Ada yang istimewa pada setiap bulan Desember. Pada setiap akhir tahun, selalu hadir bunga yang istimewa, Bunga Desember. Kehadirannya pada bulan Desember (atau terkadang sudah muncul sejak bulan Nopember).., mungkin itulah yang menyebabkannya diberi nama : Bunga Desember.
Bentuknya unik, terlihat bundar seperti bola berwarna merah menyala. Kalau kita memandangnya dengan seksama, wujud Bunga Desember sebenarnya hanya serupa serabut-serabut lunak dengan ujung bercabang-cabang dan warna putik kuning menyala pada setiap ujungnya.
Kalau pagi itu tak kulihat bunga itu di depan rumahku, nyaris aku lupa bahwa aku 'memilikinya'. Bunga Desember adalah bunga yang memiliki daya tahan hidup luar biasa. Pada bulan-bulan lainnya, keberadaannya seringkali dilupakan orang. Pada saat itu, Bunga Desember hanyalah berupa umbi yang tersembunyi di dalam tanah. Tak peduli walaupun tak ada yang memperhatikan dan merawatnya, umbi Bunga Desember tetap saja bertahan hidup. Sampai akhirnya, tibalah saatnya dia dapat kembali memamerkan hijau daunnya dan merah merona bunganya. Indah...
Melihat kehadiran Bunga Desember yang menyembul di antara hijau dedaunan di depan rumahku beberapa waktu yang lalu, dapat mengembalikan semangatku yang sempat terkikis. Daya tahan dan daya juang Bunga Desember telah menulariku di pagi itu. Warna merahnya mengembalikan lagi keceriaan hari-hariku.
Kehadiran (kembali) Bunga Desember di depan rumahku membuatku termenung sesaat. Andai senantiasa kumiliki semangat dan daya juang sang Bunga Desember, alangkah hebatnya. Andai kumiliki keikhlasan saat dilupakan dan kesetiaan untuk senantiasa hadir pada saatnya, alangkah indahnya. Namun kusadari... aku belumlah sehebat dan seindah Bunga Desember seperti yang kembali hadir di depan rumahku.
Bentuknya unik, terlihat bundar seperti bola berwarna merah menyala. Kalau kita memandangnya dengan seksama, wujud Bunga Desember sebenarnya hanya serupa serabut-serabut lunak dengan ujung bercabang-cabang dan warna putik kuning menyala pada setiap ujungnya.
Kalau pagi itu tak kulihat bunga itu di depan rumahku, nyaris aku lupa bahwa aku 'memilikinya'. Bunga Desember adalah bunga yang memiliki daya tahan hidup luar biasa. Pada bulan-bulan lainnya, keberadaannya seringkali dilupakan orang. Pada saat itu, Bunga Desember hanyalah berupa umbi yang tersembunyi di dalam tanah. Tak peduli walaupun tak ada yang memperhatikan dan merawatnya, umbi Bunga Desember tetap saja bertahan hidup. Sampai akhirnya, tibalah saatnya dia dapat kembali memamerkan hijau daunnya dan merah merona bunganya. Indah...
Melihat kehadiran Bunga Desember yang menyembul di antara hijau dedaunan di depan rumahku beberapa waktu yang lalu, dapat mengembalikan semangatku yang sempat terkikis. Daya tahan dan daya juang Bunga Desember telah menulariku di pagi itu. Warna merahnya mengembalikan lagi keceriaan hari-hariku.
Kehadiran (kembali) Bunga Desember di depan rumahku membuatku termenung sesaat. Andai senantiasa kumiliki semangat dan daya juang sang Bunga Desember, alangkah hebatnya. Andai kumiliki keikhlasan saat dilupakan dan kesetiaan untuk senantiasa hadir pada saatnya, alangkah indahnya. Namun kusadari... aku belumlah sehebat dan seindah Bunga Desember seperti yang kembali hadir di depan rumahku.




