Rabu, 01 April 2009

Buku dan Toko Buku

Aku sangat suka buku. Sejak kecil aku sudah suka buku. Tapi bedanya dulu aku harus betul-betul memilih buku yang harus aku beli. Kalau untuk buku pelajaran, orang tuaku tak pernah membatasinya. Tapi untuk membeli buku di luar buku-buku pelajaran sekolah, orang tuaku tak akan semudah itu membelikannya untukku. Untuk bisa membeli buku-buku itu seringkali aku harus "berjuang". Aku harus menabung dulu untuk bisa membeli buku yang aku inginkan.

Karena seringkali tak mampu membeli buku-buku yang aku inginkan, orangtuaku memberikan alternatif lain padaku. Mereka mengusulkan padaku untuk meminjam buku pada persewaan buku, yang saat itu belum ada banyak di kotaku. Usul itu tentu saja langung aku setujui. Sehingga, hampir di setiap Sabtu aku berangkat ke persewaan buku untuk meminjam buku.


Sebenarnya aku ingin sekali memiliki sendiri buku-buku yang benar-benar aku suka. Tapi saat itu aku harus puas hanya dengan meminjam lewat persewaan buku. Aku sependapat dengan sebagian besar orang yang mengatakan bahwa harga buku tergolong mahal. Bukan hanya dulu waktu aku kecil, tapi sampai sekarang pun harga buku masih mahal. Harga buku-buku yang ada selama ini tak mampu dijangkau oleh golongan menengah ke bawah. Tentu saja ini dilihat dari sudut pandangku. Mungkin bagi orang lain yang lebih mampu, harga buku-buku yang ada masih sangat terjangkau oleh mereka.

Kondisi yang ada saat ini mengakibatkan banyak sekali anak-anak yang tak mampu membeli buku. Padahal, buku adalah jendela dunia. Dari buku akan banyak sekali ilmu yang didapat. Sayang sekali buku masih berupa barang mewah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Masih banyak dijumpai keadaan dimana uang untuk membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari saja tidak ada. Apalagi untuk membeli buku !!

Aku suka buku dan aku ingin membeli banyak buku. Tapi karena aku menilai harga buku banyak yang masih mahal, maka aku lebih suka membeli buku dengan harga diskon !! Sayang sekali di Madiun tak banyak toko buku yang besar dan lengkap. Kondisi tersebut seringkali membuatku harus minta tolong pada teman yang tinggal di Jakarta / Surabaya untuk membelikan buku untukku.

Tapi tetap saja aku lebih suka membeli buku yang ada diskonnya. Soalnya, dengan diskon yang ada bisa membuatku membeli lebih banyak buku. Makanya, aku dulu seringkali mengangankan di Madiun ada toko buku yang tak segan-segan ngasih diskon !! Aku iri dengan penduduk di kota-kota besar, karena di kota-kota besar seperti itu justru banyak sekali toko buku yang tak segan-segan memberi diskon.

Karena harapan itu lama tak terwujud, makanya aku cari buku diskonan lewat acara-acara pameran buku. Pernah suatu kali di Yogyakarta ada pameran buku yang besar. Kebetulan saat itu ada teman yang sedang ke Yogyakarta. Maka aku tanpa sungkan-sungkan menitipkan padanya daftar buku yang ingin kubeli lewat acara pameran itu. Dan, ternyata tidak mengecewakan karena ternyata diskon yang diberikan rata-rata 15%-25%.

Sayang sekali di Madiun tak pernah ada pameran buku. Makanya waktu Ponorogo mengadakan pameran buku, aku segera berangkat ke Ponorogo. Dan, tentu saja seperti biasa aku lapar mata. Apalagi melihat buku-buku yang semuanya sudah didiskon.

Lebih senang lagi waktu di Madiun akhirnya digelar acara Pameran Buku. Kegiatan ini bekerja sama dengan Gramedia. Dan sebagaimana pameran buku pada umumnya, buku-buku yang dijual sebagian besar sudah didiskon. Tentu saja kebiasaan buruk lapar mata berlangsung lagi.

Tapi tentu saja dari satu pameran ke pameran lain kurang memuaskan. Karena kegiatan pameran biasanya hanya berlangsung 7-10 hari. Setelah itu...., kemana lagi aku harus cari buku diskon ?? Maka, aku kembali merasa iri dengan kota-kota besar yang punya toko buku diskon (bahkan bukan hanay 1 toko buku, tapi beberapa toko buku sekaligus!).

Tapi ternyata kesabaran itu ada ujungnya juga. Karena kini di Kota Madiun sudah berdiri Toko Buku Toga Mas !! Asyiik... Aku senang sekali. Walaupun tentu saja buku-bukunya tidak selengkap dengan yang di kota-kota besar, tapi bagiku itu sudah kebih dari cukup. Apalagi pihak pengelola Toga Mas yang di Madiun sudah menyatakan kesediaan untuk mencarikan buku-buku sesuai dengan pesanan. Na na na..., asyik bukan ??

Kini dengan keberadaan Toga Mas di Kota Madiun membuatku makin semangat lagi. Aku tak perlu pusing-pusing lagi mencari buku yang aku inginkan. Aku tak perlu lagi nitip untuk beli buku kepada teman-temanku yang ada di kota-kota besar. Dan yang jelas..., buku-bukunya ada diskonnya !! Walau diskonnya juga tak banyak, tapi tetap aja membuatku seneng...

Kesannya aku perhitungan banget ya untuk beli buku ?? Hehehe, biarin saja. Pokoknya kalau bisa beli yang ada diskonnya, why not ?!? Baru deh kalau ternyata harus beli buku yang tak ada diskonnya, maka dengan terpaksa (hehehe...) toh buku tetap aku beli juga. Soalnya kalau sudah naksir suatu buku, apapun yang terjadi tetap nekad dibeli juga.

Jadi intinya, kesukaanku akan buku akan lebih tersalurkan karena sekarang di Kota Madiun sudah ada Toko Buku Toga Mas yang rela memberikan diskon untuk buku-buku yang dijualnya. Tepuk tangan......


Buku dan Toko Buku

Aku sangat suka buku. Sejak kecil aku sudah suka buku. Tapi bedanya dulu aku harus betul-betul memilih buku yang harus aku beli. Kalau untuk buku pelajaran, orang tuaku tak pernah membatasinya. Tapi untuk membeli buku di luar buku-buku pelajaran sekolah, orang tuaku tak akan semudah itu membelikannya untukku. Untuk bisa membeli buku-buku itu seringkali aku harus "berjuang". Aku harus menabung dulu untuk bisa membeli buku yang aku inginkan.

Karena seringkali tak mampu membeli buku-buku yang aku inginkan, orangtuaku memberikan alternatif lain padaku. Mereka mengusulkan padaku untuk meminjam buku pada persewaan buku, yang saat itu belum ada banyak di kotaku. Usul itu tentu saja langung aku setujui. Sehingga, hampir di setiap Sabtu aku berangkat ke persewaan buku untuk meminjam buku.


Sebenarnya aku ingin sekali memiliki sendiri buku-buku yang benar-benar aku suka. Tapi saat itu aku harus puas hanya dengan meminjam lewat persewaan buku. Aku sependapat dengan sebagian besar orang yang mengatakan bahwa harga buku tergolong mahal. Bukan hanya dulu waktu aku kecil, tapi sampai sekarang pun harga buku masih mahal. Harga buku-buku yang ada selama ini tak mampu dijangkau oleh golongan menengah ke bawah. Tentu saja ini dilihat dari sudut pandangku. Mungkin bagi orang lain yang lebih mampu, harga buku-buku yang ada masih sangat terjangkau oleh mereka.

Kondisi yang ada saat ini mengakibatkan banyak sekali anak-anak yang tak mampu membeli buku. Padahal, buku adalah jendela dunia. Dari buku akan banyak sekali ilmu yang didapat. Sayang sekali buku masih berupa barang mewah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Masih banyak dijumpai keadaan dimana uang untuk membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari saja tidak ada. Apalagi untuk membeli buku !!

Aku suka buku dan aku ingin membeli banyak buku. Tapi karena aku menilai harga buku banyak yang masih mahal, maka aku lebih suka membeli buku dengan harga diskon !! Sayang sekali di Madiun tak banyak toko buku yang besar dan lengkap. Kondisi tersebut seringkali membuatku harus minta tolong pada teman yang tinggal di Jakarta / Surabaya untuk membelikan buku untukku.

Tapi tetap saja aku lebih suka membeli buku yang ada diskonnya. Soalnya, dengan diskon yang ada bisa membuatku membeli lebih banyak buku. Makanya, aku dulu seringkali mengangankan di Madiun ada toko buku yang tak segan-segan ngasih diskon !! Aku iri dengan penduduk di kota-kota besar, karena di kota-kota besar seperti itu justru banyak sekali toko buku yang tak segan-segan memberi diskon.

Karena harapan itu lama tak terwujud, makanya aku cari buku diskonan lewat acara-acara pameran buku. Pernah suatu kali di Yogyakarta ada pameran buku yang besar. Kebetulan saat itu ada teman yang sedang ke Yogyakarta. Maka aku tanpa sungkan-sungkan menitipkan padanya daftar buku yang ingin kubeli lewat acara pameran itu. Dan, ternyata tidak mengecewakan karena ternyata diskon yang diberikan rata-rata 15%-25%.

Sayang sekali di Madiun tak pernah ada pameran buku. Makanya waktu Ponorogo mengadakan pameran buku, aku segera berangkat ke Ponorogo. Dan, tentu saja seperti biasa aku lapar mata. Apalagi melihat buku-buku yang semuanya sudah didiskon.

Lebih senang lagi waktu di Madiun akhirnya digelar acara Pameran Buku. Kegiatan ini bekerja sama dengan Gramedia. Dan sebagaimana pameran buku pada umumnya, buku-buku yang dijual sebagian besar sudah didiskon. Tentu saja kebiasaan buruk lapar mata berlangsung lagi.

Tapi tentu saja dari satu pameran ke pameran lain kurang memuaskan. Karena kegiatan pameran biasanya hanya berlangsung 7-10 hari. Setelah itu...., kemana lagi aku harus cari buku diskon ?? Maka, aku kembali merasa iri dengan kota-kota besar yang punya toko buku diskon (bahkan bukan hanay 1 toko buku, tapi beberapa toko buku sekaligus!).

Tapi ternyata kesabaran itu ada ujungnya juga. Karena kini di Kota Madiun sudah berdiri Toko Buku Toga Mas !! Asyiik... Aku senang sekali. Walaupun tentu saja buku-bukunya tidak selengkap dengan yang di kota-kota besar, tapi bagiku itu sudah kebih dari cukup. Apalagi pihak pengelola Toga Mas yang di Madiun sudah menyatakan kesediaan untuk mencarikan buku-buku sesuai dengan pesanan. Na na na..., asyik bukan ??

Kini dengan keberadaan Toga Mas di Kota Madiun membuatku makin semangat lagi. Aku tak perlu pusing-pusing lagi mencari buku yang aku inginkan. Aku tak perlu lagi nitip untuk beli buku kepada teman-temanku yang ada di kota-kota besar. Dan yang jelas..., buku-bukunya ada diskonnya !! Walau diskonnya juga tak banyak, tapi tetap aja membuatku seneng...

Kesannya aku perhitungan banget ya untuk beli buku ?? Hehehe, biarin saja. Pokoknya kalau bisa beli yang ada diskonnya, why not ?!? Baru deh kalau ternyata harus beli buku yang tak ada diskonnya, maka dengan terpaksa (hehehe...) toh buku tetap aku beli juga. Soalnya kalau sudah naksir suatu buku, apapun yang terjadi tetap nekad dibeli juga.

Jadi intinya, kesukaanku akan buku akan lebih tersalurkan karena sekarang di Kota Madiun sudah ada Toko Buku Toga Mas yang rela memberikan diskon untuk buku-buku yang dijualnya. Tepuk tangan......


Selasa, 31 Maret 2009

Akhir bulan penuh berkah

Cepet sekali waktu berlalu. Rasanya baru beberapa hari yang lalu memasuki tahun 2009. Sekarang udah di penghujung bulan Maret. Duh..., tak terasa waktu berlari sedemikian cepat. Walau rasanya aku sudah berlari ekstra cepat, tetap saja waktu tak mampu kukejar.

Kini, aku mencoba untuk merenungi perjalanan yang aku jalani 3 bulan terakhir ini. Menghitung satu per satu nikmat yang aku dapatkan, sampai tak cukup waktu bagiku menghitung semuanya. Ternyata, sudah banyak sekali dan bahkan tak terhitung berkah yang aku terima. Alhamdulillah....


Apalagi di bulan Maret ini. Rasanya makin tak mampu aku menyimpan rasa senang dan bahagia yang ada di hati. Begitu banyak hal yang mampu membuatku mengucap rasa syukur. Bukan saja dari hal-hal yang besar, tapi juga dari hal-hal yang kecil. Sungguh, aku sudah tak mampu lagi menghitung banyaknya kebahagian yang diberikan-Nya padaku.

Bulan Maret ini tim kerjaku yang baru rasanya semakin solid. Aku merasakan rasa nyaman dalam bekerja bersama tim. Semula kubayangkan akan sulit untuk membangun kekompakan dengan anggota tim yang baru ini. Tapi ternyata, semua berjalan lancar dan menyenangkan. Sehingga pekerjaanku di kantor dapat berjalan dengan lancar pula.

Akhir-akhir ini pekerjaan kantorku makin padat saja. Begitu banyak hal yang harus dikerjakan dalam tenggang waktu yang sangat singkat, malah ada yang dalam waktu bersamaan. Untungnya dengan dukungan dan bantuan teman-teman, tugas-tugas itu dapat terselesaikan juga.

Shasa membawa banyak kabar gembira untukku, khususnya di Bulan Maret ini. Banyak sekali perkembangan yang telah dilaluinya. Walau terkadang Shasa masih menunjukkan kemanjaannya (maklum, so far dia masih jadi anak tunggal), tapi Shasa sudah makin mampu mengontrol emosinya. Perkembangan Shasa di sekolah juga bagus. Walaupun seperti biasa, aku tak berani memasang target untuknya (mengingat kesibukannya), tapi ternyata Shasa mampu juga berprestasi.

Di akhir bulan Maret ini, suamiku mendapatkan kenaikan pangkat. Alhamdulillah. Siapa sih yang menolak mendapatkan kabahagiaan seperti ini ?? Sesuatu yang diperjuangkan suamiku selama beberapa waktu, membuahkan hasil juga. Semoga saja, semangat kerja suamiku semakin meningkat setelah mendapatkan kenaikan pangkat ini.

Dalam dunia maya, aku mendapatkan banyak kebahagiaan dari teman-teman sesama blogger. Sebagaimana telah di-klaim beberapa teman blogger bahwa Maret ini adalah Bulan Award. Begitu banyak award yang dihibahkan antar sesama blogger. Award yang bersliweran kesana kemari tanpa henti, terus menerus selama bulan Maret. Luar biasa.

Khusus untuk award, di akhir bulan Maret ini aku masih menerima 2 buah award dari mas Willis Koes. Terimakasih banyak mas Willis. Lucunya, salah satu award dari Mas Willis, yaitu award "I Love Your Blog" sudah pernah aku terima dari Mbak Fanda. Dan Award yang sama itu sekaligus adalah award pertama (dari Mbak Fanda) dan terakhir (dari Mas Willis) yang aku terima di bulan Maret ini. Award dari mas Willis adalah seperti ini :






Mas Willis memilihku untuk mendapatkan award itu dengan alasan blogku informatif sekali. Terima kasih mas Willis atas pujiannya. Tapi sungguh, aku merasa tak pantas mendapat pujian sedemikian tingginya. Aku merasa bahwa apa yang aku catatkan dalam blog-ku ini adalah hal-hal yang biasa saja. Informasi yang aku sampaikan juga tidak terlalu banyak, karena aku lebih banyak bercerita tentang diriku sendiri (narsis dot com).

Yang terakhir, kebahagiaan aku terima juga dari mas Rizal Adha. Secara tak terduga, dia memberiku domain gratis selama 1 tahun. Alasannya memberikan domain gratis padaku adalah sebagai "ganti" award yang kuberikan padanya. Padahal aku sudah sempat menolaknya, karena aku merasa gak "seimbang" aja. Award yang kuberikan padanya kan aku dapatkan gratis dari teman blogger lainya. Sementara dia menggantinya dengan sesuatu yang lebih bernilai. Tapi atas desakannya, akhirnya aku terima juga domain gratis itu. So..., inilah aku dengan domain gratis pemberian itu. Terima kasih banyak untuk mas Adha.

Oh ya ada lagi. Kali ini kebahagiaan itu datang (lagi) dari mas
Willis Koes. Dengan kebaikan hatinya, aku dan Shasa kini mempunyai banner yang keren. Dan secara tak terduga, banner yang dibuat oleh mas Willis untukku sama persis dengan keinginanku selama ini !! Shasa tentu saja lebih gembira, karena dia sama sekali tak menyangka kalau Om Willis ini akan mampir ke blognya dan sekaligus membuatkan banner untuknya. 


Sekali lagi, makasih banyak mas Willis. Jadi, atas semua kebahagiaan, nikmat, berkah, dan sebagainya yang telah aku terima, aku hanya bisa mengucap ribuan kali rasa syukur. Semoga semua yang telah aku terima tak menjadikanku lupa diri. Semoga esok hari lebih baik dari hari ini. Amin.

Sabtu, 28 Maret 2009

Berlibur (Bagian Dua)

Sekarang aku mau melanjutkan catatanku yang terpotong kemarin. Catatan tentang kegiatanku mengisi liburan Nyepi kemarin. Sebelumnya, aku baru sempat mencatatkan acaraku berlibur di Monumen Kresek. Kalau sekarang..., aku ingin melanjutkan catatanku setelah kami meninggalkan monumen itu.

Setelah kami (aku, suami dan Shasa) meninggalkan Monumen Kresek, kami berpindah tempat ke Wana Wisata Grape. Wana artinya hutan. Jadi Wana Wisata kurang lebih artinya wisata di hutan gitu deh hehehehe... Tapi tempat yang kami datangi bukan hutan yang lebat. Tapi, suatu tempat peristirahatan yang berada di dekat hutan.


Wana Wisata Grape ini terletak di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Wisata hutan yang terletak di tepi sungai Catur ini sebenarnya dirancang sebagai tempat wisata keluarga. Sayangnya saat ini kondisinya makin memprihatinkan dan kurang terawat.

Padahal, Wana Wisata Grape ini memiliki potensi untuk menjadi tempat perkemahan dan out bound. Kantorku sendiri sudah beberapa kali melakukan kegiatan out bound di lokasi ini. Sebenarnya tempatnya mengasyikkan, karena dekat dengan sungai, sawah dan hutan, sehingga cocok untuk pengenalan lingkungan alam pada anak-anak.

Saat kami sampai di Grape, keadaannya sama seperti di Monumen Kresek, tempat ini sudah ramai sekali. Ternyata, banyak juga yang berniat mengisi hari libur dengan menikmati sejuknya alam pegunungan.

Kami berjalan-jalan menikmati sejuknya angin dan indahnya pemandangan. Seneng banget rasanya. Shasa dan suamiku sebenarnya pengen banget masuk ke dalam sungai, tapi gak jadi karena jalan menuju sungai lumayan curam. Shasa gak berani, takut kepleset. Selain itu, sudah banyak juga orang yang bermain di sungai. Akhirnya, kami hanya puas melihat orang-orang yang bermain di sungai.














Video Wana Wisata Grape bisa dilihat di sini


Setelah puas di Wana Wisata Grape ini kemudian kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan untuk lebih 'naik' lagi. Melewati hutan-hutan jati yang ada di kanan dan kiri perjalanan sungguh menyenangkan. Jalanan makin lama makin menanjak dan pemandangan makin indah saja. Sampai akhirnya kami sampai ke Bendungan penampungan air PLTA Golang. Sampai di sini kami memutuskan untuk kembali.






Tapi kami tak lantas pulang, karena kemudian mobil kami arahkan ke Desa Kare. Kembali kami melalui jalanan yang menanjak. Di sini kami melelalui hutan jati. Setelah cukup jauh masuk ke Desa Kare, kami memutuskan untuk kembali pulang.

Puas sekali kami hari itu mengisi hari dengan menikmati perjalanan dari desa ke desa di kaki Gunung Wilis yang sejuk. Suasana yang jauh berbeda dengan yang kami hadapi setiap hari di kantor benar-benar membuat kami fresh. Kami siap untuk kembali beraktivitas keesokan harinya.

Aku jadi ingat dengan pelajaran yang aku dapat saat sekolah dulu. Rekreasi memang tidak harus mahal. Melakukan kegiatan yang menyenangkan sudah termasuk rekreasi. Yang penting..., setelah melakukan kegiatan rekreasi kami merasa 'segar' kembali......

Berlibur (Bagian Dua)

Sekarang aku mau melanjutkan catatanku yang terpotong kemarin. Catatan tentang kegiatanku mengisi liburan Nyepi kemarin. Sebelumnya, aku baru sempat mencatatkan acaraku berlibur di Monumen Kresek. Kalau sekarang..., aku ingin melanjutkan catatanku setelah kami meninggalkan monumen itu.

Setelah kami (aku, suami dan Shasa) meninggalkan Monumen Kresek, kami berpindah tempat ke Wana Wisata Grape. Wana artinya hutan. Jadi Wana Wisata kurang lebih artinya wisata di hutan gitu deh hehehehe... Tapi tempat yang kami datangi bukan hutan yang lebat. Tapi, suatu tempat peristirahatan yang berada di dekat hutan.


Wana Wisata Grape ini terletak di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Wisata hutan yang terletak di tepi sungai Catur ini sebenarnya dirancang sebagai tempat wisata keluarga. Sayangnya saat ini kondisinya makin memprihatinkan dan kurang terawat.

Padahal, Wana Wisata Grape ini memiliki potensi untuk menjadi tempat perkemahan dan out bound. Kantorku sendiri sudah beberapa kali melakukan kegiatan out bound di lokasi ini. Sebenarnya tempatnya mengasyikkan, karena dekat dengan sungai, sawah dan hutan, sehingga cocok untuk pengenalan lingkungan alam pada anak-anak.

Saat kami sampai di Grape, keadaannya sama seperti di Monumen Kresek, tempat ini sudah ramai sekali. Ternyata, banyak juga yang berniat mengisi hari libur dengan menikmati sejuknya alam pegunungan.

Kami berjalan-jalan menikmati sejuknya angin dan indahnya pemandangan. Seneng banget rasanya. Shasa dan suamiku sebenarnya pengen banget masuk ke dalam sungai, tapi gak jadi karena jalan menuju sungai lumayan curam. Shasa gak berani, takut kepleset. Selain itu, sudah banyak juga orang yang bermain di sungai. Akhirnya, kami hanya puas melihat orang-orang yang bermain di sungai.














Video Wana Wisata Grape bisa dilihat di sini


Setelah puas di Wana Wisata Grape ini kemudian kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan untuk lebih 'naik' lagi. Melewati hutan-hutan jati yang ada di kanan dan kiri perjalanan sungguh menyenangkan. Jalanan makin lama makin menanjak dan pemandangan makin indah saja. Sampai akhirnya kami sampai ke Bendungan penampungan air PLTA Golang. Sampai di sini kami memutuskan untuk kembali.






Tapi kami tak lantas pulang, karena kemudian mobil kami arahkan ke Desa Kare. Kembali kami melalui jalanan yang menanjak. Di sini kami melelalui hutan jati. Setelah cukup jauh masuk ke Desa Kare, kami memutuskan untuk kembali pulang.

Puas sekali kami hari itu mengisi hari dengan menikmati perjalanan dari desa ke desa di kaki Gunung Wilis yang sejuk. Suasana yang jauh berbeda dengan yang kami hadapi setiap hari di kantor benar-benar membuat kami fresh. Kami siap untuk kembali beraktivitas keesokan harinya.

Aku jadi ingat dengan pelajaran yang aku dapat saat sekolah dulu. Rekreasi memang tidak harus mahal. Melakukan kegiatan yang menyenangkan sudah termasuk rekreasi. Yang penting..., setelah melakukan kegiatan rekreasi kami merasa 'segar' kembali......