Sabtu, 17 Juli 2010

Pawai Rojabiyah 1431 H

Pada hari Sabtu tanggal 10 Juli 2010 yang lalu, sekolah Shasa mengikuti pawai dalam rangka memperingati Rojabiyah 1431 H. Pesertanya antara lain adalah dari siswa-siswa sekolah TK dan SD serta beberapa TPA yang ada di Kota Madiun. Dan keikutsertaan sekolah Shasa kali ini kembali dengan mengirimkan tim drumband-nya.

Tepat pukul 06.30 kami berangkat mengantarkan Shasa ke alun-alun kota. Ternyata alun-alun sudah ramai oleh beberapa peserta pawai. Kami sempat bingung mencari kelompok drumband sekolah Shasa. Setelah mengitari alun-alun sampai 2 kali, akhirnya kami dapat menemukan guru Shasa. Rupanya, teman-teman Shasa baru 2 orang yang datang. Pantas saja, kami kesulitan menemukannya.

Ternyata peserta pawai kali ini tidak banyak. Mungkin karena bertepatan dengan liburan sekolah, sehingga banyak sekolah yang tak dapat mengikuti karena siswa-siswanya masih berlibur di luar kota. Atau mungkin juga karena kurangnya publikasi sehingga tak banyak peserta yang mendaftar. Total peserta pawai tak sampai 50 kelompok (baik dari sekolah maupun dari TPA).

Sayangnya, anggota drumband Shasa kali ini tidak hadir tepat waktu. Padahal undangan yang diberikan pihak sekolah kepada seluruh anggota drumband sudah menyebutkan bahwa peserta diharap sudah berkumpul di alun-alun pada pukul 07.00. Namun, sampai waktu yang ditentukan, yang terkumpul baru sekitar 1/3 peserta drumband.

Baru kurang lebih pukul 07.30 kelompok drumband sekolah Shasa siap untuk berpawai. Itu saja ada kurang lebih 4-5 anak yang tidak hadir, karena mungkin masih berlibur di kota lain. Akhirnya, setelah menunggu cukup lama seluruh anggota tim drumband siap dan tim drumband sekolah Shasa dapat beraksi kembali.

Sayangnya, pawai Rojabiyah  kali ini dapat dikatakan kurang sukses. Mungkin karena publikasi kepada masyarakat sangat kurang, maka sepanjang jalan yang dilewati peserta pawai, tak banyak penontonnya. Bahkan bisa dikatakan, hampir tak ada penonton yang sengaja datang untuk menonton. Seolah-olah peserta pawai itu menghibur orang-orang yang kebetulan lalu lalang di jalan yang dilewati pawai. Sepinya penonton membuat peserta pawai jadi kurang bersemangat dalam mengikuti pawai kali ini.

Selain itu, jalan-jalan yang dilewati tidak ditutup dari kendaraan umum. Sehingga, peserta pawai terganggu dengan kendaraan yang lalu lalang di jalan-jalan yang mereka lewati. Bahkan, saat hampir mencapai finish, kemacetan terjadi. Maklum saja, garis finishnya adalah di sebuah jalan protokol di kota kami dan tidak ditutup dari kendaraan umum. Berita yang aku dengar, bahwa pihak penyelenggara belum mengadakan koordinasi sebelumnya dengan pihak-pihak terkait tentang penutupan jalan-jalan itu.

Yah, setidaknya dalam pawai kali ini Shasa belajar tentang arti kebersamaan dan kekompakan dalam suatu kelompok. Karena kurang tertibnya anggota kelompok drumband sekolah Shasa mengganggu anggota lain yang telah tertib datang sesuai dengan ketentuan. Tanpa anggota yang lengkap, maka kelompok drumband itu tak akan bisa jalan. Sebagus apapun Shasa dalam memainkan alat musiknya, tapi tanpa dukungan dari anggota kelompok yang lain maka penampilan Shasa tak akan bisa dibilang bagus.

Jumat, 16 Juli 2010

Dinas dan Jalan-jalan

Semenjak kurang lebih setahun terakhir ini, aku sering melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Baik itu dengan menggunakan kendaraan dinas, kereta api ataupun pesawat. Hal itu berbeda sekali dengan tahun-tahun sebelumnya. Dulu, bisa dikatakan aku jarang sekali  melakukan perjalanan dinas ke luar kota.

Memang di satu sisi acara dinas ke luar kota itu melelahkan, khususnya kalau dinas ke Jakarta. Sebagai gambaran, biasanya kami berangkat dari Madiun dengan menggunakan kereta api (misalkan) pada hari Selasa malam dan akan sampai ke Jakarta pada Rabu pagi. Pada hari Rabu itu, seharian kami menyelesaikan segala urusan di Jakarta. Sorenya, setelah semua pekerjaan selesai, kami langsung pulang lagi dengan menggunakan kereta api lagi. Kamis pagi, kami akan sampai kembali ke Madiun dan... pagi itu juga kami sudah masuk kantor kembali.

Kalau perjalanan dinas ke Surabaya, Malang dan sekitarnya sih tidak terlalu melelahkan, karena jarak tempuh yang tidak terlalu jauh. Namun, pada akhirnya aku bisa menikmati acara dinas plus jalan-jalan itu. Yah, hitung-hitung bisa sebagai sarana refreshingku. Seperti saat aku dinas ke Jakarta beberapa bulan yang lalu. Karena pekerjaan yang harus kuselesaikan di Jakarta cepat selesai, padahal jadwal kereta api-ku masih sangat lama, akhirnya aku putuskan untuk jalan-jalan ke Monas. Atau saat aku ke Surabaya dan urusan dinas juga selesai sangat cepat, maka aku dan teman-teman memutuskan untuk ke Jembatan Suramadu. Maklum, sejak jembatan itu diresmikan, kami belum pernah ke Jembatan Suramadu.

saat aku dan teman2 mampir ke Jembatan Suramadu

Sebenarnya ada keuntungan juga yang kudapatkan dari dinas ke luar kota itu. Seperti jika kota atau tempat  aku berdinas itu belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Seperti acara dinasku ke Makasar Kamis dan Jumat ini. Bahkan, karena dinas jualah aku bisa menikmati perjalanan dengan pesawat terbang. Mungkin bila bukan karena acara dinas, sampai sekarang aku belum sempat naik pesawat terbang hehehe....

Yah begitulah, meskipun dinas keluar kota itu melelahkan... tapi aku mencoba menikmatinya dan menganggapnya sebagai sarana bagiku keluar dari rutinitas pekerjaanku sehari-hari. Dengan begitu, aku tetap bisa bahagia.. (^_^) Setuju kan...?


Kamis, 15 Juli 2010

Mutasi lagi

Beberapa waktu yang lalu, sempat tersiar kabar (yang entah dari mana sumbernya) bahwa mungkin aku akan dialihtugaskan lagi. Tentu saja mengagetkanku karena sebelumnya aku tak berpikir akan dialihtugaskan lagi secepat ini. Selain itu, kabar itu juga membuat aku sedih. Entah mengapa, rasanya aku berat banget meninggalkan teman-temanku dan kekompakan yang telah aku bangun dengan susah payah itu.

Memang aku sadari, sebagai PNS aku harus siap ditempatkan dimana saja. Aku tak akan mungkin mengelak dari tugas yang dibebankan kepadaku. Apalagi selama ini rotasi adalah hal biasa bagi PNS sepertiku. Semua itu sebenarnya sudah aku sadari, tapi yang namanya perasaan sedih tetap saja muncul di hati saat tahu bahwa aku akan dialihtugaskan.

Sementara itu di sisi lain terbersit juga rasa senang. Rasa itu muncul karena aku merasa berkesempatan untuk mengembangkan diri dan menangani tugas-tugas baru lagi. Bertemu dengan pekerjaan dan tantangan baru lagi. Tapi, yang terutama karena.... beban pekerjaan yang kabarnya akan diserahkan padaku nanti tak sekompleks pekerjaan yang sekarang aku tangani. Terus terang saja, selama ini pekerjaan yang aku tangani sangat berat beban dan resikonya. Hanya berkat dukungan keluarga dan anggota timku maka semua dapat aku jalani dengan ringan.

Semakin hari kabar itu kian santer saja terdengar. Dan yang mengejutkan aku adalah beberapa anggota tim-ku menunjukkan kegelisahan yang sama denganku. Rupanya kabar itu tak hanya mempengaruhiku namun juga anggota tim-ku. Beberapa diantaranya bahkan sempat berharap kabar itu tak benar. Hatiku pun terbagi, antara siap dan tak siap untuk dialihtugaskan lagi saat ini.

Dan, kemarin (14 Juli 2010) siang jam 14.00 WIB dilaksanakan alih tugas beberapa pegawai. Dan... ternyata kabar itu benar, aku pun termasuk salah satu yang dialihtugaskan itu. Keberangkatanku ke Makasar kali ini adalah tugas terakhir yang aku jalani di bidangku yang lama. Pulang dari Makasar nanti, mulai minggu depan aku sudah menempati posisi yang baru dan menjalani pekerjaan baru.

Ternyata alih tugasku kali ini disambut gembira oleh suami dan orang tuaku. Maklum saja, selama ini suami dan orang tuaku menilai beban dan resiko pekerjaan yang aku tangani selama ini sangat berat. Sehingga, begitu mengetahui aku dialihtugaskan mereka tampak bahagia dan lega. Walaupun selama ini mereka mendukungku, tapi ternyata diam-diam mereka mengkhawatirkan aku.

Sobat, bantu aku dengan doa ya agar aku dapat menjalankan tugas dan kewajibanku di tempat baru dengan baik. Terima kasih.

Rabu, 14 Juli 2010

Rencanaku

Beberapa hari terakhir ini, aku agak kerepotan membagi waktu. Kebetulan akhir-akhir ini aku sedang banyak acara, sehingga waktuku di rumah jadi kian pendek saja. Imbasnya tentu saja, waktuku untuk blogging jadi berkurang. Jadi, maaf jika ternyata ada sebagian sahabat-sahabat yang sudah mampir ke rumah mayaku ini tapi belum sempat aku kunjungi balik ya..? Itu semua bukan karena faktor kesengajaan dariku lho....

Salah satu penyebab aku belum sempat berkunjung balik adalah karena koneksi internet yang lola banget. Selain itu, sejak komentar-komentar menghilang beberapa waktu lalu aku repot menelusuri komentar-komentar mana yang belum aku balas. Dan yang pasti, aku akhir-akhir ini sedikit kelelahan sehingga tak kuat menahan kantuk dan memilih tidur lebih awal.

Kegiatan bloggingku selama ini tentu saja untuk menyiapkan bahan postingan dan setelah itu aku berusaha berkunjung balik kepada siapa saja yang sudah mampir kesini. Setelah itu semua beres, jika ada waktu aku akan usahakan untuk mengunjungi sahabat-sahabat yang belum sempat mampir ke rumahku. Supaya silaturahmi tetap terjaga.

Ohya, mulai hari Kamis (dan mungkin) sampai Sabtu, aku pamit tak bisa blogwalking ya. Karena Kamis dan Jumat aku mengikuti acara sosialiasi yang diselenggarakan di Makasar. Rencananya, aku akan berangkat dari Madiun ke Surabaya pada pukul 03.00 WIB karena pesawat yang akan kami tumpangi berangkat pada pukul 09.00 WIB. Acara di Makasar dimulai pada pukul 13.00 WITA siang dan akan berakhir pada pada hari Jum'at pukul 10.30 WITA. Sementara pesawat yang akan membawa kami kembali ke Surabaya pada pukul 17.15 WITA.

Sementara hari Sabtu aku seharian berada di rumah orang tuaku karena ada acara keluarga di sana. Itu sebabnya, beberapa hari ini aku menyiapkan postingan terjadwal untuk hari Kamis sampai Sabtu. Insya Allah, Sabtu malam aku baru bisa berkunjung balik ke rumah sahabat semua dan semoga aku bisa membawa cerita oleh-oleh perjalananku ke Makasar.

OK... tunggu kunjungan balasanku pada Sabtu atau Minggu depan ya...?

Selasa, 13 Juli 2010

Permulaan kelas 5

Ini adalah hari kedua Shasa duduk di kelas 5. Kemarin, di hari pertamanya masuk sekolah lagi setelah 2 minggu libur, Shasa minta diantarkan pagi-pagi. Alasannya dia ingin mendapatkan tempat duduk paling depan dan Shasa tak ingin keduluan teman lainnya. Akhirnya, jam 6 pagi kami berangkat mengantarkan Shasa ke sekolahnya.

Sesampai di sekolah, ternyata sudah lumayan ramai. Rupanya, anak-anak itu memang bersemangat mencari tempat duduk di tengah depan, karena dianggap paling strategis (padahal jaman kuliah dulu tempat duduk yang strategis tuh yang di belakang ya ? hehehe). Ternyata, dua baris bangku depan yang di tengah sudah ada yang menempati. Akhirnya, Shasa memilih duduk di baris paling kanan. Untungnya, masih dapat pada deret pertama.

Di hari pertamanya di kelas 5 itu, Shasa bersemangat sekali. Segala persiapannya untuk ke sekolah sudah ditatanya jauh-jauh hari. Hari Minggu kemarin pun aku sudah sibuk membantu Shasa menyampul semua buku-buku tulis barunya. Sedangkan buku-buku pelajaran baru akan dimiliki seminggu kemudian.

Di hari pertamanya di kelas 5 itu, pelajaran belum dimulai dan Shasa diajari baris berbaris oleh gurunya. Pulangnya pun juga sudah siang, jam 11. Padahal biasanya di minggu pertama sekolah, pulangnya lebih awal, kurang lebih jam 9. Tapi ternyata di kelas 5 ini lain....

Ya, Shasa sudah kelas 5 SD sekarang. Ya Allah, betapa cepatnya waktu berlalu. Rasanya baru beberapa tahun yang lalu Shasa aku daftarkan ke Play Group di saat usianya menjelang 4 tahun. Sekarang dia sudah duduk di kelas 5 SD. Tinggi tubuhnya sudah hampir sama denganku bahkan berat tubuhnya hanya berselisih beberapa kg saja denganku.

Putri kecilku yang dulu kutimang dengan kedua tanganku, kini sudah tumbuh dengan cepatnya. Putri kecilku sudah tumbuh makin besar sekarang. Mengamati perkembangannya aku masih sering tak percaya betapa sebenarnya masa lalu telah tertinggal jauh di belakang.

Di permulaan kelas 5 SD ini aku merindukan tingkah polah lucunya dulu. Di permulaan kelas 5 SD ini aku merindukan celotehnya yang khas kanak-kanak dan menggemaskan. Semoga di permulaan kelas 5 SD ini, Shasa dapat makin mengobarkan semangatnya dalam menuntut ilmu yang setinggi-tingginya. Semoga di permulaan kelas 5 SD ini, Shasa dapat makin merindukanNya dalam setiap langkahnya.

Ya Allah..., kutitipkan buah hatiku padaMu, karena aku tak bisa selalu mendampingi setiap langkahnya. Ku tak mampu menjaganya sepenuh hariku, seperti Engkau menjaganya. Ya Allah, berikan segala yang terbaik untuknya karena tak sepantasnya kekurangan dan keburukan kami menghalangi kebahagiaan yang menjadi haknya. Ya Allah, ku hanya mampu memberikan segala yang aku bisa untuk bekal hidupnya nanti, dan  semoga semuanya menjadi berkah baginya. Amin.