Wanita biasanya diidentikkan dengan perhiasan dan aneka macam acecories yang memperindah penampilan. Maklum saja, wanita sangat suka keindahan dan wanita pun kebanyakan ingin tampil cantik. Apalagi untuk tampil cantik tidaklah sulit, karena semakin banyak saja pernak-pernik yang dijual untuk membuat penampilan semakin menarik.
Aku memang suka melihat aneka macam perhiasan, acecories dan pernak-pernik yang dijual di toko. Aneka macam penjepit rambut, bando, bros, gelang, kalung dan lain-lain. Aku suka juga sih membelikan Shasa aneka macam pernak-pernik lucu untuknya. Punya anak perempuan memang ada seninya, karena bisa mendandaninya dengan aneka macam perhiasan dan pernak-pernik lucu.
Namun..., aku sendiri bukan termasuk wanita yang suka bersolek, bahkan aku tak suka mengenakan perhiasan. Sehari-hari aku tampil hanya dengan modal bedak dan lipstik serta ditambah dengan sepasang anting kecil di telingaku. Itu saja, tanpa cincin, gelang, jam tangan dan kalung, serta tanpa make up yang lainnya.
Aku memang tak pandai berdandan dan aku memang tak telaten mengenakan aneka macam perhiasan ataupun acecoris dalam penampilanku. Namun, beberapa hari yang lalu aku tertarik dengan sebuah cincin yang dijual di kantorku. Aku tertarik bukan karena desainnya yang istimewa, melainkan karena harganya. Bukan karena harganya yang mahal... tapi justru karena harganya yang sangat murah, yaitu : Rp. 5.000.
What..? Lima Ribu Rupiah...? Kok bisa...? Ternyata cincin itu dibuat dari sekeping uang logam Rp. 500. Wah, kok bisa ya...? Jika penjualnya tak memberitahuku bahan cincin itu aku tak pernah menyangka kalau terbuat dari uang logam, soalnya penampilannya persis sekali dengan cincin emas. Akhirnya, aku membeli sebuah cincin karena tertarik untuk membuktikan akan berapa lama 'awet' dan tidak berubah warnanya.


