Senin, 06 Juli 2009

Komik masa kecilku

Aku dapat PR lagi nih, kali ini dari mbak Sinta sang pemilik blog Jendelaku Menatap Dunia. Dikarenakan mbak Sinta adalah penggemar buku, maka PRnya juga tak jauh-jauh dari buku. Kali ini aku diminta untuk bercerita tentang buku. Wah, harus putar otak nih.. (hehehe, emang otak bisa diputar ?!).

Buku adalah sesuatu yang sangat aku suka. Kesukaanku kepada buku dan membaca buku rupanya ditularkan oleh ayahku. Aku masih ingat sekali, pada saat aku masih duduk di Sekolah Dasar, aku masih bisa membaca koleksi buku milik ayahku. Ayahku memang sangat memelihara baik buku-buku yang dimilikinya sejak sekolah, sampai-sampai aku sebagai anaknya masih bisa membaca koleksi buku-bukunya.

Buku koleksi ayahku banyak sekali tapi yang aku suka adalah koleksi komiknya. Ada komik yang berjudul "Mandrake". Komik ini menggambarkan seorang pria yang memiliki kekuatan sihir yang hebat. Kemudian ada yang berjudul "Nina Putri Rimba" yang menggambarkan tokoh seperti Tarzan wanita, "Putri Bintang" yang menggambarkan wanita superhero dengan gaya busana mengadopsi dari "Wonder Woman". Selain itu juga ada komik Gundala Putra Petir, Mahabarata dan Ramayana yang tak kalah serunya.

Namun yang paling aku suka adalah komik yang berjudul "Sri Asih". Sri Asih adalah karakter komik superhero pertama di Indonesia. Komik itu menggambarkan seorang wanita Jawa superhero yang mengadopsi dari komik "Wonder Woman". Komik yang dibuat tahun 1953 tersebut hasil karya R.A. Kosasih. Pada tahun itu komik Indonesia benar-benar memasuki jaman kejayaannya.
Komik “Sri Asih” sering dianggap sebagai tonggak awal perkembangan komik berbentuk buku di Indonesia, sehingga R.A. Kosasih didapuk sebagai “Bapak Komik Indonesia”. Nama R.A. Kosasih pun semakin bersinar setelah ia dianggap sebagai komikus yang berhasil membawa epik Mahabharata dari wayang ke dalam media buku komik. (Pasar Kreasi)

Dia adalah perempuan muda cantik yang jagoan dengan kekuatan Adijalma seperti Superman dan Wonderwoman. Memiliki dua kepribadian: 1. Sebagai manusia biasa, bernama Nani yang dianggap dungu oleh rekan-rekan di tempat kerjanya, sebuah biro penyelidik kejahatan. 2. Sebagai perempuan jagoan, bernama Sri Asih yang sakti dan pintar pembasmi kejahatan penolong orang-orang tertindas. Perubahan karakter dari Nani ke Sri Asih,bukan mengucapkan kata "brubah!" seperti Satria Baja Hitam, melainkan mengucapkan kata bertuah: "Dewi Asih!" (Komik Sriti)

Dan, setelah aku hunting di Internet, akhirnya aku berhasil juga menemukan gambar-gambar tokoh komik Sri Asih itu. Itupun tak banyak gambar yang berhasil aku temukan, dan gambar-gambar itu seperti di bawah ini :

Tokoh komik Sri Asih (diambil oleh Pasar Kreasi dari id.wikipedia.org)

Gambar dibuat oleh: Eko Wibowo diambil dari sini

Gambar cover dan isi komik Sri Asih karya RA. Kosasih
sesuai aslinya diambil dari sini


Dulu, karena sedang tergila-gila dengan komik-komik itu, sampai-sampai tiap ada kesempatan aku membacanya. Akibatnya, dalam waktu tak lama, komik-komik lama itu "hancur" ditanganku. Sayang sekali, sekarang komik-komik itu telah hilang dari peredaran. Namun aku bersyukur, berkat ketelatenan ayahku aku masih bisa menikmati komik-komik yang sangat fenomenal pada masanya.

Kalau ingat bahwa komik-komik itu sekarang sudah tak ada lagi, aku menyesal sekali. Komik-komik itu telah disimpan ayahku dengan sangat hati-hati dan dirawat baik sekali, sehingga aku pun bisa menikmati komik tua itu. Namun, karena aku tak hati-hati dalam membacanya, hanya butuh waktu tak lama, lembar-lembar halaman komik itu banyak yang terlepas. Maklum saja, buku tua sehingga sudah "lapuk" termakan usia. Aku yang saat itu masih belum paham tentang nilai sebuah buku, aku tidak memperlakukannya dengan hati-hati. Untung saja, ayahku tak marah karena koleksi komiknya akhirnya rusak ditangan anaknya sendiri.

Nah, itulah ceritaku tentang buku, khususnya kenanganku tentang komik pertama yang aku baca. Dan untuk ceritaku ini, mbak Sinta telah menghadiahkan award penikmat buku. Sebuah award yang indah, yang dibuat sendiri oleh mbak Sinta ! Terima kasih banyak ya mbak, telah mempercayakan award itu untukku. Dan, selanjutnya award ini akan aku bagikan kepada : Buwel, Marcellino Agatha, Bli Jhoni (sang penyuka komik), mbak Elly, Itik Bali dan Shasa Imutz.

Sesuai pesan dari sang pemberi award (mbak Sinta), PRnya (membuat cerita tentang buku) boleh dikerjakan boleh juga tidak. Boleh juga disebarluaskan, namun tidak pun tak mengapa. Hanya itu pesannya, jadi selanjutnya terserah pada para penerima award. Oke..??

Komik masa kecilku

Aku dapat PR lagi nih, kali ini dari mbak Sinta sang pemilik blog Jendelaku Menatap Dunia. Dikarenakan mbak Sinta adalah penggemar buku, maka PRnya juga tak jauh-jauh dari buku. Kali ini aku diminta untuk bercerita tentang buku. Wah, harus putar otak nih.. (hehehe, emang otak bisa diputar ?!).

Buku adalah sesuatu yang sangat aku suka. Kesukaanku kepada buku dan membaca buku rupanya ditularkan oleh ayahku. Aku masih ingat sekali, pada saat aku masih duduk di Sekolah Dasar, aku masih bisa membaca koleksi buku milik ayahku. Ayahku memang sangat memelihara baik buku-buku yang dimilikinya sejak sekolah, sampai-sampai aku sebagai anaknya masih bisa membaca koleksi buku-bukunya.

Buku koleksi ayahku banyak sekali tapi yang aku suka adalah koleksi komiknya. Ada komik yang berjudul "Mandrake". Komik ini menggambarkan seorang pria yang memiliki kekuatan sihir yang hebat. Kemudian ada yang berjudul "Nina Putri Rimba" yang menggambarkan tokoh seperti Tarzan wanita, "Putri Bintang" yang menggambarkan wanita superhero dengan gaya busana mengadopsi dari "Wonder Woman". Selain itu juga ada komik Gundala Putra Petir, Mahabarata dan Ramayana yang tak kalah serunya.

Namun yang paling aku suka adalah komik yang berjudul "Sri Asih". Sri Asih adalah karakter komik superhero pertama di Indonesia. Komik itu menggambarkan seorang wanita Jawa superhero yang mengadopsi dari komik "Wonder Woman". Komik yang dibuat tahun 1953 tersebut hasil karya R.A. Kosasih. Pada tahun itu komik Indonesia benar-benar memasuki jaman kejayaannya.
Komik “Sri Asih” sering dianggap sebagai tonggak awal perkembangan komik berbentuk buku di Indonesia, sehingga R.A. Kosasih didapuk sebagai “Bapak Komik Indonesia”. Nama R.A. Kosasih pun semakin bersinar setelah ia dianggap sebagai komikus yang berhasil membawa epik Mahabharata dari wayang ke dalam media buku komik. (Pasar Kreasi)

Dia adalah perempuan muda cantik yang jagoan dengan kekuatan Adijalma seperti Superman dan Wonderwoman. Memiliki dua kepribadian: 1. Sebagai manusia biasa, bernama Nani yang dianggap dungu oleh rekan-rekan di tempat kerjanya, sebuah biro penyelidik kejahatan. 2. Sebagai perempuan jagoan, bernama Sri Asih yang sakti dan pintar pembasmi kejahatan penolong orang-orang tertindas. Perubahan karakter dari Nani ke Sri Asih,bukan mengucapkan kata "brubah!" seperti Satria Baja Hitam, melainkan mengucapkan kata bertuah: "Dewi Asih!" (Komik Sriti)

Dan, setelah aku hunting di Internet, akhirnya aku berhasil juga menemukan gambar-gambar tokoh komik Sri Asih itu. Itupun tak banyak gambar yang berhasil aku temukan, dan gambar-gambar itu seperti di bawah ini :

Tokoh komik Sri Asih (diambil oleh Pasar Kreasi dari id.wikipedia.org)

Gambar dibuat oleh: Eko Wibowo diambil dari sini

Gambar cover dan isi komik Sri Asih karya RA. Kosasih
sesuai aslinya diambil dari sini


Dulu, karena sedang tergila-gila dengan komik-komik itu, sampai-sampai tiap ada kesempatan aku membacanya. Akibatnya, dalam waktu tak lama, komik-komik lama itu "hancur" ditanganku. Sayang sekali, sekarang komik-komik itu telah hilang dari peredaran. Namun aku bersyukur, berkat ketelatenan ayahku aku masih bisa menikmati komik-komik yang sangat fenomenal pada masanya.

Kalau ingat bahwa komik-komik itu sekarang sudah tak ada lagi, aku menyesal sekali. Komik-komik itu telah disimpan ayahku dengan sangat hati-hati dan dirawat baik sekali, sehingga aku pun bisa menikmati komik tua itu. Namun, karena aku tak hati-hati dalam membacanya, hanya butuh waktu tak lama, lembar-lembar halaman komik itu banyak yang terlepas. Maklum saja, buku tua sehingga sudah "lapuk" termakan usia. Aku yang saat itu masih belum paham tentang nilai sebuah buku, aku tidak memperlakukannya dengan hati-hati. Untung saja, ayahku tak marah karena koleksi komiknya akhirnya rusak ditangan anaknya sendiri.

Nah, itulah ceritaku tentang buku, khususnya kenanganku tentang komik pertama yang aku baca. Dan untuk ceritaku ini, mbak Sinta telah menghadiahkan award penikmat buku. Sebuah award yang indah, yang dibuat sendiri oleh mbak Sinta ! Terima kasih banyak ya mbak, telah mempercayakan award itu untukku. Dan, selanjutnya award ini akan aku bagikan kepada : Buwel, Marcellino Agatha, Bli Jhoni (sang penyuka komik), mbak Elly, Itik Bali dan Shasa Imutz.

Sesuai pesan dari sang pemberi award (mbak Sinta), PRnya (membuat cerita tentang buku) boleh dikerjakan boleh juga tidak. Boleh juga disebarluaskan, namun tidak pun tak mengapa. Hanya itu pesannya, jadi selanjutnya terserah pada para penerima award. Oke..??

Minggu, 05 Juli 2009

Mengagumi Ciptaan-Nya

Perjalanan luar kota yang kulalui terasa sangat menyenangkan. Bukan saja karena aku bisa terlepas dari rutinitas harianku namun juga karena aku bisa menikmati banyak keindahan ciptaan-Nya. Sepanjang perjalanan yang kulalui, aku tak henti-hentinya mengagumi keindahan alam ciptaan-Nya.

Rindangnya pepohonan, gunung yang samar-samar menjulang dengan gagahnya, hamparan sawah yang menguning benar-benar menyejukkan mata. Aku jadi teringat akan kenanganku belasan tahun yang lalu, saat aku masih menjadi seorang mahasiswi. Setiap pagi untuk berangkat ke kampus, aku hanya perlu berjalan kaki selama 10 menit. Perjalanan pagi yang sangat kunikmati karena aku menikmati pemandangan yang kutemukan sstiap harinya.

Untuk sampai ke kampus, aku harus melewati tempat yang dikenal dengan nama "lembah" UGM. Di lembah inilah, aku sangat menikmati desiran angin, pohon-pohon yang bergoyang dengan lembutnya, "hujan" kupu-kupu saking banyaknya kupu-kupu yang beterbangan dan indahnya pemandangan yang tersaji di depan mata. Mungkin bagi orang lain, lembah itu tidak mengesankan, tapi entah mengapa.., aku sangat menyukai pemandangan yang kujumpai setiap hari itu dan tak pernah merasa bosan meskipun tiap hari aku memandanginya.

Aku memang pecinta pemandangan alam yang indah. Bahkan aku dulu sangat suka mengumpulkan foto-foto sunrise dan sunset. Warna langit yang bersemburat merah senantiasa membuatku terkagum-kagum. Membuatku makin sadar betapa besar kuasa-Nya dan betapa agung ciptaan-Nya. Namun, kesempatan untuk berlama-lama mengagumi keindahan ciptaan-Nya semakin terkikis oleh kesibukanku.

Jika ada kesempatan untuk kembali bisa berlama-lama mengagumi keindahan alam tak akan aku elakkan. Maka, aku sangat senang sekali saat mbak Elly telah sangat bermurah hati mengirimkan 3 buah award yang cantik untukku. Award-award yang menggambarkan keindahan ciptaan-Nya yang patut untuk diabadikan dalam sebuah foto dan award. Ketiga award itu seolah mengingatkan aku agar aku tak lupa akan keindahan ciptaan-Nya.

Terima kasih untuk mbak Elly atas award yang sangat spesial ini. Spesial karena award ini hasil karya mbak Elly sang sangat mengagumi keindahan ciptaan-Nya. Inilah ketiga award yang spesial itu .......




Ketiga award yang indah itu ternyata aku terima juga dari Rangga. Terima kasih untuk Rangga yang telah berbagi award ini dengaku. Selanjutnya award ini ingin kuteruskan lagi kepada mbak Narti, mbak Uke Poet, mbak Irma, mbak Kuyus, Henny, mbak Dwina dan tak lupa Shasa Imutz. Semoga award-award ini diterima dengan senang hati dan semoga award ini bisa mengingatkan kita akan keindahan ciptaan-Nya.

Mengagumi Ciptaan-Nya

Perjalanan luar kota yang kulalui terasa sangat menyenangkan. Bukan saja karena aku bisa terlepas dari rutinitas harianku namun juga karena aku bisa menikmati banyak keindahan ciptaan-Nya. Sepanjang perjalanan yang kulalui, aku tak henti-hentinya mengagumi keindahan alam ciptaan-Nya.

Rindangnya pepohonan, gunung yang samar-samar menjulang dengan gagahnya, hamparan sawah yang menguning benar-benar menyejukkan mata. Aku jadi teringat akan kenanganku belasan tahun yang lalu, saat aku masih menjadi seorang mahasiswi. Setiap pagi untuk berangkat ke kampus, aku hanya perlu berjalan kaki selama 10 menit. Perjalanan pagi yang sangat kunikmati karena aku menikmati pemandangan yang kutemukan sstiap harinya.

Untuk sampai ke kampus, aku harus melewati tempat yang dikenal dengan nama "lembah" UGM. Di lembah inilah, aku sangat menikmati desiran angin, pohon-pohon yang bergoyang dengan lembutnya, "hujan" kupu-kupu saking banyaknya kupu-kupu yang beterbangan dan indahnya pemandangan yang tersaji di depan mata. Mungkin bagi orang lain, lembah itu tidak mengesankan, tapi entah mengapa.., aku sangat menyukai pemandangan yang kujumpai setiap hari itu dan tak pernah merasa bosan meskipun tiap hari aku memandanginya.

Aku memang pecinta pemandangan alam yang indah. Bahkan aku dulu sangat suka mengumpulkan foto-foto sunrise dan sunset. Warna langit yang bersemburat merah senantiasa membuatku terkagum-kagum. Membuatku makin sadar betapa besar kuasa-Nya dan betapa agung ciptaan-Nya. Namun, kesempatan untuk berlama-lama mengagumi keindahan ciptaan-Nya semakin terkikis oleh kesibukanku.

Jika ada kesempatan untuk kembali bisa berlama-lama mengagumi keindahan alam tak akan aku elakkan. Maka, aku sangat senang sekali saat mbak Elly telah sangat bermurah hati mengirimkan 3 buah award yang cantik untukku. Award-award yang menggambarkan keindahan ciptaan-Nya yang patut untuk diabadikan dalam sebuah foto dan award. Ketiga award itu seolah mengingatkan aku agar aku tak lupa akan keindahan ciptaan-Nya.

Terima kasih untuk mbak Elly atas award yang sangat spesial ini. Spesial karena award ini hasil karya mbak Elly sang sangat mengagumi keindahan ciptaan-Nya. Inilah ketiga award yang spesial itu .......




Ketiga award yang indah itu ternyata aku terima juga dari Rangga. Terima kasih untuk Rangga yang telah berbagi award ini dengaku. Selanjutnya award ini ingin kuteruskan lagi kepada mbak Narti, mbak Uke Poet, mbak Irma, mbak Kuyus, Henny, mbak Dwina dan tak lupa Shasa Imutz. Semoga award-award ini diterima dengan senang hati dan semoga award ini bisa mengingatkan kita akan keindahan ciptaan-Nya.

Sabtu, 04 Juli 2009

One Day In Your Life

Dunia telah dikejutkan dengan meninggalnya Si Raja Pop Dunia, Michael Jackson pada tanggal 25 Juni 2009 yang lalu. Ia mengembuskan napas terakhir di UCLA Medical Center pada 50 tahun. Usia yang relatif masih muda.

Aku bukan penggemar fanatik Michael Jackson. Aku juga hanya mengenal beberapa lagunya saat aku remaja dulu. Meskipun hanya sedikit lagunya yang aku kenal, namun aku sangat menyukai lagu-lagu itu. Menurutku, lagu yang dinyanyikannya memang sangat indah. Lagu-lagunya banyak digemari di seluruh dunia. Maka tak heran bila dia dijuluki The King of Pop.

Walau bukan penggemar fanatik Michael Jackson, aku tentu saja "mengenal"nya. Aku mengenalnya melalui berita-berita tentang karya-karyanya yang gemilang, juga melalui pemberitaan kehidupannya yang penuh dengan kontroversi. Bahkan, sampai akhir hidupnya pun masih disertai dengan kontroversi.

Siapapun Michael Jackson, dia adalah manusia biasa layaknya kita semua. Meskipun digelari The King of Pop, dia tak luput dari rasa kesepian, kesedihan dan mungkin perasaan tertekan. Kita tak akan pernah tahu apa yang dirasakannya saat dia berada di puncak kejayaannya. Bahkan alasannya melakukan "perubahan" pada fisiknya, mungkin hanya Allah yang tahu. Setidaknya satu hal yang aku tahu, bahwa ketenaran tak selamanya membawa kebahagiaan dan kenyamanan hidup.



Apapun yang dilakukannya dan siapapun dia, ternyata banyak sekali yang mencintainya. Banyak orang yang menangisi kepergiannya, tak peduli betapa banyak berita negatif yang mengelilinginya. Sebenarnya telah tersimpan banyak cinta untuknya, hanya mungkin dia tak terlalu menyadarinya. Apakah selama ini dia merasa kesepian di dalam istananya ? Sekali lagi hanya Allah yang tahu.

Beberapa hari terakhir ini aku sering melihat di beberapa stasiun televisi memutar ulang beberapa video klip dan juga rekaman-rekaman konser sang Superstar. Terus terang, melihat aneka tayangan itu, mau tak mau aku harus mengakui kehebatannya dalam dunia musik. Sehingga makin aku sadari bahwa ternyata dunia memang telah kehilangan salah seorang yang memiliki bakat luar biasa dalam bidang musik.

Yah, suatu saat dalam hidup kita nanti, kita pasti akan merindukannya. Merindukan karya-karyanya yang indah. Suatu saat nanti, kita hanya dapat mengenangnya. Mengingat semua karya indahnya tanpa harus menengok pada segala bentuk kontroversi yang menyertainya. Mengingatnya sebagai salah satu dari anggota keluarga yang juga kita cintai...

Aku jadi teringat dengan salah satu lagunya yang sangat aku suka :

One Day In Your Life

One day in your life
You'll remember a place
Someone touching your face
You'll come back and you'll look around YOU

One day in your life
You'll remember the love you found here
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day . . .

One day in your life
When you find that you're always waiting
For a love we used to share
Just call my name, and I'll be there

You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day . . .

One day in your life
When you find that you're always lonely
For a love we used to share
Just call my name, and I'll be there

Semoga Jacko (begitu panggilan kesayangan untuknya) yang baru akan dimakamkan Selasa, tanggal 7 Juli 2009 dapat tenang di peristirahatan terakhirnya. Selamat jalan Jacko..., kami tak akan melupakan karyamu......