Sudah selama 8 tahun aku tinggal di komplek perumahan, setelah sebelumnya aku dan suami masih numpang di rumah ortu. Komplek perumahan-ku ini berdekatan dengan sebuah radio swasta yang cukup terkenal di kotaku. Kebetulan, yang paling dekat dengan stasiun radio itu adalah blok tempatku tinggal. Bahkan.., tower (pemancar) dari stasiun radio itu tak jauh dari rumahku (hanya berjarak kurang lebih 8 meter).
Pada awal-awal bertetangga dengan stasiun radio itu, ada rasa was-was dalam hatiku, terutama jika ada petir dan angin besar. Maklum saja..., tower dari stasiun radio itu tinggi sekali (kurang lebih 70 meter !). Jadi selalu ada rasa khawatir jika sewaktu-waktu tower itu ambruk terkena petir atau angin. Namun lama-lama aku mulai bisa 'cuek'... soalnya capek juga kalau terus menerus merasa khawatir dan was-was.
Aku tak tahu bagaimana proses pembangunan tower itu sebelumnya. Seingatku dulu sewaktu aku membeli kapling rumah di situ, tower dan stasiun radio itu belum berdiri. Tapi sewaktu aku mulai menempati rumah di sana... stasiun radio dan tower itu sudah berdiri dengan gagahnya. Para tetanggaku juga tidak bilang bahwa sebelumnya ada permintaan ijin dari stasiun radio itu untuk membangun tower di dekat perumahan kami.
Ternyata, "bertetangga" dengan sebuah stasiun radio itu sangat tidak enak. Beberapa kali kejadian televisi / radio di rumahku terganggu (muncul suara dari siaran di radio itu) karena ada "kebocoran" dari radio itu. Tentu saja hal itu mengganggu keasyikan kami dalam menyaksikan siaran televisi atau mendengarkan radio.
Selain itu masih ada jenis "gangguan" lainnya, yaitu keramaian. Sudah biasa terjadi, bahwa di sebuah stasiun radio pasti akan sering menyelenggarakan "keramaian" seperti membuat panggung hiburan dan sebagainya. Dan karena rumah kami sangat dekat dengan stasiun radio itu, maka keramaian itu sangat mengganggu.
Hal itu terjadi lagi, kemarin malam. Entah sedang menggelar acara apa, yang jelas stasiun radio itu membuat panggung terbuka mulai jam 8 kemarin malam. Terpaksa..., aku harus mendengarkan aneka lagu yang ditampilkan di acara itu. Dan... seperti pengalaman-pengalaman terdahulu, kemeriahan itu baru akan berakhir pada pukul 24.00 WIB.
Keramaian yang terjadi kemarin malam sempat membuatku dan Shasa sulit untuk tidur. Kejadian seperti ini sudah sering kali terjadi. Aku heran, apakah memang stasiun radio bebas menggelar keramaian seperti itu tanpa perlu minta ijin juga pada lingkungannya ya..? Apakah mereka tak menyadari bahwa warga kompleks kami sangat terganggu dengan keramaian itu ?
Dulu pernah ada kabar bahwa tower stasiun radio itu akan "dipotong" supaya tidak terlalu tinggi. Namun sampai sekarang ternyata tidak direalisasikan. Dulu pernah perwakilan RT di kompleks perumahanku melakukan dialog dengan stasiun radio itu... tapi ternyata sampai sekarang tetap saja tak ada perubahan apa-apa.
Entahlah..., aku tak tahu harus berbuat bagaimana lagi. Namun di atas semua masalah di atas, setidaknya aku masih bersyukur bahwa aku sudah memiliki rumah sendiri. Meskipun rumah itu sederhana, tidak besar dan 'bertetangga' dengan sebuah tower radio... aku masih lebih 'beruntung' dibandingkan dengan orang lain yang hingga kini belum memiliki tempat untuk berteduh.
Pada awal-awal bertetangga dengan stasiun radio itu, ada rasa was-was dalam hatiku, terutama jika ada petir dan angin besar. Maklum saja..., tower dari stasiun radio itu tinggi sekali (kurang lebih 70 meter !). Jadi selalu ada rasa khawatir jika sewaktu-waktu tower itu ambruk terkena petir atau angin. Namun lama-lama aku mulai bisa 'cuek'... soalnya capek juga kalau terus menerus merasa khawatir dan was-was.Aku tak tahu bagaimana proses pembangunan tower itu sebelumnya. Seingatku dulu sewaktu aku membeli kapling rumah di situ, tower dan stasiun radio itu belum berdiri. Tapi sewaktu aku mulai menempati rumah di sana... stasiun radio dan tower itu sudah berdiri dengan gagahnya. Para tetanggaku juga tidak bilang bahwa sebelumnya ada permintaan ijin dari stasiun radio itu untuk membangun tower di dekat perumahan kami.
Ternyata, "bertetangga" dengan sebuah stasiun radio itu sangat tidak enak. Beberapa kali kejadian televisi / radio di rumahku terganggu (muncul suara dari siaran di radio itu) karena ada "kebocoran" dari radio itu. Tentu saja hal itu mengganggu keasyikan kami dalam menyaksikan siaran televisi atau mendengarkan radio.
Selain itu masih ada jenis "gangguan" lainnya, yaitu keramaian. Sudah biasa terjadi, bahwa di sebuah stasiun radio pasti akan sering menyelenggarakan "keramaian" seperti membuat panggung hiburan dan sebagainya. Dan karena rumah kami sangat dekat dengan stasiun radio itu, maka keramaian itu sangat mengganggu.
Hal itu terjadi lagi, kemarin malam. Entah sedang menggelar acara apa, yang jelas stasiun radio itu membuat panggung terbuka mulai jam 8 kemarin malam. Terpaksa..., aku harus mendengarkan aneka lagu yang ditampilkan di acara itu. Dan... seperti pengalaman-pengalaman terdahulu, kemeriahan itu baru akan berakhir pada pukul 24.00 WIB.
Keramaian yang terjadi kemarin malam sempat membuatku dan Shasa sulit untuk tidur. Kejadian seperti ini sudah sering kali terjadi. Aku heran, apakah memang stasiun radio bebas menggelar keramaian seperti itu tanpa perlu minta ijin juga pada lingkungannya ya..? Apakah mereka tak menyadari bahwa warga kompleks kami sangat terganggu dengan keramaian itu ?
Dulu pernah ada kabar bahwa tower stasiun radio itu akan "dipotong" supaya tidak terlalu tinggi. Namun sampai sekarang ternyata tidak direalisasikan. Dulu pernah perwakilan RT di kompleks perumahanku melakukan dialog dengan stasiun radio itu... tapi ternyata sampai sekarang tetap saja tak ada perubahan apa-apa.
Entahlah..., aku tak tahu harus berbuat bagaimana lagi. Namun di atas semua masalah di atas, setidaknya aku masih bersyukur bahwa aku sudah memiliki rumah sendiri. Meskipun rumah itu sederhana, tidak besar dan 'bertetangga' dengan sebuah tower radio... aku masih lebih 'beruntung' dibandingkan dengan orang lain yang hingga kini belum memiliki tempat untuk berteduh.












