Selasa, 21 April 2009

Takdir seorang Kartini

Mengapa Bangsa Indonesia pada tanggal 21 April merayakan Hari Kartini ? Hal tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964. Dalam masa pemerintahan Presiden Soekarno saat itu, Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Selain itu hari lahir Kartini, tanggal 21 April, diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Pemerintah memandang bahwa jasa Kartini sangat besar bagi bangsa Indonesia. Kartini dianggap sebagai pelopor emansipasi, pejuang pergerakan wanita dan pejuang pembebasan pikiran bagi bangsa Indonesia. Kartini adalah seorang yang sangat peka dengan persoalan yang dihadapi pada jamannya. Kartini juga seorang pemikir yang sangat modern untuk kemajuan bangsanya.


Kiprah Kartini tidak terbatas pada tahap pemikiran semata. Kartini juga telah mencoba mewujudkannya dalam karya nyata (walau belum banyak). Kartini memperjuangkan berdirinya sekolah wanita di beberapa kota di Jawa. Sekolah-sekolah itu diberi nama "Sekolah Kartini".

Sayangnya, kecerdasan dan keingingan kuat Kartini untuk maju dan berkembang tidak dapat diwujudkannya. Kerasnya jerat adat dan aturan pada saat itu membelenggu langkah Kartini. Kartini tidak diberi kesempatan untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Kartini hanya diberi pendidikan sampai tamat Sekolah Dasar (umur 12 tahun). Sementara sesudahnya, Kartini harus berusaha sendiri dengan berbagai cara dalam meraih ilmu dan pengetahuan.

Kartini, dengan usahanya sendiri, berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Negeri Belanda. Tapi, lagi-lagi langkah Kartini terhenti karena larangan dari orang tuanya. Namun, jiwa nasionalis Kartini tidak merelakan apabila kesempatan untuk memperbaiki nasib bangsa tersebut lepas begitu saja. Maka, Kartini mengalihkan beasiswa itu kepada seorang pemuda Sumatra. Pemuda yang beruntung itu adalah Agus Salim.

Pikiran-pikiran Kartini yang sangat jauh ke depan, kritis, cemerlang, modern dan sarat dengan pembaruan itu dapat diketahui melalui surat-surat Kartini yang telah banyak dibukukan. Sayangnya..., pikiran-pikiran Kartini tidaklah diikuti oleh takdirnya. Takdir Kartini tidaklah secemerlang pemikirannya.

Kartini yang memperjuangkan emansipasi dan kemajuan bagi kaum wanita itu, ternyata harus menyerah pada adat yang melarang anak-anak perempuan melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Kartini juga menyerah pada rasa cinta dan hormatnya pada orang tuanya, sehingga menerima perjodohan untuk dinikahi oleh seorang bupati Rembang sebagai istri keempat .

Walaupun suaminya mendukung Kartini dalam mendirikan sekolah-sekolahnya, tapi Kartini tidak diberi waktu lebih banyak untuk mewujudkannya. Kartini harus menyerah pada takdirnya, karena di usianya yang ke-25 dia meninggal dunia sewaktu melahirkan anak pertamanya. Takdir yang harus menghentikan segala pemikiran dan tindakannya untuk kemajuan bangsanya, khususnya kaum wanita.

Ternyata..., takdir Kartini tidak berhenti sampai kematiannya saja. Setelah Pemerintah menetapkan hari lahirnya diperingati sebagai Hari Besar, ternyata muncul pro dan kontra.

Bagi pihak yang kontra, mereka mempermasalahkan mengapa Kartini "diistimewakan". Padahal masih banyak pahlawan kemerdekaan wanita lainnya, tetapi mengapa hanya Kartini saja yang hari lahirnya ditetapkan sebagai Hari Besar. Selain itu mereka juga menganggap bahwa "perjuangan" Kartini tidak seberapa karena hanya berlokasi di Rembang dan Jepara saja. Selain itu, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata menghadapi penjajah sebagaimana Pahlawan Kemerdekaan lainnya.

Sementara bagi mereka yang mendukung, menganggap bahwa penetapan hari lahir Kartini sebagai Hari Besar sudah selayaknya. Mereka menganggap bahwa walaupun "perjuangan" Kartini lebih banyak berkisar pada tataran konsep, tapi pemikiran Kartini sangat jauh ke depan, bersifat pembaruan dan berskala nasional. Bagaimanapun, ide-ide Kartini menjadi inspirasi bagi pemikir lainnya.

Bagaimanapun, setelah sekian lama, apa yang diperjuangkan oleh Kartini belum semuanya terwujud. Masih banyak anak-anak perempuan dan wanita yang tidak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama dengan kaum pria. Masih banyak kaum wanita yang terpuruk dalam keterbelakangan. Masih banyak wanita Indonesia yang hidup dalam tekanan, menjadi obyek eksploitasi, dan mengalami ketidaksetaraan gender. Bahkan..., seringkali tersiar berita wanita-wanita yang menjadi korban "kekerasan dalam rumah tangga".

Rasanya..., masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan impian dan cita-cita Kartini. Impian untuk menjadikan kaum wanita lebih berdaya dan mampu memberikan yang terbaik bagi keluarga dan bangsanya....

Bagaimanapun, bagiku, perjuangan Kartini memberikan banyak motivasi bagiku. Kartini telah menunjukkan bahwa diperlukan semangat pantang menyerah untuk meraih impian meskipun jalan yang dilalui sangat terjal dan berliku.

Takdir seorang Kartini

Mengapa Bangsa Indonesia pada tanggal 21 April merayakan Hari Kartini ? Hal tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964. Dalam masa pemerintahan Presiden Soekarno saat itu, Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Selain itu hari lahir Kartini, tanggal 21 April, diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Pemerintah memandang bahwa jasa Kartini sangat besar bagi bangsa Indonesia. Kartini dianggap sebagai pelopor emansipasi, pejuang pergerakan wanita dan pejuang pembebasan pikiran bagi bangsa Indonesia. Kartini adalah seorang yang sangat peka dengan persoalan yang dihadapi pada jamannya. Kartini juga seorang pemikir yang sangat modern untuk kemajuan bangsanya.


Kiprah Kartini tidak terbatas pada tahap pemikiran semata. Kartini juga telah mencoba mewujudkannya dalam karya nyata (walau belum banyak). Kartini memperjuangkan berdirinya sekolah wanita di beberapa kota di Jawa. Sekolah-sekolah itu diberi nama "Sekolah Kartini".

Sayangnya, kecerdasan dan keingingan kuat Kartini untuk maju dan berkembang tidak dapat diwujudkannya. Kerasnya jerat adat dan aturan pada saat itu membelenggu langkah Kartini. Kartini tidak diberi kesempatan untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Kartini hanya diberi pendidikan sampai tamat Sekolah Dasar (umur 12 tahun). Sementara sesudahnya, Kartini harus berusaha sendiri dengan berbagai cara dalam meraih ilmu dan pengetahuan.

Kartini, dengan usahanya sendiri, berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Negeri Belanda. Tapi, lagi-lagi langkah Kartini terhenti karena larangan dari orang tuanya. Namun, jiwa nasionalis Kartini tidak merelakan apabila kesempatan untuk memperbaiki nasib bangsa tersebut lepas begitu saja. Maka, Kartini mengalihkan beasiswa itu kepada seorang pemuda Sumatra. Pemuda yang beruntung itu adalah Agus Salim.

Pikiran-pikiran Kartini yang sangat jauh ke depan, kritis, cemerlang, modern dan sarat dengan pembaruan itu dapat diketahui melalui surat-surat Kartini yang telah banyak dibukukan. Sayangnya..., pikiran-pikiran Kartini tidaklah diikuti oleh takdirnya. Takdir Kartini tidaklah secemerlang pemikirannya.

Kartini yang memperjuangkan emansipasi dan kemajuan bagi kaum wanita itu, ternyata harus menyerah pada adat yang melarang anak-anak perempuan melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Kartini juga menyerah pada rasa cinta dan hormatnya pada orang tuanya, sehingga menerima perjodohan untuk dinikahi oleh seorang bupati Rembang sebagai istri keempat .

Walaupun suaminya mendukung Kartini dalam mendirikan sekolah-sekolahnya, tapi Kartini tidak diberi waktu lebih banyak untuk mewujudkannya. Kartini harus menyerah pada takdirnya, karena di usianya yang ke-25 dia meninggal dunia sewaktu melahirkan anak pertamanya. Takdir yang harus menghentikan segala pemikiran dan tindakannya untuk kemajuan bangsanya, khususnya kaum wanita.

Ternyata..., takdir Kartini tidak berhenti sampai kematiannya saja. Setelah Pemerintah menetapkan hari lahirnya diperingati sebagai Hari Besar, ternyata muncul pro dan kontra.

Bagi pihak yang kontra, mereka mempermasalahkan mengapa Kartini "diistimewakan". Padahal masih banyak pahlawan kemerdekaan wanita lainnya, tetapi mengapa hanya Kartini saja yang hari lahirnya ditetapkan sebagai Hari Besar. Selain itu mereka juga menganggap bahwa "perjuangan" Kartini tidak seberapa karena hanya berlokasi di Rembang dan Jepara saja. Selain itu, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata menghadapi penjajah sebagaimana Pahlawan Kemerdekaan lainnya.

Sementara bagi mereka yang mendukung, menganggap bahwa penetapan hari lahir Kartini sebagai Hari Besar sudah selayaknya. Mereka menganggap bahwa walaupun "perjuangan" Kartini lebih banyak berkisar pada tataran konsep, tapi pemikiran Kartini sangat jauh ke depan, bersifat pembaruan dan berskala nasional. Bagaimanapun, ide-ide Kartini menjadi inspirasi bagi pemikir lainnya.

Bagaimanapun, setelah sekian lama, apa yang diperjuangkan oleh Kartini belum semuanya terwujud. Masih banyak anak-anak perempuan dan wanita yang tidak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama dengan kaum pria. Masih banyak kaum wanita yang terpuruk dalam keterbelakangan. Masih banyak wanita Indonesia yang hidup dalam tekanan, menjadi obyek eksploitasi, dan mengalami ketidaksetaraan gender. Bahkan..., seringkali tersiar berita wanita-wanita yang menjadi korban "kekerasan dalam rumah tangga".

Rasanya..., masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan impian dan cita-cita Kartini. Impian untuk menjadikan kaum wanita lebih berdaya dan mampu memberikan yang terbaik bagi keluarga dan bangsanya....

Bagaimanapun, bagiku, perjuangan Kartini memberikan banyak motivasi bagiku. Kartini telah menunjukkan bahwa diperlukan semangat pantang menyerah untuk meraih impian meskipun jalan yang dilalui sangat terjal dan berliku.

Senin, 20 April 2009

Kehabisan Kata-kata....

Entah aku harus berkata apa lagi kali ini..... Aku telah kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan rasa senangku. Karena sebelum ini aku sudah berulang kali meluapkan perasaan senangku lewat kata-kata.

Rasa senang yang kembali aku dapatkan dari 2 orang sobat blogger yang menitipkan pesannya lewat shotmix-ku. Bunyi pesannya sebagai berikut :

Adrianz "The Spirit AWARD buat bunda,,dr q,,link :love:" (2009-04-19 12:35 PM)
Uke poet "mbak... mampir ke blog ku yah... hehe kasih award lagi nih..." (2009-04-19 2:36 PM)

Ternyata award lagi untukku. Kali ini award datang dari adrianz dan mbak Uke. Aku senang karena lagi-lagi aku mendapatkan kesempatan untuk menerima tanda persahabatan dari sahabat blogger. Walau kemarin baru saja dapat parcel award dan bingkisan award sebagai pelipur kecewa.

Sudah seringkali aku cerita tentang award sejak awal bulan Maret yang lalu. Kupikir pada akhir bulan Maret musim award di jagad blogsphere sudah berakhir. Ternyata sampai hari ini masih ada award, sobat.

Tak kusangka saat aku menerima award pertamaku akan diikuti dengan award-award berikutnya. Bahkan saat award kelima aku terima, aku rasanya hampir tak percaya karena award bertubi-tubi datang padaku.

Ternyata apa yang aku alami belakangan ini sangat mengasyikkan. Aku jadi semakin merasakan bahwa ngeblog itu enak. Lewat blog aku bisa berbagi cerita dan pengalaman, aku juga bisa berbagi bahagia dan award buat para sahabat juga para pengikutku. Pokoknya..., asyik deh.

Oh ya, sekarang aku mau bagi-bagi award yang aku terima dari adrianz (Award4Shared ~ The Spirit Award) dan mbak Uke (Marie Antoinette Award). Kedua award yang keren-keren itu tidak meninggalkan PR buatku. Hanya ada pesan dari Adrianz bahwa hendaknya award itu direkomendasikan kepada sobat-2 yang lain dengan niat untuk turut berbagi semangat "The Spirit Award" dan agar lebih semangat lagi dalam berkreasi.



So, kedua award yang keren-keren ini akan aku bagikan kepada (kali ini khusus untuk kaum wanita biar serasi dengan award Marie Antoinette) : raini munti, mbak fanda, bunda sarah, bunda medani, mbak maya, mbak kuyus, mbak ajeng, mbak Sri, mbak Sinta, mbak Uke, mbak Tisti, mbak Loly, dan Shasa imutz. (*catatan : bagi yang sudah punya Marie Antoinette Award tinggal ambil The Spirit Award).

Semoga yang mampir ke blog-ku ini tak mules membaca cerita tentang award terus ya ?? Maaf, karena aku sangat menghargai pemberian sahabat blogger, maka award-award itu tetap akan aku pajang. Mohon pemaklumannya....
Benar-benar habis sudah kata-kataku... Ok..., that's all for now... Byeee...

Kehabisan Kata-kata....

Entah aku harus berkata apa lagi kali ini..... Aku telah kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan rasa senangku. Karena sebelum ini aku sudah berulang kali meluapkan perasaan senangku lewat kata-kata.

Rasa senang yang kembali aku dapatkan dari 2 orang sobat blogger yang menitipkan pesannya lewat shotmix-ku. Bunyi pesannya sebagai berikut :

Adrianz "The Spirit AWARD buat bunda,,dr q,,link :love:" (2009-04-19 12:35 PM)
Uke poet "mbak... mampir ke blog ku yah... hehe kasih award lagi nih..." (2009-04-19 2:36 PM)

Ternyata award lagi untukku. Kali ini award datang dari adrianz dan mbak Uke. Aku senang karena lagi-lagi aku mendapatkan kesempatan untuk menerima tanda persahabatan dari sahabat blogger. Walau kemarin baru saja dapat parcel award dan bingkisan award sebagai pelipur kecewa.

Sudah seringkali aku cerita tentang award sejak awal bulan Maret yang lalu. Kupikir pada akhir bulan Maret musim award di jagad blogsphere sudah berakhir. Ternyata sampai hari ini masih ada award, sobat.

Tak kusangka saat aku menerima award pertamaku akan diikuti dengan award-award berikutnya. Bahkan saat award kelima aku terima, aku rasanya hampir tak percaya karena award bertubi-tubi datang padaku.

Ternyata apa yang aku alami belakangan ini sangat mengasyikkan. Aku jadi semakin merasakan bahwa ngeblog itu enak. Lewat blog aku bisa berbagi cerita dan pengalaman, aku juga bisa berbagi bahagia dan award buat para sahabat juga para pengikutku. Pokoknya..., asyik deh.

Oh ya, sekarang aku mau bagi-bagi award yang aku terima dari adrianz (Award4Shared ~ The Spirit Award) dan mbak Uke (Marie Antoinette Award). Kedua award yang keren-keren itu tidak meninggalkan PR buatku. Hanya ada pesan dari Adrianz bahwa hendaknya award itu direkomendasikan kepada sobat-2 yang lain dengan niat untuk turut berbagi semangat "The Spirit Award" dan agar lebih semangat lagi dalam berkreasi.



So, kedua award yang keren-keren ini akan aku bagikan kepada (kali ini khusus untuk kaum wanita biar serasi dengan award Marie Antoinette) : raini munti, mbak fanda, bunda sarah, bunda medani, mbak maya, mbak kuyus, mbak ajeng, mbak Sri, mbak Sinta, mbak Uke, mbak Tisti, mbak Loly, dan Shasa imutz. (*catatan : bagi yang sudah punya Marie Antoinette Award tinggal ambil The Spirit Award).

Semoga yang mampir ke blog-ku ini tak mules membaca cerita tentang award terus ya ?? Maaf, karena aku sangat menghargai pemberian sahabat blogger, maka award-award itu tetap akan aku pajang. Mohon pemaklumannya....
Benar-benar habis sudah kata-kataku... Ok..., that's all for now... Byeee...

Minggu, 19 April 2009

Semifinal OSK 2009

Akhirnya, saat semifinal Olimpiade Sains Kuark (2009) datang juga. Sabtu, tanggal 18 April 2009 babak semifinal OSK 2009 dilaksanakan serempak se-Indonesia. Setelah sebelumnya dilaksanakan babak penyisihan dilaksanakan pada tanggal 7 Pebruari 2009 yang lalu.

Menurut panitia pelaksana OSK 2009 di Madiun, untuk tahun 2009 ini Madiun berhasil meloloskan lebih dari 60% pesertanya ke babak semifinal !! Dan "prestasi" itu bisa dikatakan adalah yang terbaik. Dari kurang lebih 1100-an peserta yang mengikuti babak penyisihan di Madiun, yang bisa mengikuti babak semifinal di Madiun ada kurang lebih 600-an peserta...!! Seperti sebelumnya, peserta OSK 2009 di Madiun datang dari Kota/Kabupaten Madiun, Kab. Ngawi, Kab. Magetan, Kab. Ponorogo dan Kab. Pacitan.

Berkurangnya 40% peserta ternyata sangat terasa. Karena yang dulunya saat babak penyisihan, di SD St. Bernardus (tempat pelaksaan OSK 2009 di Madiun) penuh sesak, maka sekarang sudah terasa jauh lebih longgar. Walau penuh, tapi tidak sampai terjadi acara desak-desakan seperti sebelumnya...

Untungnya lagi, pelaksanaan daftar ulang dilaksanakan di depan kelas masing-masing. Sehingga peserta yang mau daftar ulang tak terkumpul menjadi satu seperti saat babak penyisihan. Hal ini tentu mengurangi acara "desak-desakan" hanya untuk daftar ulang. Bagi Shasa hal ini jelas menyenangkan, karena pada babak penyisihan sebelumnya, Shasa sempat "bete" karena jenuh menunggu di tempat yang ramai dan harus berdesak-desakan pula.

Sebenarnya, menurutku, Shasa kurang siap menghadapi babak semifinal ini. Selain karena waktu pelaksanaannya yang mepet dengan jadwal tes mid semester, juga karena mood Shasa yang jauh menurun. Shasa terlihat kurang antusias (dibandingkan tahun-tahun sebelumnya) dalam mempersiapkan diri.

Bagi Shasa, keikutsertaannya dalam OSK ini adalah atas kemauannya sendiri. Shasa ingin ikut OSK pertama kali pada tahun 2007 yang lalu, saat Shasa masih kelas 1 SD. Justru dalam keterlibatannya pertama kali dalam OSK itu, Shasa menunjukkan minat yang sangat tinggi. Sehingga, tanpa diminta, Shasa semangat banget mempersiapkan diri untuk mengikuti OSK. Namun demikian, langkah Shasa terhenti di babak semifinal saja.

Kemudian, tahun 2008 dan 2009 ini Shasa menyatakan ingin mengikuti OKS lagi. Namun, berdasarkan pengamatanku dari tahun ke tahun semangat dan minat Shasa makin menurun. Mungkin dia sudah mulai bosan. Jadi, aku merasa bahwa tahun ini akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya, bahwa langkah Shasa akan terhenti di babak semifinal. Jadi, aku tidak memasang target dia bisa melangkah ke babak final yang akan dilangsungkan di Jakarta.

Untuk pelaksanaan OSK selanjutnya, rencananya aku tidak akan mengikutkan Shasa lagi. Alasannya adalah karena melihat minat Shasa yang makin menurun dari tahun ke tahun. Tapi itu baru rencanaku... Semoga saja Shasa setuju, karena selama ini yang ngotot ikut OSK adalah Shasa sendiri.

Menurut kabar yang aku terima, peserta yang berhasil lolos ke babak final akan diumumkan pada tanggal 23 Mei 2009 yang akan datang. So..., kita lihat saja nanti, apakah perkiraanku benar ??