Beberapa hari terakhir aku dibuat penasaran oleh paket yang tak ada kabarnya. Sebenarnya paket tersebut sudah dikirimkan padaku sejak tanggal 18 Juni 2010 yang lalu, tapi anehnya sudah lewat 3 minggu paket yang aku tunggu-tunggu itu belum datang juga. Menunggu tanpa kepastian memang tak menyenangkan, mau bertanya kepada teman yang mengirimkan paket itu juga gak enak. Aku takutnya, paket itu salah alamat dan diterima oleh alamat yang salah.
Akhirnya, aku mencoba menghubungi teman yang mengirimkan paket itu padaku untuk menanyakan lewat mana paket itu dikirimkan. Ternyata, paket itu dikirimkan dengan menggunakan jasa perusahaan pelayanan pengiriman barang (Sebut saja PT. *****) yang sudah biasa aku pakai. Selama ini aku tak pernah kecewa atas pelayanan PT. ***** tersebut, karena paket yang aku terima dan aku kirimkan lewat perusahaan itu selalu sampai dalam keadaan baik.
Berdasarkan informasi yang kudapatkan dari teman yang mengirimkan paket itu, ternyata alamat yang tertulis dalam paket itu sudah benar. Bahkan nomor teleponku yang juga dicantumkan dalam paket itu juga benar. Tapi anehnya, paket itu tak sampai kepadaku dan tak kembali pada temanku (jika ternyata memang salah alamat). Jadi, kemana paket itu berada ?
Setelah melakukan konfirmasi kesana kemari, aku peroleh informasi bahwa paket itu dikembalikan dengan catatan : Alamat Tidak Dikenal. Padahal, biasanya jika alamat tidak ditemukan, maka pihak PT. ***** itu akan menelpon si penerima. Jika tidak berhasil baru dikembalikan. Tapi aku belum pernah ditelpon, tapi kok barang sudah dikembalikan kepada pengirim.
Setelah kami tanyakan kembali, ternyata kantor cabang PT. ***** yang ada di kotaku menjelaskan bahwa sebenarnya memang ada paket untukku. Tapi, pada alamat yang tertulis dalam paket itu beralamat di Situbondo, sementara resi (consignment note) yang ditempel pada paket itu tertulis alamatku. Karena kesalahan itu, maka pihak kantor cabang PT. ***** mengembalikan paket itu kepada pengirim dengan catatan Alamat Tidak Dikenal.
Lucunya, temanku diminta mengambil sendiri paket tersebut di kantor PT. ***** itu. Dan, saat temanku mengambil paket itu, ternyata bukti pengiriman dari yang ditempel di paket sudah dirobek. Sedangkan kondisinya sudah agak lecek kertasnya. Sudah begitu, pihak kantor PT. ***** tidak memberikan penjelasan sama sekali pada temanku mengapa paket itu kembali, padahal alamat lengkap dan nomot telepon sudah benar.
Mengapa jadi begini..? Padahal selama ini kami percaya sekali dengan layanan jasa PT. ***** itu. Kalau sudah begini kan jadi memudar kepercayaan kami. Untungnya, dalam 2 hari ini aku mendapat penghiburan dengan datangnya 2 buah paket dari Mbak Eka dan Riesta Emy. Keduanya datang tepat waktu, bahkan Riesta yang berdomisili di Riau mengirimkan paket itu padaku pada tanggal 6 Juli dan pada tanggal 9 Juli sudah sampai di tanganku.
Yang mengejutkan, sebelumnya yang aku tahu Riesta akan mengirimkan 1 buku untukku. Namun ternyata saat paket aku buka... isinya 2 buah buku. Surprise... Untuk Mbak Eka dan Riesta, terima kasih sekali untuk paketnya ya.. Aku suka sekali....
Akhirnya, aku mencoba menghubungi teman yang mengirimkan paket itu padaku untuk menanyakan lewat mana paket itu dikirimkan. Ternyata, paket itu dikirimkan dengan menggunakan jasa perusahaan pelayanan pengiriman barang (Sebut saja PT. *****) yang sudah biasa aku pakai. Selama ini aku tak pernah kecewa atas pelayanan PT. ***** tersebut, karena paket yang aku terima dan aku kirimkan lewat perusahaan itu selalu sampai dalam keadaan baik.
Berdasarkan informasi yang kudapatkan dari teman yang mengirimkan paket itu, ternyata alamat yang tertulis dalam paket itu sudah benar. Bahkan nomor teleponku yang juga dicantumkan dalam paket itu juga benar. Tapi anehnya, paket itu tak sampai kepadaku dan tak kembali pada temanku (jika ternyata memang salah alamat). Jadi, kemana paket itu berada ?
Setelah melakukan konfirmasi kesana kemari, aku peroleh informasi bahwa paket itu dikembalikan dengan catatan : Alamat Tidak Dikenal. Padahal, biasanya jika alamat tidak ditemukan, maka pihak PT. ***** itu akan menelpon si penerima. Jika tidak berhasil baru dikembalikan. Tapi aku belum pernah ditelpon, tapi kok barang sudah dikembalikan kepada pengirim.
Setelah kami tanyakan kembali, ternyata kantor cabang PT. ***** yang ada di kotaku menjelaskan bahwa sebenarnya memang ada paket untukku. Tapi, pada alamat yang tertulis dalam paket itu beralamat di Situbondo, sementara resi (consignment note) yang ditempel pada paket itu tertulis alamatku. Karena kesalahan itu, maka pihak kantor cabang PT. ***** mengembalikan paket itu kepada pengirim dengan catatan Alamat Tidak Dikenal.
Lucunya, temanku diminta mengambil sendiri paket tersebut di kantor PT. ***** itu. Dan, saat temanku mengambil paket itu, ternyata bukti pengiriman dari yang ditempel di paket sudah dirobek. Sedangkan kondisinya sudah agak lecek kertasnya. Sudah begitu, pihak kantor PT. ***** tidak memberikan penjelasan sama sekali pada temanku mengapa paket itu kembali, padahal alamat lengkap dan nomot telepon sudah benar.
Mengapa jadi begini..? Padahal selama ini kami percaya sekali dengan layanan jasa PT. ***** itu. Kalau sudah begini kan jadi memudar kepercayaan kami. Untungnya, dalam 2 hari ini aku mendapat penghiburan dengan datangnya 2 buah paket dari Mbak Eka dan Riesta Emy. Keduanya datang tepat waktu, bahkan Riesta yang berdomisili di Riau mengirimkan paket itu padaku pada tanggal 6 Juli dan pada tanggal 9 Juli sudah sampai di tanganku.
Yang mengejutkan, sebelumnya yang aku tahu Riesta akan mengirimkan 1 buku untukku. Namun ternyata saat paket aku buka... isinya 2 buah buku. Surprise... Untuk Mbak Eka dan Riesta, terima kasih sekali untuk paketnya ya.. Aku suka sekali....












