Entah sudah berapa kali aku mendengar berita tentang tabung elpiji 3 kg yang meledak dan memakan korban. Yang terakhir aku dengar adalah pemilik kantin kantorku juga menjadi korban ledakan tabung elpiji 3 kg itu. Untung saja, luka yang dialaminya tidak serius. Namun begitu, rasa was-was itu tetap ada. Apalagi sekarang setiap rumah (di lingkunganku) telah mempunyai tabung itu. Takutnya kalau meledak, bukan hanya satu rumah yang menjadi korbannya... tapi beberapa rumah. Namanya tinggal di komplek perumahan, rumahnya sudah gandeng semuanya. Kalau satu terbakar... maka akan dengan mudah merembet ke tetangga-tetangganya. Iih... ngeri.
Aku heran, mengapa tabung elpiji 3 kg mudah sekali meledak. Sementara tabung elpiji yang besar kok tidak ya ? Mengapa gas bisa bocor ya ? Apakah tabungnya yang tidak memenuhi standar ? Kalau hal itu ditanyakan ke pihak Pertamina, pasti jawabannya adalah Tabung Elpiji 3 kg sudah memenuhi standard Safety SNI 19-1452-2001, sehingga tidak mudah meledak.
Pertamina meyakinkan bahwa setiap tabung Elpiji mempunyai masa edar 5 tahun sejak diproduksi dan kemudian setelah 5 tahun akan diuji ulang secara menyeluruh. Apabila kondisi tabung masih layak edar maka tabung tersebut akan diedarkan dan diisi Elpiji hingga 5 tahun mendatang. Kalau begitu.., mengapa banyak tabung elpiji 3 kg yang meledak ?
Kalau 'kesalahan' tidak terletak pada tabungnya, maka apakah regulator-nya yang bermasalah ? Padahal, regulator itu sama dengan yang dipakai untuk tabung elpiji yang lebih besar (12 kg) kok tidak mudah meledak ?. Ada yang menyarankan agar tabung elpiji itu diberi pengaman. Walaupun tidak mahal, tapi bagi masyrakat miskin tetap sayang juga kalau harus mengeluarkan uang sendiri untuk beli pengamannya.
Aku yang sering berurusan dengan elpiji dan kompor di dapur tentu saja sering merasa was-was. Takut ada kebocoran gas, takut tabungnya meledak. Aduh.., masak di rumah sendiri kok tak merasa nyaman dan aman ya ?
Kemarin ada kejadian yang membuatku bingung. Ceritanya aku sedang memasak nasi dengan menggunakan gas dari tabung elpiji 3 kg. Kebetulan tabung elpiji yang 12 kg sedang kosong, dan aku belum sempat membeli lagi. Saat aku ke dapur untuk mengambil sesuatu, tanpa sengaja kakiku mengenai tabung elpiji yang 3 kg itu. Aku kaget.., kok tabungnya dingin banget ? Aku periksa apakah kira-kira tabungnya tadi ketumpahan air. Tapi ternyata tidak, karena sekelilingnya kering. Aku penasaran... maka dengan kakiku, aku menyenggol beberapa bagian luar tabung itu. Lho... kok semuanya dingin ?
Setelah aku cermati lagi.., tabung itu ternyata berembun di bagian luarnya. Seperti sebuah gelas yang di dalamnya diisi dengan es, maka bagian luar gelas berembun bukan ? Nah... seperti itulah keadaan tabung gas-ku kemarin. Tabung itu berembun di bagian luarnya, seakan-akan yang di dalam tabung itu adalah es. Antara bingung dan takut.., maka aku segera mematikan kompor. Selanjutnya aku minta suamiku untuk mencabut selang regulatornya.
Aku dan suami tak tahu, mengapa tiba-tiba tabung gas itu berembun. Kami juga tak tahu apakah tindakan yang kami ambil sudah benar. Kami hanya berjaga-jaga saja, karena kami takut tabung itu akan meledak. Untuk sahabat semua.., adakah yang bisa memberiku jawaban mengapa tabung elpiji itu bisa berembun di luarnya ? Apa yang menyebabkan tabung elpiji mudah sekali meledak ?
Sebelumnya terima kasih banyak bagi yang bersedia memberiku informasi yang aku butuhkan itu.