Selasa, 18 Mei 2010

Pekan Swadesi

Mulai hari ini, Selasa tanggal 18 Mei 2010 sampai tanggal 24 Mei 2010 kantorku melaksanakan Pekan Swadesi. Kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun itu dilaksanakan dalam rangka ikut memperingati hari kebangkitan nasional. Selama Pekan Swadesi itu seluruh karyawan dianjurkan untuk memakai pakaian batik hari kerja.

Jadilah, mulai pagi ini kantorku menjadi sangat semarak karena baju yang dikenakan hari ini full colour. Aneka warna, aneka model dan aneka corak batik membuat hari ini berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kesemarakan hari ini tentu saja tak lepas dari 'kehebohan' sebagian besar karyawati dalam menghadapi Pekan Swadesi ini. Biasalah, untuk urusan baju, mana mungkin kaum wanita pasrah begitu saja. Banyak yang sudah heboh jauh-jauh hari dengan mempersiapkan baju batik untuk menyambut Pekan Swadesi.

Beberapa teman wanita sudah jauh-jauh hari hunting baju batik, karena tak mau batik yang dipakai dalam Pekan Swadesi kali ini adalah batik yang 'itu-itu saja' seperti tahun kemarin. Lucunya, pagi tadi ada 2 orang karyawati yang ternyata mengenakan baju baru yang sama persis. Tahu sendiri kan, kalau wanita tuh tidak suka kalau bajunya ternyata ada yang menyamai. Nah, seperti itulah yang terjadi pagi tadi sewaktu kedua karyawati itu bertemu dan menyadari baju yang mereka pakai sama persis...! Hahaha, ramai sekali suasana kantor karena kedua karyawati itu digodain oleh teman-teman yang lain.

Aku sendiri sebenarnya sempat pusing menghadapi Pekan Swadesi kali ini. Jauh-jauh hari aku bongkar almari untuk mencari baju-baju batik yang aku punya. Ternyata oh teryata... banyak juga baju batikku yang sudah tak muat aku pakai. Itu berarti....? Waduuuuuh..... *alarm bahaya berbunyi*  Untung saja aku sudah mendapatkan baju batik yang bisa aku pake selama Pekan Swadesi berlangsung. Leganya...

Nah, hari pertama telah terlewati dengan penuh cerita seru. Bagaimana ya cerita esok hari..? Apakah ada lagi yang pakai baju batik 'kembaran' lagi seperti hari ini ? BTW, apakah kaum cowok juga akan tiba-tiba tidak Percaya Diri jika ternyata ada cowok lain yang juga mengenakan baju yang sama persis dengannya..?

Pekan Swadesi

Mulai hari ini, Selasa tanggal 18 Mei 2010 sampai tanggal 24 Mei 2010 kantorku melaksanakan Pekan Swadesi. Kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun itu dilaksanakan dalam rangka ikut memperingati hari kebangkitan nasional. Selama Pekan Swadesi itu seluruh karyawan dianjurkan untuk memakai pakaian batik hari kerja.

Jadilah, mulai pagi ini kantorku menjadi sangat semarak karena baju yang dikenakan hari ini full colour. Aneka warna, aneka model dan aneka corak batik membuat hari ini berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kesemarakan hari ini tentu saja tak lepas dari 'kehebohan' sebagian besar karyawati dalam menghadapi Pekan Swadesi ini. Biasalah, untuk urusan baju, mana mungkin kaum wanita pasrah begitu saja. Banyak yang sudah heboh jauh-jauh hari dengan mempersiapkan baju batik untuk menyambut Pekan Swadesi.

Beberapa teman wanita sudah jauh-jauh hari hunting baju batik, karena tak mau batik yang dipakai dalam Pekan Swadesi kali ini adalah batik yang 'itu-itu saja' seperti tahun kemarin. Lucunya, pagi tadi ada 2 orang karyawati yang ternyata mengenakan baju baru yang sama persis. Tahu sendiri kan, kalau wanita tuh tidak suka kalau bajunya ternyata ada yang menyamai. Nah, seperti itulah yang terjadi pagi tadi sewaktu kedua karyawati itu bertemu dan menyadari baju yang mereka pakai sama persis...! Hahaha, ramai sekali suasana kantor karena kedua karyawati itu digodain oleh teman-teman yang lain.

Aku sendiri sebenarnya sempat pusing menghadapi Pekan Swadesi kali ini. Jauh-jauh hari aku bongkar almari untuk mencari baju-baju batik yang aku punya. Ternyata oh teryata... banyak juga baju batikku yang sudah tak muat aku pakai. Itu berarti....? Waduuuuuh..... *alarm bahaya berbunyi*  Untung saja aku sudah mendapatkan baju batik yang bisa aku pake selama Pekan Swadesi berlangsung. Leganya...

Nah, hari pertama telah terlewati dengan penuh cerita seru. Bagaimana ya cerita esok hari..? Apakah ada lagi yang pakai baju batik 'kembaran' lagi seperti hari ini ? BTW, apakah kaum cowok juga akan tiba-tiba tidak Percaya Diri jika ternyata ada cowok lain yang juga mengenakan baju yang sama persis dengannya..?

Senin, 17 Mei 2010

Oleh-oleh dari Jember

Suamiku sejak Kamis sampai Minggu kemarin ada acara dinas di Jember, bersama dengan teman-teman kantornya. Sebenarnya sih aku maunya suamiku tak ikut berangkat ke Jember, kan long weekend tuh jadi aku sebenarnya pengen menikmati libur bersama suami dan Shasa. Tapi tak mungkin juga suamiku tidak berangkat ke Jember, wong itu acara kedinasan. Aku juga tak mungkin ikut ke Jember..., apa kata teman-teman suamiku nanti..? Jangan-jangan nanti aku dikira bodyguard suamiku. Hehehe...

Ya sudahlah, akhirnya suamiku pergi juga. Dari awal aku sudah minta agar suamiku tak lupa membawakan Proltape sebagai oleh-oleh untukku. Bahkan demi untuk 'kelancaran'nya membelikan oleh-oleh itu, aku sudah menghubungkan suamiku dengan keponakan sahabatku yang kebetulan di Jember. Maklum saja, suamiku baru kali ini berangkat ke Jember, pastinya tak tahu dimana bisa beli oleh-oleh protapel pesananku.

Semua upaya untuk mendapatkan proltape sudah dikerahkan, tinggal menunggu hasilnya. Akhirnya, Sabtu malam suamiku memberi kabar bahwa proltape pesananku sudah diperoleh. Senangnya.... Jadi makin tak sabar menunggu suamiku pulang ke rumah lagi...

Minggu malam yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga... (Eh, yang ditunggu kedatangan suami atau proltape-nya sih..? Hahaha...). Ternyata oleh-oleh yang dibawa suamiku banyak sekali. Rupanya setelah suamiku membelikan oleh-oleh proltape untukku, keponakan sahabatku menitipkan proltape juga untukku dan sahabatku. Bahkan saat mau pulang, kenalan suamiku yang tinggal di Jember tak ketinggalan menitipkan oleh-oleh proltape, brownies, tape, kripik singkong dan suwar-suwir untukku. Waah.. oleh-oleh dari Jember yang melimpah ruah.
keripik singkong dan suwar-suwir

2 jenis proltape yang tersisa

Tape Jember yang mak nyuss...

Ups.. maaf, tinggal piringnya. Browniesnya udah dihabisin Shasa  :p

Akhirnya, malam itu aku bagi-bagi proltape untuk para tetanggaku. Orang tuaku, mertuaku dan teman-teman kantorku kebagian juga proltape yang aku bawa hari ini. Dan di rumah.... masih ada 'sisa' proltape yang banyak. Nah.., siapa yang mau segera saja meluncur ke rumahku ya.. sebelum kehabisan. Hehehe....


Oleh-oleh dari Jember

Suamiku sejak Kamis sampai Minggu kemarin ada acara dinas di Jember, bersama dengan teman-teman kantornya. Sebenarnya sih aku maunya suamiku tak ikut berangkat ke Jember, kan long weekend tuh jadi aku sebenarnya pengen menikmati libur bersama suami dan Shasa. Tapi tak mungkin juga suamiku tidak berangkat ke Jember, wong itu acara kedinasan. Aku juga tak mungkin ikut ke Jember..., apa kata teman-teman suamiku nanti..? Jangan-jangan nanti aku dikira bodyguard suamiku. Hehehe...

Ya sudahlah, akhirnya suamiku pergi juga. Dari awal aku sudah minta agar suamiku tak lupa membawakan Proltape sebagai oleh-oleh untukku. Bahkan demi untuk 'kelancaran'nya membelikan oleh-oleh itu, aku sudah menghubungkan suamiku dengan keponakan sahabatku yang kebetulan di Jember. Maklum saja, suamiku baru kali ini berangkat ke Jember, pastinya tak tahu dimana bisa beli oleh-oleh protapel pesananku.

Semua upaya untuk mendapatkan proltape sudah dikerahkan, tinggal menunggu hasilnya. Akhirnya, Sabtu malam suamiku memberi kabar bahwa proltape pesananku sudah diperoleh. Senangnya.... Jadi makin tak sabar menunggu suamiku pulang ke rumah lagi...

Minggu malam yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga... (Eh, yang ditunggu kedatangan suami atau proltape-nya sih..? Hahaha...). Ternyata oleh-oleh yang dibawa suamiku banyak sekali. Rupanya setelah suamiku membelikan oleh-oleh proltape untukku, keponakan sahabatku menitipkan proltape juga untukku dan sahabatku. Bahkan saat mau pulang, kenalan suamiku yang tinggal di Jember tak ketinggalan menitipkan oleh-oleh proltape, brownies, tape, kripik singkong dan suwar-suwir untukku. Waah.. oleh-oleh dari Jember yang melimpah ruah.
keripik singkong dan suwar-suwir

2 jenis proltape yang tersisa

Tape Jember yang mak nyuss...

Ups.. maaf, tinggal piringnya. Browniesnya udah dihabisin Shasa  :p

Akhirnya, malam itu aku bagi-bagi proltape untuk para tetanggaku. Orang tuaku, mertuaku dan teman-teman kantorku kebagian juga proltape yang aku bawa hari ini. Dan di rumah.... masih ada 'sisa' proltape yang banyak. Nah.., siapa yang mau segera saja meluncur ke rumahku ya.. sebelum kehabisan. Hehehe....


Minggu, 16 Mei 2010

Aku tak tahu

Mengapa kau selalu begitu, kawanku
sinis dalam kata dan sikap pada siapapun di sekitarmu
meski mereka selalu sayang dan peduli padamu
setiap kali kau datang, dimana saja dan kapan saja
tak sedikit orang merasa tertendang hanya lewat kata-kata
karna kau selalu menantang siapa saja yang ada

Dan aku....
entah sudah keberapa kalinya mendadak pilu
oleh gurauan-gurauan asalmu yang menyerbuku
Sungguh aku tak pernah tahu apa maumu
menyerang semua yang ada disekelilingmu
seakan kau tak peduli perasaan kami padamu

Gaya sarkasme mungkin memang pilihanmu, kawan
atau kami yang sensitif terlalu berlebihan
hingga tak mampu menerima semua gurauan
atau kau memang ingin tunjukkan kemampuan
pada seluruh dunia dan kawan-kawan
bahwa kau memang patut diperhitungkan

Entahlah kawan...
ternyata aku tak pernah tahu apa maumu



Gambar diculik dari sini