Beberapa waktu yang lalu, sempat tersiar kabar (yang entah dari mana sumbernya) bahwa mungkin aku akan dialihtugaskan lagi. Tentu saja mengagetkanku karena sebelumnya aku tak berpikir akan dialihtugaskan lagi secepat ini. Selain itu, kabar itu juga membuat aku sedih. Entah mengapa, rasanya aku berat banget meninggalkan teman-temanku dan kekompakan yang telah aku bangun dengan susah payah itu.
Memang aku sadari, sebagai PNS aku harus siap ditempatkan dimana saja. Aku tak akan mungkin mengelak dari tugas yang dibebankan kepadaku. Apalagi selama ini rotasi adalah hal biasa bagi PNS sepertiku. Semua itu sebenarnya sudah aku sadari, tapi yang namanya perasaan sedih tetap saja muncul di hati saat tahu bahwa aku akan dialihtugaskan.
Sementara itu di sisi lain terbersit juga rasa senang. Rasa itu muncul karena aku merasa berkesempatan untuk mengembangkan diri dan menangani tugas-tugas baru lagi. Bertemu dengan pekerjaan dan tantangan baru lagi. Tapi, yang terutama karena.... beban pekerjaan yang kabarnya akan diserahkan padaku nanti tak sekompleks pekerjaan yang sekarang aku tangani. Terus terang saja, selama ini pekerjaan yang aku tangani sangat berat beban dan resikonya. Hanya berkat dukungan keluarga dan anggota timku maka semua dapat aku jalani dengan ringan.
Semakin hari kabar itu kian santer saja terdengar. Dan yang mengejutkan aku adalah beberapa anggota tim-ku menunjukkan kegelisahan yang sama denganku. Rupanya kabar itu tak hanya mempengaruhiku namun juga anggota tim-ku. Beberapa diantaranya bahkan sempat berharap kabar itu tak benar. Hatiku pun terbagi, antara siap dan tak siap untuk dialihtugaskan lagi saat ini.
Dan, kemarin (14 Juli 2010) siang jam 14.00 WIB dilaksanakan alih tugas beberapa pegawai. Dan... ternyata kabar itu benar, aku pun termasuk salah satu yang dialihtugaskan itu. Keberangkatanku ke Makasar kali ini adalah tugas terakhir yang aku jalani di bidangku yang lama. Pulang dari Makasar nanti, mulai minggu depan aku sudah menempati posisi yang baru dan menjalani pekerjaan baru.
Ternyata alih tugasku kali ini disambut gembira oleh suami dan orang tuaku. Maklum saja, selama ini suami dan orang tuaku menilai beban dan resiko pekerjaan yang aku tangani selama ini sangat berat. Sehingga, begitu mengetahui aku dialihtugaskan mereka tampak bahagia dan lega. Walaupun selama ini mereka mendukungku, tapi ternyata diam-diam mereka mengkhawatirkan aku.
Sobat, bantu aku dengan doa ya agar aku dapat menjalankan tugas dan kewajibanku di tempat baru dengan baik. Terima kasih.
Memang aku sadari, sebagai PNS aku harus siap ditempatkan dimana saja. Aku tak akan mungkin mengelak dari tugas yang dibebankan kepadaku. Apalagi selama ini rotasi adalah hal biasa bagi PNS sepertiku. Semua itu sebenarnya sudah aku sadari, tapi yang namanya perasaan sedih tetap saja muncul di hati saat tahu bahwa aku akan dialihtugaskan.
Sementara itu di sisi lain terbersit juga rasa senang. Rasa itu muncul karena aku merasa berkesempatan untuk mengembangkan diri dan menangani tugas-tugas baru lagi. Bertemu dengan pekerjaan dan tantangan baru lagi. Tapi, yang terutama karena.... beban pekerjaan yang kabarnya akan diserahkan padaku nanti tak sekompleks pekerjaan yang sekarang aku tangani. Terus terang saja, selama ini pekerjaan yang aku tangani sangat berat beban dan resikonya. Hanya berkat dukungan keluarga dan anggota timku maka semua dapat aku jalani dengan ringan.
Semakin hari kabar itu kian santer saja terdengar. Dan yang mengejutkan aku adalah beberapa anggota tim-ku menunjukkan kegelisahan yang sama denganku. Rupanya kabar itu tak hanya mempengaruhiku namun juga anggota tim-ku. Beberapa diantaranya bahkan sempat berharap kabar itu tak benar. Hatiku pun terbagi, antara siap dan tak siap untuk dialihtugaskan lagi saat ini.
Dan, kemarin (14 Juli 2010) siang jam 14.00 WIB dilaksanakan alih tugas beberapa pegawai. Dan... ternyata kabar itu benar, aku pun termasuk salah satu yang dialihtugaskan itu. Keberangkatanku ke Makasar kali ini adalah tugas terakhir yang aku jalani di bidangku yang lama. Pulang dari Makasar nanti, mulai minggu depan aku sudah menempati posisi yang baru dan menjalani pekerjaan baru.
Ternyata alih tugasku kali ini disambut gembira oleh suami dan orang tuaku. Maklum saja, selama ini suami dan orang tuaku menilai beban dan resiko pekerjaan yang aku tangani selama ini sangat berat. Sehingga, begitu mengetahui aku dialihtugaskan mereka tampak bahagia dan lega. Walaupun selama ini mereka mendukungku, tapi ternyata diam-diam mereka mengkhawatirkan aku.
Sobat, bantu aku dengan doa ya agar aku dapat menjalankan tugas dan kewajibanku di tempat baru dengan baik. Terima kasih.






