Sabtu, 01 Agustus 2009

Mencintai nenek

Kamis yang lalu, Shasa pulang dari sekolah sambil membawa sebuah buku dari perpustakaan. Rupanya dia pinjam buku lagi dari perpustakaan. Dan seperti biasa, setelah selesai belajar (yang mungkin agak terburu-buru agar cepat selesai), Shasa langsung membaca buku itu.

Shasa membaca buku itu tak jauh dari tempatku blogging. Jadilah kami tenggelam dengan keasyikan sendiri-sendiri, Shasa dengan bukunya dan aku dengan kompie-ku. Namun beberapa lama kemudian aku mendengar suara 'aneh' dari tempat Shasa. Masya Allah, Shasa menangis. Aku yang kaget dan khawatir segera saja menanyakan apa yang membuatnya tiba-tiba menangis seperti itu.



Shasa menjelaskan bahwa buku yang dibacanya yang membuatnya menangis. Kemudian Shasa memintaku untuk membaca juga buku itu sebelum dikembalikannya ke perpustakaan. Saat aku bilang bahwa aku akan membacanya kalau sempat, Shasa langsung protes dan dia memaksaku. Aku harus membaca buku itu. Akhirnya, Jumat kemarin buku itu aku bawa ke kantor. Rencananya buku itu akan aku baca saat jam istirahat kantor.

Akhirnya aku jadi juga membaca buku itu pada saat jam istirahat kantor. Untung saja buku itu tidak tebal, maklum buku anak-anak, jadi aku bisa segera menyelesaikannya dalam waktu singkat. Buku yang berjudul : " Maafkan Nina, Nek " dan ditujukan untuk anak-anak itu memang bagus, karena mengandung pendidikan dan budi pekerti.

Diceritakan tentang Nina yang sangat membenci neneknya, bahkan menyebut neneknya sebagai nenek sihir yang sangat cerewet dan suka mencampuri urusan orang lain. Begitu kedua orang tuanya meminta sang nenek tinggal bersama mereka, Nina langsung merasa dunianya yang damai telah porak poranda.

Nina jadi sering uring-uringan di rumah dan di sekolah. Mama Nina prihatin sekali melihat anaknya yang tidak mampu mencintai neneknya sendiri. Teman-teman Nina pun tak kalah herannya melihat betapa besar kebencian Nina pada sang nenek. Sewaktu teman-teman Nina berkesempatan melakukan belajar kelompok di rumah Nina, mereka berkesempatan berkenalan dengan Nenek Zainar, neneknya Nina. Ternyata teman-teman Nina itu semuanya menyukai Nenek Zainar. Mengetahui bahwa ternyata semua teman-temannya menyukai sang nenek, Nina semakin membenci neneknya.

Apalagi setelah rencana pergi berlibur bersama teman-temannya berantakan gara-gara teman-temannya secara spontan meminta Nenek Zainar ikut serta. Mengetahui neneknya diajak, Nina menantang teman-temannya untuk memilih salah satu, antara dirinya atau neneknya, yang diajak pergi ke kebun binatang. Ternyata semua temannya memilih Nenek Zainar daripada Nina. Kebencian terhadap sang nenek semakin besar dan akhirnya hal itu membuat Mama Nina menegur Nina dengan keras.

Hingga suatu kejadian membuat Nina menyadari bahwa sang nenek sebenarnya sangat sayang kepadanya. Nina yang sangat menyesali semua perbuatannya akhirnya meminta maaf kepada sang nenek. Pelukan dan tangis Nina di bandara tak dapat mencegah kepergian sang nenek.

Poin yang perlu dicatat dari buku ini adalah :
  • Seorang anak harus menghormati orang-orang yang lebih tua.
  • Cinta seorang nenek kepada cucunya sangat tulus.
  • Nasehat orang yang lebih tua hendaknya didengarkan
  • Seorang sahabat wajib mengingatkan jika sahabatnya telah melakukan kesalahan.

Penulis : Fahri Asiza &Ridha Anwar
Kategori : Novel anak (usia 7-13 tahun)
Penerbit : Zikrul Kids
Cover : Soft Cover

Mencintai nenek

Kamis yang lalu, Shasa pulang dari sekolah sambil membawa sebuah buku dari perpustakaan. Rupanya dia pinjam buku lagi dari perpustakaan. Dan seperti biasa, setelah selesai belajar (yang mungkin agak terburu-buru agar cepat selesai), Shasa langsung membaca buku itu.

Shasa membaca buku itu tak jauh dari tempatku blogging. Jadilah kami tenggelam dengan keasyikan sendiri-sendiri, Shasa dengan bukunya dan aku dengan kompie-ku. Namun beberapa lama kemudian aku mendengar suara 'aneh' dari tempat Shasa. Masya Allah, Shasa menangis. Aku yang kaget dan khawatir segera saja menanyakan apa yang membuatnya tiba-tiba menangis seperti itu.



Shasa menjelaskan bahwa buku yang dibacanya yang membuatnya menangis. Kemudian Shasa memintaku untuk membaca juga buku itu sebelum dikembalikannya ke perpustakaan. Saat aku bilang bahwa aku akan membacanya kalau sempat, Shasa langsung protes dan dia memaksaku. Aku harus membaca buku itu. Akhirnya, Jumat kemarin buku itu aku bawa ke kantor. Rencananya buku itu akan aku baca saat jam istirahat kantor.

Akhirnya aku jadi juga membaca buku itu pada saat jam istirahat kantor. Untung saja buku itu tidak tebal, maklum buku anak-anak, jadi aku bisa segera menyelesaikannya dalam waktu singkat. Buku yang berjudul : " Maafkan Nina, Nek " dan ditujukan untuk anak-anak itu memang bagus, karena mengandung pendidikan dan budi pekerti.

Diceritakan tentang Nina yang sangat membenci neneknya, bahkan menyebut neneknya sebagai nenek sihir yang sangat cerewet dan suka mencampuri urusan orang lain. Begitu kedua orang tuanya meminta sang nenek tinggal bersama mereka, Nina langsung merasa dunianya yang damai telah porak poranda.

Nina jadi sering uring-uringan di rumah dan di sekolah. Mama Nina prihatin sekali melihat anaknya yang tidak mampu mencintai neneknya sendiri. Teman-teman Nina pun tak kalah herannya melihat betapa besar kebencian Nina pada sang nenek. Sewaktu teman-teman Nina berkesempatan melakukan belajar kelompok di rumah Nina, mereka berkesempatan berkenalan dengan Nenek Zainar, neneknya Nina. Ternyata teman-teman Nina itu semuanya menyukai Nenek Zainar. Mengetahui bahwa ternyata semua teman-temannya menyukai sang nenek, Nina semakin membenci neneknya.

Apalagi setelah rencana pergi berlibur bersama teman-temannya berantakan gara-gara teman-temannya secara spontan meminta Nenek Zainar ikut serta. Mengetahui neneknya diajak, Nina menantang teman-temannya untuk memilih salah satu, antara dirinya atau neneknya, yang diajak pergi ke kebun binatang. Ternyata semua temannya memilih Nenek Zainar daripada Nina. Kebencian terhadap sang nenek semakin besar dan akhirnya hal itu membuat Mama Nina menegur Nina dengan keras.

Hingga suatu kejadian membuat Nina menyadari bahwa sang nenek sebenarnya sangat sayang kepadanya. Nina yang sangat menyesali semua perbuatannya akhirnya meminta maaf kepada sang nenek. Pelukan dan tangis Nina di bandara tak dapat mencegah kepergian sang nenek.

Poin yang perlu dicatat dari buku ini adalah :
  • Seorang anak harus menghormati orang-orang yang lebih tua.
  • Cinta seorang nenek kepada cucunya sangat tulus.
  • Nasehat orang yang lebih tua hendaknya didengarkan
  • Seorang sahabat wajib mengingatkan jika sahabatnya telah melakukan kesalahan.

Penulis : Fahri Asiza &Ridha Anwar
Kategori : Novel anak (usia 7-13 tahun)
Penerbit : Zikrul Kids
Cover : Soft Cover

Musim sakit


Gambar diambil dari sini

Beberapa hari yang lalu aku dan teman-teman sekantor bezuk putra teman sekantor kami yang sedang dirawat di rumah sakit karena Demam Berdarah. Sementara itu di kantor pun tak sedikit teman yang kondisinya drop karena sakit, ada yang batuk, pilek ataupun radang tenggorokan. Jadi sementara ini di kantor banyak sekali yang sakit. Alhamdulillah..., di saat aku sedang banyak pekerjaan di kantor dan tak lama lagi akan sering dinas ke luar kota, kondisiku masih bisa aku jaga.


Terus terang saja, pada saat 'musim sakit' seperti ini aku selalu was-was. Aku menyadari sekali bahwa selama ini kondisi fisikku tidak terlalu bagus, dalam arti aku mudah sekali terkena batuk pilek dan radang tenggorokan pada saat pancaroba begini. Parahnya lagi.., sekali aku kena batuk... sembuhnya lama !! Maka dari itu aku selalu cemas setiap kali ada teman yang batuk... karena aku sangat takut kalau ketularan.

Dua hari ini aku dan teman SMA-ku (Ipung) sedang sibuk kembali menghubungi teman-teman lama untuk kembali kumpul-kumpul. Kali ini teman SMA-ku yang kini menetap di Yogyakarta dan Sidoarjo akan pulang, dan mereka ingin berkumpul lagi dengan teman-teman lama untuk mengenang kebersamaan kami dahulu. Ternyata demam facebook masih menggelora, sehingga pertemuan lewat dunia maya terasa belum lengkap jika kami belum bertemu kembali dalam dunia nyata.

Rencananya, acara kumpul-kumpul itu akan kami adakan nanti selepas Maghrib. Beberapa teman yang aku dan Ipung hubungi telah menyatakan kesediaan mereka dan antusiasme mereka untuk hadir. Namun, banyak juga teman-teman kami yang terpaksa tidak dapat datang karena alasan sakit. Ada juga sih teman yang berkata tetap akan datang meskipun sedang tidak enak badan. Beberapa teman bilang bahwa mereka sendiri sedang sakit, ada yang bilang suami/istri atau anaknya sedang sakit. Maklum saja, cuaca dingin di malam dan pagi hari akan berganti cepat menjadi sangat panas di siang dan sore hari. Sementara itu angin di Bulan Juli-Agustus memang selalu sangat kencang. Kondisi seperti ini memang membuat kondisi fisik dapat drop dengan cepat.

Beberapa hari yang lalu Shasa sempat juga agak drop. Suaranya sudah mulai serak, dan aku sudah cemas kalau-kalau penyakit amandelnya kambuh lagi. Untunglah, aku melihat dalam 2 hari ini kondisi Shasa berangsur stabil lagi... Lega banget rasanya. Semoga saja kami sekeluarga dan teman-teman yang lain dapat senantiasa sehat. Kalau sudah sakit seperti itu, baru terasa bahwa kesehatan memang sangat berarti dan mahal harganya.

Aku jadi ingat dengan syair lagunya Raihan yang berjudul Demi Masa...

Demi Masa ... Sesungguhnya manusia kerugian Melainkan yang beriman dan yang beramal shaleh Gunakan kesempatan yang masih diberi Semoga kita takkan menyesal. Ingat Lima perkara sebelum lima perkara: sehat sebelum sakit; muda sebelum tua; kaya sebelum miskin; lapang sebelum sempit; hidup sebelum mati

Semoga saja kita dapat selalu teringat akan 5 perkara di atas dan kita dapat memanfaatkan kesempatan atas 5 perkara itu dengan sebaik-baiknya. Semoga kita dapat memanfaatkan masa sehat kita, masa muda kita, masa kaya kita, masa lapang kita dan masa hidup kita untuk kebaikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Semoga... Amin.

Musim sakit


Gambar diambil dari sini

Beberapa hari yang lalu aku dan teman-teman sekantor bezuk putra teman sekantor kami yang sedang dirawat di rumah sakit karena Demam Berdarah. Sementara itu di kantor pun tak sedikit teman yang kondisinya drop karena sakit, ada yang batuk, pilek ataupun radang tenggorokan. Jadi sementara ini di kantor banyak sekali yang sakit. Alhamdulillah..., di saat aku sedang banyak pekerjaan di kantor dan tak lama lagi akan sering dinas ke luar kota, kondisiku masih bisa aku jaga.


Terus terang saja, pada saat 'musim sakit' seperti ini aku selalu was-was. Aku menyadari sekali bahwa selama ini kondisi fisikku tidak terlalu bagus, dalam arti aku mudah sekali terkena batuk pilek dan radang tenggorokan pada saat pancaroba begini. Parahnya lagi.., sekali aku kena batuk... sembuhnya lama !! Maka dari itu aku selalu cemas setiap kali ada teman yang batuk... karena aku sangat takut kalau ketularan.

Dua hari ini aku dan teman SMA-ku (Ipung) sedang sibuk kembali menghubungi teman-teman lama untuk kembali kumpul-kumpul. Kali ini teman SMA-ku yang kini menetap di Yogyakarta dan Sidoarjo akan pulang, dan mereka ingin berkumpul lagi dengan teman-teman lama untuk mengenang kebersamaan kami dahulu. Ternyata demam facebook masih menggelora, sehingga pertemuan lewat dunia maya terasa belum lengkap jika kami belum bertemu kembali dalam dunia nyata.

Rencananya, acara kumpul-kumpul itu akan kami adakan nanti selepas Maghrib. Beberapa teman yang aku dan Ipung hubungi telah menyatakan kesediaan mereka dan antusiasme mereka untuk hadir. Namun, banyak juga teman-teman kami yang terpaksa tidak dapat datang karena alasan sakit. Ada juga sih teman yang berkata tetap akan datang meskipun sedang tidak enak badan. Beberapa teman bilang bahwa mereka sendiri sedang sakit, ada yang bilang suami/istri atau anaknya sedang sakit. Maklum saja, cuaca dingin di malam dan pagi hari akan berganti cepat menjadi sangat panas di siang dan sore hari. Sementara itu angin di Bulan Juli-Agustus memang selalu sangat kencang. Kondisi seperti ini memang membuat kondisi fisik dapat drop dengan cepat.

Beberapa hari yang lalu Shasa sempat juga agak drop. Suaranya sudah mulai serak, dan aku sudah cemas kalau-kalau penyakit amandelnya kambuh lagi. Untunglah, aku melihat dalam 2 hari ini kondisi Shasa berangsur stabil lagi... Lega banget rasanya. Semoga saja kami sekeluarga dan teman-teman yang lain dapat senantiasa sehat. Kalau sudah sakit seperti itu, baru terasa bahwa kesehatan memang sangat berarti dan mahal harganya.

Aku jadi ingat dengan syair lagunya Raihan yang berjudul Demi Masa...

Demi Masa ... Sesungguhnya manusia kerugian Melainkan yang beriman dan yang beramal shaleh Gunakan kesempatan yang masih diberi Semoga kita takkan menyesal. Ingat Lima perkara sebelum lima perkara: sehat sebelum sakit; muda sebelum tua; kaya sebelum miskin; lapang sebelum sempit; hidup sebelum mati

Semoga saja kita dapat selalu teringat akan 5 perkara di atas dan kita dapat memanfaatkan kesempatan atas 5 perkara itu dengan sebaik-baiknya. Semoga kita dapat memanfaatkan masa sehat kita, masa muda kita, masa kaya kita, masa lapang kita dan masa hidup kita untuk kebaikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Semoga... Amin.

Jumat, 31 Juli 2009

Waktu tersisa

Akhir-akhir ini kurasakan waktu semakin sempit saja bagiku. Pekerjaan kantor sedang banyak-banyaknya, dalam sebulan terakhir ini banyak pekerjaan yang cukup 'besar' yang harus aku lakukan dalam waktu yang nyaris bersamaan. Full speed deh pokoknya.

Sementara itu pekerjaan di rumah juga tidak berkurang. Kebetulan aku tidak mempunyai tenaga yang membantuku untuk mengurusi rumah sehingga pekerjaan rumah dibagi-bagi. Untung saja suami dan Shasa sedikit-sedikit juga membantuku. Untuk Shasa, sejak kelas 3 SD sudah kuberi tanggung jawab untuk menyapu teras dan rumah. Hasilnya memang belum bersih, dan aku seringkali masih harus mengulanginya lagi, tapi saat ini yang penting bagiku adalah menumbuhkan rasa tanggung jawab pada Shasa.

Pulang ke kantor sudah sore dan kemudian dilanjutkan dengan peran Ibu Rumah Tangga, tentu saja cukup menyita sebagian besar waktuku. Sehingga aku hanya tinggal mempunyai sedikit waktu yang tersisa. Dan di antara sedikit waktu itulah, aku menyempatkan diri untuk blogging dan blogwalking. Jadi, maaf ya buat sahabat-sahabat semua, jika dalam keterbatasan waktuku aku belum sempat mampir setelah beberapa hari. Aku tetap berusaha untuk silaturahmi tapi dalam sehari tak banyak blog bisa aku kunjungi. Meskipun sebenarnya ada keinginan juga untuk bisa mampir dan menyapa semuanya satu persatu.

Karena keterbatasan waktu yang tersisa itulah aku jadi jadi jarang update blog ini. Sebenarnya sudah beberapa kali ada niat untuk menuliskan sesuatu, tapi tertunda terus. Aku juga kehilangan banyak waktu untuk membaca buku... Sedih deh. Jadi, intinya aku hanya ingin curhat nih tentang ketidakmampuanku untuk silaturahmi lebih sering dengan sahabat semua. Aku minta untuk dimaklumi ya....

Hari ini, Ibu Mertuaku merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-69 tahun. "Selamat ulang tahun Ibu...." Semoga saja di sisa waktunya, Ibu dapat menikmati hari-harinya dalam keadaan sehat, tenang dan bahagia bersama semua anak, menantu dan cucu-cucunya. Semoga Ibu senantiasa dalam limpahan kasih-Nya dan selalu dalam lindungan-Nya. Amin. Semoga saja di sisa waktu yang ada ini kami semua dapat senantiasa menemani beliau dalam mengisi hari-harinya dalam kebahagiaan. Amin....