Senin, 04 Mei 2009

Buku Murah

Siapa pun tahu bahwa buku di Indonesia relatif mahal. Apalagi untuk golongan menengah ke bawah, harga buku yang selangit seringkali membuat mereka kesulitan untuk memiliki buku-buku yang bagus dan berkualitas. Kalaupun sampai bisa membeli buku, berarti mereka harus mengesampingkan kepentingan yang lain terlebih dahulu.

Untuk aku yang termasuk suka membaca, maka keberadaan buku sangat penting. Keberadaan Buku dan Toko Buku adalah hal yang menyenangkan hatiku. Aku ingat, kejadian di saat aku masih sekolah dulu. Beberapa kali saat aku libur sekolah dan kebetulan ibuku dinas ke Surabaya, aku diajak serta. Bukan untuk ikut dalam acara dinasnya, tapi aku akan "ditinggalkan" di Toko Buku yang ada di Surabaya. Hehehe...

Maklum saja, untuk mendapatkan buku-buku baru saat itu memang sulit dilakukan di Madiun. Toko buku yang ada di Madiun lebih banyak menyediakan buku-buku pelajaran sekolah. Sementara untuk buku-buku bacaan lainnya, meskipun ada tapi jenisnya terbatas sekali.

Makanya waktu aku kuliah di Yogyakarta aku seneng banget bisa berkesempatan membeli buku dengan harga miring di beberapa tempat. Untuk kantong anak kost sepertiku, membeli buku adalah "barang mewah". Apalagi untuk bisa membeli buku aku harus berhemat selama beberapa waktu. So, kalau aku dapat buku yang murah... senanglah hatiku !!

Sudah jadi kebiasaanku, kalau aku pergi keluar kota (Solo, Yogyakarta, Surabaya dan Malang) maka aku akan menyempatkan diri datang ke Toko Buku. Selain cari buku yang tidak bisa kutemukan di Madiun, aku juga cari buku diskonan !! Berburu buku murah jadi rekreasi tersendiri bagiku hehehe...

Makanya, aku berusaha lewat beberapa cara untuk bisa mendapatkan buku yang murah. Sebenarnya buku murah akan mudah didapat saat ada pameran buku. Sayang sekali, selama ini di Madiun baru sekali ada pameran buku. Untuk keperluan ini, ada beberapa teman yang telah membantuku untuk mendapatkan buku-buku yang kuinginkan dengan harga murah.

Walaupun sekarang ada Toko Buku Salemba dan Toko Buku Toga Mas di Madiun, tapi tetap saja aku masih suka berburu buku murah. Dan, beberapa saat yang lalu aku menemukan 3 buah buku murah di Toko Buku Toga Mas. Memang bukan buku cetakan terbaru sih, tapi aku tetap ingin membelinya (apalagi harganya murah !!). Ketiga buku itu adalah :

  • Murder in Teh Mews (Agatha Christie, Gramedia, 2003) seharga Rp. 7.500
  • Hannibal (Thomas Harris, Gramedia, 2001) seharga Rp. 10.000
  • When The Wind Blows (James Patterson, Gramedia, 2006) seharga Rp. 10.000
Kemudian, Minggu tanggal 3 Mei 2009 yang lalu saat aku mengantarkan Shasa ikut lomba English Poetry for Children aku melihat spanduk Bazaar Buku Murah. Maka, saat ada waktu menunggu pengumuman dari juri aku menyempatkan mampir untuk melihat-lihat. Ternyata..., banyak buku yang dijual murah saudara-saudara...!!

Maka, seperti orang lapar mata, aku sekaligus memborong 7 buah buku untuk Shasa. So pasti, Shasa kegirangan sekali menerima buku sebanyak itu sekaligus. Buku-buku yang kubeli saat itu adalah :

  • Misi # 22 : Tantangan (Yunita Candra Sari, Dar! Mizan, 2005) seharga Rp. 10.000
  • Tangan-tangan Mungil Melukis Langit (Faiz dkk, Lingkar Pena, 2008) seharga Rp. 9.750
  • Anak-anak Masa Depan (Ali Shahab, Dar! Mizan, 2005) seharga Rp. 8.000
  • Markum yang Cerdik (Zaenal Radar T., Dar! Mizan, 2004) seharga Rp. 6.500
  • Naluri dan Nalari (Hasif Palajati, Dar! Mizan, 2005) seharga Rp. 6.500
  • Sepedaku Sayang (Laila Hilaliyah, Dar! Mizan, 2004) seharga Rp. 6.000
  • Rambut Tito dan Bel Ajaib (Benny Rhamdani, Dar! Mizan, 2005) seharga Rp. 4.000
Untungnya..., selama ini suamiku tidak pernah protes dengan kebiasaan burukku yang seringkali lapar mata saat melihat buku yang dijual murah. Hehehe... thanks a lot, dear...



Buku Murah

Siapa pun tahu bahwa buku di Indonesia relatif mahal. Apalagi untuk golongan menengah ke bawah, harga buku yang selangit seringkali membuat mereka kesulitan untuk memiliki buku-buku yang bagus dan berkualitas. Kalaupun sampai bisa membeli buku, berarti mereka harus mengesampingkan kepentingan yang lain terlebih dahulu.

Untuk aku yang termasuk suka membaca, maka keberadaan buku sangat penting. Keberadaan Buku dan Toko Buku adalah hal yang menyenangkan hatiku. Aku ingat, kejadian di saat aku masih sekolah dulu. Beberapa kali saat aku libur sekolah dan kebetulan ibuku dinas ke Surabaya, aku diajak serta. Bukan untuk ikut dalam acara dinasnya, tapi aku akan "ditinggalkan" di Toko Buku yang ada di Surabaya. Hehehe...

Maklum saja, untuk mendapatkan buku-buku baru saat itu memang sulit dilakukan di Madiun. Toko buku yang ada di Madiun lebih banyak menyediakan buku-buku pelajaran sekolah. Sementara untuk buku-buku bacaan lainnya, meskipun ada tapi jenisnya terbatas sekali.

Makanya waktu aku kuliah di Yogyakarta aku seneng banget bisa berkesempatan membeli buku dengan harga miring di beberapa tempat. Untuk kantong anak kost sepertiku, membeli buku adalah "barang mewah". Apalagi untuk bisa membeli buku aku harus berhemat selama beberapa waktu. So, kalau aku dapat buku yang murah... senanglah hatiku !!

Sudah jadi kebiasaanku, kalau aku pergi keluar kota (Solo, Yogyakarta, Surabaya dan Malang) maka aku akan menyempatkan diri datang ke Toko Buku. Selain cari buku yang tidak bisa kutemukan di Madiun, aku juga cari buku diskonan !! Berburu buku murah jadi rekreasi tersendiri bagiku hehehe...

Makanya, aku berusaha lewat beberapa cara untuk bisa mendapatkan buku yang murah. Sebenarnya buku murah akan mudah didapat saat ada pameran buku. Sayang sekali, selama ini di Madiun baru sekali ada pameran buku. Untuk keperluan ini, ada beberapa teman yang telah membantuku untuk mendapatkan buku-buku yang kuinginkan dengan harga murah.

Walaupun sekarang ada Toko Buku Salemba dan Toko Buku Toga Mas di Madiun, tapi tetap saja aku masih suka berburu buku murah. Dan, beberapa saat yang lalu aku menemukan 3 buah buku murah di Toko Buku Toga Mas. Memang bukan buku cetakan terbaru sih, tapi aku tetap ingin membelinya (apalagi harganya murah !!). Ketiga buku itu adalah :

  • Murder in Teh Mews (Agatha Christie, Gramedia, 2003) seharga Rp. 7.500
  • Hannibal (Thomas Harris, Gramedia, 2001) seharga Rp. 10.000
  • When The Wind Blows (James Patterson, Gramedia, 2006) seharga Rp. 10.000
Kemudian, Minggu tanggal 3 Mei 2009 yang lalu saat aku mengantarkan Shasa ikut lomba English Poetry for Children aku melihat spanduk Bazaar Buku Murah. Maka, saat ada waktu menunggu pengumuman dari juri aku menyempatkan mampir untuk melihat-lihat. Ternyata..., banyak buku yang dijual murah saudara-saudara...!!

Maka, seperti orang lapar mata, aku sekaligus memborong 7 buah buku untuk Shasa. So pasti, Shasa kegirangan sekali menerima buku sebanyak itu sekaligus. Buku-buku yang kubeli saat itu adalah :

  • Misi # 22 : Tantangan (Yunita Candra Sari, Dar! Mizan, 2005) seharga Rp. 10.000
  • Tangan-tangan Mungil Melukis Langit (Faiz dkk, Lingkar Pena, 2008) seharga Rp. 9.750
  • Anak-anak Masa Depan (Ali Shahab, Dar! Mizan, 2005) seharga Rp. 8.000
  • Markum yang Cerdik (Zaenal Radar T., Dar! Mizan, 2004) seharga Rp. 6.500
  • Naluri dan Nalari (Hasif Palajati, Dar! Mizan, 2005) seharga Rp. 6.500
  • Sepedaku Sayang (Laila Hilaliyah, Dar! Mizan, 2004) seharga Rp. 6.000
  • Rambut Tito dan Bel Ajaib (Benny Rhamdani, Dar! Mizan, 2005) seharga Rp. 4.000
Untungnya..., selama ini suamiku tidak pernah protes dengan kebiasaan burukku yang seringkali lapar mata saat melihat buku yang dijual murah. Hehehe... thanks a lot, dear...



Minggu, 03 Mei 2009

English Poetry for Children

Hari ini aku mengantarkan Shasa yang ikut lomba English Poetry for Children. Acara ini merupakan bagian dari English Contest 2009. Selain English Poetry for Children, ada Speech Contest dan Telling Story. Masing-masing dipersyarakan untuk golongan usia tertentu. Peserta English Contest 2009 ini banyak juga. Mulai dari anak-anak TK sampai anak-anak SMA. Mereka tidak hanya datang dari Madiun, tapi juga dari kota-kota di sekitar Madiun.

Sesampai di tempat lomba, ternyata panitianya belum semuanya siap. Walah..., padahal katanya jam 08.00 acara akan dibuka oleh Walikota Madiun. Ternyata, saat Wakil Walikota hadir (mewakili Bapak Walikota yang berhalangan hadir karena ada kegiatan lain), ternyata belum semua panitia dan peserta siap. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya acara pembukaan pun dimulai.

Setelah acara pembukaan selesai, peserta lomba diminta siap di tempat yang telah disiapkan. Untuk lomba English Poetry for Children, telah disiapkan 2 tempat. Peserta untuk English Poetry for Children sebanyak 72 orang peserta dan dibagi dalam 2 tempat. Masing-masing tempat akan diambil 5 peserta terbaik untuk selanjutnya mengikuti babak final. Jadi peserta yang berhak masuk final hanya 10 peserta. Selanjutnya akan dilombakan lagi untuk diambil 3 orang pemenang.

Untuk lomba kali ini sekolah Shasa mengirimkan 4 orang peserta. 2 peserta dari kelas 3 untuk Lomba English Poetry for Children dan 2 orang dari kelas 5 untuk Lomba Telling Story. Shasa yang memiliki nomer peserta 57 masuk dalam kelompok kedua. Alhamdulillah, Shasa bisa juga tampil cukup bagus dan tanpa lupa teks.

Shasa saat tampil di babak penyisihan
(sayang gambarnya kurang tajam)

Sebenarnya, Shasa hanya berharap bisa sampai tahap final. Karena, Shasa menyadari bahwa dia belum sepenuhnya bisa menghilangkan sifat pemalunya. Jadi, Shasa belum bisa tampil "lepas" seperti peserta-peserta lainnya. Walau begitu, Shasa tetap berharap bisa masuk dalam babak final.

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya diumumkan juga 10 peserta yang berhak maju dalam babak final. Ternyata... Shasa termasuk diantaranya. Horee...!! Shasa senang bukan kepalang. So, setelah menunggu lagi, akhirnya kesempatan Shasa untuk tampil lagi yang kedua kali datang juga. Dalam penampilan keduanya ini (babak final) Shasa berusaha untuk tampil lebih bagus daripada sebelumnya.

Shasa saat tampil untuk babak final

Tapi, kalau mau jujur..., tetap saja masih terlihat penampilan Shasa yang belum berani tampil "lepas" di atas panggung. Tapi..., it's OK for us. Mengingat betapa pemalunya Shasa, keberhasilan ini adalah prestasi tersendiri buat Shasa. Sebelumnya pun Shasa sudah merasa bangga karena diantara kurang lebih 90 murid kelas 3, hanya 2 orang murid yang ditunjuk untuk mewakili sekolah untuk mengikuti lomba ini.

Seperti yang diperkirakan sebelumnya, Shasa tidak berhasil mendapatkan salah satu dari 3 trophy yang disediakan. Untungnya Shasa bisa menerima hal itu dengan lapang dada. Bagaimanapun, keikutsertaan Shasa dalam lomba ini merupakan pelajaran berharga untuknya.

Untuk Shasa-ku tersayang..., tetap bersemangat ya ? Mama dan Ayah bangga sekali dengan penampilan Shasa tadi. Karena Mama dan Ayah tahu bahwa Shasa sudah melakukan yang terbaik. Terus berlatih ya.., semoga lain kali Shasa bisa tampil semakin baik. Amin. Love You So Much, honey....

English Poetry for Children

Hari ini aku mengantarkan Shasa yang ikut lomba English Poetry for Children. Acara ini merupakan bagian dari English Contest 2009. Selain English Poetry for Children, ada Speech Contest dan Telling Story. Masing-masing dipersyarakan untuk golongan usia tertentu. Peserta English Contest 2009 ini banyak juga. Mulai dari anak-anak TK sampai anak-anak SMA. Mereka tidak hanya datang dari Madiun, tapi juga dari kota-kota di sekitar Madiun.

Sesampai di tempat lomba, ternyata panitianya belum semuanya siap. Walah..., padahal katanya jam 08.00 acara akan dibuka oleh Walikota Madiun. Ternyata, saat Wakil Walikota hadir (mewakili Bapak Walikota yang berhalangan hadir karena ada kegiatan lain), ternyata belum semua panitia dan peserta siap. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya acara pembukaan pun dimulai.

Setelah acara pembukaan selesai, peserta lomba diminta siap di tempat yang telah disiapkan. Untuk lomba English Poetry for Children, telah disiapkan 2 tempat. Peserta untuk English Poetry for Children sebanyak 72 orang peserta dan dibagi dalam 2 tempat. Masing-masing tempat akan diambil 5 peserta terbaik untuk selanjutnya mengikuti babak final. Jadi peserta yang berhak masuk final hanya 10 peserta. Selanjutnya akan dilombakan lagi untuk diambil 3 orang pemenang.

Untuk lomba kali ini sekolah Shasa mengirimkan 4 orang peserta. 2 peserta dari kelas 3 untuk Lomba English Poetry for Children dan 2 orang dari kelas 5 untuk Lomba Telling Story. Shasa yang memiliki nomer peserta 57 masuk dalam kelompok kedua. Alhamdulillah, Shasa bisa juga tampil cukup bagus dan tanpa lupa teks.

Shasa saat tampil di babak penyisihan
(sayang gambarnya kurang tajam)

Sebenarnya, Shasa hanya berharap bisa sampai tahap final. Karena, Shasa menyadari bahwa dia belum sepenuhnya bisa menghilangkan sifat pemalunya. Jadi, Shasa belum bisa tampil "lepas" seperti peserta-peserta lainnya. Walau begitu, Shasa tetap berharap bisa masuk dalam babak final.

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya diumumkan juga 10 peserta yang berhak maju dalam babak final. Ternyata... Shasa termasuk diantaranya. Horee...!! Shasa senang bukan kepalang. So, setelah menunggu lagi, akhirnya kesempatan Shasa untuk tampil lagi yang kedua kali datang juga. Dalam penampilan keduanya ini (babak final) Shasa berusaha untuk tampil lebih bagus daripada sebelumnya.

Shasa saat tampil untuk babak final

Tapi, kalau mau jujur..., tetap saja masih terlihat penampilan Shasa yang belum berani tampil "lepas" di atas panggung. Tapi..., it's OK for us. Mengingat betapa pemalunya Shasa, keberhasilan ini adalah prestasi tersendiri buat Shasa. Sebelumnya pun Shasa sudah merasa bangga karena diantara kurang lebih 90 murid kelas 3, hanya 2 orang murid yang ditunjuk untuk mewakili sekolah untuk mengikuti lomba ini.

Seperti yang diperkirakan sebelumnya, Shasa tidak berhasil mendapatkan salah satu dari 3 trophy yang disediakan. Untungnya Shasa bisa menerima hal itu dengan lapang dada. Bagaimanapun, keikutsertaan Shasa dalam lomba ini merupakan pelajaran berharga untuknya.

Untuk Shasa-ku tersayang..., tetap bersemangat ya ? Mama dan Ayah bangga sekali dengan penampilan Shasa tadi. Karena Mama dan Ayah tahu bahwa Shasa sudah melakukan yang terbaik. Terus berlatih ya.., semoga lain kali Shasa bisa tampil semakin baik. Amin. Love You So Much, honey....

Kebersamaan

Ada hal yang menarik yang aku catat dari suatu kebersamaan. Hal-hal yang biasanya tidak/jarang kita lakukan sendiri, ternyata akan sangat enjoy kita lakukan/nikmati saat bersama dengan teman-teman. Aku sudah seringkali membuktikan hal ini.

Dulu saat aku kuliah dan kost di Yogyakarta aku merasakan sekali arti kebersamaan ini. Sebagai anak kost, maka kebersamaan perlu sekali untuk dipupuk dan dijaga. Misalnya saja kami perlu menjaga kebersihan tempat kost kami. Sehingga, jadwal piket membersihkan Kamar Mandi pun disusun.

Setiap anak kost mendapat tugas membersihkan kamar mandi. Dalam satu hari, ada yang bertugas membersihkan kamar mandi. Dalam 1 hari, ada 2 orang yang bertugas membersihkan Kamar Mandi. Jadi, kalau yang satu berhalangan (sakit misalnya) masih ada yang bertugas membersihkan kamar mandi. So, 2 orang ini harus mampu menjalin kerjasama yang baik untuk melaksanakan tugas mulia itu hehehe.

Aku kaget juga pada awalnya. Soalnya selama di rumah, aku tak pernah kebagian tugas membersihkan kamar mandi !! Tapi..., demi kebersamaan maka tugas itu aku laksanakan juga. Walau ada juga sih teman kostku yang nakal yang terkadang "mangkir" dari tugasnya sehingga menyebabkan temannya yang lain yang kena getah membersihkan kamar mandi itu untuknya !!

Yang menyenangkan dalam kebersamaan itu adalah saat ada penghuni kost yang mendapatkan kebahagiaan atau rejeki. Tanpa diminta siapapun, maka kebahagiaan atau rejeki itu dengan sendirinya akan terbagi ke seluruh penghuni kost. Jadi kebersamaan itu sangat kental terasa.

Contoh yang sederhana saja misalnya ada salah seorang penghuni kost menerima paket makanan dari rumahnya. So, tanpa diminta siapapun paket makanan itu akan disediakan untuk dinikmati bersama-sama oleh seluruh penghuni kost.

Lucunya, seringkali ada penghuni kost yang tidak menyukai suatu makanan tertentu. Tapi akan lain ceritanya kalau sedang berkumpul bersama penghuni kost yang lain. Makanan yang tadinya tidak disuka, ternyata sangat enak dilidah saat dimakan bersama-sama dengan teman-teman. Hehehe, aneh tapi nyata....

Pada saat itu, di kostku hanya disediakan TV Hitam Putih yang kuno. Tapi karena fasilitas yang disediakan oleh pemilik kost hanya seperti itu kami ya hanya bisa pasrah saja. Soalnya kami sadar, uang kost yang ditarik oleh pemilik kost tidaklah terlalu mahal. Jadi, kami tahu diri dong..., masak bayar murah minta disediakan TV berwarna ?!? Hahaha...

Suatu kali seorang teman mendapat paket istimewa dari rumahnya. Isinya adalah TV berwarna !! Tentu saja seluruh penghuni kost bersorak gembira, apalagi saat si empunya TV tidak meletakkan TV itu di dalam kamarnya melainkan di ruang bersama !! Cihuy.... bahagianya.... !!

Kebetulan, hari ini aku mendapatkan kebahagiaan. Dan berbekal kenangan indah akan kebersamaan itulah maka aku pun ingin merasakan kembali indahnya kebersamaan bersama sahabat-sahabat blogger lainnya. Aku ingin berbagi kebahagiaan itu dengan sahabat-sahabat blogger lainnya.

Kebahagiaanku kali ini (lagi-lagi) berupa award. Buwel yang menjuluki diriku penuh kenangan ini telah (kembali) memberikan hadiah award untukku. Tak tanggung-tanggung 3 buah award diberikannya untukku. Terima kasih banyak ya... Dikau sungguh baik hati.

Award dari Buwel

Untuk kembali merasakan arti kebersamaan seperti yang dulu aku rasakan, maka award-award itu akan aku bagi-bagikan lagi kepada sahabat-sahabat di bawah ini :
Selain itu aku dapat award lagi dari Not9. Kali ini Not9 memberiku 2 buah award. Asyik.... Terima kasih banyak... Dikau pun sungguh baik hati.

Award dari not9

Seperti di atas, maka award-award itu akan aku bagi-bagikan juga kepada sahabat-sahabat di bawah ini :
So..., aku bahagia karena telah merasakan kembali arti kebersamaan dengan para sahabat. Semoga saja yang kebagian award merasa senang menerimanya dan dapat mempererat tali persahabatan antara kita. Terus berkarya dan tetap semangat... !!