Kamis, 22 Juli 2010

Yang membuatku kangen

Ada yang membuatku kangen setiap kali bepergian jauh dari rumah, apalagi jika (terpaksa) harus menginap. Yang pertama tentu saja Shasa, anakku tercinta. Setiap kali pergi jauh darinya, wajah dan senyumnya selalu terbayang. Aku tak akan tenang bepergian jika selama aku pergi Shasa menelpon atau SMS untuk mengatakan rasa kangennya atau menceritakan kesedihannya hari itu. Soalnya, saat aku mengetahui Shasa kangen padaku atau sedang sedih, yang terbayang adalah wajahnya yang menjadi sendu dan bibirnya yang manyun. Mengingat itu... membuatku ingin berlari pulang dan segera memeluknya.

Aku justru akan merasa tenang jika Shasa telpon atau SMS untuk cerita sesuatu yang menyenangkannya hari itu. Mendengarkan tawanya dan membayangkan wajah cerianya membuatku merasa tenang berada jauh darinya. Itu makanya, setiap kali aku hendak bepergian, aku suka berpesan pada suamiku untuk membuat Shasa selalu enjoy. Harapanku, dengan begitu Shasa tak akan telpon atau SMS yang isinya mengatakan dia kangen atau dia sedang sedih.

Selain itu.., yang membuatku kangen jika sedang jauh dari rumah adalah... suamiku. Tak nyaman rasanya berada jauh darinya, meskipun terkadang dia sukses membuatku kesal... hehehe. Namun, sekali-kali jauh dari pasangan ada bagusnya juga. Karena dengan begitu, kita jadi merindukannya dan mengenang semua hal indah yang telah dilalui bersama selama ini.

Selama aku pergi ke Makasar kemarin... aku sempatkan untuk membuka facebook via handphone-ku. Sementara aku libur tak blogging selama di Makasar, walau aku sebenarnya kangen banget untuk blogging. Ternyata, aku tak telaten membuka blog via HP.. hehehe. Selama ini aku hanya telaten buka FB dan cek email saja via HP.

Nah. pas aku buka FB dalam perjalanan dinasku ke Makasar itulah aku membaca status dari suamiku yang membuatku kangen ingin segera pulang ke rumah. Ini dia statusnya  (jika tak jelas, bisa klik gambar utk memperjelasnya) :

karena aku berangkat jam 02.30 suamiku rela bergadang dan memasak air untukku

status ini dibuatnya saat aku baru berangkat ke Surabaya

status ini dibuatnya untuk memenuhi pesanku agar selalu membuat Shasa enjoy selama aku pergi

Nah..., kalau membaca status suami seperti itu... pasti pengen pulang kan..? Apalagi setelah aku sampai ke rumah kembali (Sabtu jam 00.02 WIB), suamiku nulis status seperti ini :

siapa yang tak senang jika kedatangannya disambut gembira ?!

Tuh kan..., jadi kangen untuk berada di rumah terus... hehehe.

Rabu, 21 Juli 2010

Ke Makasar (3)

Sobat, ini cerita terakhirku (janji !) tentang oleh-oleh perjalananku ke Makasar. Semoga belum bosen membacanya ya...? Jika ingin tahu cerita kelanjutannya, segera aja baca cerita penutupnya. Mariii....

Nah, setelah acara belanja dan mengunjungi (lagi) Pantai Losari, aku buru-buru kembali ke hotel. Setelah semua urusan di kamar selesai, akhirnya aku turun kembali ke lobby pada pukul 12.35 WITA. Walau sebenarnya jadwal pesawatku baru akan terbang pada pukul 17.15 WITA tapi kami tetap harus check-out siang itu.  Sementara pihak panitia juga sudah menyiapkan bus untuk mengangkut peserta menuju Bandara Sultan Hasanudin pada pukul 13.00 WITA.

Sebenarnya sih maunya masih pengen belanja lagi, tapi mana mungkin aku belanja dengan membawa koper kesana kemari. Pihak hotel sendiri juga tak mau repot-repot dititipi koper-koper kami, apalagi kami sudah check-out dari hotel. Jadi (terpaksa) aku simpan hasrat untuk belanja dan ikut rombongan ke Bandara pukul 13.10 WITA (molor dari jadwal) siang itu.

So, aku dan peserta lain harus menunggu berjam-jam di bandara. Untung saja aku membawa novel (The Girls of Riyadh), jadi lumayan juga untuk membuang jenuh. Meskipun sudah membaca buku, tapi karena menunggu terlalu lama mau tak mau aku tetap saja merasa jenuh. Saat jam menunjukkan pukul 15.30 WITA aku dan peserta sosialisasi lainnya (yang ternyata kebanyakan naik pesawat yang sama denganku) memutuskan untuk check-in. Begitu sampai di dalam bandara, aku tak lupa untuk foto dulu *narsisbangetdotcom*


foto-foto narsis di Bandara Sultan Hasanudin

Berjalan di bandara yang besar membuatku kerepotan juga, apalagi kondisi fisik sedang meriang. Meskipun bawaanku tak banyak (1 tas polo kecil, tas jinjing isi oleh-oleh dan 1 tas yang tersampir di bahu) ternyata merepotkan juga dibawa jalan-jalan kesana-kemari. Sesuai dengan tiket di tangan, kami akan berangkat melalui Gate 5. Jam 16.20 WITA, kami semua sudah duduk manis di ruang tunggu Gate 5. Namun, menjelang pukul 17.00 WITA terdengar pengumuman bahwa penumpang Lion Air yang akan berangkat ke Surabaya pada pukul 17.15 WITA dialihkan pemberangkatan dari Gate 5 ke Gate 2.

Berduyun-duyunlah penumpang Lion Air pindah dari Gate 5 ke Gate 2. Aku kembali menyeret tas Polo-ku berjalan cukup jauh. Astaga... kenapa bandara harus seluas itu ya..? Untuk pindah gate saja kami harus berjalan lumayan jauh dan akibatnya... kakiku lecet..! Hehehe.... Sesampainya di Gate 2, ada pengumuman bahwa pesawat ditunda pemberangkatannya. ^_^

Setelah menunggu kurang lebih 1 jam, akhirnya kami dipersilahkan masuk ke dalam pesawat. Berhubung nomor dudukku dan bosku di belakang sendiri (kursi nomor 37), maka kami sampai di kursi kami paling akhir. Akibatnya, kami sudah tak kebagian tempat untuk menyimpan tas Polo kecil kami. Rupanya para penumpang Lion Air siang itu banyak yang kalap belanja oleh-oleh, sehingga kabin penuh. Aku dan bosku terpaksa merelakan tas Polo kami dibawa ke bagasi... meskipun itu berarti kami memerlukan waktu tambahan untuk mengambilnya kembali saat kami sampai di Bandara Juanda nantinya.

Tak lama setelah pesawat berangkat, aku pun mulai merasakan pusing yang luar biasa. Padahal AC pesawat sudah dikecilkan, tapi rupanya kondisi tidak menguntungkan bagiku di hari pertama itu sangat mempengaruhi fisikku. Akhirnya, begitu kami sampai Bandara Juanda dengan selamat aku segera berpesan pada Bosku agar begitu keluar dari bandara kami harus mencari makan terlebih dahulu. Alhamdulillah, bosku langsung setuju.

Ohya, aku lupa bercerita ya bahwa peserta sosialisasi di Makasar itu mayoritas pria ? Sementara peserta wanitanya hanya ada 6 orang, yaitu : 1 orang dari Kota Madiun (that's me!), 2 orang dari Kota Surabaya, 2 orang dari Propinsi Jawa Timur dan 1 orang dari Kabupaten Sidoarjo. Dan... sepertinya dari keenam peserta wanita itu (atau mungkin dari keseluruhan peserta)... ternyata aku yang paling muda... Ehm..! *nyengir* Ohya, satu lagi... selama aku di Makasar, aku tak berkesempatan untuk kopdar dengan satu pun blogger dari Sulawesi Selatan *pada kemana sih semuanya?*

Nah.., itulah suka duka perjalanan dinasku ke Makasar selama 2 hari. Semoga ceritaku ini bisa menjawab rasa penasaran sobat-sobat semua. Walau sempat drop karena masuk angin, tapi pada dasarnya aku sangat menikmati perjalanan dinasku ke Makasar. Jika bukan karena urusan dinas, pasti aku tak akan pernah sampai ke Makasar. Alhamdulillah.., semua itu sangat aku syukuri dan benar-benar aku nikmati. Apalah artinya masuk angin dan badan meriang, jika imbalannya adalah pengalaman berharga yang tak mungkin terlupakan.

Benar tidak..? *Aa' Gym style*

Selasa, 20 Juli 2010

Ke Makasar (2)

Sobat, aku akan menepati janji untuk melanjutkan acara bagi-bagi oleh-oleh, berupa cerita perjalananku ke Makasar. OK, kita lanjut yuuk...

Di hari kedua, aku dan teman sekamarku ternyata bangun kesiangan ! Kami terbangun pada pukul 06.30 WITA. Masya Allah... Rupanya kami sama-sama 'teler'. Teman sekamarku sebelum tidur memang sempat minum obat flu, sehingga itu yang membuatnya tidur nyenyak. Sementara aku... sewaktu bangun tidur, badan sudah terasa meriang semua. Rupanya, aku masuk angin karena keenam kondisi tidak menguntungkan yang aku alami sehari sebelumnya.

Mengetahui bahwa kami sama-sama terlambat bangun. membuat kami pontang-panting. Maklum saja, jadwal hari kedua itu akan diawali dengan acara sarapan pagi pada pukul 07.00 WITA. Setelah siap, aku buru-buru turun untuk sarapan. Sementara teman sekamarku memintaku untuk turun duluan karena kalau aku menunggunya, beliau khawatir aku akan makin terlambat. Setelah sampai di bawah (oya, aku dapat kamar di lantai 5) aku ketemu dengan bos-ku yang sudah selesai sarapan di lobby *blushing*.

Sewaktu beliau bertanya mengapa aku baru turun, dengan malu-malu kujawab bahwa aku bangun kesiangan. Mendengar jawabanku itu, bosku berkata bahwa lebih baik aku karena masih bisa tidur, sementara beliau tak bisa tidur karena semalaman (maaf) muntah-muntah terus. Rupanya, tak hanya aku saja yang mengalami masuk angin, tapi ternyata bos-ku juga. Kami sama-sama mengalami enam kondisi yang tidak menguntungkan itu dan ternyata kami sama-sama gak kuat... ^_^

Setelah acara sarapan dan penutupan acara sebentar, kami peserta sosialisasi diajak jalan-jalan ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Panitia telah menyediakan 2 buah bus untuk mengangkut seluruh peserta sosialisasi, lengkap dengan panitianya. Bantimurung sendiri berjarak hanya sekitar 12 kilometer dari ibukota Kabupaten Maros, atau sekitar 45 kilometer dari pusat kota Makassar. Bantimurung dijuluki sebagai kerajaan kupu-kupu, tapi sayang ternyata kupu-kupu mulai punah di sana. Kepunahan itu disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah banyaknya kupu-kupu yang ditangkap dan dijadikan souvenir (gantungan kunci, hiasan dinding dll).

Saat kami sampai di sana, ternyata benar... tak satupun kupu-kupu kami jumpai. Meski sempat kecewa, tapi terobati oleh keindahan alam Bantimurung. Apalagi setelah kami melihat air terjun yang cantik banget... rasanya tak sia-sia kami datang kesana. Kubayangkan, seandainya saat itu banyak kupu-kupu, pasti Bantimurung akan terlihat sangat menarik. Rasa meriang di badan jadi terlupakan... hehehe.

air terjun yang indah sekali

aku dan peserta wanita lainnya

aku di depan air terjun
Kami tak bisa berlama-lama di sana, karena kami harus segera kembali dan mengejar waktu sholat Jum'at untuk bapak-bapak. Sebelum kembali ke hotel, kami masih sempat menyicipi Coto Makasar..! (sayang aku tak ingat nama jalannya, hanya seingatku dekat dengan peti kemas). Heemm.., enak juga ternyata. Sayang sekali, tempatnya ramai dan penuh pengunjung, jadi kami tak leluasa makan. Selesai makan Coto Makasar, kami segera mengantarkan bapak-bapak ke masjid, sementara ibu-ibu melanjutkan acara belanja... ^_^

Meski badang meriang, tapi untuk urusan belanja tetap semangat. Namun, aku tak bisa membeli banyak oleh-oleh, karena aku ogah ribet membawanya. Akhirnya, aku hanya beli kaos untuk Shasa, suami dan keponakan-keponakan, serta tas untuk ibu dan mertua. Sementara teman-teman sekantor aku bawakan gantungan kunci saja (yang mudah membawanya).

Urusan belanja selesai, aku harus buru-buru kembali ke hotel karena jadwal check-out jam 12.00 WITA. Meski sudah lewat sedikit dari jadwal check-out, aku menyempatkan untuk kembali mengunjungi Pantai Losari. Aku masih penasaran ingin melihat Pantai Losari dengan jelas. Maklum saja, malam sebelumnya aku tak bisa menikmati karena penerangan yang terbatas.

Kembali aku berfoto-foto di Pantai Losari. Aku juga sempat meminta tolong pada 2 orang remaja (cowok)  untuk mengambilkan fotoku. Kebetulan mereka berdua juga sedang asyik berfoto di Pantai Losari. Saat aku meminta tolong mereka untuk mengambil gambar, mereka mau. Salah satu dari mereka menerima kamera dariku, dan salah satu dari mereka berjalan ke arah belakangku. Sewaktu aku tanya pada yang memegang kamera, apakah latar belakang (tulisan Pantai Losari) terlihat di kamera, dia jawab iya. Setelah diambil gambar 2 kali olehnya, kuucapkan terima kasih. Namun... saat aku melihat hasilnya... Masya Allah, ternyata yang difoto oleh remaja itu bukan diriku tapi lantai..! Aku sudah berhasil dikerjain oleh remaja Makasar nih..! Pantas saja, sikap mereka agak aneh tadi. Sebel dan gondok juga aku... :(

di Pantai Losari saat siang hari

gedung di belakangku yang bagus sekali itu kalau gak salah RS Stella Morris
Wah, kok sudah panjang banget ya..? Terpaksa aku putus sampai disini dulu ceritanya, takut yang baca jenuh sih. Insya Allah... besok aku sambung lagi.

Senin, 19 Juli 2010

Ke Makasar (1)

Sobat, kali ini aku akan bercerita tentang perjalanan dinasku ke Makasar. Berhubung ceritanya panjang (karena aku doyan cerita hehehe), maka sengaja ceritanya aku bagi menjadi 2. Satu untuk hari ini dan akan bersambung esok hari. Soalnya, aku tak ingin yang membaca ceritaku (yang panjang banget itu) akan menjadi bosan... hehehe.

OK deh... ceritanya aku mulai dari saat pemberangkatan ya..? Aku dan bosku ke Makasar dengan menggunakan pesawat Lion Air yang berangkat dari Bandara Juanda jam 09.00 WIB. Tapi, bosku mengajak untuk berangkat ke Surabaya pukul 02.30 WIB. Itu sebabnya aku dengan terpaksa mandi jam 01.30 WIB (kondisi pertama yang tidak menguntungkan aku). Untung suamiku menyediakan air hangat untukku mandi di pagi itu (thanks honey..).

Kami (aku dan bosku) berangkat ke Surabaya dengan diantar kendaraan dinas lengkap dengan pengemudinya. Dalam perjalanan ke Surabaya, aku berusaha untuk melanjutkan tidurku. Namun aku sulit untuk melanjutkan tidurku. Meskipun AC mobil tak dihidupkan semua, tapi ternyata masih terlalu dingin untukku (kondisi kedua yang tidak menguntungkan aku), meskipun aku sudah mengenakan jaket.

Kurang lebih jam 07.00 WIB kami sampai juga di Bandara Juanda, setelah sebelumnya sempat mampir di Jombang untuk Sholat Subuh dan sarapan pada pukul 04.30 WIB ! Menunggu lama itu memang tidak menyenangkan.., apalagi ternyata pesawat delay selama 1 jam. Untung saja aku membawa novel (The Girls of Riyadh), sehingga bisa membantuku membuang jenuh.

Akhirnya, pesawat berangkat juga dan mendarat dengan selamat di Bandara Sultan Hasanudin kurang lebih pukul 12.15 WITA. Dengan menggunakan taksi (catatan : taksi di Makasar mahal sekali)  kami menuju ke hotel tempat kami menginap dan tempat diselenggarakannya sosialisasi. Sayangnya, sesampai di hotel ternyata kamar yang akan kami tempati belum siap, sehingga kami dipersilahkan untuk makan dulu.

Setelah ditunggu sampai pukul 14.00 WITA ternyata kamar yang akan kami tempati belum juga siap, akhirnya panitia memutuskan untuk membuka acara sosialisasi tersebut. Beberapa peserta, termasuk aku dan bosku, terpaksa hadir di acara sosialisasi itu dengan penampilan seadanya (karena belum sempat ganti baju) sambil menenteng koper..!

Sebenarnya dresscode selama acara sosialisasi itu (dari mulai pembukaan sampai penutupan) adalah : batik. Namun, karena keadaan darurat, beberapa peserta tampil seadanya. Ada yang masih mengenakan kaos dan celana jeans. Sementara aku sendiri mengenakan blus lengan pendek, jeans dan jaket. Yups.., jaket..! Terpaksa jaket tak aku lepaskan karena ruangan tempat sosialisasi sangat dingin (kondisi ketiga yang tidak menguntungkan aku). AC ada di sebelah kiri, kanan, belakang dan dari atas-ku.

Acara sesi pertama baru selesai pada pukul 17.40 WITA, dan para peserta diharap berkumpul untuk melanjutkan acara sosialisasi pada pukul 19.00 WITA. Dalam waktu sesingkat itu, kami harus sudah mandi, ganti baju, sholat dan makan malam... plus cari kamar..! Jadi, begitu kami dapat kamar, kami belum bisa memanfaatkannya untuk istirahat. Oya, aku kebagian sekamar dengan seorang ibu, peserta dari Sidoarjo.

Untuk sesi selanjutnya aku sudah berganti batik. Namun, karena sudah pakai batik aku tak berani mengenakan jaket lagi (kondisi keempat yang tidak menguntungkan aku), meskipun ruangannya tetap saja dini. Begitulah..., acara sosialisasi itu terus berlanjut malam itu dan baru berakhir pada pukul 21.35 WITA, sementara aku kedinginan. Secara keseluruhan, aku bersyukur telah hadir di acara itu, karena materi yang disampaikan sangat bagus sekaligus telah membuka wawasan peserta. Pembicaranya pun sangat pandai menyampaikan materi-materinya, sehingga kami dapat mudah menangkap apa yang disampaikannya.

Selesai acara aku langsung kembali ke kamar. Belum lama sampai di kamar, bosku menelpon dan menawariku untuk melihat Pantai Losari. Ternyata... Pantai Losari tepat berada di seberang hotel tempat kami menginap. Malam itu, Pantai Losari ramai sekali, meskipun angin bertiup cukup kencang (kondisi kelima yang tidak menguntungkan aku), tapi rupanya pengunjung pantai tak terpengaruh sama sekali.




Selanjutnya, aku dan bosku mencoba jalan-jalan di sekitar tempat itu. Sayang sekali, karena memang sudah malam, toko-toko sudah tutup. Sehingga kami tak bisa belanja malam itu. So, kami memutuskan untuk kembali ke hotel untuk tidur. Tetapi sampai kamar, malah aku asyik ngerumpi sampai malam (kondisi keenam yang tidak menguntungkan aku) dengan teman sekamarku yang berasal dari Sidoarjo itu.

Minggu, 18 Juli 2010

Aku kembali dan menjawab tanya

Alhamdulillah..., aku sudah kembali lagi. Saat ini sih masih kerasa capek karena perjalanan ke Makasar kemarin, tapi seneng..! Hehehe, nah sambil istirahat aku ingin blogging nih dan syukur-syukur bisa mampir ke tempat sobat semua. Oya, terima kasih pada semua yang telah dengan setia mampir kesini sejak hari Rabu sampai dengan Sabtu. Selama 4 hari itu aku tak bisa blogging sama sekali, sehingga tak mampu untuk berkunjung balik pada semua yang telah mampir kesini.

Mulai hari Rabu aku sudah tak bisa blogging karena dari pagi sudah repot. Dimulai dari mutasi yang selesai sore hari, kemudian dilanjutkan dengan persiapan keberangkatanku ke Makasar. Bahkan, malam aku masih harus menyempatkan diri untuk menghadiri undangan pernikahan salah seorang teman. Pulang dari acara kondangan saja sudah malam, pukul 21.30 WIB. Kamis dan Jumat aku sudah ada di Makasar, dan selama di Makasar aku tak ada kesempatan untuk online.

Sementara Sabtu pagi aku harus ngantar Shasa yang mau ikut drumband (lagi). Untuk memperingati Isro' Mi'roj sekolah Shasa mengajak seluruh siswanya pawai dan di barisan depan adalah kelompok drumband. Shasa senang sekali karena bisa tampil lagi bersama kelompok drumband-nya. Selanjutnya di Sabtu kemarin seharian kami ada di rumah orang tuaku karena keponakanku yang tinggal di Pacitan datang.

Ohya, sekalian aku akan menjawab beberapa pertanyaan dari sobat semua yang dituliskan pada komentar postinganku sejak Rabu sampai Sabtu kemarin. Biar lebih mudah, jawabannya aku rangkum jadi satu saja ya..? Inilah jawaban dariku :
  • Aku seorang PNS (dan bukan guru) yang bekerja pada instansi pemerintah, dan karena aku berstatus Pegawai Daerah, maka aku tak akan mungkin dialihtugaskan (dimutasikan) ke daerah lain. Kecuali atas permintaan sendiri, itupun syarat yang dibutuhkan cukup rumit.
  • Meskipun aku telah dimutasi atau dialihtugaskan, tapi aku tetap pada kantor yang sama, hanya aku pindah bidang saja. Sehingga pangkat, gaji dan eselonnya masih sama... belum naik. 
  • Aku berangkat ke Makasar dalam rangka mengikuti acara sosialisasi Rencana Strategis yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara. Keberangkatanku dalam rangka dinas dan aku berangkat bersama dengan Kepala Kantorku.
  • Foto Shasa waktu pawai Rojabiyah 1431 H memang sengaja tak aku pasang di postingan, karena tak banyak foto yang bisa aku ambil pada saat itu. Penyebabnya adalah... kamera-ku rusak (entah karena apa).
  • Tambahan nih : kalau aku dinas ke luar kota, Shasa bisa di mana saja, maksudnya di rumah bersama ayahnya atau di rumah eyangnya. Dan, selama aku di Makasar selama 2 hari kemarin, Shasa berada di rumah berdua dengan ayahnya. So, selama 2 hari itu suamiku berprofesi sebagai bapak rumah tangga (yang baik). Thanks my beloved hubby.... 
Sepertinya itu saja rangkuman jawaban atas pertanyaan yang ditujukan padaku. Terima kasih ya tetap setia mampir kesini. Insya Allah besok aku akan bagi-bagi cerita tentang perjalanan dinasku ke Makasar. See you tomorrow...