Jumat, 05 Juni 2009

Yang lama dan yang baru di bulan Juni

Dalam hidup ini selalu terdapat 2 sisi yang berbeda, bahkan bertolak belakang. Ada panjang ada pendek, ada besar ada kecil, ada baik ada buruk, ada tua ada muda... dan masih banyak lagi. Semua hal yang bertolak belakang itu tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Keduanya saling mendukung dan saling melengkapi.

Sebagai contoh : tua dan muda. Tak ada yang disebut tua kalau tak ada yang muda, begitu pula sebaliknya. Tak akan ada orang yang sudah tua, jika sebelumnya tidak ada orang muda. Keduanya berkaitan dan tak dapat dipisahkan.



Itulah mengapa, kita tak seharusnya mengecilkan peran salah satunya. Sejelek-jeleknya yang tua, tentu menyimpan banyak kebaikan. Sebaik-baiknya yang muda, tentu tak akan luput dari kesalahan. Semuanya mempunyai arti tersendiri, begitu juga dengan : lama dan baru.

Pergantian dari lama dan baru sedang terjadi di kantorku. Pada awal bulan Juni ini ada perubahan, yaitu pergantian pucuk pimpinan di instansi tempatku bekerja. Perubahan ini tentu diharapkan akan membawa angin segar dan membawa ke arah yang lebih baik.

Namun, bukan berarti pimpinanku yang lama tidak bagus. Hanya saja setelah sekian lama bertugas di tempatku, mungkin saja timbul kejenuhan dan stagnasi. Oleh sebab itu, perubahan dilakukan dengan harapan dapat membawa angin segar dan perbaikan bagi semua pihak.

Hidup tak akan terlepas dari perubahan. Begitu juga dalam hidupku, hidup kita semua. Teman datang silih berganti..., teman lama dan teman baru. Aku jadi ingat dengan potongan syair lagu Soleram :
Kalau Tuan dapat kawan baru, sayang
Kawan lama dilupakan jangan
Setelah sekian lama asyik dengan blog, maka teman-temanku pun bertambah. Senang rasanya memiliki banyak teman. Teman lama dan teman baru, bagiku sama saja. Sama-sama menyenangkan dan sama-sama membuatku semakin semangat untuk ngeblog. **jadi mikir, harusnya kemarin aku buat posting yang berjudul : "Candu itu bernama blog" hehehe**

Lebih asyik lagi kalau teman-temanku, yang lama maupun yang baru, mengirimkan award buatku. Ada award baru, yang aku belum pernah punya. Tapi ada juga award lama, yang aku sudah pernah dapatkan sebelumnya. Tak masalah bagiku, semua award aku terima dengan senang hati. Semuanya akan aku pajang di sini dengan penuh kebanggaan.

Mau tahu award yang baru aku dapatkan dari teman-temanku ? Aku tak akan keberatan untuk membaginya dengan teman-teman yang lain kok. Ini dia award-award itu.... jreng jreeeeng...


Yang pertama adalah Rizky yang telah dengan sangat baik hati membagikan 3 award sekaligus. Buat Rizky terima kasih sekali dengan kedermawananmu ya... Aku nanti juga akan membaginya lagi dengan teman-teman yang lain.


Award selanjutnya dari mbak Fanny. Ternyata pulang dari melancong mbak Fanny membawakan oleh-oleh award dan ternyata aku kebagian !! Aduh senangnya... Lebih senang lagi karena ternyata sama seperti Rizky, mbak Fanny juga langsung memberikan 3 buah award untukku. Terima kasih mbak.., awardnya kuterima dengan senang hati.

Yang tak ketinggalan kirim award adalah mbak Elly. Award mbak Elly sangat unik dan spesial karena hasil karya mbak Elly sendiri. Keren sekali, mbak. Terima kasih karena aku mendapat penghargaan menerima hasil karya yang indah ini.

Yang terakhir adalah award kiriman dari mbak Teacha. Dua buah award yang dibingkai jadi satu, indah sekali. Terima kasih ya, mbak... awardnya aku terima dengan sangat gembira.

Untuk semua teman, baik yang lama maupun yang baru, aku ingin membagikan award ini untuk kalian semua. Boleh pilih, mau ambil yang mana yang disuka. Kalau aku yang memilih jangan-jangan tidak sesuai dengan keinginan kalian. So, jangan ragu-ragu untuk memilih ya ? Khusus untuk Rizky, mbak Fanny, mbak Elly dan mbak Teacha.. jangan lupa bawa pulang award yang belum dimiliki. Oke ??

Nah..., itulah ceritaku tentang yang lama dan yang baru di awal Bulan Juni ini. Terima kasih sudah menampung ceritaku dan menerima awardku dengan suka hati.


Yang lama dan yang baru di bulan Juni

Dalam hidup ini selalu terdapat 2 sisi yang berbeda, bahkan bertolak belakang. Ada panjang ada pendek, ada besar ada kecil, ada baik ada buruk, ada tua ada muda... dan masih banyak lagi. Semua hal yang bertolak belakang itu tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Keduanya saling mendukung dan saling melengkapi.

Sebagai contoh : tua dan muda. Tak ada yang disebut tua kalau tak ada yang muda, begitu pula sebaliknya. Tak akan ada orang yang sudah tua, jika sebelumnya tidak ada orang muda. Keduanya berkaitan dan tak dapat dipisahkan.

Itulah mengapa, kita tak seharusnya mengecilkan peran salah satunya. Sejelek-jeleknya yang tua, tentu menyimpan banyak kebaikan. Sebaik-baiknya yang muda, tentu tak akan luput dari kesalahan. Semuanya mempunyai arti tersendiri, begitu juga dengan : lama dan baru.

Pergantian dari lama dan baru sedang terjadi di kantorku. Pada awal bulan Juni ini ada perubahan, yaitu pergantian pucuk pimpinan di instansi tempatku bekerja. Perubahan ini tentu diharapkan akan membawa angin segar dan membawa ke arah yang lebih baik.

Namun, bukan berarti pimpinanku yang lama tidak bagus. Hanya saja setelah sekian lama bertugas di tempatku, mungkin saja timbul kejenuhan dan stagnasi. Oleh sebab itu, perubahan dilakukan dengan harapan dapat membawa angin segar dan perbaikan bagi semua pihak.

Hidup tak akan terlepas dari perubahan. Begitu juga dalam hidupku, hidup kita semua. Teman datang silih berganti..., teman lama dan teman baru. Aku jadi ingat dengan potongan syair lagu Soleram :
Kalau Tuan dapat kawan baru, sayang
Kawan lama dilupakan jangan
Setelah sekian lama asyik dengan blog, maka teman-temanku pun bertambah. Senang rasanya memiliki banyak teman. Teman lama dan teman baru, bagiku sama saja. Sama-sama menyenangkan dan sama-sama membuatku semakin semangat untuk ngeblog. **jadi mikir, harusnya kemarin aku buat posting yang berjudul : "Candu itu bernama blog" hehehe**

Lebih asyik lagi kalau teman-temanku, yang lama maupun yang baru, mengirimkan award buatku. Ada award baru, yang aku belum pernah punya. Tapi ada juga award lama, yang aku sudah pernah dapatkan sebelumnya. Tak masalah bagiku, semua award aku terima dengan senang hati. Semuanya akan aku pajang di sini dengan penuh kebanggaan.

Mau tahu award yang baru aku dapatkan dari teman-temanku ? Aku tak akan keberatan untuk membaginya dengan teman-teman yang lain kok. Ini dia award-award itu.... jreng jreeeeng...

Yang pertama adalah Rizky yang telah dengan sangat baik hati membagikan 3 award sekaligus. Buat Rizky terima kasih sekali dengan kedermawananmu ya... Aku nanti juga akan membaginya lagi dengan teman-teman yang lain.

Award selanjutnya dari mbak Fanny. Ternyata pulang dari melancong mbak Fanny membawakan oleh-oleh award dan ternyata aku kebagian !! Aduh senangnya... Lebih senang lagi karena ternyata sama seperti Rizky, mbak Fanny juga langsung memberikan 3 buah award untukku. Terima kasih mbak.., awardnya kuterima dengan senang hati.

Yang tak ketinggalan kirim award adalah mbak Elly. Award mbak Elly sangat unik dan spesial karena hasil karya mbak Elly sendiri. Keren sekali, mbak. Terima kasih karena aku mendapat penghargaan menerima hasil karya yang indah ini.

Yang terakhir adalah award kiriman dari mbak Teacha. Dua buah award yang dibingkai jadi satu, indah sekali. Terima kasih ya, mbak... awardnya aku terima dengan sangat gembira.

Untuk semua teman, baik yang lama maupun yang baru, aku ingin membagikan award ini untuk kalian semua. Boleh pilih, mau ambil yang mana yang disuka. Kalau aku yang memilih jangan-jangan tidak sesuai dengan keinginan kalian. So, jangan ragu-ragu untuk memilih ya ? Khusus untuk Rizky, mbak Fanny, mbak Elly dan mbak Teacha.. jangan lupa bawa pulang award yang belum dimiliki. Oke ??

Nah..., itulah ceritaku tentang yang lama dan yang baru di awal Bulan Juni ini. Terima kasih sudah menampung ceritaku dan menerima awardku dengan suka hati.


Kamis, 04 Juni 2009

Candu itu bernama facebook

Candu adalah istilah untuk sejenis kimia yang memabukkan. Padahal, setiap apa saja yang bisa memabukkan hukumnya adalah haram. Untuk makanan dan minuman yang haram selama ini sudah seringkali diberitahukan secara luas kepada masyarakat. Namun..., beberapa saat yang lalu santer diberitakan bahwa beberapa ulama menilai bahwa Facebook itu haram.

Aku tidak ingin mempermasalahkan haram atau tidaknya Facebook. Sudah banyak orang yang lebih ahli dalam meninjau permasalahan tersebut. Namun aku hanya ingin menceritakan pengalamanku serta beberapa temanku dalam memakai Facebook.

Dulu banyak orang yang terkena demam Facebook. Sekarang, banyak orang yang mabuk karena Facebook. Semakin banyak orang yang tidak sanggup melepaskan diri dari Facebook. Bangun tidur buka facebook. Di kantor, buka Facebook. Pulang dari kantor langsung buka Facebook. Mau tidur asyik dengan Facebook. Walaaah.... *geleng-geleng kepala*

Makanya tidak mengherankan kalau sampai akhirnya ada seorang gadis kecil, Serafina Ophelia, yang protes kepada ibunya yang asyik dengan Facebook. Untuk melihat bagaimana protes Serafina dapat dilihat di sini.

Namun, apakah hanya kaum ibu dan wanita saja yang kecanduan dan mabuk karena Facebook ? Jawabnya adalah... tidak !! Karena banyak sekali pria yang ternyata sudah kecanduan dengan Facebook. Ternyata banyak juga pria yang suka mengobral status di Facebook.

Aku pribadi ternyata tidak terlalu "menikmati" Facebook. Sesekali masih menulis status di Facebook. Kadang-kadang mengomentari status atau foto teman di Facebook. Kalau sedang iseng..., mengerjakan kuis yang ada untuk sekedar refreshing. Setelah itu... ya sudah. Tidak ada "kepuasan" seperti yang aku dapatkan dari sebuah blog.

Namun pengalaman beberapa teman ternyata berbeda. Seorang teman pernah bercerita kepadaku, bahwa lewat Facebook dia bisa bertemu lagi dengan pemuja rahasianya 12 tahun yang lalu !! Dan ..., cinta itu baru bersemi sekarang lewat Facebook. Sebenarnya tidak menjadi persoalan yang berarti jika seandainya mereka berdua saat ini sedang tidak terikat tali perkawinan.

Lewat inbox yang ada dalam Facebook, mereka secara intens bisa saling mengungkapkan isi hati. Cinta terlarang yang mereka jalani itu... semakin subur dari hari ke hari. Mereka yang selama 12 tahun terpisah dan menyimpan rasa dalam dada, justru akhirnya bertemu lewat Facebook di saat mereka sama-sama sudah tidak sendiri lagi...

Seorang teman lain lagi ceritanya. Suatu hari dia sangat kesal dengan sahabat SMA-nya dulu yang secara terbuka mengingatkannya pada cinta masa mudanya dulu. Sang sahabat menuliskan hal itu di kotak komen foto. Tentu saja siapa saja bisa membacanya... termasuk istri temanku itu. Gara-gara keisengan sahabatnya, ternyata mengakibatkan pertengkaran yang hebat dalam rumah tangga temanku itu.

Menurutku, masih banyak yang belum menyadari benar bahwa Facebook adalah "ruang publik". Siapa saja yang diundang bisa datang dan membaca apa yang ada di situ. Dari status dan komentar yang masuk terhadap pemilik Facebook semua orang akan bisa menilai bagaimana pemiliknya. Cerita masa lalu yang mungkin ingin dikubur, ternyata karena niat bercanda seseorang, bisa terbeber dan diketahui umum.

Memang ada juga sahabat yang bersuka cita karena menemukan kemudahan mengakses sahabatnya yang lama tidak bertemu, via Facebook. Banyak hal yang bisa dilakukan lewat Facebook. Apapun alasannya, ternyata memang banyak yang kecanduan Facebook.

Jika teringat lagi dengan "protes" Serafina Ophelia di atas..., maka candu yang membuat banyak orang mabuk dengan Facebook dapat digambarkan dengan "meminjam" lirik-nya Duo Ratu sebagai berikut :
Aku Mau Makan Kubuka Facebook
Aku Mau Tidur Juga Kubuka Facebook
Aku Mau Pergi Kubuka Facebook
Ooo Facebook Mengapa Semua Serba Facebook

Aku Sedang Bingung Ku-update status
Aku Sedang Sedih Juga Ku-update status
Aku Sedang Bosan Ku-update status
Ooo Facebook Inikah Bila Ku Jatuh
Jatuh Cinta ...
**tulisan iseng yang terinspirasi oleh pengalaman beberapa teman**

Candu itu bernama facebook

Candu adalah istilah untuk sejenis kimia yang memabukkan. Padahal, setiap apa saja yang bisa memabukkan hukumnya adalah haram. Untuk makanan dan minuman yang haram selama ini sudah seringkali diberitahukan secara luas kepada masyarakat. Namun..., beberapa saat yang lalu santer diberitakan bahwa beberapa ulama menilai bahwa Facebook itu haram.

Aku tidak ingin mempermasalahkan haram atau tidaknya Facebook. Sudah banyak orang yang lebih ahli dalam meninjau permasalahan tersebut. Namun aku hanya ingin menceritakan pengalamanku serta beberapa temanku dalam memakai Facebook.

Dulu banyak orang yang terkena demam Facebook. Sekarang, banyak orang yang mabuk karena Facebook. Semakin banyak orang yang tidak sanggup melepaskan diri dari Facebook. Bangun tidur buka facebook. Di kantor, buka Facebook. Pulang dari kantor langsung buka Facebook. Mau tidur asyik dengan Facebook. Walaaah.... *geleng-geleng kepala*

Makanya tidak mengherankan kalau sampai akhirnya ada seorang gadis kecil, Serafina Ophelia, yang protes kepada ibunya yang asyik dengan Facebook. Untuk melihat bagaimana protes Serafina dapat dilihat di sini.

Namun, apakah hanya kaum ibu dan wanita saja yang kecanduan dan mabuk karena Facebook ? Jawabnya adalah... tidak !! Karena banyak sekali pria yang ternyata sudah kecanduan dengan Facebook. Ternyata banyak juga pria yang suka mengobral status di Facebook.

Aku pribadi ternyata tidak terlalu "menikmati" Facebook. Sesekali masih menulis status di Facebook. Kadang-kadang mengomentari status atau foto teman di Facebook. Kalau sedang iseng..., mengerjakan kuis yang ada untuk sekedar refreshing. Setelah itu... ya sudah. Tidak ada "kepuasan" seperti yang aku dapatkan dari sebuah blog.

Namun pengalaman beberapa teman ternyata berbeda. Seorang teman pernah bercerita kepadaku, bahwa lewat Facebook dia bisa bertemu lagi dengan pemuja rahasianya 12 tahun yang lalu !! Dan ..., cinta itu baru bersemi sekarang lewat Facebook. Sebenarnya tidak menjadi persoalan yang berarti jika seandainya mereka berdua saat ini sedang tidak terikat tali perkawinan.

Lewat inbox yang ada dalam Facebook, mereka secara intens bisa saling mengungkapkan isi hati. Cinta terlarang yang mereka jalani itu... semakin subur dari hari ke hari. Mereka yang selama 12 tahun terpisah dan menyimpan rasa dalam dada, justru akhirnya bertemu lewat Facebook di saat mereka sama-sama sudah tidak sendiri lagi...

Seorang teman lain lagi ceritanya. Suatu hari dia sangat kesal dengan sahabat SMA-nya dulu yang secara terbuka mengingatkannya pada cinta masa mudanya dulu. Sang sahabat menuliskan hal itu di kotak komen foto. Tentu saja siapa saja bisa membacanya... termasuk istri temanku itu. Gara-gara keisengan sahabatnya, ternyata mengakibatkan pertengkaran yang hebat dalam rumah tangga temanku itu.

Menurutku, masih banyak yang belum menyadari benar bahwa Facebook adalah "ruang publik". Siapa saja yang diundang bisa datang dan membaca apa yang ada di situ. Dari status dan komentar yang masuk terhadap pemilik Facebook semua orang akan bisa menilai bagaimana pemiliknya. Cerita masa lalu yang mungkin ingin dikubur, ternyata karena niat bercanda seseorang, bisa terbeber dan diketahui umum.

Memang ada juga sahabat yang bersuka cita karena menemukan kemudahan mengakses sahabatnya yang lama tidak bertemu, via Facebook. Banyak hal yang bisa dilakukan lewat Facebook. Apapun alasannya, ternyata memang banyak yang kecanduan Facebook.

Jika teringat lagi dengan "protes" Serafina Ophelia di atas..., maka candu yang membuat banyak orang mabuk dengan Facebook dapat digambarkan dengan "meminjam" lirik-nya Duo Ratu sebagai berikut :
Aku Mau Makan Kubuka Facebook
Aku Mau Tidur Juga Kubuka Facebook
Aku Mau Pergi Kubuka Facebook
Ooo Facebook Mengapa Semua Serba Facebook

Aku Sedang Bingung Ku-update status
Aku Sedang Sedih Juga Ku-update status
Aku Sedang Bosan Ku-update status
Ooo Facebook Inikah Bila Ku Jatuh
Jatuh Cinta ...
**tulisan iseng yang terinspirasi oleh pengalaman beberapa teman**

Selasa, 02 Juni 2009

Sang revolusioner : Muhammad Yunus

Suatu kali aku mendapatkan email dari Mas Trimatra. Intinya, mulai Bulan Juni 2009 mas Trimatra ingin membuat Slim Magazine Blogger. Dan untuk kepentingan itu, Mas Trimatra mengundang 10 orang untuk mengisi kolom sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Untuk edisi pertama, aku dipilih untuk mengisi kolom "ekonomi". Awalnya aku merasa keberatan dan merasa tidak akan mampu memenuhinya.


Tapi kemudian aku teringat tokoh yang sangat revolusioner di bidang ekonomi : Muhammad Yunus !! Maka, akhirnya aku memutuskan untuk menceritakan saja tentang keberhasilan Muhammad Yunus dalam mengentas kemiskinan di negaranya melalui Bank Grameen yang sangat inovatif sekaligus berpengaruh di dunia.

Kali ini aku tidak akan bercerita tentang Bank Grameen karena sudah aku tuliskan semuanya di Slim Magazine edisi pertama. Kali ini aku hanya ingin bercerita tentang sang revolusioner : Muhammad Yunus !

Ketertarikan pria kelahiran Chittagong tahun 1940 itu terhadap kaum miskin dimulai sejak tahun 1974. Saat itu Yunus, yang merupakan profesor ekonomi di Universitas Chittagong, sedang memimpin para mahasiswa berkunjung ke desa-desa miskin di Bangladesh. Dalam kunjungan tersebut dia kaget saat menyaksikan warga miskin bertahan dari kelaparan yang melanda negara itu, yang telah menewaskan ratusan ribu orang.

Menyaksikan keadaan itu, dia merasa sangat berdosa. Dari perasaan itulah, dia mulai mengembangkan konsep pemberdayaan kaum miskin. Filosofi yang dibangunnya adalah bagaimana membantu kaum miskin agar mereka bisa mengangkat derajat mereka sendiri.
"Ketika banyak orang sedang sekarat di jalan-jalan karena kelaparan, saya justru sedang mengajarkan teori-teori ekonomi yang elegan. Saya mulai membenci diri saya sendiri karena bersikap arogan dan menganggap diri saya bisa menjawab persoalan kemiskinan itu. Kami profesor universitas semuanya pintar, tetapi kami sama sekali tidak tahu mengenai kemiskinan di sekitar kami. Sejak itu saya putuskan kaum miskin menjadi guru saya." (penjelasan Yunus mengenai penyebab keterlibatannya dengan kaum miskin)
Upayanya membantu kaum miskin semakin berkembang setelah dia membentuk Bank Grameen sebagai sarananya. Melalui Bank Grameen inilah Yunus telah mengembangkan berbagai upaya dalam mengangkat harkat dan martabat kaum miskin. Ternyata..., setelah berjalan sekian tahun, terlihatlah hasil yang menggembirakan bahwa ternyata upaya Yunus membantu kaum miskin telah membuahkan hasil. Pengentasan kemiskinan bukan hanya jadi slogan semata di Bangladesh, karena ternyata kaum miskin dan para gelandangan angkanya semakin mengecil.

Dunia mengakui keberhasilan tersebut, bahkan kemudian mengadopsinya. Telah lebih dari 30 penghargaan internasional dan sekitar lebih dari 25 gelar kehormatan dari berbagai perguruan tinggi di dunia telah diperoleh Muhammad Yunus berkat konsep Bank Grameen yang digagasnya.

Bahkan, Komiter Nobel Norwegia telah memberikan Hadiah Perdamaian Nobel 2006 kepada Muhammad Yunus dan Bank Grameen. Ini untuk pertama kalinya, sebuah pemberantasan kemiskinan mendapatkan apresiasi. Untuk pertama kalinya yang menang bukanlah selebriti yang sudah terkenal di dunia, juga bukan figur yang dijagokan, melainkan orang yang peduli pada pemberdayaan kaum miskin dan wanita.

Komite Nobel mengatakan bahwa Yunus dan Bank Grameen telah menciptakan pembangunan ekonomi dan sosial dari masyarakat banyak. Menurut pandangan Komite Nobel, perdamaian yang berkesinambungan tidak akan dapat dicapai kecuali ditemukan cara untuk keluar dari kemiskinan. Menurut merekan, pencegahan perang yang paling fundamental adalah pemberantasan kemiskinan. Perdamaian haruslah merupakan sebuah perdamaian yang berkeadilan.

Muhammad Yunus dengan pemikirannya yang revolusioner telah tampil sebagai seorang pemimpin, yang menerapkan visinya ke dalam hal praktis demi peruntungan jutaan orang, tidak hanya di Bangladesh, tetapi juga di banyak negara. So.., sangat pantas jika Yunus kemudian menjadi inspirasi dan teladan bagi para pengambil keputusan di berbagai negara.

Kapan ya di Indonesia hadir seorang seperti Muhammad Yunus ?? *berharap mode on*