Tampilkan postingan dengan label buku-ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku-ku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Agustus 2010

Gara-gara kecanduan buku

Apakah yang terjadi jika seseorang kecanduan buku ? Yang jelas, dia jadi lupa waktu. Itulah yang terjadi pada Shasa-ku. Jika sudah membaca buku bacaannya (di kamarnya), dia tak bisa diganggu, dan sulit untuk meninggalkan bukunya sebelum selesai dibaca. Bahkan, waktu belajarnya pun rela tersita oleh keasyikannya membaca buku.

Tentu saja hal itu membuat ayahnya sempat gusar. Ayahnya sudah meminta Shasa untuk mengurangi kegiatan membacanya dan lebih fokus pada pelajaran sekolahnya. Tapi, anjuran ayahnya itu tak mempan bagi Shasa, karena dia terlanjur kecanduan buku dan sulit meninggalkan buku-bukunya.

Setiap hari, masih saja Shasa asyik dengan buku-buku bacaannya. Buku-buku yang telah dan akan dibacanya berserakan di lantai kamarnya. Shasa memang lebih suka membaca di kamarnya, karena tak akan ada yang mengganggu. Dan yang pasti, karena di kamar Shasa bisa membaca dalam posisi yang disukainya : tengkurap di kasur...! Sulit sekali mengubah kebiasaan itu, setidaknya dia tidak mencontoh perilaku buruk ibunya yang lebih suka membaca buku sambil tiduran... hehehe.


Akibat dari tidak patuhnya Shasa atas anjuran ayahnya untuk lebih fokus pada pelajaran sekolahnya, akhirnya si Ayah terpaksa membuat peraturan baru. Aturan itu adalah : Shasa hanya boleh membaca buku-buku bacaannya pada hari Sabtu dan Minggu saja, selain hari itu Shasa hanya boleh membaca buku pelajaran. Bukan hanya itu, aku pun dilarang sering-sering membelikan Shasa buku bacaan baru lagi... Hikss...

Yup, aku akui... bahwa akhir-akhir ini (jika ada uang lebih) aku lebih suka membelikan Shasa buku baru. Aku malah jarang membeli buku untukku sendiri, karena aku sekarang lebih suka berburu buku gratis hehehe. Itu sebabnya, buku bacaan koleksi Shasa bisa dibilang cukup banyak. Jika ingin tahu buku-buku koleksi Shasa, silahkan klik tombol "tampilkan" di bawah ini.

buku pertama yang menarik minat membaca Shasa adalah Komik Doraemon

buku cerita anak dan dongeng

koleksi Kecil-Kecil Punya Karya

koleksi biografi tokoh terkenal

koleksi buku-buku pengetahuan

koleksi Chicken Soup for Children

buku-buku hadiah dari produk susu

buku-buku karya Enid Blyton

koleksi buku seri matematika

koleksi buku kisah Islami

koleksi buku 'budi pekerti' ala perpustakaan sekolah

koleksi novel anak Islam dan cerita anak Islam


Nah..., itulah koleksi buku-buku Shasa, yang meskipun sudah dibacanya tapi Shasa masih saja tetap rajin membaca ulang... hehehe. Bagaimana pengalaman sobat semua dengan buku ? Sharing dikotak komentar ya..? Terima kasih.




Sabtu, 10 Juli 2010

Mengapa jadi begini ?

Beberapa hari terakhir aku dibuat penasaran oleh paket yang tak ada kabarnya. Sebenarnya paket tersebut sudah dikirimkan padaku sejak tanggal 18 Juni 2010 yang lalu, tapi anehnya sudah lewat 3 minggu paket yang aku tunggu-tunggu itu belum datang juga. Menunggu tanpa kepastian memang tak menyenangkan, mau bertanya kepada teman yang mengirimkan paket itu juga gak enak. Aku takutnya, paket itu salah alamat dan diterima oleh alamat yang salah.

Akhirnya, aku mencoba menghubungi teman yang mengirimkan paket itu padaku untuk menanyakan lewat mana paket itu dikirimkan. Ternyata, paket itu dikirimkan dengan menggunakan jasa perusahaan pelayanan pengiriman barang (Sebut saja PT. *****) yang sudah biasa aku pakai. Selama ini aku tak pernah kecewa atas pelayanan PT. *****  tersebut, karena paket yang aku terima dan aku kirimkan lewat perusahaan itu selalu sampai dalam keadaan baik.

Berdasarkan informasi yang kudapatkan dari teman yang mengirimkan paket itu, ternyata alamat yang tertulis dalam paket itu sudah benar. Bahkan nomor teleponku yang juga dicantumkan dalam paket itu juga benar. Tapi anehnya, paket itu tak sampai kepadaku dan tak kembali pada temanku (jika ternyata memang salah alamat). Jadi, kemana paket itu berada ?

Setelah melakukan konfirmasi kesana kemari, aku peroleh informasi bahwa paket itu dikembalikan dengan catatan : Alamat Tidak Dikenal. Padahal, biasanya jika alamat tidak ditemukan, maka pihak PT. ***** itu akan menelpon si penerima. Jika tidak berhasil baru dikembalikan. Tapi aku belum pernah ditelpon, tapi kok barang sudah dikembalikan kepada pengirim.

Setelah kami tanyakan kembali, ternyata kantor cabang PT. ***** yang ada di kotaku menjelaskan bahwa sebenarnya memang ada paket untukku. Tapi, pada alamat yang tertulis dalam paket itu beralamat di Situbondo, sementara resi (consignment note) yang ditempel pada paket itu tertulis alamatku. Karena kesalahan itu, maka pihak kantor cabang PT. ***** mengembalikan paket itu kepada pengirim dengan catatan Alamat Tidak Dikenal.

Lucunya, temanku diminta mengambil sendiri paket tersebut di kantor PT. ***** itu. Dan, saat temanku mengambil paket itu, ternyata bukti pengiriman dari yang ditempel di paket sudah dirobek. Sedangkan kondisinya sudah agak lecek kertasnya. Sudah begitu, pihak kantor PT. ***** tidak memberikan penjelasan sama sekali pada temanku mengapa paket itu kembali, padahal alamat lengkap dan nomot telepon sudah benar.

Mengapa jadi begini..? Padahal selama ini kami percaya sekali dengan layanan jasa PT. ***** itu. Kalau sudah begini kan jadi memudar kepercayaan kami. Untungnya, dalam 2 hari ini aku mendapat penghiburan dengan datangnya 2 buah paket dari Mbak Eka dan Riesta Emy. Keduanya datang tepat waktu, bahkan Riesta yang berdomisili di Riau mengirimkan paket itu padaku pada tanggal 6 Juli dan pada tanggal 9 Juli sudah sampai di tanganku.

 paket dari Mbak Eka, lengkap dengan surat mini di kertas pink

paket dari Riesta 2 buku dengan surat mini di kertas biru

Yang mengejutkan, sebelumnya yang aku tahu Riesta akan mengirimkan 1 buku untukku. Namun ternyata saat paket aku buka... isinya 2 buah buku. Surprise... Untuk Mbak Eka dan Riesta, terima kasih sekali untuk paketnya ya.. Aku suka sekali....



Kamis, 08 Juli 2010

Yang kutunggu tiba juga...

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya datang juga paket buku yang aku nantikan. Yang pertama adalah paket buku hadiah atas kemenanganku dalam mengikuti quiz yang diselenggarakan mbak Asma Nadia (dan penerbit Asma Nadia) di twitter, tanggal 25 Juni 2010 yang lalu. Setelah diumumkan bahwa aku adalah salah satu yang beruntung mendapatkan hadiah dari Penerbit Asma Nadia, aku segera mengirimkan data yang diperlukan.

Kurang lebih seminggu kemudian (1 Juli 2010), aku mencoba memberanikan diri bertanya kepada Penerbit Asma Nadia apakah paketku sudah dikirimkan. Baru pada saat itu aku tahu kalau kode pos yang aku berikan ternyata salah.. (kebanyakan 1 angka)..! Astaga... Panik juga aku. Alhamdulillah, ternyata paket buku hadiah untukku itu belum sempat dikirimkan oleh Penerbit Asma Nadia. Lega banget rasanya... karena aku masih sempat mengoreksi alamatku yang kemarin kurang benar. Dan, pihak penerbit Asma Nadia berjanji untuk mengirimkan paket itu hari itu juga.

Dan, hari Selasa kemarin (6 Juli 2010) akhirnya paket itu aku terima saat aku pulang kantor. Senengnya.... Ternyata buku yang aku terima dari Penerbit Asma Nadia tidak hanya 1, melainkan 3 buah buku. Ketiganya adalah buku-buku karya Asma Nadia (baik yang sendiri maupun ramai-ramai dengan penulis lain) lengkap dengan tanda tangan mbak Asma Nadia. Sungguh, baru sekali ini aku punya buku yang ditandatangani oleh pengarangnya..! Keren..! Selain itu juga masih ada postcard, stiker dll yang dikirimkan bersama buku tersebut.



Terima kasih banyak untuk Penerbit Asma Nadia dan juga Mbak Asma Nadia. Semoga tidak kapok mengadakan quiz lagi dan bagi-bagi buku lagi... hehehe.

Senin, 05 Juli 2010

Rejeki datang lagi

Alhamdulillah..., aku dapat rejeki lagi. Baru saja kemarin cerita tentang buku gratis..., eh hari ini aku dapat berita gembira kalau aku berhasil memenangkan salah satu novel (dari 3 novel) yang dibagikan oleh Andi dan Riesta. Untungnya aku kebagian novel yang berjudul PS: I Love You. Soalnya Totto Chan aku sudah punya. Sementara kalau dilihat dari covernya sih...  Mates, Dates and Mad Mistakes sepertinya tak semenarik PS: I Love You (pura-pura lupa pepatah : don't judge the book by it's cover... hehehe).

Awalnya aku tak tahu kalau Andi dan Riesta ngadain even bagi-bagi novel itu. Bermula waktu Riesta baca postinganku yang bercerita tentang kegiatan terbaruku berburu buku gratis via twitter, dia berinisiatif memberitahuku tentang even yang mereka selenggarakan. Ditinggalkannya komentar untukku :

Wah,,moga berhasil dg twitternya ya..
Oya,ak jg lg bgi2 novel niy..bka aja blog aku ya..yg ttg song list..
http://dhi2ito.blogspot.com/2010/06/wedding-song-list-plus-hadiah-menarik.html
liat di situ ya mbak...
hadiahnya novel...bukan novel baru siy...

Tentu saja aku langsung meluncur ke tempat Andi dan Riesta. Rupanya, mereka berdua yang akan menikah (88 hari lagi...!) sedang bingung menentukan lagu-lagu yang pas untuk resepsi pernikahan mereka. Mereka lantas minta bantuan temen-temen untuk ikut mencari lagu-lagu yang pas : 2 buah lagu barat dan 3 buah lagu Indonesia.

Sebenarnya sih menentukan lagu yang pas untuk hari spesial seperti itu gampang-gampang susah. Dibilang gampang karena stok lagu romantis banyak banget. Sulitnya..., pemilihan lagu yang pas itu tergantung pada selera masing-masing kan ? So..,  aku maklum sih dengan kebingungan Andi dan Riesta dalam memilih 5 diantara seabreg lagu romantis yang ada.

Tapi.. tergoda dengan iming-iming novel gratis, maka aku pun ikutan juga. Dan... pilihanku jatuh pada lagu-lagu di bawah ini :
- Endless Love (Diana Ross and Lionel Richie)
- I’ve Finally Found Someone (Barbra Streisand and Bryan Adams)
- Cinta Terakhir (Ari Lasso)
- Tercipta Untukku (Ungu)
- Aku Makin Cinta (Vina Panduwinata)

Mungkin lagu-lagu yang kupilih agak sesuai dengan selera mereka ya...? Sehingga aku berhasil mendapatkan 1 buah novel itu. Sekarang sih novelnya belum dikirim... dan seperti biasa, aku tak akan keberatan untuk memamerkannya di sini jika paket itu datang juga.  Untuk sementara aku pajang gambarnya dulu aja ya..? Hehehe...

Sebelumnya... terima kasih banyak untuk Andi dan Riesta.. semoga kelak kalian dapat membina keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Serta dikaruniai buah hati yang sholeh dan sholihah. Amin...

Sabtu, 03 Juli 2010

Shasa dan Buku

Ayahku mewariskan kecintaan pada buku kepadaku. Dan.. kini aku pun mewariskannya kembali kepada Shasa. Tapi kini sepertinya kondisi berbalik, kedekatan Shasa dengan buku saat ini sudah melampaui aku. Harus ku akui bahwa waktuku untuk membaca buku sekarang kalah jauh dibandingkan Shasa. Jika Shasa bisa tiap hari membaca buku, aku hanya... membaca blog. Hehehe...

Hampir bisa dipastikan, kemanapun pergi Shasa akan membawa buku. Hal itu dilakukan atas inisiatifnya sendiri mungkin karena melihatku yang juga membawa buku (meski tidak selalu) jika bepergian. Memang, sudah beberapa tahun terakhir, hobby membaca Shasa meningkat drastis. Awalnya dia suka membaca komik, tapi sekarang Shasa lebih suka membaca novel anak-anak.

Setiap pagi, saat aku terbangun dan menengok Shasa di kamarnya, hampir bisa dipastikan bahwa dia sudah bangun. Bahkan, sepagi itu dia sudah dalam posisi tengkurap di kasurnya... membaca buku. Shasa memang lebih suka membaca buku dalam posisi tengkurap seperti itu. Sebenarnya sih Ayahnya kurang suka jika Shasa membaca di kamar, tapi ternyata kegemaran Shasa itu sulit untuk dirubah sampai sekarang.

Gaya Shasa saat membaca

Begitulah... kegiatan membaca Shasa lebih berpusat di kamarnya. Saat bangun tidur atau sebelum tidur Shasa selalu membaca buku. Jadi sudah menjadi pemandangan yang biasa jika di tempat tidur Shasa bahkan di lantai kamar Shasa berserakan buku-buku yang telah dan hendak dibacanya. Terkadang, aku gemas sekali karena buku-bukunya berserakan dimana-mana. Shasa masih belum bisa tertib mengembalikan buku-buku itu di dalam rak sehingga aku harus sering-sering mengingatkannya.

Sama sepertiku, jika sedang tenggelam dengan buku, Shasa biasanya tak mau diganggu. Bahkan terkadang sering tidak mendengar kalau dipanggil. Kalau sudah begitu, suamiku pasti akan dengan jenaka berkata, "kalau sudah pegang buku persis ibunya. Gak mau diganggu !" hehehe. Bahkan, untuk disuruh mandi pun seringkali Shasa masih menjawab "nanti... nanti..." karena mau menyelesaikan dulu buku yang dibacanya. Kalau dipaksa, dia akan menjawab "bentar to Ma.., tinggal 1 halaman nih". Tapi 1 halaman kok gak selesai-selesai ya...?

Aku tentu saja senang melihat kecintaan Shasa pada buku. Di saat orang tua yang lain sibuk menumbuhkan minat baca pada anaknya, aku justru tak perlu repot-repot melakukannya. Melihat kecintaannya pada buku, aku pun semangat sekali membelikan buku untuknya. Bahkan jika bepergian ke luar kota, aku cenderung membelikan oleh-oleh buku untuk Shasa.

Yaa.. begitulah suka dukanya punya anak yang gemar membaca seperti Shasa. Tapi... bagaimanapun juga aku bersyukur sekali karena Shasa sangat gemar membaca.

Jumat, 02 Juli 2010

Buku gratis lagi....

Aku sudah pernah cerita bukan kalau aku sedang senang berburu buku gratis ? Sudah banyak even yang aku ikuti dalam rangka mengejar buku gratis itu, dan selama ini aku sudah 2 kali beruntung mendapatkannya (lewat review blog Vixxio dan Blognya mbak Fanny). Dan... aku sekarang sedang happy banget nih karena berhasil lagi memenangkan buku gratis pada 2 kesempatan. Yang pertama lewat jejaring sosial yaitu Twitter dan yang kedua lewat blog.

Buku yang kudapatkan dari twitter berasal dari Penerbit Asma Nadia yang kala itu membuat quiz. Yang bisa menjawab quiz itu dengan benar, akan mendapatkan hadiah buku. Tapi.., buku apa yang dihadiahkan, aku juga belum tahu, karena memang tidak disebutkan pada saat quiz diadakan.

Yang kedua, buku gratis yang aku dapatkan dari blognya Eka Situmorang. Cerita Eka beberapa saat yang lalu memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk menuliskan komentar tentang buku kenangan masa kecil. Nah, satu komentar yang dianggapnya paling menarik sekaligus nyambung dengan isi artikelnya berhak mendapatkan 2 buah buku. Satu buku untuk pengobat rindu masa kecil, yaitu Petualangan Lima Sekawan, no.8 Nyaris Terjebak. Dan satu buku lagi adalah novel keren berjudul Iluminasi lengkap dengan tanda tangan mbak Lisa Febriyanti.

Keberhasilanku berburu buku gratis itu membuatku makin semangat saja untuk berburu lagi (maunya yang gratisan melulu hehehe). Tentu saja dengan harapan aku dapat lagi buku gratis itu. Ayo... buat sobat semua, jika ingin mendapatkan buku gratis juga... ikuti kenekadanku ikut bermacam-macam even yang berhadiah buku. Buku yang diperoleh belum tentu buku baru lho.. tapi bagiku tak mengurangi kebahagiaanku. Toh apa yang tertulis di buku itu tak akan basi. Iya kan ? Hehehe... Nah.., aku sedang harap-harap cemas menunggu kedatangan kedua paket hadiahku itu. Insya Allah kalau hadiah itu aku terima... aku akan dengan senang hati memajangnya disini.

Jumat, 30 April 2010

Peduli sampah, peduli lingkungan

Sobat.., aku kembali ingin bicara tentang sampah, meskipun di postingan terdahulu aku sudah pernah membicarakan sampah sebanyak 2 kali, yaitu Ayo Bicara Tentang Sampah dan Memanfaatkan Barang Lama. Mungkin sobat banyak yang mempertanyakan mengapa aku kali ini kembali bicara tentang sampah. Jawabnya adalah... karena : Kilau Satu Bintang.

Nah.., pasti sekarang pertanyaannya ganti menjadi : "Apa itu Kilau Satu Bintang ?" Oke sobat, aku akan menjelaskannya. Kilau Satu Bintang adalah sebuah Novel karya Teera yang di dalamnya membicarakan sampah juga, disamping membicarakan tentang dilema seorang wanita yang menikah yang juga mengejar karirnya. Ingin tahu lebih detil..? Mari kita bahas bersama...


Adalah Alia, seorang yang menjadi 'bintang' di kampusnya. Dia cerdas, mandiri, perfeksionis dan aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan. Berhasil lulus dengan cemerlang dari kampusnya, Alia pun tak kesulitan mencari pekerjaan yang mapan. Sekali lagi, di tempat kerja Alia dapat menunjukkan kualitas 'bintang' dalam dirinya dan mampu melaksanakan pekerjaannya dengan sangat baik.

Alia pun terlena dalam mengejar karirnya, hingga lupa untuk membangun keluarga hingga sang bunda memperingatkannya. Bagi Alia, memutuskan untuk menikah bukanlah hal yang mudah karena dia khawatir jika nanti menikah dia tak mampu lagi mengejar karirnya. Apalagi, 'pekerjaan domestik' sebagai ibu rumah tangga benar-benar tak menarik minatnya.

Kehidupan pernikahan Alia pada awalnya baik-baik saja, namun setelah setahun berlalu tanpa ada tanda-tanda kehamilan, Alia pun gelisah. Apalagi sudah banyak orang yang bertanya kapan dia akan menimang anak. Berdasarkan saran dokter dan pertimbangan sang suami, akhirnya dengan berat hati Alia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya di saat dia akan dipromosikan untuk menduduki jabatan yang selama ini menjadi impiannya. Namun keinginan untuk hamil lebih kuat sehingga Alia memilih untuk mengubur mimpinya. Suatu keputusan yang sangat disesali oleh sahabatnya, Sofie.

Alia yang terbiasa aktif tak bisa diam di rumah setelah resmi keluar dari pekerjaannya, dan dia melakukan banyak kegiatan untuk membuang jenuh. Hingga beberapa peristiwa membuatnya berpaling untuk peduli kepada sampah. Keterlibatan Aulia dalam mengurusi masalah sampah mendapat tentangan keras dari beberapa penduduk di sekitarnya. Hal tersebut membuat Aulia kelelahan secara fisik dan psikis di saat dia sedang fokus untuk bisa hamil.

Terus terang..., sebagian yang dilakukan Alia telah aku lakukan dalam kehidupanku sehari-hari. Hanya bedanya, aku melakukannya sendiri sehingga tak memberikan dampak sama sekali bagi lingkungan di sekitarku. Jika aku sekedar berangan-angan dan melakukan perubahan kecil di rumahku, sedangkan Alia berani mewujudkan angannya. Dia telah berani melangkah lebih jauh dan mengajak lingkungan untuk melakukan hal yang sama sepertinya, meskipun sangat tak mudah.

Tiga keranjang sampah yang kusiapkan :
kiri utk sampah kering, tengah utk sampah basah dan kanan utk sampah yg biasa diambil oleh para pemulung

Sungguh aku tak menyesal memiliki novel ini dan bisa dengan bangga berkata kepada suamiku bahwa apa yang aku lakukan selama ini (di rumah) telah dilakukan juga Alia, oleh tokoh utama dalam buku ini. Bahwa apa yang aku pikirkan dan aku khawatirkan... juga dipikirkan dan dikhawatirkan oleh Alia. Maklum saja, selama ini suamiku memandang sebelah mata pada kerepotanku mengurusi sampah di rumah. Dan.., sejak itu suamiku tak pernah lagi memprotesku jika aku ribut dengan sampah-sampahku... ^_^

Penulis : Teera
Kategori : Fiksi
Penerbit : Frenari
Th. Terbit : Juli 2009 (cetakan I)
Tebal : 200 halaman
Harga : Rp. 30.000

Peduli sampah, peduli lingkungan

Sobat.., aku kembali ingin bicara tentang sampah, meskipun di postingan terdahulu aku sudah pernah membicarakan sampah sebanyak 2 kali, yaitu Ayo Bicara Tentang Sampah dan Memanfaatkan Barang Lama. Mungkin sobat banyak yang mempertanyakan mengapa aku kali ini kembali bicara tentang sampah. Jawabnya adalah... karena : Kilau Satu Bintang.

Nah.., pasti sekarang pertanyaannya ganti menjadi : "Apa itu Kilau Satu Bintang ?" Oke sobat, aku akan menjelaskannya. Kilau Satu Bintang adalah sebuah Novel karya Teera yang di dalamnya membicarakan sampah juga, disamping membicarakan tentang dilema seorang wanita yang menikah yang juga mengejar karirnya. Ingin tahu lebih detil..? Mari kita bahas bersama...


Adalah Alia, seorang yang menjadi 'bintang' di kampusnya. Dia cerdas, mandiri, perfeksionis dan aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan. Berhasil lulus dengan cemerlang dari kampusnya, Alia pun tak kesulitan mencari pekerjaan yang mapan. Sekali lagi, di tempat kerja Alia dapat menunjukkan kualitas 'bintang' dalam dirinya dan mampu melaksanakan pekerjaannya dengan sangat baik.

Alia pun terlena dalam mengejar karirnya, hingga lupa untuk membangun keluarga hingga sang bunda memperingatkannya. Bagi Alia, memutuskan untuk menikah bukanlah hal yang mudah karena dia khawatir jika nanti menikah dia tak mampu lagi mengejar karirnya. Apalagi, 'pekerjaan domestik' sebagai ibu rumah tangga benar-benar tak menarik minatnya.

Kehidupan pernikahan Alia pada awalnya baik-baik saja, namun setelah setahun berlalu tanpa ada tanda-tanda kehamilan, Alia pun gelisah. Apalagi sudah banyak orang yang bertanya kapan dia akan menimang anak. Berdasarkan saran dokter dan pertimbangan sang suami, akhirnya dengan berat hati Alia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya di saat dia akan dipromosikan untuk menduduki jabatan yang selama ini menjadi impiannya. Namun keinginan untuk hamil lebih kuat sehingga Alia memilih untuk mengubur mimpinya. Suatu keputusan yang sangat disesali oleh sahabatnya, Sofie.

Alia yang terbiasa aktif tak bisa diam di rumah setelah resmi keluar dari pekerjaannya, dan dia melakukan banyak kegiatan untuk membuang jenuh. Hingga beberapa peristiwa membuatnya berpaling untuk peduli kepada sampah. Keterlibatan Aulia dalam mengurusi masalah sampah mendapat tentangan keras dari beberapa penduduk di sekitarnya. Hal tersebut membuat Aulia kelelahan secara fisik dan psikis di saat dia sedang fokus untuk bisa hamil.

Terus terang..., sebagian yang dilakukan Alia telah aku lakukan dalam kehidupanku sehari-hari. Hanya bedanya, aku melakukannya sendiri sehingga tak memberikan dampak sama sekali bagi lingkungan di sekitarku. Jika aku sekedar berangan-angan dan melakukan perubahan kecil di rumahku, sedangkan Alia berani mewujudkan angannya. Dia telah berani melangkah lebih jauh dan mengajak lingkungan untuk melakukan hal yang sama sepertinya, meskipun sangat tak mudah.

Tiga keranjang sampah yang kusiapkan :
kiri utk sampah kering, tengah utk sampah basah dan kanan utk sampah yg biasa diambil oleh para pemulung

Sungguh aku tak menyesal memiliki novel ini dan bisa dengan bangga berkata kepada suamiku bahwa apa yang aku lakukan selama ini (di rumah) telah dilakukan juga Alia, oleh tokoh utama dalam buku ini. Bahwa apa yang aku pikirkan dan aku khawatirkan... juga dipikirkan dan dikhawatirkan oleh Alia. Maklum saja, selama ini suamiku memandang sebelah mata pada kerepotanku mengurusi sampah di rumah. Dan.., sejak itu suamiku tak pernah lagi memprotesku jika aku ribut dengan sampah-sampahku... ^_^

Penulis : Teera
Kategori : Fiksi
Penerbit : Frenari
Th. Terbit : Juli 2009 (cetakan I)
Tebal : 200 halaman
Harga : Rp. 30.000

Senin, 22 Maret 2010

Manusia Kloning

Beberapa tahun yang lalu dunia sempat dihebohkan dengan berita tentang kloning. Yang dimaksud dengan kloning adalah teknik penggandaan gen yang menghasilkan keturunan yang sama sifat baiknya dari segi hereditas maupun penampakannya (wikipedia). Ternyata berita itu memunculkan ide pada Danielle Steel untuk menulis novel yang berjudul The Klone and I dan bercerita tentang manusia kloning. Dan..., ini adalah buku Danielle Steel pertama yang aku baca dan novel romantis kedua setelah Momen Penuh Keajaiban.

Novel ini menceritakan tentang rumah tangga Stephanie yang hancur berantakan karena suaminya, Roger, menceraikannya. Penyebab dari kehancuran rumah tangga itu adalah kehadiran Helena yang mampu membuat Roger tergila-gila. Stephanie yang tak pernah menyangka rumah tangganya akan hancur benar-benar shock dan merana, hingga akhirnya dia mulai menata kehidupannya lagi.


Stephanie yang sejak menikah memutuskan untuk total mengurus keluarga, mulai mempercantik diri dan membuka diri. Jika semula dia tak perduli dengan dandanannya, maka Stephanie mulai rajin ke salon. Beberapa kencan telah dilakukannya untuk menemukan kembali pasangan hidupnya, namun semua kencannya berakhir begitu saja. Tak seorang pun mampu memikat hatinya.

Hingga suatu saat, sewaktu anak-anaknya sedang bersama ayahnya dan Helena, Stephanie memilih bersenang-senang dan memanjakan diri dengan terbang ke Paris. Dalam salah satu kesempatan, secara tak terdua ia bertemu seorang pria yang menarik. Pria itu bernama Peter Baker, seorang yang pemalu, cerdas dan sangat konservatif. Ternyata perkenalan mereka berlanjut menjadi semakin dekat dan akrab.

Bersama Peter, Stephanie merasa dibutuhkan dan dicintai. Stephanie mendapat limpahan cinta yang luar biasa dari Peter.  Kebahagiaan yang dulu tak pernah dirasakannya muncul bersama kehadiran Peter dalam kehidupannya. Hanya saja, rupanya masalah belum mau beranjak dari hidup Stephanie.

Masalah pertama yang muncul adalah penolakan dari kedua anak Stephanie atas kehadian Peter dalam hidup mereka. Namun, dengan ketelatenannya Peter mampu merebut hati anak kedua Stephanie, yaitu Sam. Sementara Charlotte sangat membenci Peter dan menilai penampilan Peter norak serta kampungan. 

Masalah kedua yang muncul adalah saat Peter pergi ke luar kota selama 2 minggu untuk urusan pekerjaan. Namun tiba-tiba saja Peter muncul lagi di rumah Stephanie, dengan penampilan yang sangat eksentrik. Dan dia tak mau dipanggil Peter, karena sesuai pengakuannya namanya adalah Paul Klone. Herannya, penampilan Paul sangat disukai oleh kedua anak Stephanie dan mereka dapat menerima Paul dengan tangan terbuka.

Ternyata, Paul Klone adalah hasil rekayasa genetik yang dilakukan Peter. Dia  adalah manusia kloning. Peter sengaja 'mengirimkan' Paul ke rumah Stephanie dengan harapan agar Stephanie tak terlalu merindukannya (suatu bentuk ungkapan cinta dan perhatian yang aneh menurutku). Semula Stephanie tak mau mempercayai hal itu karena dia merasa bahwa dia hanya sedang 'dipermainkan' oleh Peter.

Saat Stephanie mulai mempercayi hal itu, dia dihadapkan pada dilema. Dia mencintai Paul sebesar rasa cintanya pada Peter. Kelebihan Paul yang mampu menundukkan hati kedua anaknya dan mampu memberikan banyak kejutan dan hadiah yang menggembirakan benar-benar merebut hati Stephanie. Bersama Paul, sosok dan kenangan akan Peter perlahan memudar.

Namun, di saat Peter kembali dari dinas luar kotanya, Stephanie kembali dihadapkan pada perasaan cinta yang sangat mendalam pada Peter. Bersama Peter yang hangat dan konservatif, Stephanie mulai melupakan tentang Paul. Hanya saja, ketika Peter kembali dinas ke luar kota dan Paul kembali datang... perasaan Stephanie terombang-ambing lagi. Seringnya kejadian itu berulang membuat Stephanie benar-benar bingung dalam menentukan pilihan.

Peter sendiri mulai menyadari bahwa ternyata Paul juga mencintai Stephanie, begitu juga sebaliknya. Hal itu membuat Peter sangat cemburu, namun dia tak mampu marah pada Paul dan Stephanie karena dialah penyebab masalah itu. Dialah yang mengirimkan Paul pada Stephanie. Menyadari semua itu benar-benar membuat Peter menjadi sangat kalut.

Bagaimanapun, Stephani tetap harus menjatuhkan pilihan kepada salah satu diantara keduanya.

Yang aku pelajari dalam novel ini adalah :
  • Teknologi yang tidak dimanfaatkan dengan benar dapat memberikan dampak buruk bagi kehidupan manusia.
  • Cinta dalam kehidupan pernikahan tetap harus dijaga, dipupuk dan dipelihara.
  • Dalam kehidupan rumah tangga, kita dituntut untuk bisa menerima dan memberi kepada pasangan kita.

Penulis : Danielle Steel
Kategori : Fiksi (roman)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Th. Terbit : 2003 (cetakan III)
Tebal : 256 halaman
Cover : Soft Cover

Manusia Kloning

Beberapa tahun yang lalu dunia sempat dihebohkan dengan berita tentang kloning. Yang dimaksud dengan kloning adalah teknik penggandaan gen yang menghasilkan keturunan yang sama sifat baiknya dari segi hereditas maupun penampakannya (wikipedia). Ternyata berita itu memunculkan ide pada Danielle Steel untuk menulis novel yang berjudul The Klone and I dan bercerita tentang manusia kloning. Dan..., ini adalah buku Danielle Steel pertama yang aku baca dan novel romantis kedua setelah Momen Penuh Keajaiban.

Novel ini menceritakan tentang rumah tangga Stephanie yang hancur berantakan karena suaminya, Roger, menceraikannya. Penyebab dari kehancuran rumah tangga itu adalah kehadiran Helena yang mampu membuat Roger tergila-gila. Stephanie yang tak pernah menyangka rumah tangganya akan hancur benar-benar shock dan merana, hingga akhirnya dia mulai menata kehidupannya lagi.


Stephanie yang sejak menikah memutuskan untuk total mengurus keluarga, mulai mempercantik diri dan membuka diri. Jika semula dia tak perduli dengan dandanannya, maka Stephanie mulai rajin ke salon. Beberapa kencan telah dilakukannya untuk menemukan kembali pasangan hidupnya, namun semua kencannya berakhir begitu saja. Tak seorang pun mampu memikat hatinya.

Hingga suatu saat, sewaktu anak-anaknya sedang bersama ayahnya dan Helena, Stephanie memilih bersenang-senang dan memanjakan diri dengan terbang ke Paris. Dalam salah satu kesempatan, secara tak terdua ia bertemu seorang pria yang menarik. Pria itu bernama Peter Baker, seorang yang pemalu, cerdas dan sangat konservatif. Ternyata perkenalan mereka berlanjut menjadi semakin dekat dan akrab.

Bersama Peter, Stephanie merasa dibutuhkan dan dicintai. Stephanie mendapat limpahan cinta yang luar biasa dari Peter.  Kebahagiaan yang dulu tak pernah dirasakannya muncul bersama kehadiran Peter dalam kehidupannya. Hanya saja, rupanya masalah belum mau beranjak dari hidup Stephanie.

Masalah pertama yang muncul adalah penolakan dari kedua anak Stephanie atas kehadian Peter dalam hidup mereka. Namun, dengan ketelatenannya Peter mampu merebut hati anak kedua Stephanie, yaitu Sam. Sementara Charlotte sangat membenci Peter dan menilai penampilan Peter norak serta kampungan. 

Masalah kedua yang muncul adalah saat Peter pergi ke luar kota selama 2 minggu untuk urusan pekerjaan. Namun tiba-tiba saja Peter muncul lagi di rumah Stephanie, dengan penampilan yang sangat eksentrik. Dan dia tak mau dipanggil Peter, karena sesuai pengakuannya namanya adalah Paul Klone. Herannya, penampilan Paul sangat disukai oleh kedua anak Stephanie dan mereka dapat menerima Paul dengan tangan terbuka.

Ternyata, Paul Klone adalah hasil rekayasa genetik yang dilakukan Peter. Dia  adalah manusia kloning. Peter sengaja 'mengirimkan' Paul ke rumah Stephanie dengan harapan agar Stephanie tak terlalu merindukannya (suatu bentuk ungkapan cinta dan perhatian yang aneh menurutku). Semula Stephanie tak mau mempercayai hal itu karena dia merasa bahwa dia hanya sedang 'dipermainkan' oleh Peter.

Saat Stephanie mulai mempercayi hal itu, dia dihadapkan pada dilema. Dia mencintai Paul sebesar rasa cintanya pada Peter. Kelebihan Paul yang mampu menundukkan hati kedua anaknya dan mampu memberikan banyak kejutan dan hadiah yang menggembirakan benar-benar merebut hati Stephanie. Bersama Paul, sosok dan kenangan akan Peter perlahan memudar.

Namun, di saat Peter kembali dari dinas luar kotanya, Stephanie kembali dihadapkan pada perasaan cinta yang sangat mendalam pada Peter. Bersama Peter yang hangat dan konservatif, Stephanie mulai melupakan tentang Paul. Hanya saja, ketika Peter kembali dinas ke luar kota dan Paul kembali datang... perasaan Stephanie terombang-ambing lagi. Seringnya kejadian itu berulang membuat Stephanie benar-benar bingung dalam menentukan pilihan.

Peter sendiri mulai menyadari bahwa ternyata Paul juga mencintai Stephanie, begitu juga sebaliknya. Hal itu membuat Peter sangat cemburu, namun dia tak mampu marah pada Paul dan Stephanie karena dialah penyebab masalah itu. Dialah yang mengirimkan Paul pada Stephanie. Menyadari semua itu benar-benar membuat Peter menjadi sangat kalut.

Bagaimanapun, Stephani tetap harus menjatuhkan pilihan kepada salah satu diantara keduanya.

Yang aku pelajari dalam novel ini adalah :
  • Teknologi yang tidak dimanfaatkan dengan benar dapat memberikan dampak buruk bagi kehidupan manusia.
  • Cinta dalam kehidupan pernikahan tetap harus dijaga, dipupuk dan dipelihara.
  • Dalam kehidupan rumah tangga, kita dituntut untuk bisa menerima dan memberi kepada pasangan kita.

Penulis : Danielle Steel
Kategori : Fiksi (roman)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Th. Terbit : 2003 (cetakan III)
Tebal : 256 halaman
Cover : Soft Cover