Indonesia dan Australia adalah 2 negara yang bertetangga, namun sayangnya selama ini hubungan kedua negara ini tak selalu berjalan mulus. Berbagai peristiwa dan kejadian memang sempat membuat hubungan kedua negara itu memburuk. Prasangka yang salah pun semakin memperburuk kondisi yang ada.
Namun, ternyata semenjak 3 tahun yang lalu telah ada "jembatan" yang menghubungkan kedua negara itu. Bukan jembatan dalam arti fisik, namun jembatan itu berupa "program kemitraan" yang dijalin oleh Australia dengan Indonesia. Program kemitraan itu bernama BRIDGE atau Building Relationship and Growing Engament Australia – Indonesia.
Gambar diculik dari sini
Program BRIDGE ini mendapat kucuran dana dari Yayasan Myer dan AusAid. Dalam program BRIDGE inilah jembatan persahabatan antara Indonesia dan Australia terjalin melalui dunia pendidikan. Banyak hal yang telah dilakukan program itu antara lain membangun sekolah di Indonesia. Selain itu BRIDGE juga memberikan kesempata kepada guru-guru dari berbagai sekolah di Indonesia untuk melakukan studi banding di sekolah-sekolah yang ada di Australia.
Guru-guru yang dikirim ke Australia itu selain mendapat kesempatan untuk mengajar di sekolah-sekolah setempat, juga mendapat kesempatan luas belajar karena mereka tinggal di rumah-rumah guru Australia. Walau mereka hanya tinggal di Australia selama 3 minggu (21 hari) namun ternyata banyak sekali pengalaman berharga yang dapat dipetik. Rata-rata mereka terkesan dengan minat dari warga Australia dalam mempelajari bahasa dan budaya Indonesia, karena sebagian besar sekolah di Australia ternyata juga mempunyai pelajaran Bahasa Indonesia.
Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang diperoleh dari program itu. Semua guru yang pulang dari Australia setelah mengikuti program BRIDGE tak segan-segan untuk menerapkan hal-hal positif yang mereka peroleh dari Australia di sekolahnya masing-masing. Hal itu dilakukan semata-mata untuk memajukan dunia pendidikan umumnya, dan khususnya kemajuan anak didiknya masing-masing.
Banyak pihak yang sudah mengakui manfaat dari program BRIDGE tersebut, bukan hanya guru yang mendapatkan kesempatan ke Australia namun juga pihak sekolah dan para murid. Dengan terobosan-terobosan yang dilakukan oleh guru-guru yang baru pulang dari Australia, ternyata membuat suasana belajar mengajar lebih menggairahkan.
Semoga jembatan yang sudah dibangun lewat dunia pendidikan ini dapat menjadi jembatan bagi hubungan yang harmonis antara Indonesia dan Australia. Bagaimanapun juga, pengalaman dan pelajaran dapat kita petik dari siapa saja, bahkan dari orang yang paling kita benci sekalipun. Lewat program BRIDGE ini setidaknya kita mendapatkan 2 hal positif yaitu : adanya kesempatan untuk memajukan dunia pendidikan (berikut tenaga pendidiknya) dan membuat hubungan yang harmonis antara Australia dan Indonesia.
Jadi..., mengapa kita tidak memanfaatkan kesempatan untuk membuat dunia yang damai dan yang lebih baik bagi generasi penerus kita ?



