Kamis, 15 Juli 2010

Mutasi lagi

Beberapa waktu yang lalu, sempat tersiar kabar (yang entah dari mana sumbernya) bahwa mungkin aku akan dialihtugaskan lagi. Tentu saja mengagetkanku karena sebelumnya aku tak berpikir akan dialihtugaskan lagi secepat ini. Selain itu, kabar itu juga membuat aku sedih. Entah mengapa, rasanya aku berat banget meninggalkan teman-temanku dan kekompakan yang telah aku bangun dengan susah payah itu.

Memang aku sadari, sebagai PNS aku harus siap ditempatkan dimana saja. Aku tak akan mungkin mengelak dari tugas yang dibebankan kepadaku. Apalagi selama ini rotasi adalah hal biasa bagi PNS sepertiku. Semua itu sebenarnya sudah aku sadari, tapi yang namanya perasaan sedih tetap saja muncul di hati saat tahu bahwa aku akan dialihtugaskan.

Sementara itu di sisi lain terbersit juga rasa senang. Rasa itu muncul karena aku merasa berkesempatan untuk mengembangkan diri dan menangani tugas-tugas baru lagi. Bertemu dengan pekerjaan dan tantangan baru lagi. Tapi, yang terutama karena.... beban pekerjaan yang kabarnya akan diserahkan padaku nanti tak sekompleks pekerjaan yang sekarang aku tangani. Terus terang saja, selama ini pekerjaan yang aku tangani sangat berat beban dan resikonya. Hanya berkat dukungan keluarga dan anggota timku maka semua dapat aku jalani dengan ringan.

Semakin hari kabar itu kian santer saja terdengar. Dan yang mengejutkan aku adalah beberapa anggota tim-ku menunjukkan kegelisahan yang sama denganku. Rupanya kabar itu tak hanya mempengaruhiku namun juga anggota tim-ku. Beberapa diantaranya bahkan sempat berharap kabar itu tak benar. Hatiku pun terbagi, antara siap dan tak siap untuk dialihtugaskan lagi saat ini.

Dan, kemarin (14 Juli 2010) siang jam 14.00 WIB dilaksanakan alih tugas beberapa pegawai. Dan... ternyata kabar itu benar, aku pun termasuk salah satu yang dialihtugaskan itu. Keberangkatanku ke Makasar kali ini adalah tugas terakhir yang aku jalani di bidangku yang lama. Pulang dari Makasar nanti, mulai minggu depan aku sudah menempati posisi yang baru dan menjalani pekerjaan baru.

Ternyata alih tugasku kali ini disambut gembira oleh suami dan orang tuaku. Maklum saja, selama ini suami dan orang tuaku menilai beban dan resiko pekerjaan yang aku tangani selama ini sangat berat. Sehingga, begitu mengetahui aku dialihtugaskan mereka tampak bahagia dan lega. Walaupun selama ini mereka mendukungku, tapi ternyata diam-diam mereka mengkhawatirkan aku.

Sobat, bantu aku dengan doa ya agar aku dapat menjalankan tugas dan kewajibanku di tempat baru dengan baik. Terima kasih.

Rabu, 14 Juli 2010

Rencanaku

Beberapa hari terakhir ini, aku agak kerepotan membagi waktu. Kebetulan akhir-akhir ini aku sedang banyak acara, sehingga waktuku di rumah jadi kian pendek saja. Imbasnya tentu saja, waktuku untuk blogging jadi berkurang. Jadi, maaf jika ternyata ada sebagian sahabat-sahabat yang sudah mampir ke rumah mayaku ini tapi belum sempat aku kunjungi balik ya..? Itu semua bukan karena faktor kesengajaan dariku lho....

Salah satu penyebab aku belum sempat berkunjung balik adalah karena koneksi internet yang lola banget. Selain itu, sejak komentar-komentar menghilang beberapa waktu lalu aku repot menelusuri komentar-komentar mana yang belum aku balas. Dan yang pasti, aku akhir-akhir ini sedikit kelelahan sehingga tak kuat menahan kantuk dan memilih tidur lebih awal.

Kegiatan bloggingku selama ini tentu saja untuk menyiapkan bahan postingan dan setelah itu aku berusaha berkunjung balik kepada siapa saja yang sudah mampir kesini. Setelah itu semua beres, jika ada waktu aku akan usahakan untuk mengunjungi sahabat-sahabat yang belum sempat mampir ke rumahku. Supaya silaturahmi tetap terjaga.

Ohya, mulai hari Kamis (dan mungkin) sampai Sabtu, aku pamit tak bisa blogwalking ya. Karena Kamis dan Jumat aku mengikuti acara sosialiasi yang diselenggarakan di Makasar. Rencananya, aku akan berangkat dari Madiun ke Surabaya pada pukul 03.00 WIB karena pesawat yang akan kami tumpangi berangkat pada pukul 09.00 WIB. Acara di Makasar dimulai pada pukul 13.00 WITA siang dan akan berakhir pada pada hari Jum'at pukul 10.30 WITA. Sementara pesawat yang akan membawa kami kembali ke Surabaya pada pukul 17.15 WITA.

Sementara hari Sabtu aku seharian berada di rumah orang tuaku karena ada acara keluarga di sana. Itu sebabnya, beberapa hari ini aku menyiapkan postingan terjadwal untuk hari Kamis sampai Sabtu. Insya Allah, Sabtu malam aku baru bisa berkunjung balik ke rumah sahabat semua dan semoga aku bisa membawa cerita oleh-oleh perjalananku ke Makasar.

OK... tunggu kunjungan balasanku pada Sabtu atau Minggu depan ya...?

Selasa, 13 Juli 2010

Permulaan kelas 5

Ini adalah hari kedua Shasa duduk di kelas 5. Kemarin, di hari pertamanya masuk sekolah lagi setelah 2 minggu libur, Shasa minta diantarkan pagi-pagi. Alasannya dia ingin mendapatkan tempat duduk paling depan dan Shasa tak ingin keduluan teman lainnya. Akhirnya, jam 6 pagi kami berangkat mengantarkan Shasa ke sekolahnya.

Sesampai di sekolah, ternyata sudah lumayan ramai. Rupanya, anak-anak itu memang bersemangat mencari tempat duduk di tengah depan, karena dianggap paling strategis (padahal jaman kuliah dulu tempat duduk yang strategis tuh yang di belakang ya ? hehehe). Ternyata, dua baris bangku depan yang di tengah sudah ada yang menempati. Akhirnya, Shasa memilih duduk di baris paling kanan. Untungnya, masih dapat pada deret pertama.

Di hari pertamanya di kelas 5 itu, Shasa bersemangat sekali. Segala persiapannya untuk ke sekolah sudah ditatanya jauh-jauh hari. Hari Minggu kemarin pun aku sudah sibuk membantu Shasa menyampul semua buku-buku tulis barunya. Sedangkan buku-buku pelajaran baru akan dimiliki seminggu kemudian.

Di hari pertamanya di kelas 5 itu, pelajaran belum dimulai dan Shasa diajari baris berbaris oleh gurunya. Pulangnya pun juga sudah siang, jam 11. Padahal biasanya di minggu pertama sekolah, pulangnya lebih awal, kurang lebih jam 9. Tapi ternyata di kelas 5 ini lain....

Ya, Shasa sudah kelas 5 SD sekarang. Ya Allah, betapa cepatnya waktu berlalu. Rasanya baru beberapa tahun yang lalu Shasa aku daftarkan ke Play Group di saat usianya menjelang 4 tahun. Sekarang dia sudah duduk di kelas 5 SD. Tinggi tubuhnya sudah hampir sama denganku bahkan berat tubuhnya hanya berselisih beberapa kg saja denganku.

Putri kecilku yang dulu kutimang dengan kedua tanganku, kini sudah tumbuh dengan cepatnya. Putri kecilku sudah tumbuh makin besar sekarang. Mengamati perkembangannya aku masih sering tak percaya betapa sebenarnya masa lalu telah tertinggal jauh di belakang.

Di permulaan kelas 5 SD ini aku merindukan tingkah polah lucunya dulu. Di permulaan kelas 5 SD ini aku merindukan celotehnya yang khas kanak-kanak dan menggemaskan. Semoga di permulaan kelas 5 SD ini, Shasa dapat makin mengobarkan semangatnya dalam menuntut ilmu yang setinggi-tingginya. Semoga di permulaan kelas 5 SD ini, Shasa dapat makin merindukanNya dalam setiap langkahnya.

Ya Allah..., kutitipkan buah hatiku padaMu, karena aku tak bisa selalu mendampingi setiap langkahnya. Ku tak mampu menjaganya sepenuh hariku, seperti Engkau menjaganya. Ya Allah, berikan segala yang terbaik untuknya karena tak sepantasnya kekurangan dan keburukan kami menghalangi kebahagiaan yang menjadi haknya. Ya Allah, ku hanya mampu memberikan segala yang aku bisa untuk bekal hidupnya nanti, dan  semoga semuanya menjadi berkah baginya. Amin.

Senin, 12 Juli 2010

Setelah 40 tahun

Setelah 40 tahun
kebersamaan itu masih ada dan semoga selalu ada
dengan penuh cinta, pengertian dan kesabaran
tuk dampingi langkah-langkah kecil kami
menjalani hari kami dalam suka dan duka

Setelah 40 tahun
tetap kutemukan tatapan teduh dan pelukan hangat itu
kata-kata penyejuk hati serta senyum penuh pengertian
tlah mampu menyemangati hati yang merapuh
hingga kembali bersiap menyambut hari

Setelah 40 tahun
kebersamaan itu kian indah dan kokoh terjalin
tuk saling menopang dengan penuh cinta dan pengertian
tuk saling berbagi dalam dalam canda dan tawa
selamanya bersama... hingga tutup usia

Tuk ayah ibuku tercinta
40 tahun berdua telah mendayung biduk rumah tangga
hingga mampu mengantarkan kedua buah hati tercinta
dan mendampingi 3 cucu terkasih bersama-sama
dalam indahnya kebersamaan

Semoga indahnya kebersamaan itu
masih akan kami rasakan di tahun-tahun yang akan datang
karna kami ingin persembahkan kebahagiaan dan kebanggaan
sebagai imbalan atas segala jerih payah dan perjuangan
yang telah ayah ibu berikan selama 40 tahun perjalanan

Semoga kebahagiaan dan kesehatan
kan menjadi berkah atas segala yang telah tercurah
pada kami selama 40 tahun kebersamaan yang indah
Amin....


Madiun, 11 Juli 2010


Minggu, 11 Juli 2010

Arti handphone bagimu

Dalam perjalananku di suatu malam, kulewati sekelompok anak SD duduk bergerombol di pinggir jalan. Tak ada obrolan seru di antara mereka. Semuanya duduk diam... dan mata terpaku pada handphone di tangan masing-masing. Semua tenggelam dalam dunianya sendiri. Entahlah, apa mereka sibuk bermain game atau malah sibuk ber-SMS dengan entah siapa.

Kulanjutkan perjalananku malam itu. Kali ini kulewati sebuah rumah yang berhalaman luas. Kulihat seorang pemuda berdiri sendirian di pojok halaman yang gelap. Tak peduli dengan keadaan sekitar, jari jemarinya sibuk menari-nari di atas handphonenya. Sepertinya, dia membutuhkan waktu untuk menyendiri dan hanya berdua dengan handphone kesayangannya.

Lain lagi saat aku melewati sebuah perkampungan. Dua pemuda sedang ngobrol di teras sebuah rumah. Di masing-masing tangan kedua pemuda itu tergenggam sebuah handphone, dan sesekali pandangan mata kedua pemuda itu beralih pada handphone masing-masing. Bisa jadi, mereka asyik berselancar di dunia maya bersama-sama.

Ketika akhirnya aku tiba di jalan besar, pemandangan yang hampir sama kulihat lagi. Seorang wanita pengendara motor, mengemudikan motornya dengan sangat perlahan dan sesekali mendongak memandang jalan yang ada di depannya. Sementara tangan kirinya sibuk bermain pada tombol-tombol yang ada pada handphone yang digenggamnya. Hemmm..., rupanya dia sedang berkirim sms pada seseorang.

Kulewati pangkalan becak yang ada di ujung jalan, dan hanya ada 3 becak yang mangkal disana. Ketiga pengemudi becak itu ada di becaknya masing-masing. Satu orang tidur-tiduran, dan 2 orang sedang asyik dengan handphone masing-masing. Entah apa yang mereka lakukan dengan handphone itu.

Ketika akhirnya aku sampai di stasiun kereta api, tujuanku malam itu... ternyata ruang tunggu sudah dipenuhi orang. Dan..., hampir sebagian besar sibuk dengan handphone masing-masing. Sekelompok remaja asyik berfoto ria dengan latar belakang kereta api. Sepasang kakek nenek di sebelahku pun memegang handphone masing-masing. Hebatnya, keduanya masih bisa menggunakannya untuk ber-SMS, sesuatu yang tak bisa dilakukan orang tuaku, dengan alasan : layarnya kecil dan hurufnya kecil-kecil.

Jelas sudah..., handphone sudah menyebar kemana-mana. Segala usia, segala golongan... tanpa pandang bulu. Semua membutuhkan handphone untuk aneka kebutuhan masing-masing. So, apa arti handphone bagimu sobat ? Bisakah kau lewatkan 1 jam saja tanpa handphonemu ? Hemmm.., sepertinya aku tahu jawaban darimu... *wink*