Beberapa hari yang lalu aku (secara tak sengaja) melihat acara di TVRI tentang tari-tarian daerah. Aku tak tahu apa judul acaranya, karena aku nontonnya di tengah-tengah acara. Yang jelas, saat itu ditayangkan beberapa anak-anak yang sedang menari. Mereka membawakan tarian tradisional kreasi baru.Melihat anak-anak itu menari, aku jadi teringat masa lalu. Dulu, aku juga menari. Aku belajar menari sejak SD sampai SMA. Aku sangat suka menari. Aku sudah beberapa kali tampil di panggung untuk menari, aku juga pernah menari di hajatan pernikahan. Aku juga pernah ikutan lomba nari (tapi cuma di sekolah).
Aku ingat ada cerita lucu di saat aku ikut lomba antar kelas waktu aku SMA dulu. Saat itu aku menampilkan suatu tarian tradisional kreasi baru yang baru aku pelajari dalam waktu 1 minggu. Sayang aku lupa nama tarian itu. Saat aku tampil di panggung, pas di tengah-tengah tarian ternyata ada bagian yang aku lupa. Tapi, aku cuek aja dan terus menari dengan "kreasiku" sendiri (sambil berdoa agar tak ada yang tahu kalau gerakanku asal hehehe).
Syukurlah, kemudian aku bisa meneruskan lagi tarian itu dengan benar. Untungnya, karena tarian yang aku bawakan adalah tarian baru jadi belum banyak yang tahu. Sehingga banyak yang gak tahu kalau aku sempat lupa gerakan di tengah-tengah tarian. Dan hasil lomba tari saat itu adalah.... aku jadi Juara II !! Hehehe, gak sangka sama sekali ya ?
Satu hal yang menarik dalam keterlibatanku dalam dunia tari menari. Aku sebenarnya dulu sangat pemalu (kalau sekarang bagaimana ya ? Whehehe). Tapi ternyata saat di panggung aku bisa melupakan rasa malu. Aku bisa tampil sangat percaya diri.
Pernah waktu aku masih kelas 1 SMA, saat penutupan masa orientasi, tiap-tiap kelas diminta menampilkan acara. Saat itu teman-teman sekalasku sepakat untuk menampilkan paduan suara. Tetapi aku tidak mau ikut, aku malu tampil menyanyi di depan umum. Karena aku merasa suara-ku tidak bagus. Walaupun nyanyinya keroyokan, aku tetap menolak untuk ikut. Akhirnya, aku dan seorang teman dapat tugas menari. Dan... aku langsung setuju !! Bayangkan, aku lebih percaya diri menari berdua daripada menyanyi keroyokan !!
Lama baru kusadari bahwa saat itu menari bagiku adalah salah satu bentuk ekspresi diri-ku. Mengutip pendapat William Winter bahwa ”Ekspresi diri adalah kebutuhan dominan dari sifat dasar manusia.” Ekspresi diri adalah bagian dari upaya mengaktualisasi kemampuan di dalam diri.
Ekspresi diri adalah salah satu cara bagaimana kita menginginkan orang melihat kita. Aku sadar, bahwa dengan menari aku bisa mengeluarkan semua perasaanku. Oleh karena itu, aku sangat suka menari. Mungkin bagi orang yang tak pernah menari akan sulit memahaminya. Tapi itulah yang dulu aku rasakan. Aku menari dengan perasaanku. Sulit sekali untuk menjelaskannya dengan kata-kata.
Sayang sekali, kegiatan menari kini sudah tidak aku lakukan lagi. Sejak duduk di bangku perguruan tinggi, aku nyaris tak pernah lagi menari. Dalam rentang waktu itu, aku hanya menari saat mengajari anak-anak Desa Kertojayan, tempatku KKN dulu. Setelah KKN itu sampai sekarang aku sama sekali tak pernah lagi menari.
Sehingga, waktu aku melihat acara tarian di TVRI beberapa hari yang lalu, tiba-tiba saja aku jadi kangen sekali untuk menari !! Pengen sekali bisa menari lagi. Sayang, setelah terlalu lama vakum menari, aku jadi lupa dengan tari-tarian yang dulu aku kuasai. Selain itu, aku juga sudah tidak punya lagi kaset-kaset tariannya. Sayang sekali....
Untungnya, aku sekarang punya media ekspresi diri yang lain, yaitu menulis. Dan seperti juga menari, aku sangat suka menulis. Aku menulis dengan segenap perasaanku. Makin hari aku makin menyukai media ekspresi diri-ku yang baru ini.
Catatan : sayang sekali, Shasa tidak mewarisi bakat menari dariku hiks....
*) Gambar perempuan menari diambil dari sini

