Selasa, 24 Februari 2009

Belajar Berbagi

Siang itu seorang teman kantor terpaksa mengajak anaknya yang baru pulang sekolah untuk ikut ke kantor. Kebetulan, pembantu yang biasa menemani anaknya di rumah sedang pulang kampung. Alhasil, daripada si anak sendirian di rumah, maka temanku itu membawa anaknya ke kantor.

Tak lama setelah mereka duduk dalam ruangan, aku mendengar mereka bercakap-cakap. Sang anak menceritakan kejadian yang dialaminya hari itu di sekolahnya. Sementara sang mama (temanku itu) asyik mendengarkan cerita anaknya.

Dalam salah satu dialog mereka, aku mendengar sang anak berkata : "Ma, tadi di sekolah teman-temanku ada yang meminta bekalku."
"Terus sama adik dikasih ?" tanya sana mama.
"Iya ma....,"
Spontan kudengar temanku berkata pada anaknya, "Lho... ya nggak boleh. Mama membawakan bekal itu untuk adik. Bukan buat teman-teman adik."
"Tapi tadi bu guru bilang kalau kita bawa bekal terus ada teman yang minta, ya harus diberi," jawab sang anak membela diri.


Gambar diambil di sini

Kemudian temanku itu melihat padaku dan langsung "curhat" padaku. Intinya, dia merasa kecewa dengan kebijakan sang guru yang menyuruh murid-muridnya berbagi bekal sekolah. Menurutnya kebijakan sang guru tersebut tidak adil.


Alasan temanku atas keberatannya itu adalah bahwa selama ini dia sudah terbiasa membekali anaknya dengan makanan yang "bermutu", tidak asal-asalan. Sementara banyak sekali teman-teman sekelas anaknya yang sama orang tuanya tidak dibawakan bekal dari rumah. Sebagai gantinya mereka hanya dibekali sejumlah uang untuk dibelanjakan oleh anak-anak sendiri di sekolah. Alhasil, anak-anak membelanjakan uang saku itu semau mereka sendiri tanpa perduli dengan "mutu" jajanan yang mereka beli.


Keadaan itu yang membuat temanku merasa dalam kondisi tidak adil. Sementara anaknya membagikan makanan yang bermutu pada teman-temannya tapi di sisi lain sang anak tidak bisa mendapatkan "ganti" makanan yang bermutu juga dari teman-temannya. Temanku juga merasa bahwa seharusnya setiap orang tua perduli dengan bekal yang dibawa naka-anaknya ke sekolah. Harapan temanku, kalau tiap anak membawa bekal ke sekolah yang bagus, pasti mereka tidak akan menginginkan bekal milik temannya.


Mendengar cerita temanku itu, aku hanya bisa tersenyum dan tidak berkata apa-apa. Aku memahami dan bisa memaklumi apa yang dia inginkan. Aku dapat melihat masalah itu dari kacamatanya, tapi aku toh tidak berkata apa-apa. Karena aku selama ini punya kacamata sendiri yang berbeda dengan kacamatanya.


Aku jadi teringat bahwa selama ini, hampir setiap pagi Shasa-ku selalu sibuk menyiapkan bekal ke sekolah yang akan dibaginya dengan teman-teman sekolahnya. Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak dia duduk di bangku TK B sampai sekarang. Malah terkadang Shasa menghitung jumlah makanan yang dibawanya sejumlah teman yang rencananya akan diberinya nanti di sekolah.


Pernah suatu hari Shasa membawa 6 buah roti kukus kecil ke sekolah. Ternyata, menurut cerita Shasa, sewaktu di sekolah Shasa akhirnya hanya kebagian 1 buah roti. Karena kelima roti yang lainnya diperebutkan oleh teman-temannya yang lain karena menurut mereka roti itu enak. Shasa bercerita dengan tertawa bahagia mengingat betapa asyiknya mereka makan ramai-ramai di sekolah tadi.


Kejadian seperti itu bukan sekali dua kali terjadi, tapi sudah berkali-kali. Aku tidak melarang Shasa membawa banyak makanan ke sekolah. Aku tak akan melarang Shasa membagikan makanan itu ke sekolah. Aku tidak mempermasalahkan bahwa ternyata dari sekian banyak bekal yang dibawa Shasa ke sekolah ternyata Shasa hanya mendapat bagian sedikit saja. Toh, tak jarang Shasa mendapatkan bekal sekolah temannya yang lain pula.


Memang aku berusaha sekuat tenaga mengajari Shasa untuk berbagi dengan orang lain. Kenapa ? Karena sampai saat ini Shasa masih saja merupakan anak semata wayang bagi kami. Kami hanya tak ingin dalam "kesendiriannya" Shasa terbiasa hanya memikirkan dirinya sendiri. Kami tak ingin Shasa menjadi anak yang egois. Seandainya Shasa punya adik, pasti dengan sendirinya Shasa akan belajar untuk berbagi dengan adiknya. Tapi berhubung sampai saat ini Shasa belum juga mempunyai adik, maka bukan berarti Shasa tak bisa belajar untuk berbagi bukan ?

Memang tidak mudah mengajari Shasa untuk berbagi pada awalnya. Shasa yang biasa mendapatkan segala sesuatu hanya untuk dirinya awalnya sulit untuk berbagi dengan orang lain. Bahkan dengan saudara sepupunya sekalipun !! Tapi setelah melalui proses yang lama dan panjang, akhirnya Shasa menemukan keindahan dalam berbagi. Shasa mulai bisa merasakan kebahagiaan setelah berbagi, apalagi setelah melihat orang lain merasa senang mendapatkan sesuatu darinya. Shasa mulai bisa merasakan bahwa makan bersama-sama dengan teman ternyata lebih menyenangkan daripada makan sendirian.


Gambar diambil dari sini

Jadi kami tidak menilai dari besar kecilnya apa yang telah dibagikan Shasa kepada orang lain. Kami juga tidak menilai besar kecilnya apa yang diterima Shasa dari teman-temannya. Kami hanya ingin Shasa belajar untuk berbagi. Hanya itu saja...

Belajar Berbagi

Siang itu seorang teman kantor terpaksa mengajak anaknya yang baru pulang sekolah untuk ikut ke kantor. Kebetulan, pembantu yang biasa menemani anaknya di rumah sedang pulang kampung. Alhasil, daripada si anak sendirian di rumah, maka temanku itu membawa anaknya ke kantor.

Tak lama setelah mereka duduk dalam ruangan, aku mendengar mereka bercakap-cakap. Sang anak menceritakan kejadian yang dialaminya hari itu di sekolahnya. Sementara sang mama (temanku itu) asyik mendengarkan cerita anaknya.

Dalam salah satu dialog mereka, aku mendengar sang anak berkata : "Ma, tadi di sekolah teman-temanku ada yang meminta bekalku."
"Terus sama adik dikasih ?" tanya sana mama.
"Iya ma....,"
Spontan kudengar temanku berkata pada anaknya, "Lho... ya nggak boleh. Mama membawakan bekal itu untuk adik. Bukan buat teman-teman adik."
"Tapi tadi bu guru bilang kalau kita bawa bekal terus ada teman yang minta, ya harus diberi," jawab sang anak membela diri.


Gambar diambil di sini

Kemudian temanku itu melihat padaku dan langsung "curhat" padaku. Intinya, dia merasa kecewa dengan kebijakan sang guru yang menyuruh murid-muridnya berbagi bekal sekolah. Menurutnya kebijakan sang guru tersebut tidak adil.


Alasan temanku atas keberatannya itu adalah bahwa selama ini dia sudah terbiasa membekali anaknya dengan makanan yang "bermutu", tidak asal-asalan. Sementara banyak sekali teman-teman sekelas anaknya yang sama orang tuanya tidak dibawakan bekal dari rumah. Sebagai gantinya mereka hanya dibekali sejumlah uang untuk dibelanjakan oleh anak-anak sendiri di sekolah. Alhasil, anak-anak membelanjakan uang saku itu semau mereka sendiri tanpa perduli dengan "mutu" jajanan yang mereka beli.


Keadaan itu yang membuat temanku merasa dalam kondisi tidak adil. Sementara anaknya membagikan makanan yang bermutu pada teman-temannya tapi di sisi lain sang anak tidak bisa mendapatkan "ganti" makanan yang bermutu juga dari teman-temannya. Temanku juga merasa bahwa seharusnya setiap orang tua perduli dengan bekal yang dibawa naka-anaknya ke sekolah. Harapan temanku, kalau tiap anak membawa bekal ke sekolah yang bagus, pasti mereka tidak akan menginginkan bekal milik temannya.


Mendengar cerita temanku itu, aku hanya bisa tersenyum dan tidak berkata apa-apa. Aku memahami dan bisa memaklumi apa yang dia inginkan. Aku dapat melihat masalah itu dari kacamatanya, tapi aku toh tidak berkata apa-apa. Karena aku selama ini punya kacamata sendiri yang berbeda dengan kacamatanya.


Aku jadi teringat bahwa selama ini, hampir setiap pagi Shasa-ku selalu sibuk menyiapkan bekal ke sekolah yang akan dibaginya dengan teman-teman sekolahnya. Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak dia duduk di bangku TK B sampai sekarang. Malah terkadang Shasa menghitung jumlah makanan yang dibawanya sejumlah teman yang rencananya akan diberinya nanti di sekolah.


Pernah suatu hari Shasa membawa 6 buah roti kukus kecil ke sekolah. Ternyata, menurut cerita Shasa, sewaktu di sekolah Shasa akhirnya hanya kebagian 1 buah roti. Karena kelima roti yang lainnya diperebutkan oleh teman-temannya yang lain karena menurut mereka roti itu enak. Shasa bercerita dengan tertawa bahagia mengingat betapa asyiknya mereka makan ramai-ramai di sekolah tadi.


Kejadian seperti itu bukan sekali dua kali terjadi, tapi sudah berkali-kali. Aku tidak melarang Shasa membawa banyak makanan ke sekolah. Aku tak akan melarang Shasa membagikan makanan itu ke sekolah. Aku tidak mempermasalahkan bahwa ternyata dari sekian banyak bekal yang dibawa Shasa ke sekolah ternyata Shasa hanya mendapat bagian sedikit saja. Toh, tak jarang Shasa mendapatkan bekal sekolah temannya yang lain pula.


Memang aku berusaha sekuat tenaga mengajari Shasa untuk berbagi dengan orang lain. Kenapa ? Karena sampai saat ini Shasa masih saja merupakan anak semata wayang bagi kami. Kami hanya tak ingin dalam "kesendiriannya" Shasa terbiasa hanya memikirkan dirinya sendiri. Kami tak ingin Shasa menjadi anak yang egois. Seandainya Shasa punya adik, pasti dengan sendirinya Shasa akan belajar untuk berbagi dengan adiknya. Tapi berhubung sampai saat ini Shasa belum juga mempunyai adik, maka bukan berarti Shasa tak bisa belajar untuk berbagi bukan ?

Memang tidak mudah mengajari Shasa untuk berbagi pada awalnya. Shasa yang biasa mendapatkan segala sesuatu hanya untuk dirinya awalnya sulit untuk berbagi dengan orang lain. Bahkan dengan saudara sepupunya sekalipun !! Tapi setelah melalui proses yang lama dan panjang, akhirnya Shasa menemukan keindahan dalam berbagi. Shasa mulai bisa merasakan kebahagiaan setelah berbagi, apalagi setelah melihat orang lain merasa senang mendapatkan sesuatu darinya. Shasa mulai bisa merasakan bahwa makan bersama-sama dengan teman ternyata lebih menyenangkan daripada makan sendirian.


Gambar diambil dari sini

Jadi kami tidak menilai dari besar kecilnya apa yang telah dibagikan Shasa kepada orang lain. Kami juga tidak menilai besar kecilnya apa yang diterima Shasa dari teman-temannya. Kami hanya ingin Shasa belajar untuk berbagi. Hanya itu saja...

Minggu, 22 Februari 2009

Demam Facebook

Facebook. Dimana-mana Facebook. Semua orang bicara Facebook. Semua orang tergila-gila Facebook. Sampai-sampai teman-teman di kantor selalu menyempatkan diri untuk nengok Facebook. Walau akhirnya akses ke Facebook diblokir oleh kantor, tapi semangat untuk tetap ber-Facebook tidak juga surut. Kata orang, masih banyak jalan menuju Roma.


Memangnya apa itu Facebook ? Hah... hari gini belum tahu Facebook ? *gubraakk..*

Facebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada tanggal 4 Pebruari 2004. Penemunya adalah Mark Zuckerberg seorang mahasiswa Harvard College yang (pada saat itu) baru berusia 23 tahun. Meskipun baru berusia lima tahun sejak Facebook ditemukan, ternyata penggunanya tercatat sudah 150 juta orang.

Orang memanfaatkan Facebook untuk berbagai kepentingan. Ada yang menggunakan untuk chatting, ajang silaturahmi, mencari teman lama bahkan untuk ajang kampanye. Facebook kian melambung ketika Barack Obama, yang saat itu masih Capres AS, menggunakan Facebook untuk menggalang dukungan dana sekaligus untuk berkampanaye. Lewat ajang Facebook tercatat ada 5.338.731 orang yang menjadi sahabat Obama. Dan ternyata, Facebook bisa mengantarkan Barack Obama menduduki kursi Presiden AS. Fantastik bukan ??

Bahkan sebagaimana yang dimuat dalam Sriwijaya Post, mulai bulan September 2006 sampai dengan September 2007, peringkat Facebook naik dari posisis ke-60 ke posisi ke-7 situs yang paling banyak dikunjungi. Sampai saat ini, Facebook adalah situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat dan mampu mengungguli situs lainnya seperti Flickr.

Bagaimana dengan kondisi di Indonesia ? Sejak Facebook makin meroket, banyak orang yang meninggalkan situs jejaring sosial lainnya seperti Friendster dan mulai beralih ke Facebook. Facebook seolah telah menjadi lambang pergaulan saat ini.

Menurut catatan Situs Allfacebook.com, saat ini telah tercatat lebih dari satu juta orang yang terdaftar dalam account Facebook. Jumlah ini masih akan terus bertambah dengan kecepatan yang fantastis, mengingat pada bulan Desember 2008 penggunanya masih sekitar 700 ribu orang. Saat ini Facebook telah berada di rangking kelima sebagai situs yang paling banyak diakses di Indonesia. Indonesia menjadi Negara Asia Tenggara dengan tingkat pertumbuhan Facebook tercepat. Bahkan Indonesia tercatat dalam sepuluh besar negara pemakai situs yang mulai dibuka untuk umum mulai tahun 2006 ini.


Gambar diambil dari sini

Mengapa Facebook begitu fenomenal dan sangat diminati ? Menurut pengamat situs media sosial Enda Nasution, Facebook menawarkan hampir semua jasa yang disediakan berbagai situs. Pengakses situs ini bisa menjalin pertemanan, bergabung ke grup atau komunitas sosial, mengirim surat elektronik, chatting, bermain online game, serta mengunggah video dan foto. Menurut Enda, fitur pengunggah fotolah yang paling besar memancing pemakai baru. Facebook tak sekadar menyediakan jasa mengunggah foto, tapi juga menawarkan fitur tag atau menandai orang-orang yang ada di foto itu.

Sementara Zakwannur menguraikan satu persatu keunggulan Facebook, sebagai berikut :
  1. Teman lama di facebook mudah dicari
  2. Layout Facebook simple tapi menarik
  3. Fitur-fitur yang menarik
  4. Privasi dalam Facebook terjamin
  5. Iklan di Facebook tidak mengganggu
  6. Facebook selalu berkembang
Sementara direktif menguraikan bahwa dalam Facebook setelah fitur foto, fitur wall(dinding komentar) marupakan tempat yang praktis untuk saling menyapa. Beberapa pengguna juga bisa menjadi penulis blog di Facebook dalam bentuk Notes. Sebagai jejaring sosial, Facebook selalu dinamis dan mementingkan pertemanan para pengguna di dalamnya. Selain itu, Facebook ditambah dua hal mengasyikkan: desain halaman Web yang elegan dan aplikasi yang cerdas.

Sebagai jejaring sosial, Facebook memang menarik. Salah satu daya tariknya yang paling kuat adalah menjadi media berinteraksi dengan orang-orang dekat yang tak bisa dilakoni karena sempitnya waktu luang.

Jadi singkat kata, cukup masuk akal apabila saat ini makin banyak orang yang terkena demam Facebook. Disela himpitan pekerjaan, maka munculnya Facebook dengan segala kemudahannya berhasil menjembatani kebutuhan manusia untuk tetap berinteraksi dengan orang lain. Apalagi kalau bisa menjalin kembali silaturahmi dengan teman lama yang telah sekian puluh tahun "kehilangan jejaknya".

Pertanyaannya sekarang, sudahkah anda punya account Facebook ?

Demam Facebook

Facebook. Dimana-mana Facebook. Semua orang bicara Facebook. Semua orang tergila-gila Facebook. Sampai-sampai teman-teman di kantor selalu menyempatkan diri untuk nengok Facebook. Walau akhirnya akses ke Facebook diblokir oleh kantor, tapi semangat untuk tetap ber-Facebook tidak juga surut. Kata orang, masih banyak jalan menuju Roma.


Memangnya apa itu Facebook ? Hah... hari gini belum tahu Facebook ? *gubraakk..*

Facebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada tanggal 4 Pebruari 2004. Penemunya adalah Mark Zuckerberg seorang mahasiswa Harvard College yang (pada saat itu) baru berusia 23 tahun. Meskipun baru berusia lima tahun sejak Facebook ditemukan, ternyata penggunanya tercatat sudah 150 juta orang.

Orang memanfaatkan Facebook untuk berbagai kepentingan. Ada yang menggunakan untuk chatting, ajang silaturahmi, mencari teman lama bahkan untuk ajang kampanye. Facebook kian melambung ketika Barack Obama, yang saat itu masih Capres AS, menggunakan Facebook untuk menggalang dukungan dana sekaligus untuk berkampanaye. Lewat ajang Facebook tercatat ada 5.338.731 orang yang menjadi sahabat Obama. Dan ternyata, Facebook bisa mengantarkan Barack Obama menduduki kursi Presiden AS. Fantastik bukan ??

Bahkan sebagaimana yang dimuat dalam Sriwijaya Post, mulai bulan September 2006 sampai dengan September 2007, peringkat Facebook naik dari posisis ke-60 ke posisi ke-7 situs yang paling banyak dikunjungi. Sampai saat ini, Facebook adalah situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat dan mampu mengungguli situs lainnya seperti Flickr.

Bagaimana dengan kondisi di Indonesia ? Sejak Facebook makin meroket, banyak orang yang meninggalkan situs jejaring sosial lainnya seperti Friendster dan mulai beralih ke Facebook. Facebook seolah telah menjadi lambang pergaulan saat ini.

Menurut catatan Situs Allfacebook.com, saat ini telah tercatat lebih dari satu juta orang yang terdaftar dalam account Facebook. Jumlah ini masih akan terus bertambah dengan kecepatan yang fantastis, mengingat pada bulan Desember 2008 penggunanya masih sekitar 700 ribu orang. Saat ini Facebook telah berada di rangking kelima sebagai situs yang paling banyak diakses di Indonesia. Indonesia menjadi Negara Asia Tenggara dengan tingkat pertumbuhan Facebook tercepat. Bahkan Indonesia tercatat dalam sepuluh besar negara pemakai situs yang mulai dibuka untuk umum mulai tahun 2006 ini.


Gambar diambil dari sini

Mengapa Facebook begitu fenomenal dan sangat diminati ? Menurut pengamat situs media sosial Enda Nasution, Facebook menawarkan hampir semua jasa yang disediakan berbagai situs. Pengakses situs ini bisa menjalin pertemanan, bergabung ke grup atau komunitas sosial, mengirim surat elektronik, chatting, bermain online game, serta mengunggah video dan foto. Menurut Enda, fitur pengunggah fotolah yang paling besar memancing pemakai baru. Facebook tak sekadar menyediakan jasa mengunggah foto, tapi juga menawarkan fitur tag atau menandai orang-orang yang ada di foto itu.

Sementara Zakwannur menguraikan satu persatu keunggulan Facebook, sebagai berikut :
  1. Teman lama di facebook mudah dicari
  2. Layout Facebook simple tapi menarik
  3. Fitur-fitur yang menarik
  4. Privasi dalam Facebook terjamin
  5. Iklan di Facebook tidak mengganggu
  6. Facebook selalu berkembang
Sementara direktif menguraikan bahwa dalam Facebook setelah fitur foto, fitur wall(dinding komentar) marupakan tempat yang praktis untuk saling menyapa. Beberapa pengguna juga bisa menjadi penulis blog di Facebook dalam bentuk Notes. Sebagai jejaring sosial, Facebook selalu dinamis dan mementingkan pertemanan para pengguna di dalamnya. Selain itu, Facebook ditambah dua hal mengasyikkan: desain halaman Web yang elegan dan aplikasi yang cerdas.

Sebagai jejaring sosial, Facebook memang menarik. Salah satu daya tariknya yang paling kuat adalah menjadi media berinteraksi dengan orang-orang dekat yang tak bisa dilakoni karena sempitnya waktu luang.

Jadi singkat kata, cukup masuk akal apabila saat ini makin banyak orang yang terkena demam Facebook. Disela himpitan pekerjaan, maka munculnya Facebook dengan segala kemudahannya berhasil menjembatani kebutuhan manusia untuk tetap berinteraksi dengan orang lain. Apalagi kalau bisa menjalin kembali silaturahmi dengan teman lama yang telah sekian puluh tahun "kehilangan jejaknya".

Pertanyaannya sekarang, sudahkah anda punya account Facebook ?

Kamis, 19 Februari 2009

Tugasku : I Don't Like It !!

Oh... My... God... !! Siapa coba yang nyangka kalo niat awalnya buka internet mau having fun..., malah dapat kerjaan yang banyak banget !! Berawal dari sapaan mbak Kuyus di shoutmix-ku yang mengatakan bahwa aku dapat tugas darinya, untuk aku kerjakan di blog aku. Apa...? Tugas ?? (Sekali lagi) Oh My God... !! Emang kurang apa tugas-ku di kantor seharian ini yang sudah bujubune banyaknya .. ?!

Kalau boleh milih sih..., daripada dapat tugas lebih baik dapat makanan yang lezat deh huehehe... (ketahuan banget kalo doyan banget makan neeh..). Apalagi setelah aku cek tugasku dari blognya mbak Kuyus, olala... ternyata banyak banget tugasnya. Kalau dikerjain, pasti makan waktu lama tuh. Wah wah..., bayangan buka internet mau ber-facebook ria jadi gatot alias gagal total !!


Gambar diambil dari sini

Tapi, berhubung yang memberi tugas ini seseorang yang selama ini baik banget padaku dan juga udah banyak bantu aku, aku gak keberatan kok ngerjainnya. Selain itu, daripada aku susah-susah cari ide untuk posting, lebih baik ngerjain PR ini aja. Beres khan ?!

Sebelum aku mengerjakan tugas itu, aku kudu ngerti dulu dengan aturan mainnya. Tema dari tugas yang harus kukerjakan kali ini adalah : I DON'T LIKE IT !! Aturan main dalam mengerjakan tugas ini adalah :

  1. Buatlah daftar 10 hal dan kebiasaan (buruk) yang tidak disukai, namun apabila merasa terdapat lebih dari 10 hal/kebiasaan buruk yang tidak disukai maka silahkan ditulis semuanya.
  2. Sebutkan juga alasan mengapa Anda tidak menyukai hal-hal/kebiasaan-kebiasaan tersebut.
  3. Setelah selesai membuat daftar dan penjelasan seperti yang tertera pada poin 1 & 2, maka silahkan men-tag 10 blogger lainnya.

Tujuan yang ingin diperoleh dari "tugas mulia" ini kurang lebih seperti yang disampaikan mbak G sebagai berikut : Untuk mengetahui hal2 buruk dan kebiasaan2 buruk seperti apa yang paling banyak disebutkan oleh para blogger, dengan harapan (bersama-sama) kita dapat membangun kesadaran kita dan menanggalkan kebiasaan2 atau hal-hal buruk tersebut.

Oke..., mari kita mulai dengan tugas mulia ini (halah.... !!). Sebenarnya sulit juga sih..., karena apa yang tak aku suka sebetulnya sudah diuraikan juga oleh mbak kuyus dan mbak G, maupun blogger lainnya. Tapi tak apalah..., aku akan tulis 10 kebiasaan buruk lainnya. And... here they are ....




  1. Orang yang suka mencari kelemahan orang lain, dan memanfaatkan pengetahuannya itu untuk menjatuhkan orang lain. Bagiku, orang yang seperti ini nyebelin banget karena mereka merasa bahwa hanya dirinya saja yang paling hebat dan benar. Di mata orang-orang seperti ini, orang lain tidak ada yang benar dan "cacat" semua.
  2. Orang yang sibuk menghambat keberhasilan orang lain. Orang-orang seperti ini seringkali lupa memikirkan bagaimana caranya agar dirinya sendiri berhasil, tapi justru sibuk memikirkan bagaimana caranya agar orang lain gagal. Orang-orang seperti itu tak akan bisa menjadi kawan sejati.
  3. Orang yang keras kepala. Kalau sudah ketemu dengan orang yang keras kepala, maka siap-siap sakit hati deh. Karena mereka biasanya tak mau dengar apa kata orang lain. Mereka ngotot mempertahankan pendapatnya sendiri. Lebih menyebalkan lagi kalau mereka sudah ngomong begini : "pokoknya begini.... begini" atau kadang mereka ngomong begini, " aku gak mau tahu, yang pasti harus begini ... begini"
  4. Orang yang semau gue.. !! Mereka biasanya tidak perduli dengan orang lain dan hanya fokus dengan dirinya sendiri. Orang lain terganggu, tersinggung, tersakiti atau apapun, mereka tak akan perduli. Prinsip mereka, yang penting aku suka, aku bahagia. Wis ..., nyebelin banget deh...
  5. Orang yang tidak mau (atau gengsi) meminta maaf kalau bersalah. Meskipun tahu kalau dirinya bersalah, mereka sangat berat meminta maaf. Menyebalkan to ?? Lebih menyebalkan lagi kalau mereka selalu menuntut orang lain meminta maaf bila mereka melakukan kesalahan.
  6. Orang yang tak bisa menghargai waktu dengan baik. Mereka tak merasa perlu untuk mengatur waktu. Mereka tak merasa rugi bila harus berulang kali menunda-nunda suatu pekerjaan. Sebenarnya kalau hal tersebut tidak menyangkut orang lain sih tidak masalah, karena yang akan menerima semua akibatnya hanya dia sendiri. Tapi kalau sudah menyangkut orang lain dan waktu orang lain, kan malah merugikan orang lain dan mengorbankan waktu orang lain menjadi sia-sia.
  7. Orang yang terlalu Percaya Diri. Biasanya orang-orang yang seperti ini, ngomongnya juga tinggi. Mereka gemar membanggakan diri sendiri dan membicarakan diri sendiri, karena sangat yakin bahwa diri mereka hebat dan penting. Lama kelamaan, bikin orang lain yang mendengar kata-katanya jadi eneg juga kan ?? Memangnya tak ada topik lain yang lebih menarik untuk dibicarakan selain dirinya sendiri ??
  8. Orang yang suka pamer !! Orang seperti itu sukanya memamerkan apapun yang ada dalam dirinya. Seisi dunia pasti akan tahu kalau suatu saat dia punya HP baru, atau punya mobil baru ... atau saat dia kenalan dengan Mr. Bean sekalipun !! Orang yang suka pamer ini beda tipis dengan orang yang terlalu PD. Kalau orang yang terlalu PD sangat suka membicarakan kelebihan dirinya, orang yang suka pamer sangat suka membicarakan apa yang dimilikinya (lebih bersifat materi).
  9. Orang yang suka mengumpat di jalan raya. Aku paling sebel kalau mendengar orang-orang berteriak dan mengumpat di jalan raya. Kondisi jalan raya yang ramai, bising dan kadangkala macet sudah memicu munculnya stress. Tapi, kondisi seperti itu malah diperburuk oleh sikap orang-orang yang tak sabaran dan dengan mudahnya memaki dan mengumpat orang lain di jalan raya !!
  10. Orang-orang yang suka menggampangkan urusan. Mereka selalu berdalih bahwa ntuk apa membuat sesuatu hal menjadi "berat". Mereka cenderung untuk menganggap segala sesuatunya itu sederhana dan tidak perlu dipusingkan. Menurutku tidak begitu, karena dalam hidup ini tetap ada hal-hal yang menjadi skala prioritas. Bagiku orang-orang yang selalu menggampangkan segala urusan, justru tak memiliki skala prioritas dalam hidupnya.
Akhirnya...., selesai juga "tugas mulia" itu aku kerjakan hehehe... Sebenarnya masih ada yang lain yang bisa aku sampaikan. Tapi tidaklah... Cukup untuk kali ini. Sudah terlalu banyak yang aku sampaikan kali ini. Sampai-sampai aku merasa seperti "juri" yang sedang keasyikan mencari hal-hal buruk yang aku lihat dari orang lain. Ih... ngeri ah !!


Gambar diambil dari sini

Padahal, mungkin saja orang lain justru mencatat 10 hal yang tidak menyenangkan versi mereka, yang ternyata semuanya terdapat dalam diriku. Aha...!! Sangat mungkin bukan ??


Gambar diambil dari sini

Oke, tak mengapa. Justru bagi siapa saja yang terlibat dalam tag ini bisa saling berkaca dan introspeksi. Dengan membaca banyaknya hal yang tidak menyenangkan bagi orang lain, kita bisa mematut diri. Apakah hal-hal buruk itu ada yang kita miliki. Seandainya ada..., kini waktunya untuk membenahi diri. Mumpung ada waktu kawan... Kita kan tak mau menjadi manusia-manusia yang merugi.

Untuk tugas terakhir, yaitu men-tag 10 blogger lainnya, sepertinya aku tak bisa melaksanakannya. Alasannya cuma ada 2, yang pertama : aku hampir mabok mengerjakan tugas ini, dan aku tak sampai hati memaksa orang lain untuk mengerjakannya juga. So, aku mengijinkan dan mempersilahkan bagi siapa saja yang bersedia ikut dalam tag ini untuk mengerjakan seperti apa yang telah aku kerjakan.

Alasan kedua sebenarnya malu untuk aku sebutkan, tapi it is unfair bila aku tak menjelaskan bukan ? Terus terang saja..., aku belum punya teman sebanyak yang lain. Aku baru berkawan dengan beberapa blogger saja. Itupun sebagian dari mereka telah mendapat tugas ini pula. Untuk menyerahkan tugas ini kepada orang lain yang sama sekali aku belum kenal..., tentu saja aku tak berani. Bayangin saja, baru juga kenalan..., masak langsung menyerahkan tugas yang sedemikan berat ??




Jadi..., untuk bagianku, tugas ini terpaksa berakhir di sini. Dan aku akan senang apabila ada rekan blogger lainnya yang dengan sukarela meneruskan tugas mulia ini hehehe. Yakinlah, dengan meneruskan "tugas mulia" ini akan banyak manfaat yang akan didapat. Percayalah padaku whehehehe...