mas Mursid. Dia mengabarkan bahwa Maryamah Karpov sudah terbit. Kebetulan temannya yang dari Surabaya akan pulang ke Ponorogo. Dan (seperti biasa...) Mas Mursid menawarkan padaku apakah aku mau nitip dibelikan Maryamah Karpov.

Mas Mursid dan temannya yang dari Surabaya itu memang sangat baik padaku. Dari mereka berdualah aku sering mendapatkan buku-buku yang selama ini tak bisa kudapatkan di Madiun. Apalagi untuk buku-buku baru yang aku ingin segera punya..., lewat mereka berdualah impianku itu terwujud. How kind of them !!
Maka... tanpa membuang waktu lagi aku langsung menjawab : "Ya !! Aku mau !!" Jawaban sms dari Mas Mursid membuatku malu : "Wah... nafsu banget !!" **tersipu**
Akhirnya, hari Senin pagi mas Mursid memberikan sebungkus kantong plastik padaku. Maryamah Karpov!! Olala..., seneng sekali aku. Akhirnya buku yang kutunggu-tunggu sejak lama kini sudah ada di tanganku. Hemmm seneng sekali.
Sayang sekali pekerjaan kantorku yang sedang menumpuk menghalangiku untuk segera menuntaskan buku setebal 504 halaman itu. Biasanya aku tidak bisa menahan diri untuk langsung menuntaskan buku yang aku baca. Tapi kali ini, di sela-sela waktu-ku aku menyempatkan membacanya, walau aku sering menyerah oleh rasa kantuk dan capek yang menderaku.
Walaupun sampai hari ini aku belum tuntas membacanya. Aku betul-betuk keasyikan membacanya. Cara Andrea Hirata menyampaikan cerita sungguh sangat kusuka. Sepertinya aku tidak sedang membaca buku tapi sedang mendengarkan Andrea menceritakan kisah hidupnya secara langsung padaku.
Dan tetap saja aku masih berkali-kali tersenyum karena kisah yang disampaikan Andrea Hirata benar-benar menggelitikku. Tapi begitu sampai halaman 249 aku mulai merinding dan terharu. Masuk halaman 253..., aku tak sanggup lagi membendung air mataku. (jangan diketawain yach...?!). Cerita tentang persahabatan Laskar Pelangi betul-betul indah, begitu menyentuh, begitu tulus dan murni.
Makin tak sabar saja aku menuntaskan buku ke-4 dari Tetralogi Laskar Pelangi ini.