Senin, 05 Juli 2010

Rejeki datang lagi

Alhamdulillah..., aku dapat rejeki lagi. Baru saja kemarin cerita tentang buku gratis..., eh hari ini aku dapat berita gembira kalau aku berhasil memenangkan salah satu novel (dari 3 novel) yang dibagikan oleh Andi dan Riesta. Untungnya aku kebagian novel yang berjudul PS: I Love You. Soalnya Totto Chan aku sudah punya. Sementara kalau dilihat dari covernya sih...  Mates, Dates and Mad Mistakes sepertinya tak semenarik PS: I Love You (pura-pura lupa pepatah : don't judge the book by it's cover... hehehe).

Awalnya aku tak tahu kalau Andi dan Riesta ngadain even bagi-bagi novel itu. Bermula waktu Riesta baca postinganku yang bercerita tentang kegiatan terbaruku berburu buku gratis via twitter, dia berinisiatif memberitahuku tentang even yang mereka selenggarakan. Ditinggalkannya komentar untukku :

Wah,,moga berhasil dg twitternya ya..
Oya,ak jg lg bgi2 novel niy..bka aja blog aku ya..yg ttg song list..
http://dhi2ito.blogspot.com/2010/06/wedding-song-list-plus-hadiah-menarik.html
liat di situ ya mbak...
hadiahnya novel...bukan novel baru siy...

Tentu saja aku langsung meluncur ke tempat Andi dan Riesta. Rupanya, mereka berdua yang akan menikah (88 hari lagi...!) sedang bingung menentukan lagu-lagu yang pas untuk resepsi pernikahan mereka. Mereka lantas minta bantuan temen-temen untuk ikut mencari lagu-lagu yang pas : 2 buah lagu barat dan 3 buah lagu Indonesia.

Sebenarnya sih menentukan lagu yang pas untuk hari spesial seperti itu gampang-gampang susah. Dibilang gampang karena stok lagu romantis banyak banget. Sulitnya..., pemilihan lagu yang pas itu tergantung pada selera masing-masing kan ? So..,  aku maklum sih dengan kebingungan Andi dan Riesta dalam memilih 5 diantara seabreg lagu romantis yang ada.

Tapi.. tergoda dengan iming-iming novel gratis, maka aku pun ikutan juga. Dan... pilihanku jatuh pada lagu-lagu di bawah ini :
- Endless Love (Diana Ross and Lionel Richie)
- I’ve Finally Found Someone (Barbra Streisand and Bryan Adams)
- Cinta Terakhir (Ari Lasso)
- Tercipta Untukku (Ungu)
- Aku Makin Cinta (Vina Panduwinata)

Mungkin lagu-lagu yang kupilih agak sesuai dengan selera mereka ya...? Sehingga aku berhasil mendapatkan 1 buah novel itu. Sekarang sih novelnya belum dikirim... dan seperti biasa, aku tak akan keberatan untuk memamerkannya di sini jika paket itu datang juga.  Untuk sementara aku pajang gambarnya dulu aja ya..? Hehehe...

Sebelumnya... terima kasih banyak untuk Andi dan Riesta.. semoga kelak kalian dapat membina keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Serta dikaruniai buah hati yang sholeh dan sholihah. Amin...

Minggu, 04 Juli 2010

K-Touch E329

Sobat.., heran ya membaca judul postinganku kali ini karena tiba-tiba aku banting stir bicara tentang HP ? Aku bukannya mau nulis tentang spesifikasi K-Touch E329 ataupun mengulas tentang kelebihan dan kekurangan HP keluaran China tersebut. Aku juga tak hendak membandingkannya dengan HP keluaran terbaru lainnya. Sungguh, aku tak punya keahlian di bidang itu.

Lantas..., mengapa judulnya K-Touch E329 ? Mungkin begitu pertanyaan yang muncul dalam benak sobat-sobat semua. Jawabannya adalah... karena Minggu kemarin aku mendapatkan hadiah dari suamiku tercinta sebuah HP K-Touch E329. Cihuy... makasih suamiku sayang.... Love you much... hehehe

Selama ini aku masih setia pada 2 HP jadulku, 1 HP GSM dan 1 HP CDMA. Tapi, aku masih sayang banget pada keduanya dan keukeh tak mau ganti. Meskipun suamiku sudah ganti pakai HP yang bisa untuk akses internet (khususnya facebook hehehe), aku belum tergoda. Meski teman-teman kantorku sudah banyak yang ganti dengan HP qwerty aku tetap masih setia dengan HP jadulku.

Suamiku sudah berulang kali membujukku untuk ganti HP, tapi aku tak mau. Pernah suamiku memberiku HP Samsung (tipenya lupa) yang bisa kupakai untuk akses internet. HPnya bagus dan touchscreen. Awalnya suka juga karena aku bisa akses facebook via HP. Tapi, begitu kucoba akses blog... berat banget loadingnya. Jadi kecewa deh, akhirnya tuh HP aku tinggalkan dan aku kembali pada HP jadulku. Pikirku, kalau hanya untuk SMS dan telpon aja sih HP jadulku juga mampu, hehehe. So, HP Samsung itu kuserahkan  kembali pada suamiku dan aku kembali berselancar di dunia maya dengan kompie-ku (yang sama jadulnya hehehe).

Namun.., belakangan aku sering mengeluh pada suamiku tentang koneksi internet di rumah yang bermasalah. Terkadang lemot banget, tapi terkadang mati total ! Hu uh... sedih banget. Mendengar keluhanku itu, suamiku kembali memberiku HP baru, K-Touch H669 yang qwerty. Tapi... kok aku tak merasa nyaman memakainya, terlebih lagi koneksinya ke internet tidak lancar. Lagi-lagi aku malas memakainya dan kembali pada HP jadulku serta kompie jadulku. Sekali lagi, HP itu aku kembalikan lagi pada suamiku (maaf ya sayang...).

Rupanya, suamiku belum menyerah juga. Tadi pagi dia berhasil menukarkan K-Touch H669 dengan K-Touch E329. HP ini bundling sama smart dengan paket Platinum. Pertama melihatnya aku suka, karena tipis dan tak berat. Kemudian, waktu suamiku memintaku mencoba untuk akses internet (khususnya blog) via HP itu, ternyata lancar. Alhamdulillah senangnya.... Jadi jika koneksi internet di rumah bermasalah lagi, aku tak terlalu risau karena sudah ada K-Touch E329. So, kali ini kuputuskan hadiah dari suamiku tercinta ini aku terima dengan senang hati... Hehehe....

Hanya saja sepertinya aku perlu berguru pada Bang Dinoe nih, agar urusan berselancar di dunia dengan menggunakan HP bisa berjalan lancar. Sudah dulu ah..., aku mau belajar menggunakan HP baruku. Sampai jumpa lagi...

*gambar diculik dari sini*

Sabtu, 03 Juli 2010

Shasa dan Buku

Ayahku mewariskan kecintaan pada buku kepadaku. Dan.. kini aku pun mewariskannya kembali kepada Shasa. Tapi kini sepertinya kondisi berbalik, kedekatan Shasa dengan buku saat ini sudah melampaui aku. Harus ku akui bahwa waktuku untuk membaca buku sekarang kalah jauh dibandingkan Shasa. Jika Shasa bisa tiap hari membaca buku, aku hanya... membaca blog. Hehehe...

Hampir bisa dipastikan, kemanapun pergi Shasa akan membawa buku. Hal itu dilakukan atas inisiatifnya sendiri mungkin karena melihatku yang juga membawa buku (meski tidak selalu) jika bepergian. Memang, sudah beberapa tahun terakhir, hobby membaca Shasa meningkat drastis. Awalnya dia suka membaca komik, tapi sekarang Shasa lebih suka membaca novel anak-anak.

Setiap pagi, saat aku terbangun dan menengok Shasa di kamarnya, hampir bisa dipastikan bahwa dia sudah bangun. Bahkan, sepagi itu dia sudah dalam posisi tengkurap di kasurnya... membaca buku. Shasa memang lebih suka membaca buku dalam posisi tengkurap seperti itu. Sebenarnya sih Ayahnya kurang suka jika Shasa membaca di kamar, tapi ternyata kegemaran Shasa itu sulit untuk dirubah sampai sekarang.

Gaya Shasa saat membaca

Begitulah... kegiatan membaca Shasa lebih berpusat di kamarnya. Saat bangun tidur atau sebelum tidur Shasa selalu membaca buku. Jadi sudah menjadi pemandangan yang biasa jika di tempat tidur Shasa bahkan di lantai kamar Shasa berserakan buku-buku yang telah dan hendak dibacanya. Terkadang, aku gemas sekali karena buku-bukunya berserakan dimana-mana. Shasa masih belum bisa tertib mengembalikan buku-buku itu di dalam rak sehingga aku harus sering-sering mengingatkannya.

Sama sepertiku, jika sedang tenggelam dengan buku, Shasa biasanya tak mau diganggu. Bahkan terkadang sering tidak mendengar kalau dipanggil. Kalau sudah begitu, suamiku pasti akan dengan jenaka berkata, "kalau sudah pegang buku persis ibunya. Gak mau diganggu !" hehehe. Bahkan, untuk disuruh mandi pun seringkali Shasa masih menjawab "nanti... nanti..." karena mau menyelesaikan dulu buku yang dibacanya. Kalau dipaksa, dia akan menjawab "bentar to Ma.., tinggal 1 halaman nih". Tapi 1 halaman kok gak selesai-selesai ya...?

Aku tentu saja senang melihat kecintaan Shasa pada buku. Di saat orang tua yang lain sibuk menumbuhkan minat baca pada anaknya, aku justru tak perlu repot-repot melakukannya. Melihat kecintaannya pada buku, aku pun semangat sekali membelikan buku untuknya. Bahkan jika bepergian ke luar kota, aku cenderung membelikan oleh-oleh buku untuk Shasa.

Yaa.. begitulah suka dukanya punya anak yang gemar membaca seperti Shasa. Tapi... bagaimanapun juga aku bersyukur sekali karena Shasa sangat gemar membaca.

Jumat, 02 Juli 2010

Buku gratis lagi....

Aku sudah pernah cerita bukan kalau aku sedang senang berburu buku gratis ? Sudah banyak even yang aku ikuti dalam rangka mengejar buku gratis itu, dan selama ini aku sudah 2 kali beruntung mendapatkannya (lewat review blog Vixxio dan Blognya mbak Fanny). Dan... aku sekarang sedang happy banget nih karena berhasil lagi memenangkan buku gratis pada 2 kesempatan. Yang pertama lewat jejaring sosial yaitu Twitter dan yang kedua lewat blog.

Buku yang kudapatkan dari twitter berasal dari Penerbit Asma Nadia yang kala itu membuat quiz. Yang bisa menjawab quiz itu dengan benar, akan mendapatkan hadiah buku. Tapi.., buku apa yang dihadiahkan, aku juga belum tahu, karena memang tidak disebutkan pada saat quiz diadakan.

Yang kedua, buku gratis yang aku dapatkan dari blognya Eka Situmorang. Cerita Eka beberapa saat yang lalu memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk menuliskan komentar tentang buku kenangan masa kecil. Nah, satu komentar yang dianggapnya paling menarik sekaligus nyambung dengan isi artikelnya berhak mendapatkan 2 buah buku. Satu buku untuk pengobat rindu masa kecil, yaitu Petualangan Lima Sekawan, no.8 Nyaris Terjebak. Dan satu buku lagi adalah novel keren berjudul Iluminasi lengkap dengan tanda tangan mbak Lisa Febriyanti.

Keberhasilanku berburu buku gratis itu membuatku makin semangat saja untuk berburu lagi (maunya yang gratisan melulu hehehe). Tentu saja dengan harapan aku dapat lagi buku gratis itu. Ayo... buat sobat semua, jika ingin mendapatkan buku gratis juga... ikuti kenekadanku ikut bermacam-macam even yang berhadiah buku. Buku yang diperoleh belum tentu buku baru lho.. tapi bagiku tak mengurangi kebahagiaanku. Toh apa yang tertulis di buku itu tak akan basi. Iya kan ? Hehehe... Nah.., aku sedang harap-harap cemas menunggu kedatangan kedua paket hadiahku itu. Insya Allah kalau hadiah itu aku terima... aku akan dengan senang hati memajangnya disini.

Kamis, 01 Juli 2010

Siapa yang harus merasa sungkan..?

Makin hari kita makin 'familiar' dengan istilah perselingkuhan. Hal ini membuatku bertanya-tanya, mengapa perselingkuhan itu kian hari kian 'marak' saja..? Apakah kita sebagai bagian dari masyarakat terlalu permisif atas hal itu ? Apakah tidak ada sanksi sosial yang mampu membuat pelakunya jera untuk melakukan hal yang sama ? Apakah yang harus kita lakukan dalam menghadapi orang-orang yang ketahuan berselingkuh ?

Beberapa bulan terakhir, aku juga makin 'dekat' dengan perselingkuhan itu. Kasus perselingkuhan makin sering saja mampir di mejaku untuk diselesaikan. Sebagian besar, kasus perselingkuhan itu terjadi di tempat kerja dengan sesama rekan kerja. Mungkin karena intensitas pertemuan yang tinggi dan kesempatan untuk bersama sangat besar menjadi 'peluang' munculnya perselingkuhan itu. Setelah dipelajari lebih lanjut, ternyata mayoritas penyebab terjadinya perselingkuhan itu adalah akibat 'curhat' masalah rumah tangga. Kisah rumah tangga yang mengharukan seringkali berhasil memancing rasa iba dan simpati dan... ujung-ujungnya berubah menjadi rasa cinta.

Aku pernah mendengar sebuah kisah perselingkuhan yang terjadi di suatu instansi, antara seorang wanita yang sudah menikah dengan seorang jejaka. Kebetulan, mereka berada dalam satu divisi yang sama. Hubungan mereka yang bermula dari sekedar pertemanan berkembang ke arah hubungan percintaan. Semula, mereka berusaha untuk menyembunyikan hal itu dari rekan-rekan kerja yang lain. Namun, sebagaimana umumnya menyembunyikan bangkai, maka 'bau busuk' itu pun tercium juga.

Semenjak hubungan itu diketahui oleh rekan kerja yang lainnya, perubahan terjadi. Sayangnya perubahan itu bukan mengarah ke pemutusan hubungan, namun sebaliknya, mereka tak malu-malu lagi mempertontonkan kemesraan itu di hadapan rekan-rekan kerjanya. Mereka tak lagi sungkan untuk saling menatap dengan mesra ataupun bergandengan tangan. Bahkan, saat berboncengan sepeda motor, sang wanita tak lagi sungkan melingkarkan lengannya di pinggang sang jejaka.

Ketika mereka berdua sedang ada dalam satu ruangan, dan mereka berdua mulai menunjukkan kemesraan, lucunya (atau lebih tepat anehnya)... satu per satu rekan kerjanya akan keluar dari ruangan itu. Semua rekan kerja memilih keluar dari ruangan itu karena merasa sungkan melihat dua orang itu mengumbar kemesraan di depan mereka. Anehnya lagi, tak ada yang berani menegur kedua orang itu saat mereka tak sungkan mengumbar kemesraan di depan orang lain.

Jadi, siapa yang seharusnya merasa sungkan ? Apakah kedua sejoli yang sedang jatuh cinta tapi salah jalan itu ? Apakah rekan-rekan kerjanya yang memilih menyingkir setiap kali kedua sejoli itu mulai bermesraan ? Apakah sikap menyingkir dari rekan kerja kedua sejoli itu merupakan wujud permisif atas perselingkuhan yang terjadi di lingkungan mereka ? Apakah rekan-rekan kerja kedua sejoli itu memilih untuk tidak usil karena tidak mau campur dan tidak peduli dengan urusan orang lain ?

Jika sobat berada pada posisi rekan kerja kedua sejoli itu, sikap apa yang akan sobat ambil ?


* postingan ini dibuat atas 'todongan' mas Trimatra untuk memeriahkan hajatan postingan bersama yang mengambil tema Moralitas dan Budaya.
** gambar diculik dari sini.