Sabtu, 10 Juli 2010

Mengapa jadi begini ?

Beberapa hari terakhir aku dibuat penasaran oleh paket yang tak ada kabarnya. Sebenarnya paket tersebut sudah dikirimkan padaku sejak tanggal 18 Juni 2010 yang lalu, tapi anehnya sudah lewat 3 minggu paket yang aku tunggu-tunggu itu belum datang juga. Menunggu tanpa kepastian memang tak menyenangkan, mau bertanya kepada teman yang mengirimkan paket itu juga gak enak. Aku takutnya, paket itu salah alamat dan diterima oleh alamat yang salah.

Akhirnya, aku mencoba menghubungi teman yang mengirimkan paket itu padaku untuk menanyakan lewat mana paket itu dikirimkan. Ternyata, paket itu dikirimkan dengan menggunakan jasa perusahaan pelayanan pengiriman barang (Sebut saja PT. *****) yang sudah biasa aku pakai. Selama ini aku tak pernah kecewa atas pelayanan PT. *****  tersebut, karena paket yang aku terima dan aku kirimkan lewat perusahaan itu selalu sampai dalam keadaan baik.

Berdasarkan informasi yang kudapatkan dari teman yang mengirimkan paket itu, ternyata alamat yang tertulis dalam paket itu sudah benar. Bahkan nomor teleponku yang juga dicantumkan dalam paket itu juga benar. Tapi anehnya, paket itu tak sampai kepadaku dan tak kembali pada temanku (jika ternyata memang salah alamat). Jadi, kemana paket itu berada ?

Setelah melakukan konfirmasi kesana kemari, aku peroleh informasi bahwa paket itu dikembalikan dengan catatan : Alamat Tidak Dikenal. Padahal, biasanya jika alamat tidak ditemukan, maka pihak PT. ***** itu akan menelpon si penerima. Jika tidak berhasil baru dikembalikan. Tapi aku belum pernah ditelpon, tapi kok barang sudah dikembalikan kepada pengirim.

Setelah kami tanyakan kembali, ternyata kantor cabang PT. ***** yang ada di kotaku menjelaskan bahwa sebenarnya memang ada paket untukku. Tapi, pada alamat yang tertulis dalam paket itu beralamat di Situbondo, sementara resi (consignment note) yang ditempel pada paket itu tertulis alamatku. Karena kesalahan itu, maka pihak kantor cabang PT. ***** mengembalikan paket itu kepada pengirim dengan catatan Alamat Tidak Dikenal.

Lucunya, temanku diminta mengambil sendiri paket tersebut di kantor PT. ***** itu. Dan, saat temanku mengambil paket itu, ternyata bukti pengiriman dari yang ditempel di paket sudah dirobek. Sedangkan kondisinya sudah agak lecek kertasnya. Sudah begitu, pihak kantor PT. ***** tidak memberikan penjelasan sama sekali pada temanku mengapa paket itu kembali, padahal alamat lengkap dan nomot telepon sudah benar.

Mengapa jadi begini..? Padahal selama ini kami percaya sekali dengan layanan jasa PT. ***** itu. Kalau sudah begini kan jadi memudar kepercayaan kami. Untungnya, dalam 2 hari ini aku mendapat penghiburan dengan datangnya 2 buah paket dari Mbak Eka dan Riesta Emy. Keduanya datang tepat waktu, bahkan Riesta yang berdomisili di Riau mengirimkan paket itu padaku pada tanggal 6 Juli dan pada tanggal 9 Juli sudah sampai di tanganku.

 paket dari Mbak Eka, lengkap dengan surat mini di kertas pink

paket dari Riesta 2 buku dengan surat mini di kertas biru

Yang mengejutkan, sebelumnya yang aku tahu Riesta akan mengirimkan 1 buku untukku. Namun ternyata saat paket aku buka... isinya 2 buah buku. Surprise... Untuk Mbak Eka dan Riesta, terima kasih sekali untuk paketnya ya.. Aku suka sekali....



Jumat, 09 Juli 2010

Bohong

Pagi ini, saat kulihat infotainment... ada seorang publik figur yang memberikan pengakuan (secara implisit) tentang kesalahannya dan dia meminta maaf atas kesalahannya itu. Setelah sekian lama berbohong dan menutupi kebohongannya itu, rupanya dia (mungkin) merasa lelah dan telah kehabisan daya untuk terus menerus berbohong dan menutupi kebohongannya itu. Akhirnya... dia pun menyerah dan mengakuinya.

Kejadian serupa seringkali kuhadapi dan kutemui dalam dunia nyata. Kita... (aku termasuk di dalamnya), mungkin pernah melakukan suatu kebohongan, sekecil apapun. Setelah berbohong, kita pasti tak ingin kebohongan itu ketahuan bukan ? So, kita akan selalu berupaya untuk menutupi kebohongan itu. Jadilah, satu kebohongan akan menyeret kita untuk melakukan kebohongan demi kebohongan lainnya. Melelahkan...

Dan 'sayangnya'... cepat atau lambat kebohongan itu suatu saat akan terbongkar juga. Seperti kata pepatah : Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Ada juga pepatah : Sepandai-pandai menyimpan bangkai akhirnya tercium juga baunya. Nah, Kalau sudah begitu, rasanya sia-sia saja kita berbohong dan berusaha menutup-nutupinya selama itu. Kita hanya dapat capek, dosa dan malu...., selain itu... tak ada..!

Kalau sudah begitu, rasanya tak ada gunanya kita berbohong. Buat apa capek-capek berbohong jika akhirnya akan ketahuan juga. Bukankah Allah tak pernah tidur...?

*gambar diculik dari sini*

Kamis, 08 Juli 2010

Yang kutunggu tiba juga...

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya datang juga paket buku yang aku nantikan. Yang pertama adalah paket buku hadiah atas kemenanganku dalam mengikuti quiz yang diselenggarakan mbak Asma Nadia (dan penerbit Asma Nadia) di twitter, tanggal 25 Juni 2010 yang lalu. Setelah diumumkan bahwa aku adalah salah satu yang beruntung mendapatkan hadiah dari Penerbit Asma Nadia, aku segera mengirimkan data yang diperlukan.

Kurang lebih seminggu kemudian (1 Juli 2010), aku mencoba memberanikan diri bertanya kepada Penerbit Asma Nadia apakah paketku sudah dikirimkan. Baru pada saat itu aku tahu kalau kode pos yang aku berikan ternyata salah.. (kebanyakan 1 angka)..! Astaga... Panik juga aku. Alhamdulillah, ternyata paket buku hadiah untukku itu belum sempat dikirimkan oleh Penerbit Asma Nadia. Lega banget rasanya... karena aku masih sempat mengoreksi alamatku yang kemarin kurang benar. Dan, pihak penerbit Asma Nadia berjanji untuk mengirimkan paket itu hari itu juga.

Dan, hari Selasa kemarin (6 Juli 2010) akhirnya paket itu aku terima saat aku pulang kantor. Senengnya.... Ternyata buku yang aku terima dari Penerbit Asma Nadia tidak hanya 1, melainkan 3 buah buku. Ketiganya adalah buku-buku karya Asma Nadia (baik yang sendiri maupun ramai-ramai dengan penulis lain) lengkap dengan tanda tangan mbak Asma Nadia. Sungguh, baru sekali ini aku punya buku yang ditandatangani oleh pengarangnya..! Keren..! Selain itu juga masih ada postcard, stiker dll yang dikirimkan bersama buku tersebut.



Terima kasih banyak untuk Penerbit Asma Nadia dan juga Mbak Asma Nadia. Semoga tidak kapok mengadakan quiz lagi dan bagi-bagi buku lagi... hehehe.

Rabu, 07 Juli 2010

Kemana komentar itu pergi

Ternyata..., komentar untuk sebuah blog memiliki arti penting. Pada awal mula aku ngeblog, aku tak berpikir untuk menarik komentar di blogku, karena aku tak percaya diri dengan tulisanku yang isinya cuma uneg-uneg ini. Namun, setelah aku merasakan senangnya ada komentar masuk ke blogku aku  mulai merindukan komentar-komentar itu. Komentar-komentar yang masuk membuatku makin bersemangat untuk menulis.

Sebelumnya... blog ini tidak aku setting untuk mengirimkan komentar yang masuk ke dalam emailku. Komentar-komentar yang masuk aku ketahui jika aku ngecek ke dalam blogku. Apalagi komentar-komentar itu tidak aku moderasi, sehingga langsung muncul di postinganku. Namun... semenjak kurang lebih seminggu ini aku merubah setting komentarku itu. Sekarang, aku bisa ngecek komentar-komentar yang masuk lewat email saja.

Mungkin bagi sobat semua... apa yang aku lakukan ini terlalu terlambat ya...? Hehehe. Maklumlah, aku dulu tak menganggap penting hal itu karena aku merasa punya banyak waktu untuk berulang kali ngecek komentar yang masuk, apalagi aku sudah pasang widget recent comment pada masing-masing blogku. Namun semenjak koneksi internetku lola banget (bahkan terkadang mati..!) akhir-akhir ini, aku jadi sulit untuk ngecek komentar-komentar yang masuk. Maklum dengan koneksi yang lola banget, sulit bagiku untuk bisa buka blog dan lebih mudah buka email.

Itu sebabnya aku mulai mengirim email atas komentar yang masuk agar lebih mudah aku cek. So, ngecek komentar yang masuk jadi lebih mudah dan menyenangkan bagiku. Tapi..., Selasa kemarin tiba-tiba ada yang aneh dan mengganggu sekali. Beberapa komentar yang sudah masuk ke email ternyata waktu aku cek langsung ke dalam blog... tidak muncul..! Memang tidak semua sih yang seperti itu, tapi banyak juga komentar masuk yang hilang. Terus, komentar-komentar itu kemana perginya ya ?

Aku sudah coba untuk me-refresh berulang kali, tapi ternyata jumlah komentar yang muncul pada postinganku itu tidak berubah. Kemudian aku coba untuk menutup blogku dan keluar. Sesaat kemudian aku coba untuk membuka kembali blogku, tapi tetap saja jumlah komentar yang muncul belum sesuai dengan yang ada pada email. Aduh..., kok aneh begini sih...?

Padahal..., selama ini aku berusaha untuk berkunjung balik pada siapa saja yang telah datang ke blogku dan meninggalkan komentar untukku. Jadi, kalau ternyata komentar-komentar itu tak berhasil muncul di postinganku... aku tak bisa mengunjungi mereka kembali. Untungnya saja sekarang (berkat email) aku tahu ada beberapa komentar yang tak berhasil muncul dalam postingan... jadi aku bisa mengunjungi mereka kembali. Andai saja aku belum buat email untuk setiap komentar yang masuk itu, aku tak akan tahu ada komentar-komentar itu. Hal itu akan menyulitkan aku untuk mengunjungi mereka kembali kan..?

Ternyata masalah komentar yang hilang secara misterius itu juga dialami oleh beberapa narablog. Dan, akhirnya aku memutuskan untuk  ikut menyalin komentar yang masuk dari email ke blog.  Namun, setelah komentar-komentar itu berhasil aku salin,  ternyata pada malam hari (sudah larut juga) komentar yang menghilang itu baru muncul satu persatu. Ya ampun, akhirnya aku harus menghapus komentar-komentar yang dobel satu persatu. Hiks...

Itu sebabnya, kemarin malam aku kehabisan waktu untuk blogwalking.  Soalnya, menyalin komentar dari email ke blog sudah menyita waktu. Karena aku harus ngecek dulu komentar-komentar mana yang ada dan yang hilang, agar tak sampai muncul komentar yang sama muncul kembali. Setelah itu, aku harus ngecek lagi komentar-komentar yang dobel untuk menghapus lagi salah satunya. Benar-benar menghabiskan waktu deh.

Nah, bagaimana denganmu sobat..? Apakah kemarin komentar-komentarmu juga hilang ?

Selasa, 06 Juli 2010

Semua terjadi karenamu

Semua yang terjadi saat ini karenamu
Tanpa dukunganmu aku tak akan sampai di sini
Tanpa ijin darimu, semua tak akan kulakukan dengan tenang

Ya..., semua terjadi karenamu
Karna pengertianmu padaku demikian besar
Karna dukunganmu membuatku kian bersemangat
Berkat ijin darimu ku telah temukan sisi lain dari hidupku

Terima kasih tak terhingga dariku
Kau begitu mengerti aku dan memahami duniaku
Tanpamu... ku tak akan bisa melangkah sejauh ini
Dan temukan dunia lain yang mempesonaku

Terima kasih suamiku
Karna dirimulah aku bisa nyaman di rumah mayaku
I love you so much....