Minggu, 01 Agustus 2010

Reformasi

Yuk kali ini kita bicara tentang reformasi. Kalau kali ini topiknya sedikit beda dan agak 'berat'itu karena aku memenuhi ajakan Mas Trimatra yang kembali menggelar acara Posting kolaborasi dengan tema: "di bawah bendera reformasi" (ih, judulnya 'serem' juga ya..? hehehe)

Yang aku tahu, pengertian reformasi adalah : merobah, atau merombak, atau membangun kembali, atau menyusun kembali. Kata reformasi sendiri aku (atau kita?) kenal pada masa-masa tumbangnya orde baru. Tujuannya tentu saja untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang sudah diwariskan oleh Orde Baru atau merombak segala tatanan politik, ekonomi, sosial dan budaya yang berbau Orde Baru.

Reformasi di negara kita memang harus dilakukan dalam berbagai bidang. Yang harus diingat adalah bahwa reformasi bukan hanya urusan pemerintah saja atau rakyat saja, namun urusan seluruh bangsa. Memang, rakyatlah yang paling membutuhkannya, khususnya demi kehidupan yang lebih baik bagi generasi yang sekarang dan generasi yang akan datang.

Namun kali ini aku tak akan membahas reformasi secara umum, karena (bagiku) terlalu kompleks. Aku hanya akan bicara tentang reformasi di dunia pendidikan. Sebagaimana kita semua tahu, bahwa makin hari biaya pendidikan semakin tinggi. Bahkan di sekolah-sekolah negeri serta perguruan tinggi negeri pun biaya pendidikan juga sudah mulai mahal.

gambar diculik dari sini

Untuk ukuran SD saja, meski biaya pendidikan katanya sudah gratis, tapi masih saja ada sekolah-sekolah yang mensyaratkan murid-muridnya untuk memiliki buku sendiri. Memang sekarang pengadaan buku tidak lagi menjadi urusan sekolah, tapi tiap murid harus mencari sendiri. Meski begitu tiap wali murid pasti keluar uang banyak, karena harga buku pelajaran sekolah SD saja sudah mahal. Sementara untuk sekolah-sekolah yang ada di pinggiran (dan sepi peminat) biasanya untuk pengadaan buku dan seragam sekolah diambilkan dari dana BOS.

Untuk jenjang SMP dan SMA di kotaku, sudah mulai ada Rintisan Sekolah Berstandar Internasional. Tentu saja dengan mensyaratkan biaya yang sangat tinggi bagi siapa saja yang berhasil masuk sekolah itu. Maklum saja, untuk sekolah2 berstatus RSBI ini tiap murid harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana seperti laptop. Hal-hal seperti ini menyebabkan anak-anak pandai tapi miskin tak mendapat kesempatan untuk menuntut ilmu di sekolah-sekolah yang 'bagus' dan harus rela menuntut ilmu di sekolah-sekolah biasa saja.

Belum lagi biaya kuliah yang... makin gila-gilaan. Seperti tahun ini, beberapa rekan kerjaku banyak yang mencari perguruan tinggi untuk anak-anak mereka. Ada yang bilang bahwa untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri pun dituntut biaya yang sangat besar, bahkan ada yang sampai mencapai 200 juta rupiah...! Wow.., baru masuk saja sebesar itu, terus biaya kuliah per semesternya berapa ya..?

Mengapa di negara kita tercinta biaya pendidikan begitu mahal ? Kita harus jujur mengakui bahwa masih banyak anak-anak yang tak mampu menikmati pendidikan sampai jenjang pendidikan menengah. Bahkan untuk mengikuti pendidikan dasar saja masih ada yang tak sanggup karena terbentur biaya. Jika anak-anak, selaku generasi penerus bangsa ini, tak mampu mengenyam pendidikan, lantas bagaimana nasib bangsa ini di masa yang akan datang ?

Rasanya kita semua perlu memikirkan lagi cara yang tepat agar setiap anak di negara ini bisa mengenyam pendidikan dengan biaya murah. Agar tak ada lagi anak-anak yang tak memiliki modal untuk menghadapi masa depan yang kian sarat dengan kompetisi ini. Kapan semuanya itu akan dapat kita wujudkan..?

Sabtu, 31 Juli 2010

Koleksi foto

Saat sobat mampir ke blog ini, aku sedang tidak ada disini. Sejak tanggal 29 Juli 2010 malam aku berangkat ke Bandung dan baru akan kembali ke Madiun lagi pada tanggal 1 Agustus 2010 dini hari. Keberangkatanku ke Bandung kali ini untuk acara dinas (lagi). Doakan kegiatanku di Bandung dapat berjalan dengan lancar ya..? Doakan juga semoga perjalananku lancar. Amin.

Sobat.., kali ini aku hanya ingin berbagi koleksi foto milikku. Namun maaf banget jika hasil pemotretan yang aku lakukan tak bagus. Mungkin juga sudut-sudut pengambilan gambar tak tepat. Segala kekurangan yang ada dalam foto ini mohon untuk dimaklumi ya... karena aku memang bukan photographer profesional. Aku bahkan tak pernah belajar tentang bagaimana teknik fotografi yang benar.

OK.., daripada berpanjang kata... inilah sebagian dari koleksi fotoku. Kali ini temanya adalah Bunga. Ini dia foto-fotonya.....

bunga teratai yang cantik sekali
(diambil dari sebuah tempat wisata)

koleksi kambojaku


beberapa koleksi euporbia-ku

bunga kemuning

bunga desember

Semua foto bunga itu adalah tanaman di rumahku, kecuali teratai. Sayang sekali, karena makin sempitnya waktuku (dan suamiku) untuk mengurusi tanaman-tanaman itu, beberapa diantaranya tidak terawat. Walau masih berbunga, tapi kondisinya sudah tidak secantik yang ada di foto-foto itu.

Nah.., bagaimana menurutmu kawan, apakah memandang keelokan ciptaan Yang Maha Kuasa mampu membuat damai hati kita..?

Jumat, 30 Juli 2010

Speech Competition

Besok, hari Sabtu, tanggal 31 Juli 2010 Shasa akan mengikuti lomba lagi, yaitu Speech Competition. Selama beberapa hari ini Shasa sibuk berlatih, siang hari di sekolah dengan guru pembimbing Bahasa Inggrisnya dan sore hari berlatih lagi di tempatnya les Bahasa Inggris. Beberapa hari yang sibuk, tak hanya bagi Shasa tapi juga bagi ayahnya yang harus bolak balik antar jemput Shasa.

Dalam lomba kali ini, salah satu tema yang diangkat dalam pidato itu adalah masalah teknologi. Untuk itu, Shasa telah mencoba membuat sendiri naskah pidatonya. Naskah yang dibuatnya tidaklah panjang, yang bercerita tentang kemajuan teknologi dan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari. Yang dijadikan contoh oleh Shasa adalah internet dan telepon seluler. Naskah itu sempat direvisi oleh guru les Bahasa Inggrisnya, karena ada beberapa kata yang dipilih Shasa dinilai kurang tepat.

Seperti biasa, Shasa sangat antusias sekali dalam mempersiapkan diri dalam lomba ini. Naskah pidato itu telah berhasil dihafal Shasa sejak jauh-jauh hari, mungkin karena hasil karya sendiri sehingga mudah baginya untuk menghafal naskah itu. Setelah naskah dikuasai, Shasa bisa fokus pada tekniknya.

Sebenarnya, Shasa ingin sekali aku bisa hadir dan menyaksikannya berlomba pada hari Sabtu itu. Namun sayang sekali, aku sedang dinas ke Bandung sehingga tidak bisa mendampinginya kali ini. Untuk menyemangati Shasa, ayahnya dan juga Ibuku akan hadir menemani Shasa. Semoga saja Shasa bisa tampil maksimal dalam lombanya nanti. Amin....

Shasa sangat berharap bisa lolos sampai ke babak final, agar aku bisa menyaksikannya berlomba. Menurut rencana babak final akan diselenggarakan pada hari Minggu 1 Agustus 2010 dan pada Minggu dini hari aku sudah sampai kembali di Madiun. Aku sendiri pun berharap dapat menyaksikan Shasa pada tanggal 1 Agustus nanti.

Sobat semua..., mohon doanya untuk Shasa ya, agar dia mampu menampilkan yang terbaik yang dia bisa, dan syukur-syukur bisa masuk final. Terima kasih...

Kamis, 29 Juli 2010

Bersaing dengan batuk

Beberapa hari ini aku terserang penyakit yang selama ini paling aku 'hindari' yaitu... batuk ! Karena, batukku memang bukan termasuk batuk yang ringan. Kalau aku sudah batuk pasti yang mendengarnya akan kasihan sekaligus risih, karena gak berhenti-berhenti bahkan sampai memerah mukaku. Itu sebabnya, aku tersiksa sekali jika sedang batuk. Aku malu bertemu banyak orang dalam keadaan seperti itu. Kalau teman-teman sekantorku, yang sudah lama kenal aku, tahu banget bagaimana beratnya batukku.

Cerita tentang bagaimana repotnya aku kalau sedang batuk pernah aku ceritakan di Rapat Batuk. Entah mengapa sejak kecil aku paling mudah terserang batuk. Kali ini batuk yang aku rasakan adalah karena kondisi tidak menguntungkan yang aku alami selama perjalanan dinasku ke Makasar beberapa hari yang lalu. Mungkin karena kondisi fisik yang lelah ditambah dengan masuk angin (karena tak terbiasa dengan AC), sehingga sang batuk kembali menyambangi aku.

Masalahnya adalah... Jumat dan Sabtu yang akan datang aku kembali harus melakukan perjalanan dinas ke Bandung. Sebenarnya acara dinas ke Bandung ini sudah bukan tugasku lagi semenjak aku dialihtugaskan ke bidang lain pada pertengahan bulan ini. Namun karena penggantiku masih berkewajiban menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya di tempat kerjanya yang lama sampai akhir bulan ini, maka my boss memintaku untuk pergi ke Bandung.

Rencananya aku akan berangkat ke Bandung dengan menggunakan kereta api pada hari Kamis malam dan akan kembali ke Madiun pada Minggu pagi. Yang menjadi pikiranku saat ini adalah batukku harus sembuh dulu sebelum berangkat. Tentu saja aku malu jika selama rapat berlangsung aku terbatu-batuk dengan sangat hebatnya. Alasan lainnya adalah kata kakak iparku yang tinggal di Bandung, saat ini Bandung sedang sangat dingin dan hampir tiap hari hujan. Nah.., aku takut jika batukku belum sembuh malah akan semakin parah.

Itu sebabnya aku sekarang bersaing dengan batuk. Kuat usahaku menghentikan batukku atau kuat batuk yang menguasaiku. Aku berjuang dengan barbagai cara agar kali ini aku yang menang bersaing melawan batuk. Bepergian dengan kondisi badan yang kurang fit sama sekali tidak menyenangkan bukan..?

Sobat..., bantu aku dengan doa ya semoga saja batukku segera berhenti dan aku siap menjalankan tugas untuk mengikuti rapat dinas ke Bandung. Amin.

Rabu, 28 Juli 2010

Laundry oh Laundry

Pada saat ini, makin banyak orang yang mencoba peruntungan mereka dalam dunia usaha. Bahkan dengan makin berkembangnya dunia ini, jenis usaha pun kian beragam. Kalau dulu orang-orang cenderung mencoba usaha di bidang makanan dan busana, kini tidak lagi. Ada yang mencoba usaha yang menyangkut buku, kerajinan tangan dll. Apalagi internet sangat mendukung dilakukannya toko online.

Yang saat ini sedang menjamur di kotaku adalah usaha laundry. Jika dulu pengusaha laundry hanya ada 1 dan itupun menarik biaya yang mahal, kini keadaan sudah berubah. Sudah banyak laundry di setiap pelosok kota, mulai dari sistem kiloan ataupun bijian. Kebetulan, aku punya beberapa pengalaman dengan beberapa laundry di kotaku. Karena aku tak punya asisten rumah tangga, maka terkadang aku membutuhkan jasa laundry untuk membantuku ketika waktuku sedang sangat sempit.

Semula aku mencoba laundry "D" yang memberikan fasilitas antar jemput dan sehari jadi. Selama ini aku cukup puas dengan pelayanannya karena tak pernah mengecewakan. Hanya saja, laundry "D" itu terhitung sedikit lebih mahal dibandingkan dengan laundry kiloan, karena laundry "D" menerapkan biaya untuk tiap potong baju. Namun untuk baju-baju itu penanganan khusus, seperti jas, kebaya atau baju yang berpayet-payet, aku lebih percaya kepada laundry "D".

gambar diculik dari sini

Aku pernah juga mencoba laundry "H" yang menerapkan sistem kiloan. Saat itu aku sedang sangat repot dan hendak bepergian, sehingga aku mencoba menggunakan jasa laundry "H". Kalau tidak salah, selama 3 kali aku menggunakan jasanya, aku selalu saja kecewa. Penyebabnya adalah waktu yang dijanjikan untuk selalu saja molor. Bahkan yang terakhir, janji 3 hari jadinya malah 6 hari...!

Kejadian itu membuatku kapok menggunakan jasa laundry "H" dan aku beralih ke laundry "K". Untuk urusan antar jemput cucian laundry "K" tak mengalami masalah dan selalu tepat waktu. Tapi, setelah 2 kali menggunakan jasanya, aku melihat bahwa hasil setrikaannya kurang rapi. Bahkan ada baju kerjaku yang 'rusak' karena setrikanya terlalu panas. Jadi, kuputus kerjasamaku dengan laundry "K".

Lama tak menggunakan jasa laundry, kembali aku mencari laundry baru setelah aku pulang dari Makasar. Maklum saja, sepulangnya dari Makasar aku malah masuk angin dan batuk-batuk. Sehingga untuk cucian yang besar-besar seperti jeans, sprei dll aku kembali mencari jasa laundry. Kali ini pilihan jatuh pada laundry "Q". Alhamdulillah..., setelah 3 kali menggunakan jasa laundry "Q" aku cukup puas dengan pelayanannya. Cucian yang dijanjikannya selesai dalam 2 hari selalu tepat waktu dan setrikaannya pun lumayan rapi.

Dari kejadian itu aku berpikir bahwa memanjakan pelanggan memang sulit dan membutuhkan kesungguhan hati. Jika seseorang menjalankan usaha tapi lupa mengutamakan kepentingan/kepuasan pelanggan, aku yakin usahanya akan dengan mudah gulung tikar. Seperti laundry "H" yang tergolong pelopor dalam bisnis laundry kiloan, setelah usahanya laris manis kini malah keteteran mengurus pelanggannya sehingga janji 3 hari jadi selalu saja mundur.

Padahal, kini banyak sekali laundry baru bermunculan di kotaku. Laundry "K" termasuk yang baru dan masalah janji masih bisa ditepati, mungkin karena pelanggannya belum banyak. Hanya sayangnya dia tak menjaga kerapian setrikaannya, sehingga pelanggan sepertiku yang merasa kesal karena bajunya jadi rusak karena seterika yang terlalu panas memilih mundur.

Ternyata... jika ada kemauan disitu ada jalan. Begitu banyak peluang usaha yang bisa dimanfaatkan karena mengingat makin sempitnya waktu para orang tua yang bekerja. Hanya saja, usaha tak hanya membutuhkan modal semata, tapi juga kemauan untuk memberikan pelayanan dan kepuasan bagi pelanggannya. Tanpa itu semua.., rasanya tinggal menunggu tutup saja.