Sabtu, 05 Juni 2010

Aku dan tim kerjaku

Selama bekerja, aku telah mengalami berulang kali perombakan tim kerja. Bagi PNS sepertiku, rotasi pegawai memang adalah hal yang biasa terjadi. Suka atau tidak, mau atau tidak... hal itu pasti terjadi. Dan selama aku ditunjuk sebagai ketua dalam tim kerjaku, mau tak mau aku harus mempersiapkan diri jika hal itu terjadi.

Aku pernah bekerja dalam sebuah tim yang beranggotakan seorang saja, jadi plus diriku yang mengetuai tim itu, maka kami berdua harus bisa menyelesaikan semua pekerjaan yang ada. Memang sih, sewaktu aku bekerja dalam 'tim kecil' itu, tanggung jawab yang harus kami selesaikan memang tidak terlalu berat. Seiring dengan bertambahnya beban pekerjaan, maka anggota tim memang bertambah banyak pula.

Suatu saat aku dimutasikan untuk memimpin tim yang beranggotakan 5 orang. Berenam, kami mendapat tugas yang jauh lebih berat. Untungnya..., kami berenam bisa kompak menyelesaikan tugas-tugas itu. Aku merasa tim ini sudah sangat solid, dan tak berharap tim itu akan dirombak lagi. Namun sebagaimana biasa, perubahan itu adalah hal yang biasa... yang tak bisa aku hindari.

Hampir bersamaan dengan perombakan tim kerjaku, aku mendapatkan tugas baru yang lebih banyak. Kini aku anggota timku pun membengkak menjadi 11 orang, meskipun aku harus kehilangan 4 orang anggota tim yang luar biasa. Keempat anggota tim lamaku itu kini telah beralih tugas menjadi ajudan Walikota (2 orang) dan Sekretaris Pribadi Walikota (2 orang). Dengan tim yang baru dan pekerjaan baru..., aku harus kembali belajar lagi.

Dalam tim terbaruku ini, aku belajar untuk memimpin anggota tim yang usia dan pengalamannya jauh di atasku. Terus terang, awalnya aku sempat sangsi apakah aku mampu menjalin kerjasama yang solid dan menyenangkan sebagaimana tim kerjaku terdahulu. Namun Alhamdulillah..., seiring berjalannya waktu kekompakan itu terbina juga sehingga pekerjaan yang dibebankan pada kami pun dapat terselesaikan dengan baik.

Bekerja dengan banyak orang dan  menyelami banyak karakter membuatku belajar banyak hal. Yang membuatku bangga dan bahagia adalah jika ternyata aku dan anggota tim kerjaku sudah merasa menjadi satu bagian yang utuh sehingga mampu bahu membahu dalam bekerja dan kompak di luar jam kerja. Kebahagiaan itu sudah luar biasa dan tak terbeli oleh apapun juga.

Jumat, 04 Juni 2010

Berdialog dengan Tuhan

Sobat, kembali aku mendapatkan sebuah pesan dari seorang sahabat tentang "Berdialog dengan Tuhan". Seperti biasa, kembali aku ingin menuliskannya di sini. Semoga saja membuat hidup kita hari ini dan seterusnya akan jauh lebih menyenangkan.

Manusia : "Selamat Pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu bolehkah aku mengajukan beberapa pertanyaan ?"

Tuhan : "Ooo.., waktuKU adalah kekekalan. Sama sekali tak ada masalah bagiku soal waktu. Apa pertanyaanmu?

Manusia : "Terima kasih, Tuhan. Apa sebenarnya yang paling mengherankan bagiMU tentang kami manusia?"

Tuhan : "Hahaha.... Kalian itu sebagai manusia adalah makhluk yang aneh."

Manusia : "Mengapa bisa begitu ?"

Tuhan : "Baiklah aku jelaskan padamu. Semoga kamu dapat mengerti.
  • Pertama : kalian suka mencemaskan masa depan, sampai lupa hari ini.
  • Kedua, kalian hidup seolah-olah tidak bakal mati.
  • Ketiga, kalian cepat bosan sebagai anak-anak dan terburu-buru ingin dewasa. Namun anehnya, setelah dewasa rindu lagi jadi anak-anak : suka bertengkar, ngambek dan ribut hanya karena masalah-masalah yang sepele.
  • Selanjutnya, yang keempat : kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, tetapi membayarnya kembali untuk mengembalikan kesehatan itu. Hal-hal seperti itulah yang membuat hidup kalian susah."
Manusia : "Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup bahagia ?"

Tuhan : "Sebenarnya semua nasihat sudah pernah AKU berikan. Inilah satu lagi keanehan kalian : suka melupakan nasihatKU."

Manusia : "Sudikah Tuhan mengulang lagi nasehat itu ?"

Tuhan : "Baiklah.. Akan AKU ulangi lagi beberapa nasehat yang terpenting. Kali ini dengarkan baik-baik :
  1. Kalian harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah sebuah kesalahan. Yang seharusnya kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. Jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kalian.
  2. Ingat : 'siapa' yang kalian miliki itu lebih berharga dari pada 'apa' yang kalian punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh.
  3. Jangan bodoh dengan cemburu dan selalu membandingkan dengan apa yang dimiliki orang lain. Melainkan bersyukurlah dengan apa yang sudah kalian terima. Khususnya, kenalilah talentadan potensi yang kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, maka kalian akan menjadi manusia unggul. Otomatis rejeki yang akan mengejar kalian.
  4. Ingat : orang yang disebut 'kaya' bukanlah dia yang berhasil mengumpulkan yang paling banyak, tetapi adalah dia yang paling 'sedikit' memerlukan, sehingga masih sanggup memberi kepada sesamanya.

Nah itu nasehatku, semoga kali ini tak kau lupakan lagi."

Kamis, 03 Juni 2010

Hiii... Ulaaarrr....

Pagi tadi di rumah ada kehebohan. Shasa yang sudah bangun pukul 03.30 pagi seperti biasa langsung beranjak ke kamar mandi. Tapi sampai di dapur dia dikejutkan dengan benda asing, hitam dan panjang yang ada di lantai dapur. Tentu saja kaget luar biasa, Shasa segera berlari memberitahu ayahnya bahwa ada ular di dapur.

Ayahnya Shasa segera saja mengambil clurit yang tergantung di dekat televisi dan menghambur ke dapur. Sementara aku tak berani melihat apa yang terjadi, Shasa malah asyik menonton aksi ayahnya melawan ular itu. Setelah cukup lama berkutat dengan ular itu, akhirnya si ular mati juga. Sewaktu ular dibawa ke samping rumah, aku hanya berani ngintip saja dari balik jendela kamar. Masya Allah.., ularnya ternyata besar juga. Sepertinya belang-belang gitu badannya, tapi kata Shasa bagian buntutnya berwarna merah.


Kami heran banget, darimana ular itu bisa masuk ke dalam rumah. Ngeri sekali membayangkan apa jadinya saat aku sudah sibuk di dapur dan tak menyadari kehadirannya. Bisa-bisa aku dipatuk oleh ular itu... Makin ngeri membayangkan kami masih asyik tidur sementara ular itu sudah jalan-jalan kemana-mana. Hiiii.... ngeriiiii.

Ini kali kedua rumahku kemasukan ular. Yang pertama sudah beberapa tahun yang lalu. Saat itu pas suami sedang tak ada di rumah, dan ibuku menemaniku dan Shasa tidur di rumah. Sewaktu Subuh, Ibu memutuskan untuk Sholat di depan televisi saja, padahal biasanya Ibu suka sholat di kamar. Sewaktu Ibu sholat itulah aku mendengar suara-suara aneh seperti suara bersin-bersin.

Awalnya aku tak terlalu memikirkan suara asing itu, tapi lama-lama aku takut juga. Kebetulan, saat itu sedang ramai kasus "flu burung" dan aku khawatir suara bersin-bersin itu berasal dari burung peliharaan suami. Perlahan aku masuk ke ruang televisi, karena memang burungnya ditaruh di ruang itu. Saat aku mendongak memandang sangkar yang tergantung di langit-langit mataku membelalak tak percaya. Ternyata sangkar burung itu tak lagi terisi burung. "Ularr..!" pekikku pelan tapi sempat membuyarkan konsentrasi Ibu yang sedang sholat Subuh.

Aku, Ibu dan Shasa terbelalak tak percaya memandang ke arah sangkar burung yang tergantung di langit-langit rumah. Kok bisa ularnya masuk kesana..? Berarti burung peliharaan suami sudah habis dimakan ular itu. Kapan kejadiannya, kok bisa kami serumah tidak mendengar suara 'ribut-ribut' sama sekali. Tapi Ibu ingat, sewaktu Sholat tahajud kurang kebih jam 3 pagi, Ibu sudah mendengar suara seperti bersin-bersin itu, hanya saja Ibu tak tahu asal usul suara itu.

Setelah kuperhatikan, ular itu sepertinya ular kobra, karena bagian kepala melebar seperti sendok. Rupanya ular itu merasa terganggu dengan aktivitas Ibu yang Sholat Subuh tak jauh dari sangkat itu. Mungkin gerakan Ibu sewaktu sholat dengan mukena putihnya seolah menakutinya, sehingga ular itu mendesis-desis (yang terdengar olehku seperti suara bersin-bersin).

Karena suami sedang tak ada di rumah, maka pagi itu aku terpaksa gedor pintu rumah tetangga untuk minta tolong mengeluarkan sangkar burung itu dari rumah. Aku takut jika ular itu sampai keluar dari sangkar karena tak segera dikeluarkan dari rumah, maka akan sulit mencari keberadaannya di dalam rumah kami. Hii... horor banget kan..?

Rupanya tetanggaku juga bingung bagaimana cara menurunkan sangkar itu dengan aman dari langit-langit rumah. Setelah cukup lama, akhirnya datang seorang yang berani menurunkan sangkar itu. Dan, sewaktu sangkar itu diturunkan, saat sangkar itu sudah sejajar dengan muka orang yang menurunkannya, rupa-rupanya ular kobra itu sempat menyembur muka orang itu. Huff.., sempat panik sesaat tapi untung saja tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Begitu ular dalam sangkar burung itu keluar rumah, lega banget rasanya...


Kedua kejadian itu membuatku makin takut saja dengan ular. Dari dulu aku memang takut banget dengan ular dan benci banget jika ada tayangan tentang ular di televisi. Sementara suami dan Shasa suka sekali nonton tayangan tentang Panji yang hobby berburu ular di salah satu stasiun televisi. Semoga saja, tak ada lagi ular yang nyelonong pengen berkunjung ke rumahku..... Amin.

NB : sengaja gak dipasang fotonya, karena aku takut melihatnya. Kalau dipasang kan membuatku teringat terus nantinya.

Rabu, 02 Juni 2010

Merindukan keindahan

Ada yang kini sangat kurindukan
keindahan alam ciptaan Yang Maha Kuasa
kerinduan yang kian menghentak di dada
saat ku tak lagi leluasa menikmatinya
karena mata yang masih terasa kabur dan buram

Ya Allah,
sepasang mata yang Kau ciptakan itu
telah memberi banyak cerita dan bahagia
sepasang mata yang ketika Kau tutup sedikit saja
akan kehilangan begitu banyak keindahan
Semoga segera dapat kuraih kembali
menikmati keindahan ciptaanNya yang luar biasa
yang kini tengah sangat kurindukan...

gambar diculik dari sini

gambar diculik dari sini

gambar diculik dari sini

Selasa, 01 Juni 2010

Cerita hari ini

Selamat malam sobat..., di awal bulan Juni (yang tak hujan) kali ini aku mempunyai banyak cerita. Dari yang tidak menyenangkan sampai yang menyenangkan. Lengkap banget pokoknya. Dan, kali ini aku hanya ingin berbagi cerita tentang hari ini (padahal gak penting...hehehe).

Bangun tidur, aku 'disambut' oleh hal yang tidak menyenangkan... yaitu kelopak mataku lengket. OMG, padahal kemarin aku sudah bisa masuk kantor, kenapa kok sekarang mataku lengket lagi gara-gara konjungtivitis..? Ternyata, mataku bengkak dan merah lagi. Dengan kondisi mata seperti itu, tak mungkin aku berangkat ke kantor. Wah, mau tak mau harus segera ke dokter lagi nih. Semoga saja ada dokter mata yang praktek pagi-pagi.

Namun, pagi tadi aku masih disibukkan membantu Shasa yang akan mengikuti lomba Spelling Competition untuk anak-anak SD yang diselenggarakan sebuah Perguruan Tinggi Swasta di kotaku. Setelah mengantar Shasa, barulah aku dan suami muter-muter cari dokter mata yang praktek pagi. Alhamdulillah... untungnya ada. Pulang dari dokter mata, aku membawa resep dokter dan.... surat istirahat sampai tanggal 4 Juni 2010. Astaga..., lama sekali..? Memangnya sakit mataku akan sembuh selama itu...?

Akhirnya, mau tak mau aku harus istirahat hari ini dan beberapa hari ke depan... Itu berarti aku juga harus mengistirahatkan mataku untuk tidak berlama-lama di depan komputer. Bisa tidak ya...? Tapi memang dengan kondisi mata kabur dan 'kemeng' (duh, apa sih bahasa Indonesia dari 'kemeng' ?) untuk beraktivitas memang tidak nyaman. Tak nyaman membaca buku, nonton televisi ataupun internetan...   Hemm, enaknya ngapain ya..?

Untungnya.., Shasa pulang dengan membawa berita gembira. Ternyata dia berhasil menjadi Juara III dalam Spell Competition yang diikuti oleh lebih dari 110 anak SD di kotaku. Alhamdulillah... Seneng dan bangga tentu saja. Selamat ya sayang..., Ayah dan Mama bangga sekali padamu.


Terakhir saat aku ingin update blog ini, aku baru menyadari bahwa ternyata bulan Mei 2010 aku memecahkan rekor posting setiap hari, jadi ada total 31 postingan..! Wah, hebat... Tak kusangka bahwa ternyata bulan kemarin aku sangat rajin update blog.

Itu saja cerita yang ingin aku bagi hari ini... Sekali lagi aku minta maaf yang sebesar-besarnya kepada sobat-sobat semua yang telah mampir kesini tapi aku belum bisa berkunjung balik. Insya Allah, setelah kondisiku memungkinkan aku akan segera berkunjung ke tempat sobat-sobat semua. Terima kasih juga atas doa dari sobat semua untukku ya.... Allah akan membalas semua kebaikan kalian.